Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 197. Berkah Dari Langit


__ADS_3

Ronald dan Peter bergas berdiri.


Kasim David melirik sekilas ke arah Peter, “Tuan Peter teruslah ayak dan mengintrospeksi diri, tidak ada yang menyuruhmu untuk masuk.”


Peter membekukan, Kaisar tetap saja pilih kasih terhadap anaknya dan anak orang lain tidak dikasihi.


Peter hanya bisa terus ayak untuk menebus kesalahannya yang sembrono tadi malam.


Ronald berjalan masuk ke dalam, Raja Juno dan Menteri Kabinet Santo Sun ada di dalam.


Santo adalah Menteri di dalam ruang kerja, jadi sering keluar dari ruang kerja dan Kaisar Mikael juga sangat memandangnya.


Ronald melangkah maju untuk memberi hormat, “Aku memberi hormat pada Kaisar!”


Kaisar Mikael melirik sekilas pada Ronald dengan dingin, kerutan di sudut mata bertumpuk, benar-benar sangat tidak senang, “Hebat, jelas-jelas merupakan seorang Pangeran tapi lihat apa yang telah kamu lakukan!”


Ronald dan menunjukkan senyum bodoh, "A, kamu jangan menyalahkanku lebih, aku memiliki sesuatu untuk dilaporkan."


Kaisar Mikael berkata dengan dingin: "Jangan melaporkan masalahmu yang buruk itu, aku memanggilmu masuk untuk memberikan tugasmu."


"Tugas?" Ronald bertanya, “Tugas apa?”


Kaisar Mikael melemparkan surat , “Lihatlah sendiri.”


Ronald mengambil surat itu, surat itu datang dari Prefektur Tingjiang yang mengatakan bahwa para bandit akhir-akhir ini muncul di Prefektur Tingjiang, membakar dan menjarah di sebuah desa dekat prefektur Tingjiang, 12 nyawa telah tewas di tangan para bandit, pemerintah Tingjiang meminta bantuan untuk mengirim pasukan untuk membasmi para bandit ini.


Ronald tercengang untuk sejenak kemudian berkata: “Ayah, karena diminta mengirim pasukan untuk membasmi bandit, bukankah cukup dengan mengirim pasukan tentara dari Kamp Daan yang terletak dekat Prefektur Tingjiang?” Tugas ini benar-benar tidak memerlukan Ronald pergi ke sana.


Raja Juno kemudian berkata: “Ronald kamu benar-benar tidak tahu, para pasukan dan tentara berkuda di Kamp Daan semuanya sudah ditugaskan di Kamp Divisi Marinir, dan tentara itu sekarang sudah berangkat.”


“Kapan itu terjadi?” Ronald membeku, mengapa drinya tidak tahu akan hal itu?


Kamp Daan dulunya adalah para tentara yang dipimpin olehnya, mereka semua itu adalah tentara darat, tidak tepat rasanya jika mereka dikirim ke Kamp Divisi Marinir, Kamp Daan adalah benteng pusat, jika maju dapat membantu pusat kota dan jika mundur bisa membantu Kamp Fengtai.


“Ronald, apa kamu tidak mengingatnya?” Raja Juno tersenyum, “Aku sudah memberitahumu mengenai hal ini, tapi normal jika kamu tidak mengingatnya karena terlalu sibuk dengan urusan Jingzhaofu.”

__ADS_1


Ronald menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aku ingat Kakak tidak pernah memberitahuku mengenai hal ini.”


Kaisar Mikael berkata: “Tidak usah mempermasalahkan sudah diberitahu atau tidak, para bandit itu sangat hebat, tidak ada pasukan di dekat Prefektur Tingjiang, jika bergantung pada birokrat untuk membasmi bandit itu sepertinya tidak mungkin, yang paling dekat dengan prefektur Tingjiang adalah Kamp pusat, kalian berdua bawalah pasuka tentara dan lihat siapa yang akan pergi ke sana.”


