
Sekarang hidup ku sempurna setelah melalui bnyak rintangan hidup yang ada. aku sudah memiliki mas Rendi. ia suami yang paket komplit untuk ku. walaupun kami sudah sama sama ta memiliki orang tua dan sanak saudara kami pun menikmati hidup dengan damai. sekarang aku sudah melahirkan seorang anak laki laki yang sangat mirip dengan mas Rendi. kami masih tnggal di rumah yang bersampingan dengan bu Yati. sekarang bu Yati berubah setelah tau siapa suami ku. ia bersikap baik pada ku. hidup kami semakin sejahtera. tidak ada masalah yang begitu berat lagi. Arif pun sudah menikah ia mengundang kami secara pribadi. kang Firman dan mba Nani sekarang sudah di karuniai 3 anak. hubungan kami pun baik. sedangkan Caca ia menikah dengan anak kepala desa yang menjadi incaran nya sejak awal. sekarang anak kami sudah berusia 5 tahun ia sudah mulai masuk sekolah. aku pun mengandung anak ke 2 semakin lengkap kebahagiaan ku sekarang.
Sore hari mas Rendi pulang kerja. ia langsung menghampiri ku dan juga Farel. ya anak kami nama nya Farel Wijaya.
"hey sayang lagi ngapain!" ucap mas Rendi seraya mencium Farel dan mencium perut ku yang sudah besar.
"ayah ga mau nyium bunda?" aku berucap sambil mengerucut kan bibir ku.
"ets, ayah lupa kalo di sini ada wanita yang paling cantik ya ka!" ucap nya sambil menyium ku. Farel kami panggil dengan sebutan kaka. karna sebentar lagi ia akan memiliki ade. Farel pun tertawa menyaksikan kami.
"ayah mau langsung makan sekarang atau mandi dulu!" ucap ku.
__ADS_1
"mandi aja Bun, ayah sudah gerah.!" ucap mas Rendi pada ku. aku pun mencoba berdiri. mas Rendi membantuku.
"susah ya sayang!" ucap nya setelah berhasil membantuku berdiri.
"hemm,, di nikmatin aja yah, ini anugrah untuk ku. sebagai seorang ibu!" ucap ku sambil membelai pipi nya.
"terima kasih sayang kamu sudah mau menjaga kami dengan baik!" ucap nya lagi.
"iya bunda, farel di sini aja!" jawab nya.
kami pun menuju kamar mas Rendi keluar kamar setelah mengambil handuk. aku menyiapkan pakaian ganti untuk mas Rendi. setelah itu aku ke dapur untuk menyiapkan makan untuk mas Rendi. ta berapa lama mas Rendi keluar menggunakan sarung dan peci ia pasti baru selesai sholat ashar.
__ADS_1
"yah, ini sudah bunda siap kan." ucap ku. ia pun duduk di kursi.
"terimakasih sayang.!" ucap nya sambil tersenyum. aku duduk menemani nya makan.
"gimana kerja nya hati ini yah,!" tanya ku.
"Alhamdulillah lancar sayang." jawab nya.
aku pun mengangguk menanggapi jawaban nya. tiba tiba perut ku mulas tapi tidak terlalu sakit. aku masih bisa menahan nya. jadi aku belum kasih tau mas Rendi. setelah selesai makan kami menghampiri Farel untuk menemani nya bermain karna hanya waktu malam begini ayah nya bisa menemani nya. siang full kerja kecuali hari minggu. perut ku semakin bertambah mulas mulas nya sudah sangat sering dan di jalan lahir ku mengeluarkan air ketuban yang banyak.
"yah,seperti nya aku mau melahirkan!" ucap ku sambil memegangi perutku. mas Rendi langsung mengambil tas yang sudah kami siap kan di dalam kamar ia menggendongku ke mobil. setelah itu kembali ke dalam untuk menjemput Farel dan membawa tas. setelah mengunci pintu ia gegas menancap kas ke rumah sakit. perut ku semakin mulas hingga aku menarik nafas dan mengeluarkan perlahan. setelah sampai rumah sakit aku langsung di bawa ke ruang bersalin. mas Rendi menemani ku sepanjang persalinan. Farel di jaga oleh suster di ruangan bermain yang sudah di sediakan. hingga 1 jam aku di bantu pihak rumah sakit untuk bersalin. akhir nya aku melahirkan anak perempuan yang sangat cantik. mas Rendi pun terharu ia sampai menitikkan air mata nya saking bahagia nya. lengkap lah sudah keluarga kami di karuniai anak laki laki dan perempuan yang sangat tampan dan cantik.
__ADS_1
TAMAT