Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 194. Hal Yang Harus Diperhatikan


__ADS_3

Ketika tangan Tabib kembali terjulur, Ivonne sudah sedikit marah, “Tidak usah periksa lagi, kalian semua keluarlah lebih dulu, aku ingin menenangkan diri.”


“Ivonne…”


“Diam, kamu juga keluar, hari ini semua dikarenakan kamu pergi berjudi dan berkelahi malam ini jadi membuatku marah dan mengamuk.” Ivonne berkata dengan marah.


Tatapan mata Tabib Darien melebar, mengulurkan tangannya yang gemetar dan berkata: “Sudah pasti. Mereka yang hamil untuk pertama kalinya, temperamennya berubah-ubah dan juga menjadi tidak sabar, ini adalah beberapa tanda kehamilan awal, Yang Mulia tidak boleh lagi membuat Permaisuri marah.”


Ronald menatap kaget pada Ivonne, ingin melangkah maju tapi raut wajah Ivonne sudah begitu mengamuk bagai hantu yang begitu jahat, dirinya benar-benar tidak berani menyinggung Ivonne karena takut Ivonne akan marah lagi.


“Itu …… kalau begitu aku akan berada di luar, panggil aku jika ada sesuatu.” Ronald berkata dengan lembut, “Jangan marah, jangan mengamuk, jangan menyakiti anak kita.”


Kedua tangan Ivonne terkepal erat, tubuhnya gemetar dikarenakan sangat marah, “Keluar!”


Ronald menarik Tabib Darien dengan satu tangannya kemudian bergegas keluar, jangan sampai Ivonne kembali mengamuk.


“Permaisuri, kamu tidak boleh marah.” Bibi Vera masih berusaha membujuk, Ivonne mendongak dengan tajam, “Bibi, kamu juga keluar, aku ingin menenangkan diri dan tolong tutup pintunya untukku. ”


Bibi Vera hanya bisa berkata, “Baiklah, kalau begitu kami akan ada di luar sana, jika ada masalah Permaisuri bisa memanggil kami.”


Bibi Vera, Bibi Vonny dan Letty semuanya undur diri dan menutup pintu.


Di luar, sekelompok orang saling memandang satu sama lain.


Rendi menatap Yanto kemudian menatap Yang Mulia, “Yang Mulia, kamu jangan mondar mandir, itu benar-benar membuat orang lain pusing dan kesal.”


Yanto berkata dengan marah, “Pengawal, seret Rendi pergi dan jangan biarkan dia mendekati Paviliun Eternity.”


Apanya yang membuat pusing dan kesal? Benar-benar bawahan tidak tahu diri.


Peter mendekati Ronald kemudian berkata, “Malam ini semua salahku, jika Permaisuri mengalami keguguran karena marah, bahkan jika aku kehilangan kepalaku ini juga tidak dapat menggantikannya.”


Berapa banyak orang di Istana sekarang yang mengharapkan perut para Permaisuri?


Kaisar saja begitu tidak sabar untuk menanyakannya setiap hari apa para Permaisuri hamil atau tidak.


Meskipun Paduka Kaisar tidak mengatakannya tapi mendengar Paduka Kaisar memberikan giok pada Permaisuri Ivonne dan memintanya untuk melahirkan keturunan.


Ronald juga tidak punya pikiran untuk mempermasalahkannya dengan Peter, dirinya hanya bisa menatap ke arah dalam dengan khawatir.


Ronald tidak tahu mengapa Ivonne marah.


Mungkin Ivonne gelisah seperti Ronald, berharap untuk hamil dan takut jika tidak hamil?

__ADS_1


Sebenarnya jika tidak hamil itu juga tidak masalah, bukankah masih muda.


Ronald menggaruk kepalanya kemudian berkata dengan menyesal, “Aku seharusnya tidak memberinya tekanan semalam, aku berkata jika hamil maka tidak perlu mengambil selir, sekarang mungkin Ivonne takut dirinya tidak hamil.”


“Tapi cepat atau lambat kamu tetap harus mengambil selir, bahkan jika Permaisuri melahirkan anak, kamu tidak dapat tidak memiliki wanita di sekitarmu.” Kata Peter.


“Ivonne bisa melahirkan anak, untuk apa aku mengambil selir? Sebelumnya aku tidak bisa menjelaskannya tapi sekarang jika memiliki keturunan apa lagi yang tidak bisa kujelaskan.” Ronald berkata mendengus.


Tabib Darien bergumam di samping, “Permaisuri meminum sup golden purple, mengapa bisa hamil? Benar-benar aneh.”


Orang-orang di luar memiliki pemikiran yang berbeda-beda.


Ivonne segera mengeluarkan kotak obat setelah mereka semua keluar.


Setelah mencari-cari akhirnya Ivonne menemukan tespack di bagian paling bawah.


Ketika melihat alat tespack itu, Ivonne mendengar suara hatinya yang retak.


Tidak mungkin muncul obat tanpa alasan kecuali krim wasir itu.


Tidak, mungkin krim wasir itu akan berguna nantinya karena dari sepuluh wanita hamil sembilan di antaranya mengidap wasir.


Ivonne menutupi wajahnya dengan tangannya kemudian turun dari ranjang dan mencari bejana di balik tirai dan sudah tidak mempedulikan hal lainnya, bicarakan nanti setelah melakukan tes kehamilan.


