Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 30


__ADS_3

      Rahmat meraih tangan ku ia menatap ku dengan lekat.


"maaf kan aku, aku sudah gagal menjadi ajudan mu." dengan wajah serius ia berucap.


Aku pun tertawa terbahak melihat ekspresi wajah nya.


"haha,, kamu ini Rahmat atau tuan Leo sih. aku jadi bingung.?" aku masih tertawa. Rahmat mengernyitkan kening menatap ku heran.


"ok ok. kamu memang bunga yang aku kenal. syukur lah kamu sudah kembali," ia berucap dan melepaskan tangan ku.


" baik lah. sekarang aku harus memanggil mu Leo. agar tidak merusak citra mu sebagai pengusaha muda." aku mengusul kan. aku dengar ibu ibu menghampiri kami. ia ingin berkenalan dengan pengusaha muda. ternyata hanya aku yang tidak tau. bahkan aku sering menonton berita aku pernah juga melihat wajah nya tapi aku tidak ngeh kalo itu Rahmat.


 aku sampai sedikit menyingkir karna ibu ibu itu berdesakan. aku tertawa melihat Rahmat kewalahan menyambut tangan ibu ibu itu. hingga akhir nya mereka bubar satu persatu.


"permisi tuan Leo, apa saya boleh meminta tanda tangan mu juga, hahahaa?" aku menertawakan nya. dan ia menjitak ku. .


"set,, au,, auu . sakit tau." ringisku.


"itu hukuman untuk orang yang senang mengejek ku.


"ok maaf.'' aku meminta maaf.


kami asik bercerita. dan bnyak yang aku tanyakan pada nya. inti nya saat Sandra bertemu dengan ku waktu itu ia tidak terima dan melakukan berbagai cara untuk mendapat kan Leo. hingga berhasil juga. tapi saat ini Sandra tidak bisa berbuat apaa apa lagi setelah ayah nya tertangkap. aku pun mencoba melupakan kesedihan ku terhadap yang sudah terjadi pada anak ku. aku mencoba ikhlas, dan mencoba bangkit untuk yang kesekian kali nya.

__ADS_1


   mobil ayah memasuki halaman ku. dan ia pun keluar dari mobil dengan tersenyum. aku berdiri menyambut nya dan mencium tangan nya.


"sayang kenapa tidak makai kursi roda.?" tanya ayah khawatir.


"ayah, aku tidak apa apa. !"


"ya sudah, eh, ada tuan Leo. kapan sampai nya.?" sapa ayah pada Rahmat. ia pun mencium tangan ayah.


"sekitar 3 jaman sudah om." ucap nya. kami pun masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu. aku berjalan ke dapur untuk membuatkan minum. sesampai nya di ruang tamu ayah menyuruh ku duduk di samping nya.


"di minum tuan Leo.!" dengan nada mengejek. ia pun melotot tanda ta suka. aku pun tertawa kecil.


"Bunga,, sudah lah jangan di ejek lagi tuan Leo nya. " cegah ayah. aku pun mengangguk.


"apa syarat yang ia minta...?" tanya ku dengan curiga.


"ia minta di bebas kan, gimana menurut kamu.?"


"baik lah Bunga tidak keberatan. asal ia tidak mengganggu Bunga lagi. tapi ayah ijin kan Bunga tinggal di sini saja. Bunga ingin dekat dengan anak Bunga.!" aku memohon. aku tau ayah pasti mengajak ku pulang.


"Baik lah. tapi kalo sesuatu terjadi ayah tidak akan mentolerir lagi untuk mengajak kamu tinggal dengan ayah.'' tegas nya. Rahmat hanya menyaksikan antara ayah dan anak sedang berdiskusi.


...****************...

__ADS_1


    3 bulan berlalu. hingga jalan nya sidang perceraian kami berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan. ya memang mas Dion ia memang tidak punya kerabat sanak saudara. karna ia dari Panti. jadi ada sedikit rasa kasihan pada nya. hingga hakim ketua memutus kan bahwa kami sah bercerai. Tok,,tok,,tok,,


"Alhamdulillah," dengan pelan aku berucap.


  Akhir nya setelah semua selesai kami pun pulang kerumah ku untuk siap siap pulang ke rumah orang tua ku. ibu ku merubah kesepakatan ku dan ayah. kata nya untuk masa idah aku harus di rumah orang tua ku. hingga selesai masa idah baru boleh diam di rumah ku sendiri. aku pun setuju. setelah semua siap kami pun berangkat. aku melihat mas Dion duduk di teras rumah ia memperhatikan kami dengan gelagat aneh. tapi sudah lah toh aku tidak ada hubungan apa apa juga dengan nya. aku mengabaikan nya saat mobil berlalu di depan rumah nya. 3 jam perjalanan sangat melelahkan hingga akhir nya kami sampai. aku pun langsung menuju ke kamar ku.


  ta pernah ku sangka sebelum nya aku akan menyandang status janda di usia ku yang ke 28 tahun. rasa sedih menyeruak di dada ini. tapi bunyi pesan membuyarkan lamunan ku.


@Ajudan setia : sudah sampai ?


@Aku :sudah. barusan.


@ Ajudan setia : syukurlah. istrahat langsung pasti cape.!.


@Aku : baik lah.


@ Ajudan setia : aku tunggu kepulangan mu.


@Aku ,:, ya


setelah itu tidak ada lagi balasan dari Leo, aku pun menutup gaway ku dan meletakan nya di atas meja. aku pun lanjut beristirahat.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2