Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 19


__ADS_3

    Hari ini aku akan mengantar Nina dan menunggui nya di sekolahan. untuk seminggu ini aku akan menemani Nina karna ia sudah lama ku tinggal kan.


"sayang sudah siap?" tanya ku saat membuka kamar Nina.


"sudah bunda ini tinggal makai tas lagi!" ucap Nina. kami pun turun ke bawah beriringan.


"opa Oma,!" Nina berlari menghampiri opa dan Oma nya sambil mencium pipi mereka.


"susu Oma cantik sekali. hari ini di antar sama bunda ya?" tanya mama.


"ia Oma. bunda mau nunggu Nina sekolah" ucap kegirangan.


"ya sudah makan dulu. nanti tas bekal nya jangan lupa ya.!" ucap mama pada Nina.


"baik Oma!" jawab Nina.


selesai makan aku ayah dan Nina pamit sama mama. ayah pergi ke kantor menggunakan mobil nya aku dan Nina menggunakan mobil ku. setelah 20 meit kami sampai di sekolah Nina. aku mengantar nya pada guru pembimbing nya. setelah itu aku menunggu nya di taman sekolah khusus untuk ibu ibu yang menunggu anak nya sekolah.


"kaka nya Nina ya?" tanya salah satu ibu yang sedang menunggu anak nya juga.


"bukan bu, saya bunda nya Nina!" jawab ku sambil tersenyum.


"oh, berarti yang bu Laila bilang kuliah di luar negri itu ya!" tambah nya lagi.


"ia bu, !" jawab ku singkat.


"ternyata masih muda. cantik lagi. wajah Nina persis sekali sama kamu. makan nya saya kira kaka nya hee!" ucap ibu itu lagi. aku pun tersenyum menanggapi ucapan ibu itu. di sini terlihat ada kisaran 25 ibu ibu yang sedang menunggu anak nya. mereka saling mengobrol aku hanya memainkan hp ku tanpa memperdulikan omongan mereka.


"tasya kan!" tanya salah seorang lagi pada ku.


"iya benar saya tasya!" jawab ku.


"kamu ga ngenalin aku sya?" ia bertanya pada ku. aku menatap wajah nya mengingat ingat siapa dia.


"aku Lulu sya. sudah ingat!" jelas nya.


"Lulu, kamu nunggu siapa di sini?" tanya ku pada nya.


"akhir nya kamu ingat juga. mu kira lupa sepenuh nya, hee,,, aku nunggu anak ke 2 ku yang baru kelas satu sama dengan Nina!" ucap nya pada ku.


"oh,, anak yang nomer satu mana Lu,, ?" tanya ku pada nya.


"ia meninggal sya saat di lahir kan.!" jawab nya. ya aku ingat dulu Lulu berhenti sekolah saat kelas 3 SMP karna iya harus membantu keuangan keluarga nya menjadi tulang punggung saat ayah nya meninggal. yang ku tau ia memiliki satu adik.

__ADS_1


"ibu dan adik mu gimana kabar nya?" tanya ku pada nya


"ibu ku sudah meninggal 3 tahun yang lalu. adik ku sekarang sedang menjalani masa tahanan. ia terkena kasus pembunuhan." jelas nya aku sangat kaget setau ku Andi adik nya Lulu orang nya sangat baik hanya saja pendiam.


"pembunuhan!" ucap ku. untung kami duduk aga jauh dari ibu ibu yang lain sehingga suara kami ta bisa di dengar yang lain.


"iya Sya, ia membunuh suami ku.!" ucap nya lagi.


"maksud nya gimana Lu,?" tanya ku lagi penasaran. ia terlihat senyum pada ku.


"saat itu suami ku marah besar karna pengaruh minuman keras, ia kalah main judi dan pulang ke rumah dengan mengamuk ia memukul ku hingga babak belur. Andi sontak ta tahan melihat keadaan ku yang sudah tersungkur dan ia pun langsung mengambil gagang besi penyangga jendela langsung ia hantam kan tepat di kepala mas Riswan ia pun seketika tak sadar kan diri!" jelas nya. aku syok mendengarkan kisah nya.


"lalu?" tanya ku lagi.


"ia meninggal di tempat sya.!" jelas nya lagi.


"sabar ya Lu, !" ucap ku sambil mengusap bahu nya. ia pun tersenyum pada ku.


"ga papa sya aku sudah ikhlas. semua sudah kehendak dari yang maha kuasa. mungkin kalo Andi tidak bertindak aku yang bisa meninggal!" jelas nya lagi. aku pun mengangguk.


"sekarang kalian tinggal ber 2?" tanya ku lagi memastikan.


"ia Sya aku masih tinggal di rumah peninggalan orang tua ku dengan anak ku. aku sambil jualan kecil kecilan di muka rumah. buka saat anak ku sudah pulang sekolah!" jelas nya.


"ia lu, nanti aku akan berkunjung ke rumah mu, anak kamu laki laki atau perempuan?"


"perempuan sya!" jawab nya.


"pasti mereka cepat akrab.!" jawab ku.


ta lama anak anak keluar. mereka menghampiri kami. Nina terlihat berlari sambil menggandeng datang teman nya.


"bunda ini Ambar teman Nina. eh, ada ibu nya Ambar juga ternyata!" ucap Nina sambil malu malu. kami pun tertawa.


