
Setelah pulang dari makan tadi aku pun langsung pulang ke kontrakan ku. aku sedang menonton tv, jam di dinding menunjukkan jam 9 malam. hingga terdengar ketukan pintu rumah.
tok,,tok,,tok,,
"sayang akang pulang,!" ucap kang Firman dari luar. aku pun gegas membuka kan pintu.
"akang pulang sama siapa?" tanya ku pada nya. saat sudah membukakan pintu.
"Sama Agus sayang. tadi ia nganter akang!" ucap nya sambil langsung duduk di depan tv.
"akang mau minum?" tanya ku pada nya.
"boleh sayang. kalo ada es sirup ya neng!" ucap nya padaku sambil tersenyum. aku pun mengangguk. aku menuju dapur dan membuatkan pesanan kang Firman tadi. setelah itu kembali ke depan tv.
"ini kang!" ucap ku sambil menyerah kan segelas besar es sirup pesanan nya tadi.
"terimakasih sayang!" ucap nya lalu meminum nya.
__ADS_1
"kang, akang kapan ke rumah mba Nani?" tanya ku pada kang Firman.
"belum tau lagi neng. karna jujur aku takut kalo tidur di sana tidak bisa menahan hasrat ku.!" ucap nya jujur. jadi seolah aku jadi pelarian hasrat nya saja, aku bertanya tanya dalam hati.
"kang, akang emang bener sayang dan cinta sama Dira?" tanya ku memastikan.
"kenapa kamu tanya seperti itu neng!" ucap nya dengan mengerutkan kening. aku kan bertanya bukan nya langsung di jawab malah balik nanya. aku sedikit kesal dengan nya.
"jujur Dira mau nanya sama akang. kalo misalkan mba Nani udah lahiran dan ia sudah bisa memberikan apa yang akang maksud. apa akang akan masih berlaku adil sama Dira.?" akhir nya pertanyaan itu keluar dari mulut ku.
"kang, nanti kalo Dira udah ga di perlukan lagi lepaskan aja ya kang. kasian mba Nani sama anak anak kalian.!" ucap ku.
"kamu ko ngomong begitu sih. akang sangat sayang sama kamu neng!" ucap nya dengan menatap aku. tapi aku masih belum yakin.
"baik lah kita jalanin aja dulu kang, tapi kalo akang berubah Dira akan pergi tanpa sepengetahuan akang!" ucap ku serius.
"tapi kalo kamu punya anak apa masih mau pergi dari akang, dan memisahkan akang dari anak akang?" pertanyaan macam apa. sekarang aja aku sudah memisahkan antara anak istri dan ayah beserta suami dari kehidupan ka Nani dan anak anak nya. aku hanya bisa tersenyum menanggapi pertanyaan nya. karna ku rasa aku akan tetap menggunakan KB.
__ADS_1
usia kandungan ka Nani kan sudah 7 bulan sebentar lagi ia akan melahirkan. apa yang akan terjadi setelah itu masih menjadi misteri.
"hemm,, kita jalanin aja kang, semoga semua nya akan baik baik saja.!" ucap ku lirih. hati istri mana yang ta sakit kalo di madu. ucap ku dalam hati.
"ah ia ini neng uang untuk jatah harian.!" ucap nya seraya menyerahkan uang 500 ribu padaku.
"mba Nani sudah di kasih kang?" tanya ku pada kang Firman.
"sudah ada jatah nya 500 ribu juga nanti akang berikan pada nya.!"jelas nya. aku menyerahkan uang 200 ribu pada nya.
"kang ini untuk nambah jatah mba Nani. !" ucap ku.
"kata nya harus adil?" tanya nya lagi.
"adil bukan berarti sama kang. aku kan belum punya anak, sedang kan mba Nani sudah ada anak kalian. lagian ia mau melahirkan harus butuh modal banyak kang!" jelas ku. ia pun mengambil uang itu dan menyimpan nya lagi.
"terimakasih neng, akang rasa akang ta salah pilih madu untuk Nani!" ucap nya sambil memelukku. ada rasa tercubit di hati ini setelah mendengar perkataan nya. sebenar nya aku memang beruntung menjadi istri ke 2 tapi selalu di utamakan. tapi di sisi lain aku melihat sosok wanita penyabar seperti mba Nani. ia ta pantas di perlakukan seperti ini. aku sedikit hambar dengan kang Firman. hati ku perih ada di posisi ini.
__ADS_1