Wajah Raja Juno sedikit berubah.


Ronald tiba-tiba mengerti.


Masalah bandit ini sepertinya sudah diketahui Juno sejak awal.


Tadi pasti Juno sangat merekomendasikannya jadi Ayah memanggilnya masuk dan memintanya untuk membawa tentara untuk membasmi para bandit.


Di saat seperti ini ingin dirinya pergi, takutnya ketika orang yang meninggalkan kediaman Ronald tadi malam dibawa pergi ke Kediaman Juno untuk diinterogasi.


Tapi Ayahnya mungkin tidak akan membiarkannya pergi, ini mungkin akan membuat Juno sedikit salah perhitungan.


Benar saja, Ronald mendengar Juno menghela nafas dan berkata: “Ayah, aku bersedia berbagi kesulitan dan menyelesaikan masalah bagi para rakyat, tapi hatiku sangat hancur dikarenakan kematian Selir Liana, jadi aku takut tidak bisa menerima tugas besar ini, Ayah lebih baik membiarkan Ronald saja yang pergi.”


Kaisar Mikael melirik sekilas kemudian berkata, “Orang yang sudah meninggal tidak bisa bangkit lagi, kamu juga tidak boleh terus terikat, itu adalah orang yang tidak diberkati dan tidak ada gunanya memikirkannya.”


Kaisar Mikael sedikit mengangguk kemudian menatap ke arah Ronald, “Kalau begitu tugas ini…”


Ronald berlutut kemudian berkata, “Aku memohon ijin untuk melapor.”


Kaisar Mikael tahu Ronald tidak mau pergi, jadi raut wajahnya menggelap dan berkata, “Katakan!”


Ronald berkata: “Jika pergi membasmi para bandit ke prefektur Tingjiang saat ini, mengatakan jauh juga tidak jauh, mengatakan dekat juga tidak dekat, dan juga para bandit itu muncul tidak menentu, aku sudah melihat surat itu, prefektur Tingjiang juga tidak tahu dengan pasti di mana para bandit itu bersembunyi, jika bandit yang seperti ini waktu yang dibutuhkan tidak menentu, bisa 1 bulan, 3 bulan, aku tidak bisa memastikannya, aku sekarang juga memegang jabatan di Jingzhaofu dan tidak bisa pergi terlalu lama … ”


Juno tidak menunggu Ronald selesai berbicara kemudian dia berkata: “Jika kamu khawatir akan masalah birokrat maka tidak perlu khawatir, ada menteri yang sementara bisa menggantikan tugasmu.”


Ronald berkata dengan dingin di lubuk hatinya: Ya, khawatirnya setelah pergi selama 3 sampai 5 bulan maka posisi di Jingzhaofu akan diganti secara langsung.


Ronald tidak bertele-tele dan berkata secara langsung: “Ayah, bukan aku tidak mau pergi untuk membasmi bandit, tapi Permaisuriku baru saja hamil, Tabib Kerajaan juga mengatakan bahwa janinnya tidak stabil dan juga terdapat pendarahan kecil, aku benar-benar tidak tenang jika harus pergi ke prefektur Tingjiang.”


Kaisar Mikael tiba-tiba menatap Ronald, “Apa yang kamu katakan? Permaisuri Ivonne hamil?”

__ADS_1


“Menjawab pertanyaan Ayah, ya!” Kata Ronald dengan suara lantang, rasa bangga sudah akan menjadi seorang Ayah muncul.


“Selamat Yang Mulia!” Menteri Kabinet Santo berkata sambil mengulas senyum.


“Terima kasih Tuan Santo!” Ronald tersenyum.


Kaisar Mikael berdiri dan suaranya sedikit cemas, “Apa sudah mengundang Tabib Kerajaan untuk memeriksanya?”


