Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 73


__ADS_3

    Pagi ini bang Rahmat akan berangkat ke kantor. setelah semua nya yang terjadi kami hanya bisa berharap bahwa sesuatu tidak akan terjadi pada kami. setelah makan pagi bang Rahmat bersiap untuk pergi ke kantor. aku pun mengantar nya hingga depan pintu apertemen.


"sayang hati hati di rumah, jangan lupa kunci pintu!" pesan bang Rahmat pada ku. setelah itu bang Rahmat mencium puncak kepalaku. dan aku mencium tangan nya. aku pun masuk ke dalam dan mengunci pintu dengan nomer sandi.


ta lama ada yang memencet bel apertemen. aku pun gegas ke pintu depan dengan hati was was, setelah menilik di lubang kecil yang terdapat di pintu apertemen ternyata tidak ada orang. aku pun kembali duduk di depan tv. aku masih was pada walau pun mata ku menuju ke layar tv tapi telinga ku mendengarkan dengan seksama. hingga lama ta ada yang terjadi, aku pun perlahan tidak gugup lagi.


aku pun menuju ke dapur untuk mengambil air minum. saat sampai di depan kulkas tubuh ku menegang, ada langkah kaki mendekati ku. sontak aku pun berbalik.


"siapa kamu,,,,?" ucap ku setengah berteriak dan menangis.

__ADS_1


"hahahaaa, jangan takut nona aku tidak akan menyakitimu. aku hanya ingin bermain main dengan mu dan bayi mu, jangan salah kan aku salah kan suami mu hahahaaa !" ia berhenti 5 meter di hadapan ku. air mata ku pun sudah terjatuh ta tertahan kan. kaki ku bergetar saking takut nya.


"apa maksud mu, kenapa kamu mengincar ku dan bayi ku. dan apa kesalahan suami ku dulu.?" ucap ku minta penjelasan.


"ia telah membunuh adik dan calon keponakan ku. sayang nya untuk kamu bertanya pada suami mu sudah terlambat. ayo manis kota bersenang senang sedikit.!" ucap nya sambil mendekat pada ku. aku pun beringsut mundur hingga tubuh ku membentur pintu kulkas. ia mengeluarkan saputangan yang ku yakini pasti itu sudah di kasih obat bius. aku pun mencoba lari. hingga terjadi kejar kejaran di meja makan. aku ingin sekali menuju pintu depan. hingga saat berlari kaki ku tersandung kaki meja. hingga membuat ku terjatuh.


"bang Rahmat tolong aku,,,,,,!" aku berteriak.aku mencoba memberontak hingga penglihatan ku perlahan memudar dan gelap.


...****************...

__ADS_1


    Saat terbangun aku sudah berada di suatu kamar seperti gudang hanya saja ada tempat tidur nya. entah di mana aku sekarang. aku mencoba menekan gelang di tangan ku yang sudah di lengkapi GPS oleh bang Rahmat. aku pun mencoba tenang, agar bisa menekan nya dengan benar karna tangan ku sekarang sedang di ikat di blakang tubuh ku. setelah berulang kali mencoba akhir nya GPS bisa ku tekan. hingga ada getaran di gelang ku. bahwa GPS sudah tersambung kepada bang Rahmat. aku pun sedikit lega.


"hey nona, sudah bangun ternyata.?" ada yang membuka pintu gudang ia pun menyapa ku dengan senyuman jahat nya. aku belum bisa melihat wajah nya dengan sempurna karna ia menggunakan topi dan masker.


"siapa sebenar nya kamu, dan apa yang kamu ingin kan dari kami?" tanya ku lagi. ia pun perlahan membuka topi dan masker nya. mata ku terbelalak melihat wajah yang sangat aku kenali, ia dalang dari semua yang terjadi. aku sangat tidak menyangka nya. aku harus tau apa motif ia sebenar nya.


"ternyata kamu ,,,,!" ucap ku sedikit berteriak.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2