Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 13


__ADS_3

   Satu minggu sudah aku berada di rumah orang tua ku. aku belum kemana mana karna masih belum ada rencana. aku menatap diriku di cermin. aku melihat sosok Tasya yang cantik kembali seperti dulu waktu aku belum menikah. beda nya sekarang aku memakai hijab. aku ingat masih ada hutang pada bu Hindun waktu dulu aku ta punya uang untuk beli beras dan lauk. tak banyak hanya 100 ribu. dan juga uang yang di kasih nya untuk Nina akan ku kembalikan. aku berniat untuk pergi ke kampung mas Deni untuk membayar hutang ku. aku akan ijin sama mama dan ayah dulu. setelah sholat magrib aku turun ke bawah menemui mereka. mereka terlihat sedang bermain di ruang keluarga. sekarang Nina sangat dekat dengan orang tua ku. bahkan ia pun sekarang tidur dengan mereka. Nina pun terlihat lebih gemuk. karna ia kembali minum susu formula yang di belikan mama. Nina semakin imut dengan pipi bapau nya. aku pun duduk di antara mereka.


"ayah mama , besok Tasya mau pergi ke kampung mas Deni dulu. mau bayar hutang tasya pada tetangga. ia sangat baik dan sering menolong tasya. tasya merasa tidak enak kalo tidak membayar nya.!" ucap ku pada ayah dan mama.


"em,, begitu ya. biar besok pagi kita berangkat sama sama ke sana nya. ayah juga ingin ke rumah Deni. ingin memastikan hubungan kalian. karna bagai mana pun kamu harus dapat talak dari nya. agar kamu bisa menjalani hidup ke depan nya.!" jelas ayah.


"sekalian kita jalan jalan ya Nin, Oma mau kulineran di sana!" ucap Oma pada Nina.


"kita mau kemana Oma?" tanya Nina.


"kita ke rumah ayah Nina dan nenek!" jawab mama.


"Nina ga mau pulang. Nina mau sama opa dan Oma aja di sini." ucap Nina ia merajuk sambil menangis di pelukan mama. aku pun menjelaskan alasan kenapa kami kesana tentu nya bukan masalah perpisahan antara aku dan mas Deni hanya menjelaskan untuk mengembalikan uang bu Hindun. Nina pun mengerti.


Keesokan pagi nya kami pun sudah bersiap untuk pergi ke kampung mas Deni. kami di antar oleh supir pribadi ayah. mungkin kami di sana akan 3 hari karna sekalian mau liburan di sana. Nina sangat senang karna mau jalan jalan. aku mama dan Nina duduk di belakang. ayah di depan dengan sopir ayah. Nina tertidur di pangkuan mama. kami bergantian memangku Nina. hingga jam 3 kami baru sampai di kota yang kami tuju. ayah mengajak untuk makan lagi. kami sebenarnya sudah makan saat di perjalanan tadi dan beberapa kali berhenti untuk sekedar menghilangkan penat. setelah makan ayah mengajak kami ke hotel untuk bisa beristirahat. ayah memesan 2 kamar hotel karna supir ayah yang bernama Ipul itu ada saudara nya di kota ini. ia ijin untuk menginap di rumah saudara nya saja. karna sudah lama juga ia ta pulang. ayah pun mengijinkan nya. selama di sini pun bang Ipul di bebaskan bekerja. ayah akan menyetir sendiri. setelah selesai makan tadi bang Ipul langsung nyari taxi sendiri untuk pulang ke rumah saudara nya. ia menolak untuk di antar kami. kami pun langsung menuju kamar masing masing. Nina ikut dengan opa dan Oma nya. dan aku sendiri di kamar hotel. aku langsung mandi dan sholat. aku membawa koper kecil untuk perlengkapan ku beberapa hari di sini. setelah itu aku tidur untuk menghilangkan rasa penat ku.


 ada yang mengetuk pintu kamar hotel ku. aku pun gegas keluar menemui siapa yang datang.

__ADS_1


"bunda ayo kita makan. Nina sudah lapar!" ucap Nina. ternyata yang datang mama ayah dan Nina. sekarang waktu nya makan malam. aku pun sudah sholat magrib tadi.


