
Sekelompok tentara menerjang ke sana, Kenny juga ikut berlari ke sana, memapah Ivonne.
Daniel hampir tidak bisa bereaksi, tanpa sadar melihat ke arah orang kepercayaannya, orang kepercayaannya itu sudah mengeluarkan raut wajah panik.
Ivonne dibantu dipapah, Ronald memeluknya, melepas mantelnya kemudian memakaikannya pada Ivonne, Ivonne tampak sangat bingung, dirinya bahkan sedang gemetar dan juga nafasnya terengah-engah.
Wajahnya bengkak sangat parah, belakang kepalanya berdarah, terlihat sudah akan pingsan.
Tapi dia bersandar pada Ronald dan berbalik menunjuk ke arah Daniel, dengan suara hampir menangis dia berkata, “Dia, dia membawaku pergi, dan lagi dia bertindak padaku, ingin aku mengatakan alasan mengapa Kaisar menunjuk Yang Mulia untuk menjabat sebagai gubernur di Jingzhaofu.”
Ronald berbalik badan dan memandang ke arah Daniel, menyaksikan rona merah di wajahnya yang perlahan memudar dan menjadi pucat.
“Tuan Daniel.” Ronald menarik senyum dingin, “Apa kudanya sudah disiapkan? Apa ingin ke Istana atau ikut denganku ke Jingzhaofu?”
Daniel menatap Ronald dengan raut wajah gelap, setelah beberapa saat, dia baru berbalik dan memerintah, “Undang Sekretaris Negara ke Jingzhaofu.”
Pandangan matanya menatap Ivonne, seolah-olah dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Ivonne berlari kembali ke sini, kebencian di pandangan matanya menenggelamkan segalanya, bahkan kebencian ini jauh lebih dalam dibanding terhadap Ronald.
Kebenciannya sangat dalam, bahkan Ronald bisa merasakannya.
Ronald menatap Ivonne dalam diam, Ivonne meringkuk di dalam pelukannya, gemetar, seolah-olah dia mengalami mimpi buruk.
Tangan Ronald menyentuh bagian belakang kepala Ivonne, tangannya penuh dengan darah, kemarahan dan kejengkelan yang tidak bisa diungkapkan muncul di dalam hatinya, dia berkata pada Yanto, “Antar Permaisuri kembali ke kediaman terlebih dahulu.”
Ivonne perlahan mengangkat wajahnya yang menyedihkan, menunjuk ke arah sekelompok anjing ganas di dalam, “Yang Mulia, Daniel memerintahkan anjing-anjing itu untuk menyakiti orang, harus membawa anjing-anjing itu kembali.”
“Akan dibunuh!” Ada kemarahan di pandangan mata Ronald.
“Tidak!” Ivonne bergegas berkata, “Tidak boleh dibunuh.”
Ronald memicingkan matanya, Ivonne berdiri dengan tegak sekarang, di mananya terdapat kepanikan?
Melihat Ronald yang menatap dirinya, pandangan mata Ivonne menunduk, berusaha mengeluarkan sedikit air matanya, “Diselidiki dulu baru dibunuh.”
Ronald tidak tahu trik apa yang sedang Ivonne mainkan, setelah keterkejutan dan gembira, sekarang hatinya penuh kemarahan, dia akan berurusan dengan Daniel terlebih dulu, kemudian dia akan kembali ke kediaman dan perlahan-lahan memperhitungkannya dengan Ivonne nanti malam.
“Bawa pergi!” Ronald berkata dengan dingin pada Yanto.
“Anjing … bagaimana dengan anjing itu?” Tanya Ivonne.
“Juga dibawa kembali terlebih dulu.” Ronald berkata dengan datar.
__ADS_1
Ivonne baru mengikuti Yanto dengan tenang, melewati sisi Daniel, Daniel hanya merasakan rasa sakit di bagian selangkangannya, penghinaan dan kemarahan seketika mengalir naik, mengulurkan tangan dan mencekik leher Ivonne.
