Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 67


__ADS_3

   Saat kami menunggu ta lama datang anak buah Tio yang mengejar tadi membawa seorang laki laki yang tengah babak belur. ia di hempaskan ke tanah. oleh anak buah Tio tadi.


"maaf tuan ia ta mengaku kami sudah memberikan pelajaran,!" jelas salah satu dari anak buah Tio.


"biar aku yang berbicara!" ucap bang Rahmat. Tio pun masih ada di sini ia ternyata bersama dengan salah seorang anak buah nya di bawah pohon itu.


"jelas kan!" ucap bang Rahmat pada orang yang sudah duduk di tanah itu.


"maaf tuan, saya hanya di suruh menunggu seseorang di bawah pohon itu. dan saya di suruh memakai pakaian ini, saya hanya tukang ojek pengkolan. tempat mangkal saya di ujung jalan sana. kata nya ada kerabat nya yang ingin di antar. saya juga di suruh menyalakan roko kalo sudah sampai di tempat itu.!" jelas nya.


"lalu kenapa kamu lari?" ucap bang Rahmat masih dengan nada tegas.


"saya ketakutan karna mereka meneriaki saya. saya reflek tuan!" jelas nya lagi.


''apa bukti yang akan menguatkan kamu bahwa kamu bukan komplotan dari mereka.!" tegas bang Rahmat lagi.


"ini saya ada uang yang di kasih orang itu tadi tuan. dan tuan bisa ikut ke rumah saya. rumah saya dekat sini. kalian bisa tanya dengan anak istri saya!" jelas nya.


"baik lah kalo benar semua omongan kamu, saya akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada mu."


"baik tuan. " ucap nya.


"ayo ikut dengan ku. tunjukkan di mana rumah mu." ajak bang Rahmat. aku bang Rahmat Tio, dan orang itu naik ke dalam mobil. 2 orang anak buah Tio mengikuti di belakang menggunakan motor nya.

__ADS_1


"dimana rumah kamu?" tanya bang Rahmat.


"di dekat pemakaman umum sana tuan!" ia menunjuk ke arah yang di maksud. ta berapa lama kita sudah sampai di sebuah rumah yang sangat sederhana. pintu rumah nya terbuka. terlihat seorang anak berdiri di kandang yang membuat ia tidak bisa melewati pintu itu.


"itu anak saya tuan, umur nya baru 1 tahun!" jelas nya.


"baik lah kita turun,!" bang Rahmat pun mengambil tas kecil nya. kami masuk ke pekarangan rumah.


"Tio suruh mereka ambil kan motor orang ini!" ucap bang Rahmat pada Tio.


"baik tuan." ucap nya setelah itu Tio menghampiri anak buah nya. dan anak buah nya tidak lama langsung pergi.


"assalamualaikum bu,, ada tamu!" ucap orang itu sedikit berteriak.


"ayo tuan silahkan masuk." terlihat muka orang itu lebam lebam ta beraturan. aku miris melihat nya. entah apa yang istrinya katakan kalo memang kami salah orang.


"waalaikumsalam, yaallah bapa kenapa ini. apa yang terjadi." ia menghampiri suami nya dan memegang muka suami nya. terlihat orang itu meringis.


"tenang dulu. nanti bapa ceritakan bu.!" jelas nya.


"tuan silahkan duduk dulu." ucap nya pada kami. kami pun duduk.


"maaf sebelum nya bu, saya kira di sini sudah terjadi kesalahpahaman." ucap bang Rahmat.

__ADS_1


"oh ia tuan perkenalkan nama saya bapa Jarwo. dan ini istri saya Ningsih. sama seperti yang saya ceritakan di sana tadi saya seorang ojek pengkolan.!" jelas nya lagi.


"tunggu, sebenar nya ada apa ini, kalian datang kesini dan suami saya babak belur. ada kesalahpahaman apa saya tidak mengerti.!" ucap ibu Ningsih istri pa Jarwo.


kami pun menceritakan dari awal dan di sambung oleh cerita pa Jarwo. ternyata semua nya masuk akal. dan mereka pun ta menyalah kan kami karna pa Jarwo menerima orderan tanpa tau sebab nya. ia memperlihatkan uang itu ternyata palsu hanya kertas biasa, ia ta tau karna uang itu ada di dalam amplop.


"kami yang minta maaf pada bapa. karna kami sudah salah orang, andaikan dari awal kami tau tidak akan terjadi hal yang seperti ini.!" jelas bang Rahmat.


"ia ta apa apa tuan. saya ngerti posisi tuan. hanya saja mungkin malam ini kesialan sudah menimpa saya.!" ucap pa Jarwo pada ku.


"maaf pa ini tanda permintaan maaf dan juga rasa tanggung jawab saya untuk biyaya pengobatan bapa.!" bang Rahmat menyerah kan uang 5 juta pada pa Jarwo.


"tuan ini kebanyakan, saya mungkin hanya ke puskes saja sudah sembuh!" jelas nya.


"sudah pa terima saja. sekalian untuk bapa beberapa hari istrahat di rumah. pasti tidak bisa kerja dalam kondisi wajah yang seperti itu.!" jelas ku pada nya sambil tersenyum.


"beneran ini tuan, non" ia memastikan dengan mata berbinar. kami pun mengangguk.


''bu ini mah bapa ga jadi dapat kesialan malah dapat berkah bu. walau bonyok," ucap bapa dengan tampang lucu. kami pun tertawa. setelah urusan dengan pa Jarwo sekeluarga kelar kami berpamitan untuk pulang. saat di perjalanan kami melihat lelaki yang mengenakan jaket itu menyelip mobil kami dan mengacungkan jari tengah. sayang nya anak buah Tio tadi setelah mengantar motor pa Jarwo langsung menuju rumah. bag Rahmat pun terlihat sangat kesal hingga memukul setir mobil.


"awas saja kalo tertangkap aku tidak akan beri ampun!" ucap bang Rahmat dengan nada yang sangat marah. aku hanya bisa mengelus pundak nya. kami pun sampai di pekarangan rumah.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2