Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 34


__ADS_3

      Pagi ini aku duduk di teras menunggu mang Ujang. untuk membeli sayur karna Leo akan makan siang di sini. ibu Eka datang bersama ibu Agus. ia menghampiri ku.


"assalamu'alaikum neng, mang Ujang sudah lewat ya.?" tanya bu Eka pada ku.


"Waalaikumsalam, belum kelihatan dari tadi bu. saya juga lagi nunggu mang Ujang. duduk dulu bu.!" aku mengajak mereka duduk. mereka pun duduk.


"eh, neng maaf maaf ni ya ibu mau nanya.? tanya bu Agus.


"nanya apa bu!"


"apa Dion mengganggu mu?"


"tidak bu. ia tidak pernah kesini selama 2 hari ini aman aman saja bu. emang kenapa bu.?"


"hati hati neng, kaya nya ia sakit deh" bu Agus menggerakkan telunjuk nya kearah jidat membuat satu tarikan garis miring. aku tercengang apa maksut bu Agus sebenar nya.


"maksud ibu.?" dengan wajah penuh tanda tanya aku bertanya.


"kemaren istri nya yang baru berusia 20 tahun sampe pendarahan dan kata nya juga bagian bawah nya robek hingga di jahit. ia kan bu Eka .hiii, seram ,,," jelas bu Agus. aku pun menatap bu Eka minta penjelasan.


"bener neng, itu kejadian sebelum neng pulang kesini. kami jadi tau bu RT yang menemani ke rumah sakit. " jelas bu Eka lagi.


aku berfikir sejenak. itu mengingat kan ku saat mas Dion mabuk aku sempat pendarahan untung nya tidak sampai di jahit hanya luka sedikit. aku bergidik mengingat nya. apa mas memang sakit ya. ah, seandainya masih ada indah aku ada teman untuk bertukar pikiran. "bu Agus menyenggol ku.


"eh neng, apa selama berumah tangga dengan Dion ia tidak pernah seperti itu.?" selidik bu Agus pada ku.


"tidak bu, ia baik baik saja.!" jawab ku singkat.


"ya sudah, semoga saja ia tak mengganggu neng ya. " harap bu Eka cemas.

__ADS_1


mang Ujang ta kunjung datang. sudah hampir 30 menit kami menunggu nya.


"apa mungkin mang Ujang libur lagi ya.?" tanya bu eka.


"mungkin juga, kita pulang aja bu, !" ajak bu Agus pada bu Eka.


"ya sudah neng, kami pulang saja kalo begitu. assalamualaikum." ucap bu Eka.


"waalaikumsalam" aku menjawab sambil ikut berdiri mengantar mereka sampai ujung teras. setelah mereka pulang aku masih mau duduk di teras. sambil memain kan gaway ku.


@ Tuan Leo : sayang aku kesana kita makan di luar saja.


@ aku : ok sayang, aku tunggu.


 Sekilas aku melihat mas Dion duduk di teras dengan sebatang roko. ia menatap ku aneh. aku pun mengalihkan pandangan dan masuk ke dalam rumah untuk bersiap siap. setelah sekitar 25 menit aku pun sudah siap dengan baju rapi dan riasan make up natural yang membuat aku seperti gadis lagi. hee ,, itu hanya pemikiran aku saja ya. rambut yang sengaja ku kuncir tinggi. memperlihatkan leher jenjang ku. aku menambah kan pita di ikatan rambut ku. aku mengambil tas selempang hang berlogo kan Gucci yang di belikan oleh Leo kemaren. ku masukkan dompet dan gaway ku. sekali lagi aku menatap diri ku di cermin. rasa ada yang kurng pikir ku.


"ah, ia perhiasan yang di kasih Leo ku pakai saja. " gumam ku sendiri.aku mengambil kotak itu dan memakaikan perhiasan itu satu persatu.


aku pun keluar menunggu Leo. dengan setelan ini aku merasa sangat nyaman , saat ingin duduk mobil Leo memasuki halaman rumah ku. hingga aku urungkan untuk duduk. aku menyambut nya dengan senyuman. ia keluar dari mobil nya dan tersenyum lembut ke arah ku. aku mengunci pintu setelah itu menghampiri nya yang menunggu di dekat mobil. setelah dekat ia menghampiriku dan mencium keningku. aku pun tersipu malu. rasanya ko setiap dekat dengan nya dada ku berdetak tak karuan. beda sekali saat jatuh cinta dengan mas Dion sepertinya tidak begini amat. hee,,,. Leo membukakan ku pintu, setelah itu ia mengitari mobil sambil berlari kecil ke arah pintu kemudi. senyumku tidak luntur terus mengembang dari ia datang sampai ini.


