
Jam 2 siang aku dan mas Rahmat mendarat di kota Medan. kami langsung menuju hotel bintang 5. bang Rahmat minta persetujuan ku saat di pesawat tadi. kalo ia ingin satu kamar dengan ku. melihat ia sangat menjaga sikap nya aku pun setuju. hingga sampai di kamar aku langsung menghempaskan diri ke kasur.
"akhir nya,, aku cape bang."
"kasian,, sini abang pijitin sayang" bang Rahmat menghampiriku. aku merubah posisi ku untuk tengkurap. ia menaikkan baju dress ku. yang selutut hingga membuka bagian paha ku. ia mulai memijat kaki ku. hingga paha. aku pun merasakan sensasi pijatan nya. hingga tertidur.
entah berapa lama ia memijat ku hingga aku terbangun ada kertas di sampingku. yang bertulisan.
"SAYANG AKU MITING DULU NANTI JAM 5 KITA BERTEMU TUNGGU AKU DI KAMAR YA."
aku pun tersenyum melihat perhatian nya. aku menuju koper ku. ya sebelum berangkat bang Rahmat kerumah ku dulu mengambil semua baju baju ku. rumah itu bang Rahmat ingin jual. atau sekedar di sewakan. karna ia tidak mengijinkan aku tinggal di sana lagi. motor ku pun di bawa oleh Karyawan nya yang ia ajak ke rumah ku. aku mencari baju kaos oblong berwarna hitam longgar serta celana pendek. warna senada. aku menuju kamar mandi. setelah selesai mandi aku sholat Dzuhur.
aku menuju dapur yang tersedia ku buka kulkas penuh dengan bahan makanan. aku niat untuk masak daging asan manis dan udang Krispy. 30 menit berkutat di dapur akhir nya selesai. aku pun menuju balkon bersandar di sana melihat pemandangan di kota ini. sambil menikmati susu coklat hangat. hingga aku bosan akhir nya aku memutus kan untuk melanjutkan tidur lagi.
ada yang menciumi wajah ku. aku bangun dengan tiba tiba. hingga ku lihat bang Rahmat yang baru selesai mandi kulihat dari rambut nya dan juga dari aroma sabun mandi. aku langsung memeluk nya. ia pun memelukku. setelah 5 menit kami pun melerai pelukan kami.
"kenapa bangun tiba tiba ?''
"aku takut mas Dion !" jawab ku.
"ia tidak akan pernah menyentuh mu lagi aku janji.' bang Rahmat berjanji pada ku.
"aku cuci muka dulu bang baru kita makan. aku sudah mask." ajak ku. ia pun mengangguk.
kami pun sudah berada dimeja makan. aku mengambilkan bang Rahmat makan beserta lauk nya. ia masih saja menatap ku dengan lekat.
"kenapa bang...?"
__ADS_1
"Dion pasti menyesal menyia nyiakan wanita sempurna seperti kamu." ucapan nya ada benar nya tapi aku sudah ta memikirkan Mas Dion lagi. aku sekarang malah takut pada nya. ia benar sakit. untung aku sudah terlepas dari nya.
"sudah lah bang jangan sebut nama nya lagi aku takut." aku bergidik mengingat kisah ibu ibu pada ku.
"baik lah, abang minta maaf." ucap nya. aku pun mengangguk.
kami pun makan dengan suasana hening tapi sesekali bertemu tatap.
setelah selesai aku mengajak bang Rahmat ke atas balkon. aku membawakan teh manis untuk nya. karna bang Rahmat tidak suka kopi. ia pecinta teh. kami melanjutkan obrolan hingga magrib tiba. aku dan bang Rahmat melakukan solat berjamaah hingga solat isya pun berjamaah. sebenarnya kurang pantas sih kami satu kamar tapi kami lagi di mabuk cinta maaf kan ya pembaca.🙏🤭
...****************...
Pagi sekali aku bangun seperti biasa. aku membersihkan diri dan melakukan sholat subuh. setelah itu memasak. hingga jam 6 segalanya sudah siap aku membangun kan bang Rahmat.
