
Ketika datang Oscar sudah memiliki nyali, sekarang melihat Ivonne tidak seganas hari ini ketika berada di lokasi kecelakaan, nyalinya itu menjadi makin kuat.
Ketika Oscar sedang ingin mempermasalahkan kesalahan Ivonne, tapi Ivonne malah berkata dengan datar, “Jika ada masalah cepat katakan, tapi jika ini mengenai masalah danau, kusarankan kamu untuk diam.”
Seluruh kalimat yang ingin ditumpahkan oleh Oscar seketika tersumbat di tenggorokannya, dia membeku untuk sesaat, melototkan matanya dan bertanya, “Kenapa? Masalah ini masih belum berlalu, kamu harus mengakui kesalahanmu, kamu harus meminta maaf pada Clara, jika tidak maka aku akan pergi mengadukannya pada Ayah agar Ayah yang menghakimi siapa yang benar dan salah.”
Ivonne tertawa dingin, menilai Oscar dari atas ke bawah sekilas, “Sudah begitu besar masih mengadu? Jika ada masalah langsung mencari Ayahmu, mencari Ibumu dan juga mencari Istrimu, apa kamu tidak punya otak?”
Oscar seketika menjadi marah, serangan pribadi semacam ini sudah keterlaluan, dan lagi Ivonne mengatai dirinya tidak punya otak itu bukan sekali dua kali saja.
“Aku adalah seorang pangeran, aku tidak bisa mentolerir penghinaan berulang-ulang darimu seperti ini.” Oscar marah.
Ivonne duduk dengan tenang, “Aku juga adalah Permaisuri, merupakan Kakak iparmu, bahkan lebih tidak bisa menolerir sikap kasarmu ketika di sini.”
Oscar bangkit bangun, “Aku di sini bukan untuk berdebat denganmu mengenai hal ini, mengenai masalah di danau, kamu harus memberikan penjelasan padaku hari ini, kalau tidak aku…”
Ivonne menyela perkataannya dengan dingin, “Kalau tidak kamu akan mengadu pada Ayahmu?”
Oscar sedikit malu kemudian berkata dengan marah, “Kamu jangan harap bisa menggunakan perkataan itu untuk memprovokasiku, sebelumnya aku melihat Kak Ronald jadi tidak mempermasalahkannya denganmu, hari ini kejadian di luar gerbang kota, kamu malah menyerang dan memfitnah Clara, mengatakan bahwa Clara yang mendorongmu ke danau, Clara itu baik hari bahkan dia enggan untuk membunuh semut, bagaimana bisa kamu tega memperlakukannya seperti itu? Apa kamu masih memiliki hati nurani? Kamu ini benar-benar tidak masuk akal.”
Ivonne tertawa, “Baik hati? Kamu pasti tidak sedang membicarakan Clara, Clara itu adalah seorang wanita yang pandai bermain picik dan juga kejam.”
Raut wajah Oscar seketika menggelap, menunjuk ke arah Ivonne dan berkata, “Kamu … kamu benar-benar sudah sangat menindas orang dengan keterlaluan.”
“Ini bisa dianggap menindas dengan keterlaluan?” Ivonne mencibir, “Jika kamu tidak bisa menerima apa yang akan kubicarakan selanjutnya, lebih baik kamu pergi sekarang.”
__ADS_1
Oscar dengan marah berkata, “Kamu, aku malah ingin mendengarkan perkataan jahat apa yang akan kamu katakan selanjutnya.”
Oscar bertekad untuk tidak melepaskan Ivonne hari ini.
Ivonne memandang ke arah Oscar dengan serius kemudian berkata, “Kamu itu buta, tidak bisa membedakan benar dan salah, tidak berpikir untuk maju, tidak tahu apa yang harus dilakukan, seorang pria harus memiliki kemauan besar, tidak masalah jika kamu mencintai Clara, tapi cinta dan pekerjaan itu tidak saling berbenturan, tidak ada wanita yang akan menyukai pria yang berfokus pada wanita saja, tidak memiliki ambisi, tidak memiliki pendirian, di hadapan Clara kamu ini seperti anjing, Clara dapat membodohimu dengan mudah, kamu malah dengan bodoh dimanfaatkan olehnya. Hari ini terjadi masalah yang begitu besar, kamu berada di tempat kejadian dan melihat dengan jelas bahwa Clara tidak mengalami cedera serius, kamu malah mengabaikan begitu banyak orang yang terluka, terus menerus mengungkit kejadian di danau itu padaku di waktu yang tidak tepat, menggangguku untuk merawat orang yang terluka, itu benar-benar tidak pantas. Kamu menerima rasa sayang dari Ayahmu, tidak khawatir akan Ayahmu, mengabaikan para korban itu sama saja dirimu tidak berbakti pada Ayahmu. Kamu memakan segala sesuatu yang disediakan di Istana, memakan darah dan keringat para rakyat, tapi kamu malah menutup mata terhadap kehidupan dan kematian para rakyat, itu benar-benar sikap tidak setia pada Negara. Begitu banyak para penjaga dan juga orang-orang dari Jingzhaofu di tempat kejadian yang sedang sibuk mengurusi kekacauan itu, berpacu pada waktu untuk menyelamatkan orang-orang, tapi kamu hanya berdiri diam dan tidak melakukan apa-apa, hanya memikirkan luka di dagu Istrimu itu, sama sekali tidak mempedulikan kesibukan orang lain yang sedang berusaha menyelamatkan, itu benar-benar tidak pantas. Generasi sepertimu yang tidak berbakti dan tidak setia pada Negara, aku benar-benar tidak memandangmu dari dalam lubuk hatiku.”
Perkataan yang panjang seperti itu membuat Oscar begitu marah, “Kamu…beraninya kamu mengataiku seperti itu.”
