Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 22


__ADS_3

Aku keluar dari rumah untuk bersiap menyapu halaman sambil menunggu mang Ujang datang.


ku lihat mas Dion dan indah duduk di teras bersama dengan Dio. mas Dion memandangi ku. sekarang aku sudah berani memakai daster yang pas di tubuh ku. dan memperlihat kan perut buncit ku yang masih kecil. aku pun tersenyum padanya. ia pun mengguk. ku lihat indah menyenggol lengan mas Dion ia terlihat marah. aku lalu mengambil sapu untuk menyapu halaman.


"sayur neng," mang Ujang mengagetkan ku.


"eh, mang Ujang, Bunga kaget." aku mengelus dadaku. mang Ujang tertawa.


aku menaruh sapu dan mengambil dompet yang ada di atas meja teras rumah. aku pun menghampiri mang Ujang. ku lihat indah dan Bu Susi pun berjalan menuju kesini.


"mau menyayur apa hari ini neng..?" tanya mang Ujang.


"belum tau mang hee,,," jawab ku singkat sambil terkekeh.


"kamu hamil ya Bunga ?" tanya bu Susi.


"iya bu" jawab ku singkat.


"anak siapa?" dengan nada curiga bu Susi mengintrogasi ku.


"anak orang bu!" jawab ku lagi.

__ADS_1


"ya ia lah anak orang, maksud saya siapa bapa nya. ?" tanya nya curiga lagi.


"tapi janji ya jangan kaget!" tekan ku.


ku lihat bu Agus ,bu Ida ,dan bu Eka baru tiba. mereka mendengarkan yang kami bicarakan.


"anak pa Handoko." jawab ku yang seketika membuat mata bu Susi terbelalak seakan mau keluar dari tempat nya. ya pa Handoko adalah suami nya. aku sengaja mengerjai nya. ibu ibu yang lain tertawa hanya indah yang tidak ikut tertawa.


'' makan nya bu jiwa kepo nya jangan terlalu di lihat kan. emang enak. eh, neng Bunga, minta gih pertanggung jawaban sama suami nya bu Susi. " ucap bu Eka dengan nada mengejek. diiringi dengan tawa yang lain.


"kalian ko malah tertawa apa ga curiga sama Bunga. mungkin saja itu anak dari yang bantu ia pindahan kemaren kan.lagian ia cukup tampan dan masih muda." ia berujar dengan pakta yang tidak benar ada nya. aku hanya menggeleng. tapi beda dengan indah ia malah tersenyum. pasti ada yang di rencanakan nya.


"hamil ga ada bapa nya ko di bela. dasar aneh kalian ini. ikut kena sial nya tau rasa." indah menimpali.


tidak ada yang menanggapi ucapan indah.


"mang Ujang, bu Susi yang bayar ya.! eh, bu Susi bayarin belanjaan saya ya semua nya 50 ribu. nanti saya potong hutang di warung." setelah berucap bu Agus berlalu. yang lain tertawa. bu Susi kelihatan marah. tapi mengeluarkan uang 50 ribu untuk membayarkan belanjaan Bu Agus.


setelah membayar pun aku pamit dan pulang.


...****************...

__ADS_1


malam ini mas Dion kerumah untuk menagih janji yang sudah di sepakati. dengan ragu aku menghampiri nya.


" maaf mas lama. di minum dulu dan cicipi kue nya itu buatan Bunga sendiri lo." aku menawarkan kopi dan kue bolu kesukaan nya. ia pun langsung memakan dan meminum kopi nya.


"gimana dengan jawaban mu. " ia langsung pada inti nya. dada ku deg degan.


"sebelum aku memberi jawaban ada hal yang harus mas pertimbangkan. pertama aku memiliki sahabat yang bernama Rahmat selama ini ia yang membantuku saat mas tidak memperdulikan ku. dan aku harap mas tidak menghalang halangi sahabat ku nanti kalau ia mau berkunjung ke rumah ini. yang harus mas tau rumah dan seisi nya ini hadiah nya untuk anak kita. dan yang ke dua. indah jangan pernah menginjakkan kaki nya di rumah ini. tapi kalo Dio itu pengecualian. dan juga kalo mas berani main tangan lagi dengan aku. aku langsung minta pisah tanpa ada kesempatan lagi. gimana ?" itu lah persyaratan yang ku ajukan pada mas Dion. ia terdiam sejenak. lalu menjawab.


"aku setuju. terimakasih. berarti kita resmi bersatu lagi kan.?" ia memastikan lagi.


"tapi tunggu dulu. mas harus tanda tangan surat perjanjian ini dulu." aku menyerahkan surat perjanjian itu. dan ia tanda tangani. dengan di tanda tangani nya surat ini aku resmi kembali pada mas Dion.


"sudah, aku boleh menginap di sini.?"


"untuk malam ini tidak mas, mas bisa atur dulu pembagian waktu antara aku dan indah."


"baik lah, aku permisi dulu." ia pun beranjak dan menuju pulang.


aku menarik nafas kasar tidak menyangka aku akan kembali lagi dengan mas Dion. Semoga ia akan berubah menjadi suami yang baik.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2