"bang , bangun,, sudah siang!' ia tiba tiba menari ku ke pelukan nya. yang mana posisiku di atas menindih nya. masih ada yang mengganjal di bawah sana. aku mulai menegang karna tatapan mata nya sangat sayu. aku takut ia hilang kendali.
"mas ayo bangun mandi baru kita makan. " aku memecah keheningan yang membuat canggung.
"sudah. ayo bangun"
"sudah bangun yang dari tadi subuh malah" ia mengarahkan pandangan ke bawah. aku pun tau apa maksud nya. aku memukul lengan nya hingga ia meringis.
"au,, sakit yang." aku bangkit dari atas tubuh nya.
"jangan macam macam ya. sebelum halal." ucap ku. ia pun duduk dan memasang muka lesu.
"ok sayang aku mandi saja lah." dengan lesu ia bngun dan meraih handuk di tangan ku. 10 menit ia selesai mandi dan sholat subuh baru menuju meja makan .
__ADS_1
"sayang aku berangkat miting pagi ini. pulang jam 1 siang tidak apa kamu sendiri di sini. ?"
"tidak apa bang. aku baik baik aja ko." jawab ku dengan sungguh sungguh.
setelah kepergian bang Rahmat aku memainkan gaway ku. aku melihat mas Dion mengirim pesan dan vidio. aku coba buka.
@mas Dion : kamu di mana sayng, kenapa tidak pulang. aku merindukan mu. buka vidio kita itu betapa kamu menikmati nya. apa kamu tidak ingin melakukan nya dengan ku lagi.
aku membuka vidio itu. ada aku yang sedang bercinta dengan mas Dion. saat setelah aku pingsan ternyata ada laki laki lain yang masuk dan menyetubuhi ku dengan berutal. mas Dion menyeringai ke arah kamera. hingga ada 3 orang yang bergantian menggauli ku. setelah 3 orng itu mas Dion lagi menyetubuhi ku ia terlihat sangat nafsu dengan melihat cairan merah itu aku bergidik melihat nya ia benar benar sakit. ta menyangka ia tega melihat istri nya sendiri di gauli peria lain bahkan tidak satu tapi 3 skali gus. aku ku blok nomer mas Dion. aku menangis ternyata aku sudah di sentuh oleh bnyak lelaki. apa kah bang Rahmat masih mau menerima aku. aku merasa jiji dengan diri ku. aku menangis hingga tertidur.
...****************...
Aku terbangun pada jam 12. lekas aku mencuci muka dan memasak karna bang Rahmat sebentar lagi pulang. 30 menit aku berkutat do dapur dan selesai. terdengar pintu di buka. ku lihat bang Rahmat datang dengan senyuman nya dan merentang kan ke dua tangan nya. aku pun berlari kecil menghampiri nya. hingga aku terisak di dada nya yang membuat nya bingung.
"lo, knapa ini. apa yang terjadi sayang...?" tanya bang Rahmat cemas.
"abang benar mencintai Bunga dan menerima Bunga apa ada nya...?"aku bertanya dengan bibir ber getar.
" kamu tidak yakin dengan ku...?" bang Rahmat malah bertanya balik.
"bukan bang aku hanya meyakinkan saja apa abang setelah melihat vidio yang akan Bunga tunjukkan masih yakin dengan perkataan abang...?" tanyaku lagi.
"vidio apa. mana vidio nya abang mau lihat.''
aku melerai pelukan nya dan berjalan ke arah kamar bang Rahmat mengikuti ku.
"siapa yang mengirim vidio itu. ?" ia bertanya lagi.
__ADS_1
"mas Dion." jawab ku singkat. sambil meraih gaway ku di atas meja dan membuka pesan mas Dion. ku serah kan pada bang Rahmat. ia menonton adegan yang ada di vidio itu tanpa ekspresi membuat aku jadi gusar. apa yang ia katakan pada ku nanti nya.
bang Rahmat menyerahkan gaway ku. ia terdiam sejenak. menambah kegelisahan ku. aku menunggu kata kata dari nya. apa keputusan nya setelah melihat vidio ku ini.