Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan

Kebahagiaan Istri Yang Disia Sia Kan
bab 2


__ADS_3

 Saat makan siang aku dan Caca makan di kantin kantor. Caca adalah sahabat aku sekalian rekan kantor ku. kami pun memesan makanan. berhubung tadi pagi aku tidak makan setelah mas Adi tiada jadwal makan ku berantakan. serasa lidah ku enggan untuk mengecap makanan.


"Dira, nanti sepulang kantor kita ke mall ya temenin aku beli sesuatu. nanti aku yang traktir deh!" ajak Caca.


"em,, boleh!" aku pun menyetujui nya. saat kami makan ia banyak mengajak aku berbicara. biasa nya aku yang sering ngajak ia bicara. mungkin ia ingin menghibur ku. hingga selesai makan kami pun kembali ke kantor karna jam istrahat kantor sebentar lagi selesai.


"eh Ra, kata nya pa Lurah kita akan di gantikan oleh anak nya yang baru lulus kuliah di luar negri. denger denger sih dia masih lajang. bisa tuh,,,!" ia berbicara sambil menyenggol bahu ku.


"apaan si Ca, aku ga berminat. aku ingin kerja. belum ada kepikiran ke sana!" jelas ku.


"tapi kan kalo jodoh ga kan ke mana.!" tambah nya lagi. aku hanya tersenyum kecut ke arah nya.


kami pun berpisah saat sudah sampai di meja kerja ku.


"sampai jumpa nanti saat pulang ya.!" ucap nya sambil melambaikan tangan. aku pun mengangguk. aku mengambil cermin dan membenarkan kerudung ku yang sedikit berantakan. setelah itu membuka leptop untuk mulai bekerja. aku bekerja di kantor kelurahan yang mendata bagian kependudukan. kantor nya hanya kecil karna hanya ada sekitar 50 karyawan.


hingga jam 2 kami pun sudah waktu nya pulang. Caca terlihat sudah menunggu di mobil nya. ia melambai kan tangan ke arah ku. ya aku tadi sempat ke belakang. karna itu Caca sudah berada di parkiran.


"sudah siap Ra?" tanya Caca setelah kami memasuki mobil nya.


"hemm, sudah!" ujar ku.


"ok, kita berangkat." ucap nya dengan riang. Caca pun memutar musik kesukaan kami ia menyanyi dengan kencang nya. aku hanya diam, karna ta berminat ingin ikut menyanyi. biasa nya aku yang bersemangat menyanyikan lagu ini. hingga ta terasa kami pun masuk ke halaman mall. Caca memarkirkan mobil nya. kami pun turun dan berjalan bergandengan tangan menuju pintu mall.


"kita cari sepatu dulu ya Ra,!" ajak nya. aku pun mengangguk.


kami pun mencari sepatu yang Caca cari sekitar 30 menitan Caca memilih milih. aku pun ikut memilih. tapi tidak ada yang aku sukai. hingga saat berjalan ada yang menabrak ku dari belakang. hingga aku pun terjatuh.


"maaf ka, aku ta sengaja.!" ucap lelaki itu. aku pun mendongak melihat nya.


"Dewa, kenapa kamu lari lari?" tanya ku. ya yang menabrak ku tadi Dewa adik nya Saka teman ku waktu SMP dulu.


"ini ka aku tadi buru buru kabur dari pacar ku, ia minta belikan sepatu yang mahal. uang ku tidak cukup, heee,, !" jelas nya sambil menggaruk tengkuk belakang nya. aku hanya menggelengkan kepala.


"kalo ga punya uang kenapa ngajak pacar mu kesini sih, kan jadi susah sendiri!" ucap ku sambil tersenyum.

__ADS_1


"hee,, ku kira ta semahal itu ka, maaf ya ka aku lanjut kabur dulu" ucap nya sambil berlari melambaikan tangan pada ku.


"dasar remaja sekarang!" aku bergumam sendiri. sambil melihat punggung Dewa yang sudah jauh.


"hey, kenapa ngelamun, liatin siapa kamu?" tiba tiba Caca datang dari arah belakang menepuk pundak ku.


"Caca,, aku kaget tau.!" ucap ku dengan memukul kecil lengan Caca.