Ivonne langsung mengangkat lututnya dan menyerang ke bagian selangkangannya, Daniel berteriak kesakitan, terjatuh ke tanah, memegang selangkangannya, berguling-guling di tanah.
Darah segar mengalir keluar.
Semua orang terkejut, bahkan Ronald juga sangat terkejut.
Ivonne menghempaskan sekilas lengan bajunya, kemudian berkata pada Yanto, “Ayo pergi!”.
Sama sekali tidak ada rasa ketakutan atau keterkejutan.
Ronald memicingkan matanya dan menatap sosok punggung Ivonne yang sangat tegap, dia merasa ada sesuatu yang salah, apa Ivonne memiliki tampilan menyedihkan sesudah diselamatkan? Tidak, malah sebaliknya, dia pergi seakan seperti ayam jantan yang memenangkan pertarungan.
Yanto membawa Ivonne kembali ke kediaman, dalam perjalanan, Yanto tidak bertanya apa-apa, dia hanya menunggu Ivonne pergi mandi dan berganti pakaian, kemudian memanggil Tabib di kediaman untuk mengobati luka Ivonne.
Setelah Tabib pergi, Yanto kemudian bertanya, “Permaisuri, apa yang sebenarnya terjadi?”
Ivonne penuh dengan air mata…
“Permaisuri lebih baik tidak usah berpura-pura.” Yanto mengeksposnya tanpa belas kasihan.
Ivonne menarik kembali raut wajahnya, dengan sangat bosan berkata, “Seperti yang kamu lihat, aku dibawa pergi dan hampir mati di kediaman Daniel itu.”
“Ya, hanya seperti itu.” Ivonne perlahan berdiri sambil memegangi kepalanya, “Mungkin masih ada hal lain, tapi kepalaku sangat sakit, aku tidak bisa memikirkan apa pun, oh iya, tolong kamu beritahu Yang Mulia, sepertinya aku tidak bisa keluar selama beberapa hari ini, dan juga tidak nyaman untuk bertemu dengan orang.”
Yanto tidak berdaya, sudahlah, dia harus kembali ke Jingzhaofu terlebih dulu, karena Permaisuri sudah aman, masalahnya bisa ditanyakan secara perlahan.
“Tuan Yanto!” Ivonne memanggilnya, “Jika bisa, tolong perlakukan anjing-anjing itu dengan baik.”
“Jika kamu tidak mengatakan alasannya, takutnya Yang Mulia akan membunuh semua anjing itu.” Kata Yanto.
Ivonne tahu bahwa Yanto sangat licik, dia hanya bisa berkata, “Aku bisa melarikan diri, itu semua berkat anjing-anjing ini, mereka yang menyelamatkanku.”
Ketika perkataan ini diucapkan, itu sudah mengkonfirmasi apa yang dipikirkan oleh Yanto, dia berkata dengan hormat, “Aku akan berusaha dengan sebaik-baiknya untuk menyelamatkan penolong Permaisuri.”
Setelah Yanto pergi, Bibi Vera baru dengan terkejut berkata, “Permaisuri benar-benar jatuh ke tangan Daniel?”
Ivonne berkata, “Untungnya Yang Mulia datang menyelamatkan tepat waktu.”
“Apakah Permaisuri…” Bibi Vera ragu-ragu sesaat, akhirnya menggelengkan kepalanya dan tidak bertanya.
__ADS_1
“Tidak!” Ivonne tahu apa yang ingin dia tanyakan, jadi Ivonne menjawabnya.
Bibi Vera akhirnya baru bisa tenang.
“Aku mengantuk, akan tidur sebentar, Bibi, jika Yang Mulia pulang dan datang kemari, bantu aku untuk menghalanginya.” Ivonne berkata mengingatkan.
