Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 74


__ADS_3

     Aku sangat tidak menyangka bahwa dalang dari semuanya adalah dia. ada permasalahan apa sebenarnya antara ia dan bang Rahmat.


"Tio,,!" teriak ku dengan lantang menyebut nama nya.


"hahahaaa , , nama ku bukan Tio. tapi Rendra adik nya Laura. kamu pasti belum tau semua cerita tentang Laura kaka ku yang sangat mencintai suami mu hingga ia tega meninggalkan nya begitu saja. sehingga ia memutuskan untuk bu*uh dir* dengan melompat di gedung apertemen yang sekarang kalian tinggali. hingga ia tewas dengan janin yang terurai keluar dari perut nya. sungguh aku membenci dan ingin membun*h siapa saja yang akan menjadi pendamping hidup nya. kamu tau betapa terpukul nya aku saat melihat dengan mata kepala ku sendiri kaka yang aku jaga dan aku sayangi ia meni**gal dengan mengenaskan. apa kamu tau aku sempat setres menerima kenyataan ini. hingga akhir nya aku memutuskan untuk balas dendam dengan cara membuat suami mu bertahun tahun percaya pada ku. ia lelaki be*at dan lebih rendah dari bin**ng. dengan tega nya ia ta memperdulikan kaka ku setelah ia sudah menjadi ma*at.!" ia menjelas kan panjang lebar sambil terduduk memukul lantai ubin sambil menangis. aku pun ikut terisak mendengar cerita nya.


"apa kamu sudah menelusuri kebenaran nya. aku takut kamu hanya salah paham dan membuat diri mu sendiri rugi di kemudian hari.!" ucap ku pada nya.


"hahahaaa, ya mungkin aku bodoh kalo hanya bertindak tanpa menyelidiki nya. aku sudah membuang waktu ku selama 6 tahun ini. kalo memang aku yang salah. tapi sayang nya aku sudah membaca buku harian kaka ku. semua tertulis di dalam nya. semua tentang Rahmat dan perlakuan nya terhadap kaka ku. !" ia seperti orang kehilangan akal menangis dan tertawa. aku merasa takut.

__ADS_1


"apa yang ingin kamu laku kan dengan ku. apa setelah kamu membalas dendam kamu akan tenang hah,,,!" ucap ku sedikit bergetar.


''mumgkin, tapi setidak nya aku sudah membalaskan dendam kaka ku!" ucap nya lagi. ia menghampiri ku dengan sebuah belati. hingga ia menaiki kasur yang aku tempati sekarang dengan tangan terikat. aku pun semakin terisak.


"jangan mendekat. aku mohon. bayi ku tidak salah apa apa!" ucap ku dengan menggelengkan kepala ku.


"sayang nya terlambat. aku sudah sejauh ini. kepalang tanggung untuk berhenti sayang,,,haaahaaaa!" ia berucap sambil membelai kan belati itu di pipi ku. aku semakin takut. ia membelai kan belati nya dari keningku menuruni pipi lalu ke leherku dan menuruni perutku. ia memutar mutarkan belati itu di sekitaran perut ku. aku pun sampai menahan nafas karena takut benda tajam itu menusuk perutku. hingga terdengar keributan dari luar. ia pun terlonjak dan langsung mendekap mulut ku. ta berapa lama pintu pun di dobrak hingga hampir lepas.


"aaaaaaa,,, wanita sialan!" ia menyikut sisi wajah ku dengan kencang hingga membuat bibir ku berdarah. aku pun meringis kesakitan. bang Rahmat sangat marah wajah nya memerah.

__ADS_1


"Tio,,bang**t berani kamu menyakiti istri ku. ku pastikan tangan mu itu akan lepas dari tempat nya.!" ucap bang Rahmat dengan lantang.


"ini ta seberapa dengan apa yang sudah kamu lakukan pada Laura kaka ku. kamu yang laki laki bang**t!" herdik nya.


"Tio kamu sudah salah paham,, yang menghamili Laura bukan aku. dan aku juga tidak pernah punya hubungan dengan nya. tentang buku harian itu punya Sandra. apa kamu sudah benar benar membaca semua isi buku itu.?" jelas bang Rahmat.


"alah, bulsyit kamu Leo. untuk apa aku mengulang baca buku itu kenyataan nya memang kamu yang sudah membuang kaka ku.!" ia tetap berkeras menyalah kan bang Rahmat. hingga saat belati itu mulai menggores leher ku sedikit dan mengeluarkan dar*h yang terasa hangat di leher ku.


"Tio jangan gegabah, kamu bisa menyesal kalo tau semua kebenaran nya.!" bang Rahmat terlihat panik tapi ia tak bisa berbuat apa apa. aku hanya meringis menahan perih di leherku.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2