“Apa kata-kataku ada yang salah? Sebutkan!” Ivonne berkata dengan tegas.
Oscar melotot dan menatap Ivonne dengan wajahnya yang memerah, tidak bisa berkata-kata, pda akhirnya berkata dengan marah, “Aku ingin membicarakan denganmu mengenai kejadian di danau, untuk apa kamu mengatakan hal ini? Aku tidak memiliki ambisi itu juga bukan urusanmu.”
“Mengenai urusan di danau bukan?” Ivonne tidak marah tapi malah tersenyum dan menatapnya, “Kemarilah, aku akan membicarakan denganmu baik-baik.”
“Katakan saja secara langsung!” Oscar berkata dengan marah, “Jangan melakukan macam-macam.”
Begitu tongkat kerajaan dikeluarkan, Ivonne menekan tombol di tongkat itu kemudian tongkat itu memanjang.
Oscar menatapnya dan melangkah mundur, “Apa yang ingin kamu lakukan? Jika kamu berani memukulku, aku akan mengadukan…”
Ivonne langsung memukulinya, memukuli kepala dan juga wajahnya dengan marah, “Adukan, adukan saja, aku sudah berbicara begitu banyak padamu tapi kamu masih mengungkit masalah di danau? Kebenaran mengenai masalah di danau itu adalah Clara yang mendorongku ke bawah, dirinya juga ikut melompat bersamaku, aku tidak begitu menyukai air, demi membunuhnya apa aku harus menenggelamkan diriku? Kamu ini bodoh tapi aku tidak, kamu tidak punya otak tapi aku punya, aku akan membunuhmu hari ini dasar orang yang tidak berguna, siapa Clara itu? Dia memiliki keluarga Chu yang mendukungnya, apa aku tidak menginginkan nyawaku ingin membunuhnya di kediaman Indra? Dendam apa yang kumiliki dengannya? Aku memintanya bersumpah di depanmu hari itu tapi dia tidak berani bersumpah, mengapa dia tidak berani bersumpah? Itu karena dia merasa bersalah, tapi aku berani bersumpah, jika aku ingin membunuh Clara hari itu dan mendorongnya ke danau, maka aku Ivoone akan mati dengan mengenaskan!”
Pernyataan ini bahkan lebih membuat Ivonne jengkel dibanding perkataannya sebelumnya yang menegur Oscar, Ivonne memaki sambil memukul, setidaknya Ivonne memukul lima atau enam kali.
“Aku akan membunuhmu …” Oscar begitu marah seakan seluruh tubuhnya terbakar api, tapi Ivonne memegang tongkat kerajaan di tangannya, Oscar tidak berani melangkah lebih jauh, hanya bisa melotot padanya dan amarahnya membara, mulutnya berulang kali bergumam akan membunuh Ivonne.
__ADS_1
Oscar benar-benar tidak menyangka Ivonne benar-benar berani memukulnya.
Benar-benar keterlaluan, terlalu brutal!
Ivonne berjalan sambil membawa tongkat kerajaannya, Oscar melangkah mundur dan mengawasinya dengan waspada, “Kamu jangan mendekat, apa yang ingin kamu lakukan? Mundur, cepat mundur!”
“Tuan Yanto!” Teriak Ivonne ke arah pintu, ada banyak orang yang sedang menonton di luar.
Yanto bergegas masuk ke dalam, “Perintahkan saja Permaisuri!”
“Buatkan teh untuk Raja Oscar!” Kata Ivonne.
“Kamu tidak perlu bersikap pura-pura baik, apa kamu ingin meracuniku? Apa kamu berani? Ivonne, kamu berani?” Oscar berteriak marah.
“Duduk!” Ivonne menunjuk ke kursi dan berkata dengan tenang.
Setelah kemarahannya menguap, melihat kepala dan wajah Oscar sudah bengkak, Ivonne merasa pukulannya tadi agak kencang, seharusnya tadi Ivonne memukuli tubuhnya saja dan bukannya memukuli wajahnya.
“Aku tidak mau duduk, kamu memukuliku, dasar wanita keji, kamu membuat malu keluarga kerajaan… ”
Kesabaran Ivonne mulai menghilang, dengan marah berkata, “Duduk!”
Oscar terkejut dan bergidik, bergegas duduk dan menatapnya dengan aura permusuhan.
Ivonne menatapnya dan berkata, “Ada beberapa kata yang diucapkan berulang kali pun kamu tidak bosan mendengarnya tapi aku sudah jengkel, ini adalah yang terakhir kalinya, kamu berhati-hatilah, Clara tidak memiliki dirimu di dalam hatinya, dia menikahimu karena kamu adalah keturunan langsung, kamu yang memiliki kesempatan paling besar untuk dinobatkan menjadi Pangeran mahkota, dan yang paling penting adalah Gilang memiliki niat untuk membantumu, dia sedang memanfaatkanmu, jika kamu menerima cinta yang memanfaatkan dan penuh tipu daya ini, aku juga tidak dapat berkata apa-apa padamu, tapi tolong gunakan otakmu dalam melakukan sesuatu, tapi mempermalukan keluarga kerajaan, jangan membuat Istana malu dikarenakan dirimu, lakukan apa yang harus dilakukan oleh pangeran pada umumnya, lakukan apa yang harus dilakukan oleh seorang pria.”
__ADS_1
Ivonne mengambil napas dalam-dalam, suasana keruh menghilang sepenuhnya, menyimpan tongkat kerajaan di lengan bajunya kemudian berkata, “Minumlah teh ini, pikirkan apa yang baru saja kukatakan dengan pikiran tenang, aku tidak menemanimu lagi.”
Setelah selesai berbicara, Ivonne berjalan keluar.