"ia sayang, tante Lulu mama nya Ambar teman mama sekolah dulu.!" jelas ku. Nina terlihat mengangguk.


"ya sudah ayo sini kita makan bekal nya sama sama !" ajak ku pada Ambar dan Nina.


"ga usah tante aku bawa bekal sendiri.!" jawab Ambar.


"ia sya, aku sudah bawakan Ambar bekal.!" jawab Lulu menambah kan.


"ya sudah kita duduk di bawah pohon itu saja ya makan nya, bunda sudah bawa karpet kecil yang biasa Oma bawa.!" jelas ku. kami pun duduk di bawah pohon itu saling berhadapan. aku membuka bekal yang di siap kan mama untuk Nina. isi nya ada nasi sosis 2 dan paha ayam 2 dan ada sayur capcai. ku lihat bekal Ambar hanya nasi dan ikan asin masak kecap.

__ADS_1


"Ambar ini, tapi aku mau punya mu boleh!" ucap Nina sambil meletakkan paha ayam dan sosis di wadah bekal nya.


"boleh, ini!" ucap Ambar. mereka bertukar lauk. aku pun tersenyum.


"terimakasih ya Nina, Nina anak baik!" ucap Lulu. kami pun memandangi mereka ber dua makan. setelah selesai mereka bermain di halaman sekolah dengan teman yang lain nya. aku dan Lulu duduk memperhatikan mereka yang terlihat ceria.


"Lu, nanti saat pulang aku antar ya. aku ingin sekalian kerumah kamu!" ucap ku pada Lulu.


"boleh sya, " ucap nya.


ta lama bel berbunyi tanda jam istirahat telah usai. anak anak berbondong bondong masuk ke dalam kelas mereka masing masing. 45 menit kami menunggu bel tanda pergantian jam bagi kelas tinggi terdengar. tapi untuk kelas 1 itu jam pulang. aku dan Nina mengantar Lulu dan Ambar pulang ke rumah nya. rumah nya yang dulu ta berubah sama seperti aku ksini waktu dulu mengerjakan PR kelompok. kami pun turun. ku lihat di depan rumah ada meja dan tali, itu lapak dagangan nya. aku ingat waktu aku dulu berjualan di pasar pasti sulit menjalani hidup seperti ini.


"masuk sya, maaf berantakan.!" ucap nya kami pun masuk aku duduk di lantai keramik tanpa alas dan bersandar didinding. Lulu masuk setelah itu ia keluar membawa es teh dan cemilan.


"maaf Lu aku sambil buka warung ya, di minum dan makan cemilan nya.!" ucap nya.


"ia Lu santai aja. buka aja warung mu!" ucap ku sambil tersenyum. aku meminum teh es. lalu berdiri membantu mengangkat kotak yang berisi makanan ringan dan minuman sasetan. ia menata di atas meja dan gantungan jualan nya.


"kamu jualan seblak juga?" tanya ku. aku melihat ada daftar menu.


"ia sya, lumayan nambah nambah.!" jelas nya.


"aku promosikan ya dagangan kamu di akun ku. nanti aku minta nomer hp kamu!" ucap ku.


"boleh Sya,!" jawab nya sambil masih menata dagangan nya. setelah ia menyebut kan nomer nya aku memajang dagangan nya di sosial media ku. ta lama berbunyi hp nya Lulu. tanda ada pesan masuk. ia gegas membuka.


"sya, ini benar ga sih ada pesanan 20 seblak dan ia minta no rekening untuk ngirim uang!" ucap Lulu.


"coba balas chat nya dulu Lu. kamu punya akun atau yang lain nya untuk transaksi uang?" tanya ku memastikan pada nya.


"ga ada sya, belum bikin. !" jelas nya.


"ya sudah ambil ktp mu, kita bikin sekarang. !" ucap ku pada nya. setelah ia mengambil ktp nya aku pun membuatkan nya akun untuk transaksi uang. setelah jadi ada uang masuk sebesar 300 ribu.


"sya orang nya ngirim pesan kata nya sudah di kirim uang nya, dan akan mengambil kesini. !" Lulu terlihat gembira dagangan nya laku banyak.


"ayo kita siap siap untuk membuatkan pesanan nya. aku bantu!" ucap ku. kami pun bekerja sama untuk mengolah pesanan. Nina dan Ambar asik belajar di dalam rumah. hingga sore hari kami masih membuatkan pesanan terakhir.


"akhir nya selesai juga!" ucap ku.


"ia sya, maaf kamu jadi ikut repot. !" ucap nya.


"ga lu, aku senang ko bantu kamu.!" ucap ku pada nya.

__ADS_1


ia bertanya bagai mana narik uang nya. ia tidak tau caranya. uang yang di dapat nya lumayan banyak sekita 700 ribu. orang mesan tidak hanya seblak tapi dengan dagangan yang lain nya. Nina dan Ambar kami tinggal di rumah untuk menunggu warung. aku dan Lulu mencari tempat untuk menarik uang. setelah sampai ku kasih tau cara nya. ia pun mengarti dan uang nya sudah cair 700 ribu di tangan nya. ia memakai uang nya untuk administrasi. Lulu sangat gembira sekali. terdengar banyak kata syukur yang terlontar di mulut nya. setelah kami kembali ke rumah Lulu aku ijin pulang karna sudah sore. aku dan Nina pun pulang ke rumah.


__ADS_2