“Aku mengerti.” kata Bibi Vera sambil tersenyum, “Namun, bisa bersembunyi satu kali, juga tidak akan bisa bersembunyi untuk seterusnya.”
“Tidak masalah, lebih baik bersembunyi setelah melewati semuanya, kemarahannya akan perlahan memudar.” Kata Ivonne dengan sangat optimis.
Dia berbaring telungkup, akhir-akhir ini posisi tidur dengan telungkup hampir bisa dianggap sebagai kebiasaannya, bagian belakang kepalanya sakit, jadi Ivonne hanya bisa tidur dengan posisi seperti ini.
Kenyataan membuktirkan bahwa keoptimisannya itu sangat naif.
Ronald kembali dari Jingzhaofu dan langsung pergi menuju Paviliun Serenity.
Bibi Vera tentu saja tidak bisa menghentikannya.
Setelah Daniel ditangani, menginterogasi pengawal dan juga orang kepercayaan Daniel, kemudian pihak Daniel mengundang Gilang yang menjabat sebagai Sekretaris Negara, Gilang mengatakan bahwa Daniel terluka terlalu parah, membutuhkan perawatan, setelah sembuh baru akan diadili.
Mengenai cederanya seperti apa, Ronald melihatnya dengan matanya sendiri, kepalanya benar-benar berasap, bergegas kembali ke rumah tanpa berpikir.
Ronald penuh amarah, malah melihat Ivonne yang sedang tidur dengan pulas, seolah-olah tidak ada yang terjadi, saat itu kemarahannya langsung muncul, mengangkat tangannya, kemudian memukul bokong Ivonne berkali-kali.
Pukulan ini dipukul dengan kejam, Ronald melampiaskan kemarahan yang ada di hatinya.
Ivonne yang berada di alam mimpi terlonjak kaget, tertegun untuk sesaat, kemudian menyadari dirinya kembali dipukuli, saat itu dia balas memukulnya sambil menggertakakn giginya, “Kamu berkata tidak akan memukulku lagi, jika tidak membalas apa kamu kira aku mudah ditindas?”
Ronald menahan wajah Ivonne dengan satu tangannya, dengan marah berkata, “Katakan, sebenarnya ada apa dengan cedera Daniel?”
Ivonne melepaskan tangan Ronald, kemarahannya seketika menghilang, mengangkat pandangan matanya yang terkejut, “Cedera apa? Siapa yang terluka? Daniel? Bagaimana aku bisa tahu, aku dikurung olehnya, dengan tidak mudah akhirnya bisa melarikan diri.”
Ronald berdiri di depan ranjang, kedua tangannya terlipat di depan dadanya, berkata dengan dingin, “Katakan atau tidak?”
“Aku benar-benar tidak tahu.” Ivonne berkata dengan jujur.
“Tidak mengatakannya? Baik, kamu juga adalah salah satu orang yang terlibat dalam kasus ini, aku akan membawamu untuk diinterogasi.” Ronald mendinginkan ekspresinya, berteriak ke arah luar, “Yanto, siapkan borgol, bawa dia ke Jingzhaofu untuk diinterogasi.”
Ivonne memandang Yanto yang sudah bersiap sejak awal, Rendi juga mengikutinya di belakangnya dan masuk ke dalam, memegang sepasang borgol di tangannya, berjalan mendekat dengan wajah licik.
“Lebih baik Permaisuri mengatakannya, kasus ini harus dilaporkan pada Kaisar, tidak boleh ada kesalahan, ini bukanlah hal yang memalukan.” Yanto membujuknya dengan baik hati.
__ADS_1
Ivonne tidak merasa bahwa hal ini memalukan, tapi masalah melukai bagian terpenting dari seorang pria itu yang terlalu memalukan, Ivonne tidak ingin mengatakannya.
Tapi, jika masalah ini harus dilaporkan pada Kaisar, maka dia harus menjelaskannya pada Ronald, biarkan Ronald yang membuat penjelasan untuk dilaporkan pada Kaisar.