Ivonne merangkak kembali ke ranjang, jantungnya berdetak dengan kencang, pikirannya tidak tahu apakah itu kosong atau berantakan, intinya tidak memiliki akal sehat yang jernih.


Ivonne berusaha untuk tenang sebisa mungkin untuk memikirkannya.


Dirinya hamil, hamil tak lama setelah mengonsumsi sup golden purple, berapa lama dia hamil? Tidak tahu. Dan sekarang muncul tanda pendarahan kecil, itu berarti anak ini mungkin tidak dapat dipertahankan, mengenai mengapa bisa seperti ini mungkin berhubungan dengan sup golden purple.


Jadi, obat untuk menguatkan janin di dalam kotak obat ini sebenarnya disiapkan untuk dirinya sendiri.


Hanya saja Ivonne juga tahu dengan jelas jika dirinya ingin anak ini keguguran maka Ivoone hanya perlu keluar selama dua hari dan sudah dipastikan dirinya akan keguguran.


Tapi apa alasan kegugurannya? Ivonne perlu menemukan alasan yang masuk akal.


Otaknya berputar dengan cepat, ya, sup golden purple, orang yang meminum sup golden purple tidak boleh hamil, anak yang dilahirkan kemungkinan akan cacat.


Selain itu dirinya juga terluka sebelumnya, meminum begitu banyak obat dan obat-obatan ini berdampak besar pada wanita hamil jadi anak ini tidak boleh dilahirkan.


Berpikir seperti itu Ivonne kemudian menampar dirinya sendiri dengan kencang, Ivonne, kamu benar-benar kejam.


Ya sudah, diputuskan seperti itu!

__ADS_1


Ivonne kemudian berkata, “Apa ada orang?”


Pintu terbuka, sejumlah besar orang bergegas masuk dan hampir semua tatapan mata memandang ke arah Ivonne.


Bahkan Rendi yang dilempar keluar kediaman pun langsung bergegas menghampiri untuk melihat di depan pintu.


“Ada, aku ada di sini.” Ronald bergegas menghampiri, duduk di samping ranjang dan memegang tangan Ivonne.


Ivonne memikirkan niatnya, tidak bisa menahan perasaan bersalah para Ronald dan berkata dengan lembut, “Maaf, aku tidak seharusnya begitu galak padamu.”


Ronald membelai wajah Ivonne dan berkata dengan lembut, “Tidak, kamu sekarang memiliki hak untuk melampiaskan emosi pada siapa pun.”


“Kurasa, aku seharusnya hamil.” Kata Ivonne.


Tabib Kerajaan berkata: “Memang hamil, tidak ada kesalahan dalam pemeriksaannya.”


Ronald sedikit terharu dan menatap wajah Ivonne, benar-benar ingin mencium Ivonne dengan ganas, Ivonne sedang mengandung anak miliknya, ya Tuhan, ini benar-benar luar biasa.


Tangan Ronald perlahan-lahan membelai perut Ivonne dan merasakan gerakan lambat di dalamnya.


“Anaknya bergerak!” Ronald berkata dengan terkejut, matanya seketika terbuka lebar.


Ivonne tidak memiliki ekspresi di wajahnya, “Itu sepertinya aku lapar.”


Semua orang tertawa.


Tabib Kerajaan melangkah maju dan berkata, “Yang Mulia, Permaisuri baru saja diperiksa dan hamil, tidak akan mungkin bergerak begitu cepat, mengingat situasi janin Permaisuri saat ini, ada beberapa tindakan pencegahan yang harus dijelaskan dengan jelas, Yang Mulia harus mendengarkan dengan teliti.”


Ronald bergegas memanggil Yanto, “Cepat catat.”


Yanto menunjuk ke kepalanya sendiri, “Tidak perlu, aku bisa mengingatnya dengan jelas, tunggu sampai Tabib Kerajaan selesai menjelaskannya maka aku baru akan mencatatnya.”


Tabib Darien mengelus janggutnya kemudian berkata dengan sungguh-sungguh, “Yang pertama dan yang paling penting, Yang Mulia harus mendengarkannya dengan jelas, dalam waktu 3 bulan Yang Mulia tidak boleh melakukan kegiatan ranjang, jika pose tidur Yang Mulia tidak baik maka juga harus mempertimbangkan untuk tidur di ranjang yang terpisah.”


Ronald terkejut dan menatap Ivonne dengan terpaku, “3 bulan?”


Tidak menyentuh Ivonne selama 3 bulan? Tidak mungkin, amat sangat mustahil, jangankan 3 bulan bahkan 3 hari pun tidak bisa.


Tabib Kerajaan kembali melanjutkan: “Setelah 3 bulan juga tergantung pada situasinya, tidak bisa dikatakan bahwa setelah tiga bulan maka dapat melakukannya, ada beberapa orang bahkan tidak dapat melakukan hal itu selama masa kehamilan.”


Ronald sangat marah, “Sebenarnya harus berapa lama?”


Tabib Kerajaan menghitung dengan jari-jarinya dan berkata, “Jika selama masa kehamilan tidak boleh maka 11 bulan.”

__ADS_1


Ronald berdiri dengan marah, “Mana ada orang yang hamil selama 11 bulan!?”


__ADS_2