Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 53


__ADS_3

      Saat aku dan bang Rahmat sudah siap siap ingin keluar dari kamar ada yang mengetuk pintu kamar.


tok,,tok,tok,,


"non, maaf ada ibu nya tuan Rahmat di bawah ingin bertemu ?" ucap bi Asih setelah mengetuk pintu. aku pun berpandangan dengan bang Rahmat.


"ia bi, aku akan segera turun,,,!" ucap ku sedikit berteriak.


"baik non." ucap bi Asih lagi. setelah itu Tidak terdengar suara nya lagi.


''ayo kita turun bang,,!" ajak ku pada bang Rahmat.


"em,," bang Rahmat pun mengangguk. kami pun keluar dari kamar menuruni tangga. terlihat dari kejauhan mama mertuaku datang sendirian.


"mama, mau apa lagi menemui kami....?" ucap bang Rahmat dengan nada tidak suka.


"mama hanya ingin minta maaf. dan mengajak kalian tinggal dengan mama. maaf kan mama Bunga," ucap mama dengan nada kelihatan tulus. tapi dari sorot mata nya memperlihat kan tidak ada ketulusan.


"secepat itu kah mama mau menerima Bunga.?" ucap bang Rahmat.seraya kami pun duduk pas berhadapan dengan mertua ku.


"kamu ko bilang bgitu sih sama mama, mama kan hanya ingin mencoba menerima menantu mama.!" jelas nya dengan nada di buat sedih.


"baik lah, nanti aku pikir pikir dulu. !"


''Bunga mama harap kamu mau tinggal sama mama,?" ucap mertuaku memohon.


"baik ma nanti aku akan bujuk bang Rahmat.!"


setelah mendengar itu mama mertuaku pun pamit. bang Rahmat masih saja berkeras hati walau sudah ku bujuk. ia takut terjadi sesuatu pada ku. hingga keputusan akhir bang Rahmat mau minta persetujuan dari orang tua ku. kalo mereka mengijinkan kami akan pindah ke rumah mertua ku.


...****************...

__ADS_1


   Saat makan malam kami pun meminta pendapat ayah. ternyata ayah mengijinkan asal kan aku bisa jaga diri dengan baik. bagai mana pun mertua ku juga berhak atas menantu nya. kami berencana untuk berkunjung kerumah mama mertua ku dulu. lagian aku juga belum tau persis keluarga bang Rahmat. yang aku tau bang Rahmat itu sudah tidak mempunyai ayah saat kelas 3 SMP.


"kalo begitu besok kita akan kerumah mama!" ucap bang Rahmat saat kami sudah berada di dalam kamar. aku pun mengangguk.


"bang memang nya mama tinggal sama siapa aja di rumah?" aku memberanikan diri untuk bertanya.


"mama di temani oleh kaka perempuan ku bersama suami nya. ia belum memiliki anak.!" ucap bang Rahmat. aku pun mengangguk.


"baik lah besok kita kesana. mungkin mama kesepian. setelah mendengar bahwa kita akan punya anak makanya ia berubah bang. !" tambah ku.


"mungkin juga karna kaka ku dan suami nya kerja. jadi jarang di rumah.!"


setelah berbincang kami memutus kan untuk tidur.


 Keesokan hari nya kami sudah siap untuk menuju rumah mama tapi menggunakan motor metik ku. karna bang Rahmat enggan meminjam mobil mama. 30 menit kami sampai di kediaman bang Rahmat. Rumah nya sangat megah. halaman nya luas. pantesan mama mertuaku kesepian. memang di rumah ini ada 4 pembantu dan 2 satpam. kami memasuki halaman rumah setelah di bukakan pintu oleh satpam. kami langsung masuk setelah memarkirkan motor. di dalam rumah sudah ada mertuaku duduk di ruang tamu.


"akhirnya datang juga, ko ga ngabarin mama sih." ia mendekatiku hingga merangkul aku untuk mengajak duduk.


"lupa ma.!" ucap bang Rahmat singkat.


"Maya, ini ada Bunga dan Leo.!"


 ka maya terlihat hanya sekilas melirik.


"ah, ia Bunga itu kaka nya Leo yang bernama Maya dan itu suami nya Bagas. " mama mengenalkan mereka pada ku. tapi mereka tanpa merespon dengan baik.


"ayo sudah makan. sini mama ambilkan." Bang Rahmat hanya menyimak saja. kami pun makan dengan diam. tidak ada perkataan lagi antara kami.


setelah selesai makan ka maya menarik tangan mama menjauh. aku hanya menatap nya. mungkin ada yang ingin di bicarakan. Bagas suami maya sedari tadi mencuri curi pandang dari ku. aku jadi risih.


aku se dari tadi ta melihat bang Rahmat berbicara. entah apa yang di pikirkan nya.

__ADS_1


kami duduk di ruang tamu. ta berapa lama ka maya dan Bagas berlalu. sepertinya mereka ingin berangkat bekerja. mama pun menghampiri kami.


"sayang, perusahaan masih bisa kamu jalan kan, Tio masih menghendel semua nya. mama harap mulai besok kamu turun ke kantor." ucap mama pada bang Rahmat.


"baik ma, aku harap mama akan berubah sepenuh nya dan menerima Bunga dengan tulus.!" jelas bang Rahmat lagi.


"pasti sayang." ia tersenyum ke arah ku.


"jadi mulai kapan kamu tinggal di sini...?" tanya mama.


"aku akan ambil baju baju kami dulu ma. "


"baik lah. ini kunci mobil dan ATM kamu mama kembalikan. semoga dengan ini hubungan kita membaik." ucap mama lagi.


kami pun pamit untuk pulang mengambil pakaian kami. aku menurut apa kata bang Rahmat aja. karna sebagai seorang istri aku harus taat. seperti itulah pemikiran ku.


setelah mengemasi baju kami pun kembali kekediaman mertuaku. oh ia mertuaku bernama Larasati. aku baru di jalan tadi di kasih tau oleh bang Rahmat.


sesampai nya kami pun masih di sambut hangat oleh mama Laras, kami di suruh naik untuk beristirahat.


saat sampai di lantai dua bang Rahmat memberitahu kalo di sebelah yang berlawanan arah menuju kamar kami itu adalah kamar ka Maya dan Bagas.


"silahkan masuk sayang di kamar abang semoga betah ya. kalo kurang suka dengan tatanan nya bisa kita ganti.!" ucap bang Rahmat saat membuka pintu kamar. aku pun masuk memandangi sekitaran kamar. kamar nya sangat luas. perabotan nya lengkap ada juga meja kerja nya. nuansa warna biru muda yang membuat suasana sangat nyaman.


"aku suka bang,"


"ya sudah istrahat aja sayang. di sini kamu tidak usah melakukan apa apa. karna semua nya sudah bibi yang menghendel nya. ok" ucap bang Rahmat.


"baik, sayang. terimakasih.'' ucap ku lagi. ia mengecup kening ku.


"abang mau mandi dulu. setelah itu mau memeriksa kerjaan yang sudah lama abang tinggal." ucap bang Rahmat, aku pun mengambilkan handuk nya. dan menyiapkan pakaian nya.

__ADS_1


setelah bang Rahmat masuk ke kamar mandi aku menuju balkon. di sini suasana nya nyaman semoga orang orang bisa berlaku baik terhadap ku. hanya saja Bagas, aku kurang suka dengan cara ia menatap ku. semoga tidak akan terjadi hal yang tidak di ingin kan. itu harapan ku sekarang.


...****************...


__ADS_2