"hee,, sorry Ra. aku kira kamu ga kaget.!" ia pun memasang wajah yang di buat imut.


"lagian kamu lagi liat siapa!" ia memandang ke arah yang ku lihat tidak ada orang sama sekali.


"ah, tidak ada. kamu sudah dapat sepatu nya?" tanya ku pada Caca.


"udah ni. kamu udah dapat?" tanya Caca balik.


"engga ada. biar lain kali aja.!" ucap ku pada nya.


"ayo kita cari makan, belanjaan ku udah ku bayar tadi?" ucap nya sambil menggandeng tangan ku. aku pun mengikuti langkah nya.


"yang jualan lalapan maksud kamu?" ia memastikan lagi pada ku.


"ia Ca, aku pengen makan lalapan. gimana?" aku minta persetujuan Caca.


"boleh, biar aku yang traktir makan nya ya. jangan di tolak. ok!" ucap nya sambil tersenyum lebar pada ku.


"ok deh!" ucap ku lagi.


kami menuju mobil Caca untuk mencari warung pinggir jalan yang buka setiap malam saja. setelah 15 menit kami pun sampai di tempat yang kami tuju. kami langsung memesan makanan.


Setelah pesanan kami datang kami pun makan sambil berbincang. hingga terdengar suara pengamen menyanyi dari kejauhan. kami pun menikmati suasana ini. tapi aku seperti ta asing dengan suara pengamen itu. aku langsung menoleh ke arah nya. tapi sayang ia membelakangi ku. hingga aku selesai makan pengamen itu pun berjalan ke setiap pengunjung dengan menengadah kan topi nya. hingga sampai di depan ku.


"Dira, ya.!" sapa nya pada ku. aku pun mengangguk.


"kamu Rendi kan!" ucap ku pada nya.

__ADS_1


"ia, benar sekali. masa kamu lupa Ra sama aku!" ucap nya pada ku.


"pantesan aku rasa ga asing waktu denger kamu nyanyi tadi. tapi kamu menghadap ke sana jadi aku ga lihat wajah kamu. apa kabar?" tanya ku.


"Alhamdulillah baik, kamu?" tanya Rendi balik.


"Alhamdulillah juga baik.!" jawab ku singkat.


"aku turut berduka atas kejadian yang menimpa mu!" ucap nya sambil menunduk.


"terimakasih. aku sudah baik baik aja. itu sudah janji yang harus aku jalani!" jelas ku.


"kamu ngapain ngamen segala, emang nya udah berenti jadi CEO?" tanya ku lagi.


"hee,,hee,, cuman gabut aja ga ada kerjaan.!" jelas nya sambil menggaruk tengkuk belakang nya.


"dasar lain kalo orang kaya gabut mah, haaahaaaa!" aku tertawa dengan lepas. Caca di samping ku aja kaget melihat tingkah ku. ia sedari tadi hanya diam menyaksikan interaksi antara aku dan Rendi.


"Ra, ini beneran kamu.!" ia mengguncang tubuh ku. ta percaya aku tertawa lepas.


"apa an si Ca, ya beneran aku lh. lalu siapa lagi hantu?" ucap ku dengan kesal.


"hee,, maaf Ra. aku ga percaya aja kamu sudah bisa tertawa begini.!" jelas nya.


"emang nya Dira ta bisa tertawa?" tanya Rendi bingung.


aku melihat Caca dan Rendi bergantian.


"hahahaa,,bingung kan kamu Ca.!" jelas ku.


"oh ia ini Rendi Pasaribu dan ini Rica Ananda!" ucap ku mengenalkan mereka berdua.


mereka pun saling berjabat tangan dan mengucapkan nama panggilan masing masing.


kami pun banyak berbincang. akhir nya Rendi memaksaku untuk ikut mengamen akhirnya kami pun ber 3 mengamen. saat kami menuju warung sebelah. aku dan Caca menyanyi kan lagu dari Samsons yang berjudul kenangan terindah. Rendi memetik gitar. saat di tengah tengah alunan lagu seorang perempuan paruh baya berdiri dan memaki ku. kami pun sontak kaget.

__ADS_1


__ADS_2