
Sesampai nya di rumah aku langsung membersihkan tangan dan kaki ku serta Nina. setelah itu Nina beranjak pergi ke ruang tengah untuk bermain sendiri. aku mengeluarkan sayuran yang ku dapat tadi di dekat Nina. sambil mengawasi nya aku pun mengikat daun singkong muda itu.
"Alhamdulillah sayang kita dapat 15 ikat daun singkong nya. kita bisa jualan besok. Nina senang?" tanya ku pada nya.
"ia bunda Nina senang" ia tersenyum pada ku.
terdengar kumandang adzan magrib. aku pun berniat untuk melakukan sholat magrib dan mengambil wudhu.
"sayang bunda tinggal sebentar ya. bunda mau sholat dulu!"
"ia bunda!"
aku pun gegas mengambil wudhu dan sholat. setelah selesai aku kembali menghampiri Nina.
"sayng Nina mau makan?"
__ADS_1
"ga bunda Nina masih kenyang!" ucap nya lagi. ya walau umur Nina masih 3 tahun ia memang sudah lancar berbicara karna waktu umur nya di bawah satu tahun ia sudah mulai berbicara. jadi Nina kecil duluan berbicara daripada jalan. aku pun menarik bantal yang ada di dekat dinding dan merebahkan diri untuk meredakan sakit di punggung dan pinggang ku. hingga setelah sholat isya pun mas Deni belum pulang. ternyata Nina tertidur saat aku ke luar kamar. aku pun mengangkat nya untuk memindah kan nya ke tempat tidur. walau rumah yang kami tinggali kecil aku bersyukur karna tidak menyewa. seandainya menyewa entah bagai mana cara ku membayar nya untuk makan sehari hari saja harus jualan dulu. aku pun duduk di samping Nina yang sudah terlelap memeluk boneka bear nya. aku merogoh kantong ku dan menghitung sisa uang hasil jualan tadi.
"sisa 40 ribu, tadi jajan Nina di pasar 5ribu, beli beras 10ribu,dan bayar angkot 5 ribu. Alhamdulillah masih banyak sisa nya. bahan di dapur pun masih ada. jadi tidak perlu beli dulu" aku berbicara sendiri dan memasukkan sisa uang tadi ke dompet ku, dan menaruh nya di bawah bantal. aku pun ingin ikut berbaring di samping Nina, tapi ku dengar suara pintu terbuka. aku gegas bangkit dan melihat siapa yang datang. karna pasti itu mas Deni.
"mas sudah pulang?" tanya ku basa basi dengan nya.
"ia kamu kan lihat sendiri aku ada di sini pastinya sudah pulang pake nanya lagi!" ucap nya. kalo sifat nya seperti itu bisa di tebak kalo ia kalah main judi nya.
"maaf mas, oh ia mas mau makan?" tanya ku lagi.
"setidak nya jangan kasih tau makan dengan apa mas untung Nina tidur kalo ia bangun pasti ia merengek ingin ayam goreng juga" gumam ku dalam hati.
"ya sudah, Tasya bikin kan kopi ya mas?" tawar ku lagi pda mas Deni.
"boleh!" ucap nya singkat. ia duduk di ruang tengah yang hanya beralas kan tikar anyaman dan menyalakan roko nya. aku pun menuju dapur untuk membuatkan kopi untuk nya.
__ADS_1
"mas aku kangen mas Deni yang dulu. sekarang aku seperti ta menemukan sifat mu yang dulu yang selalu ramah dan penyayang pada ku.!" ucap ku sambil meneteskan air mata saat membuatkan kopi. lekas aku hapus air mata ku. dan membawakan segelas kopi pada mas Deni.
aku pun duduk di dekat nya. aku ingin mengobrol seperti orang lain yang bisa saling berbagi kisah dengan pasangan nya.
''ini ada uang untuk mu!" ucap nya dan menyerahkan uang 50 ribu. sekian lama aku tidak pernah menerima uang dari nya. setelah ia di PHK dari perusahaan sepatu dulu waktu usia pernikahan kami 1,5 tahun dan saat Nani berusia 1 tahun setelah itu ia tidak pernah memberiku uang. entah aku yang bod*h atau aku yang terlalu cinta dengan mas Deni hingga 2 tahun aku bertahan dengan mencari nafkah untuk diri ku dan juga anak ku.
"terimakasih mas!" ucap ku pada nya.
"hemm,, Nina sudah tidur?"
"sudah mas,!"
"kamu tidak tidur?"
"belum nanti saja!" ucap ku lagi.
__ADS_1
ia kembali memainkan hp nya. kalo sudah begini aku yang harus mengalah untuk tidak mengganggu nya. aku pun beranjak dari duduk ku menuju kembali kekamar. aku ingin beristirahat agar esok ta kesiangan pergi ke pasar nya.