"sudah siap sayng?" ia bertanya sambil mengedip kan mata sebelah dengan genit. aku pun mengangguk. hening terasa saat mobil mulai beranjak dari tempat nya. hingga melalui rumah mas Dion kelihatan nya ia tidak ada karna pintu dan motor nya tidak ada di tempat biasa. aku beralih melihat wajah kekasih ku sekarang ya itu tuan muda Leo Rahmat Aditama. yang memiliki alis tebal bola mata berwarna hitam kecoklatan hidung mancung wajah nya tegas ada juga kumis tipis yang tidak terlalu mencolok wajah nya putih bersih. ia sangat tampan kalo ku lihat ia sekilas mirip dengan artis Korea lee min ho , tapi persi Indonesia nya. aku tersenyum dan reflek menyentuh pipi nya. ia sekilas menatap ku.


"ada apa sayang?"


"tidak, aku hanya berpikir apa kita memang bisa bersatu.!" dengan nada yang sendu aku mengungkapkan nya.


"pasti. aku akan mempercepat melamar mu. tidak ada yang bisa memisah kan kita. " ucap nya dengan yakin. aku pun tersenyum pada nya.


  kami pun menuju mall. untuk makan siang di satu resto yang terdapat di mall itu. kami sedang menunggu pesanan datang ku lihat Leo menatap ku lekat.

__ADS_1


"kenapa, ada yang salah.?" tanya ku. aku melihat ke diriku untuk meyakini bahwa tidak ada yang salah.


"tidak, kamu sangat cantik hari ini. terimakasih sudah memakai apa yang aku beli." jelas nya.


"tapi aku minta hari ini kamu tidak membelikan apa apa untuk ku." tegas ku pada nya ada gurat kecewa di mata nya.


"tapi. !" aku memotong ucapan nya.


''tidak ada penolakan atau aku pulang." tegas ku. ia pun tercengang.


"ok ok, lalu kita ngapain dong."


"ya jalan jalan aja. " ucap ku sambil tersenyum.


pelayan pun datang membawa makanan untuk kami.


"gimana kalo kamu ikut dengan ku ke kantor ku saja ?" ajak nya.


'' boleh!" aku sambil menyendok makanan menyetujui usul nya.


kami makan dengan bahagia banyak cerita dan gurauan dari mulut nya. setelah selesai pun kami menuju kantor nya. sekitar 30 menitan kami sampai. tangan ku di gandeng nya dari turun mobil hingga memasuki kantor banyak karyawan kantor yang melihat kami ada yang berbisik bisik. tapi ku lihat ekspresi Leo berubah setelah sampai di dalam kantor nya lebih ke tegas dan dingin. aku pun bingung dengan tingkah nya. hingga kami sampai di ruangan kerja nya. di sini sangat nyaman aku tertuju pada foto ku yang di cetak besar di dinding yang dekat dengan meja kerja nya. aku menatap Leo dengan tatapan minta penjelasan. karna itu foto lama ku saat aku masih SMA. ia tersenyum dan menggiring aku di kursi kerja nya dan menyuruh aku duduk. ia duduk di meja menghadap ku.


"Sebenar nya aku sudah lama suka sama kamu tapi aku tidak yakin kamu menerima ku. hingga ku tau kamu menjalin hubungan dengan Dion aku pun memendam perasaan ini hingga aku bertekad menunggu mu lepas dari Dion. tapi aku tidak mau memakai cara licik aku mau mendapatkan mu murni karna kita jodoh." jelas nya.


aku berdiri dan menuju jendela yang mengarah ke perkotaan hingga bnyak terlihat gedung dan perumahan di sna.pasti kalo malam terlihat indah karna di hiasi lampu lampu.


"aku kira aku yang bodoh, ternyata kita sama sama bodoh. aku juga menyukai mu. tapi aku takut membuat kita akan jadi orang asing. apa kamu kaget dengan penjelasan ku." jelas ku aku berpaling mengarah Leo dan memandang keterkejutan nya. aku tersenyum lembut pada nya. aku berucap sambil menyilang kan ke dua tangan ku.


"berarti selama ini kita...aaahh. sial aku terlalu pengecut jadi laki laki." ucap nya menyesali semua yang terjadi. ia menghampiri ku dan menangkup kan ke dua tangan nya di pipi ku. ia mendekatkan wajah nya. dada ku terasa berdegup kencang. aku memejamkan mata ku. ia dengan lembut mencium ku di bibir dan sedikit ******* nya. aku pun melingkarkan kedua tangan ku di leher nya. aku membalas ******* nya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2