Ronald berkata: “Menjawab Ayah, aku telah mengundang Tabib Kerajaan ke kediamanku tadi malam dan memang Ivonne sudah hamil, hanya saja karena Ivonne mengalami tekanan dan melukai kondisi tubuhnya jadi menyebabkan ketidakstabilan janin, aku benar-benar tidak tenang pada Ivonne, kumohon Ayah untuk memilih orang lain untuk membasmi para bandit itu.”


Kaisar Mikael segera memutuskan, “Janinnya tidak stabil, kamu tentu saja tidak boleh pergi meninggalkannya, mengenai masalah para bandit itu serahkan saja pada Kakakmu. David, segera perintahkan Tabib Darien untuk pergi ke kediaman Ronald untuk mengawasi kehamilan Permaisuri Ivonne.”


Kasim David dengan senang hati menerima perintah kemudian pergi.


Mengenai masalah bandit itu dari awalnya Juno sudah ditunjuk.


Tapi Juno mengetahui Ivonne sedang hamil tadi malam jadi hari ini dia pergi ke istana untuk merekomendasikan Ronald dan Ayahnya juga setuju, Juno berpikir dirinya dapat menggunakan alasan Selirnya yang meninggal dan bisa lepas dari tugas itu, siapa yang tahu begitu Ayahnya mendengar Ivonne sedang hamil Ayahnya langsung berubah pikiran dan memintanya untuk mengemban tugas membasmi para bandit itu.


Pada saat ini Juno harus berada di sini, bagaimana dia bisa meninggalkan Ibukota ini selama beberapa bulan?


Tapi perintah Ayah sudah turun dan Juno hanya bisa menerimanya.


Kaisar Mikael berkata pada Ronald dengan gembira: “Mengenai masalah Istrimu yang sudah hamil, kamu bisa mengabarkannya pada Ibu suri dan juga Ibumu, biarkan mereka juga ikut berbahagia.”


“Baik!” Ronald segera pergi setelah menerima perintah.


Ibu Suri tadinya masih merasa sedih atas kematian selir, Ronald datang untuk melapor dan mengatakan bahwa Ivonne sedang hamil, Ibu Suri menangis dikarenakan begitu gembira, tapi ketika mendengar bahwa janinnya tidak stabil dia kemudian mengerutkan kening, “Mengapa bisa tidak stabil? Apa Tabib Kerajaan mengatakan alasannya? Apa sudah meresepkan obat untuk menguatkan janinnya?”


“Nenek tenang saja, Tabib Kerajaan sudah meresepkan obat, mengenai ketidakstabilan janin, itu harus menyalahkanku.” Kata Ronald dengan menyesal.


“Menyalahkanmu?” Ibu Suri menatap Ronald dan sepertinya salah paham, mendengus kemudian berkata, “Kamu mengapa tidak tahu bagaimana cara mengendalikan diri, bukankah ada wanita cantik lainnya? Ayahmu memang tidak salah akan dirimu, kamu ini benar-benar brengsek!”


Ronald berkata, “Apa yang Nenek Katakan? Maksudku adalah janinnya tidak stabil dikarenakan beberapa bulan lalu terjadi kesalahpahaman dan aku bertindak pada Ivonne, menghukumnya dengan memukulinya sebanyak 30 kali dengan papan, itu melukai tubuhnya dan juga karena pada saat itu kondisi tubuh kakek memburuk, Ivonne perlu pergi ke istana untuk merawat penyakitnya jadi aku memberinya sup golden purple.”


Ibu Suri seketika langsung berdiri, matanya melotot begitu lebarnya karena terkejut, “Sup golden purple? Ya Tuhan, bagaimana dia bisa hamil jika sudah meminum sup golden purple? Ini adalah berkah dari langit, aku tidak peduli, bagaimanapun janin ini harus dijaga, jika ada sesuatu yang salah, maka aku akan melimpahkan dosa ini pada para Tabib Kerajaan!”

__ADS_1


__ADS_2