Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 7


__ADS_3

   1 BULAN KEMUDIAN


Ternyata mas Deni tak ada perubahan hanya pas ada mau nya saja ia berbuat manis pada ku. aku sudah mencoba untuk sabar tapi aku pikir sampai kapan sudah hampir 3 tahun aku bertahan dengan sifat nya yang seperti ini. di tambah mertuaku selalu ikut campur. uang pemberian Ikbal masih aku simpan. untuk kebutuhan sehari hari aku masih jualan di pasar atau kerja di rumah bu Hindun. setelah pertengkaran mertuaku dan bu Linda, bu Hindun merasa kasihan pada ku jadi kalo aku tidak kepasar ia menyuruh ku kerumah nya untuk membantu nya mengerjakan rumah. sekarang aku sedang duduk di ruang tengah aku berencana besok pagi untuk berangkat ke rumah orang tua ku. bagai mana pun aku harus terima resiko nantinya saat sudah di rumah orang tua ku. ini keputusan ku sudah bulat. toh bertahan disini pun akan menyiksa diri ku dan Nina. aku mengajak Nina untuk tidur karna hari sudah malam.


"sayang kita tidur ya,!" ajak ku pada Nina. ia pun menurut dan mengikuti ku kekamar. kami pun berbaring di kasur. ta berapa lama Nina pun tertidur. aku memandangi seisi kamar. sudah banyak cerita terukir di kamar ini. dan ta sedikit pula air mata tertumpah di dalam kamar ini. besok aku akan meninggalkan rumah penuh kenangan dengan mas Deni.


"maaf kan aku mas!" lirih ku. aku pun memejamkan mata mencoba untuk tidur. ta lama bunyi pintu di buka. itu pasti mas Deni. ia langsung masuk ke kamar.

__ADS_1


"sayang sudah tidur?" ucap mas Deni sambil mengelus rambut ku. kalo sudah begini pasti ia ada mau nya. biar lah aku akan melayani nya untuk terakhir kali nya.


"emm,, belum mas. mas mau makan?" ucap ku sambil bertanya.


"aku mau makan kamu sayng. anak kita sudah tidur nyenyak kan!" ucap nya sambil mencium pipi ku.


"mas, aku boleh nanya ga!" ucap ku pada nya.

__ADS_1


"nanya apa sayang?" ucap nya sambil memiringkan tubuh nya menghadap ke arah ku.


"mas aku mau tau rencana mas kedepan nya untuk rumah tangga kita.?" tanyaku.


"kenapa kamu nya begitu.!" ia malah balik nanya.


"sebentar lagi kan Nina sekolah mas. kalo perekonomian kita seperti ini bagai mana Nina bisa sekolah!" jelas ku.

__ADS_1


"kan ada mama. aku bisa minta sama dia untuk biyaya sekolah anak kita!" ucap nya dengan enteng. aku pun mengangguk. aku ta mau memperpanjang pertanyaan ku. satu jawaban dari mulut nya sudah cukup untuk menjawab semua pertanyaan ku. sampai kapan pun ia akan tetap mengandalkan mama nya. mas Deni seolah tutup mata atas perlakuan mama nya pada kami. aku pun memutus kan untuk memejamkan mata ku. agar besok pagi bisa bersiap untuk pergi dari rumah ini. baju ku dan Nina sudah ku siapkan di dalam tas kecil yang ku taro di dalam lemari jadi tinggal bawa saja. semoga ini keputusan yang tepat. lagian aku dan mas Deni hanya nikah siri jadi tidak akan di persulit untuk gugatan di pengadilan.


__ADS_2