"tunggu sebentar ya sayang, bunda ambil tas dulu.!" ucap ku masuk ke dalam dan mengambil tas. setelah itu kami pun mencari makan di pinggir an taman. banyak wahana permainan kaya nya ada pameran. kami pun menikmati sate kambing dan sate ayam sambil melihat banyak orang berlalu lalang.


"opa, Nina mau balon itu boleh?" ucap Nina minta ijin pada ayah.


"tentu boleh syang, habiskan dulu makanan nya baru kita kesana beli balon ya sayang!" ucap ayah mengiyakan keinginan Nina.


''sudah opa, ayo!" terlihat piring Nina memang sudah habis. ia pun menarik opa nya yang sedari tadi sudah selesai makan.


"coba lihat Sya, Nina malah lebih dekat dengan opa nya. seperti kamu dulu. mama jadi lihat sosok kamu waktu kecil. tapi beda nya kamu cengeng!" ucap mama ngeledek.


"sangat sangat dan sangat.haahaa. tapi kami sangat bersyukur karna untuk mendapat kan kamu mama menunggu hingga 2 tahun baru hamil kamu!" ucap mama sambil tertawa.


kami pun melihat Nina menarik ayah ke wahana permainan. mama beranjak dari duduk nya.


"mama nyusul mereka ya. kelihatan nya seru.!" ucap mama. aku pun mengangguk mama langsung menghampiri mereka. aku pun membayar makanan nya setelah itu duduk di kursi yang sudah di sediakan di tempat itu untuk pengunjung. aku sambil mengambil beberapa foto diri ku untuk ku ku pajang di stori instagram ku yang dulu. banyak terlihat teman teman ku mengomentari foto ku. mereka meminta nomer hp ku. aku pun mengirim pribadi pada mereka. aku pun melihat penjual eskrim. aku berjalan kearah nya untuk membeli satu untuk ku sendiri. aku pun menunggu pesanan ku di buat kan.

__ADS_1


"mas aku ingin rasa coklat ya!" ucap seorang wanita di belakang ku. kau pun menggeser sedikit tubuh ku agar ia bisa memesan.


"ia sayang!" ucap lelaki itu. yang mana suara nya sangat familiar di telinga ku. aku pun langsung menoleh.


"mas Deni,,!" ucap ku kaget.


"Tasya,,!" ia gegas melepaskan tangan wanita itu yang ku tau nama nya Wati ia penjaga warung kopi di pinggir jalan besar dekat aku menunggu angkot untuk pergi kepasar biasa nya.


"mana Nina , kau ko sendirian. kamu juga kenapa ga pulang aku mencari mu ke mana mana.,?" ia menghujani ku dengan pertanyaan.


"apa benar mas kamu mencari ku?" aku bertanya sambil menatap bergantian pada nya dan Wati. seolah aku ta percaya Karena sekarang saja nampak di mata kepalaku ia sedang bergandengan tangan dengan wanita lain. dan menyebut nya sayang.


"kamu ko ga percaya sama aku, aku memang mencari mu?" jelas nya lagi.


"kemana mas kamu mencari ku. apa kamu ga kepikiran untuk mencari ku ke rumah orang tua ku. tapi sudah lah. besok aku dan orang tua ku mau kerumah.!" ucap ku lagi.


"baik aku tunggu ya. rumah akan selalu terbuka untuk kepulangan mu.!" ucap nya.

__ADS_1


aku pun membayar eskrim ku dan berlalu dari hadapan nya. ia ingin menghampiriku tapi di tahan oleh Wati. aku merasa lega setelah melihat mas Deni dengan wanita itu karna itu memperkuat untuk aku berpisah dari nya. aneh nya aku malah ta sedikitpun sakit hati. aku duduk kembali dan menikmati eskrim yang ku beli tadi. aku bingung dengan diriku. apa aku tidak mencintai nya lagi karna hati ku biasa saja. tidak ada kecemburuan saat melihat nya. mungkin memang saat pergi meninggal kan mas Deni seminggu yang lalu itu adalah keputusan yang benar.


__ADS_2