
Pihak Selir Prilly ketika mendengar Ivonne hamil juga amat sangat bahagia.
Meskipun Prilly tidak menyukai Ivonne tapi suka atau tidak, sekarang dia adalah Istri dari Ronald dan itu tidak dapat diubah untuk sementara.
Selain itu, meskipun Ivonne memiliki latar belakang keluarga yang tidak baik tapi jika bisa melahirkan keturunan maka itu akan menjadi berbeda.
Harus dilihat apakah bisa melahirkan seorang putra.
Sampai sekarang, tidak ada satupun dari para pangeran yang memiliki seorang putra.
“Selama periode ini, bagaimanapun caranya kamu harus melindungi janin di dalam perut Ivonne, seperti apa angin yang berhembus di Istana, kamu tahu dengan sangat jelas, jika janin Ivonne ini adalah seorang putra…” Selir Prilly menurunkan suaranya kemudian berbisik di sebelah telinga Ronald, “Maka kamu adalah yang paling mungkin menjadi pangeran mahkota.”
Selir Prilly awalnya berpikir Ronald tidak memiliki kualifikasi untuk bersaing menjadi pangeran mahkota, tapi kehamilan Ivonne ini memberinya sebuah kekuatan, sekujur tubuh Prilly sekarang merasa penuh semangat juang.
Situasi di dinasti ini terus berubah-ubah, siapa yang bisa menyangka Kaisar sekarang menggunakan keturunan untuk menentukan posisi itu?
Ronald tertawa, “Ibu, lebih baik kamu jangan memiliki harapan itu, angin yang berhembus di tengah Istana ini belum tentu merupakan maksud sebenarnya dari Ayah.”
“Apa yang kamu mengerti?” Selir Prilly melotot pada Ronald sekilas, “Jika dulu maka tidak mungkin, tapi apa kamu pikir Ayahmu tidak cemas? Ada begitu banyak pangeran yang merupakan keturunan Ayahmu tapi tidak ada satupun yang bisa memberinya cucu laki-laki, sepertinya rakyat banyak yang mengkritik.”
Ada satu perkataan lagi yang tidak diucapkan Selir Prilly.
Yaitu tidak peduli apa yang dipikirkan Kaisar, yang penting adalah angin apa yang bertiup di Istana ini.
Selama para menteri urusan sipil dan militer percaya akan perkataan ini, maka tentu saja mereka akan mendukung Ronald.
Ketika tiba saatnya untuk bersaing mendapatkan posisi pangeran mahkota maka Ronald memiliki dukungan yang cukup.
Selir Prilly tidak mempedulikan reaksi Ronald dan lanjut berkata: “Bayi ini sudah pasti adalah laki-laki, aku akan mencarikan resep untukmu, kudengar ada beberapa resep untuk melahirkan anak laki-laki, selama meminum resep itu maka sudah dipastikan yang lahir adalah anak laki-laki.”
Mendengarkan perkataan itu Ronald benar-benar tidak berdaya, “Ibu, jangan terlalu mempercayainya perkataan seperti itu, tidak peduli laki-laki atau perempuan tetap akan dilahirkan dan lagi ini adalah yang pertama jadi aku dan Istriku merasa itu tidak masalah, selama dilahirkan dengan selamat itu sudah cukup.”
“Sembarangan!” Selir Prilly dengan begitu seenaknya berkata: “Intinya kamu tidak perlu mengurus masalah ini, Ibu memiliki pengaturan sendiri, kamu hanya perlu meminta Ivonne dengan patuh meminum obatnya itu sudah cukup.”
Ronald hendak membantah tapi dia mendengar suara dari luar yang mengatakan bahwa Ibu Suri meminta dirinya untuk pergi ke tempatnya.
__ADS_1
Kembali lagi ke tempat Neneknya, ternyata Neneknya sudah bertanya pada Tabib Kerajaan dan mendapatkan kabar bahwa sup golden purple itu sangat merusak tubuh, takut terjadi sesuatu pada janin itu jadi Neneknya segera memanggil Ronald kembali dan memberinya begitu banyak obat untuk menutrisi tubuh dan menyuruh Ronald membawanya pulang ke kediamannya dan meminta Tabib Kerajaan untuk menggunakannya.
Neneknya tidak mendominasi seperti Ibunya yang ingin Ivonne harus melahirkan seorang putra, tentu saja sangat baik jika bisa melahirkan seorang putra, tapi karena itu adalah anak pertama dan ditambah sebelumnya pernah meminum sup golden purple jadi jika bisa mempertahankannya saja sudah merupakan sebuah berkah.
Tapi Neneknya juga sangat bingung dan berkata: “Kudengar dari Tabib Kerajaan, orang yang meminum sup golden purple ini akan melukai paru-paru dan hati, biasanya jika bisa mempertahankan nyawa saja sudah beruntung, hampir tidak mungkin untuk hamil.”
“Tapi Ivonne benar-benar hamil.” Ronald berkata sambil tersenyum.
“Ya.” Neneknya bergumam, “Oleh karena itu aku berkata kehamilan itu adalah berkah dari langit dan berkah ini benar-benar sangat besar, seolah-olah sebuah ladang yang tandus bagaimana bisa menumbuhkan padi? Jadi ini benar-benar berkah yang sangat besar!”
Ronald berkata tanpa malu-malu, “Itu tidak hanya berkat tapi petaninya juga rajin!”
Ibu Suri tersenyum dan memaki: “Dasar tak tahu malu!”
Setelah mengobrol beberapa saat, suasana hati Nenek sudah tidak begitu tegang lagi kemudian dia berkata: “Sekarang karena sudah hamil maka tidak perlu mempedulikan tentang bagaimana caranya bisa hamil, menjaga anak ini adalah prioritas utama, kamu harus ingat tidak boleh gegabah, dengarkan kata-kata Tabib, jika terjadi sesuatu dikarenakan dirimu yang tidak bisa menahan diri maka aku pasti akan menjewer telingamu hingga putus.”
Ronald berkata, “Apa aku orang yang seperti itu?”
“Aku tidak peduli, aku nanti akan memberikanmu beberapa orang yang bisa melayani di sisimu, jangan sampai kamu tidak bisa menahan diri!” Kata Nenek.
Nenek mengerutkan kening, “Aku benar-benar tidak ingat Ivonne adalah orang yang pencemburu dan berhati sempit, sudahlah, demi janin ini kamu benar-benar tidak boleh berselisih dengannya, mengalah padanya dan lagi itu hanya selama satu setengah tahun, tunggu setelah Ivonne melahirkan maka Nenek akan mengatur Istri lain untukmu.”
Ronald berpikir dirinya lebih baik bergegas keluar dari Istana, jika terus dibicarakan maka entah berapa banyak lagi Istri yang akan diberikan oleh Neneknya ini.
Ronald kembali ke rumahnya, Ivonne baru saja meminum sup dan kembali muntah.
Tabib yang diutuskan oleh Kaisar juga sudah memeriksa dan janin Ivonne memang tidak stabil, dia memberitahu Ronald bahwa resep itu harus dimasak dan diminum setiap harinya, mengenai tidak bisa makan dan juga muntah, tidak ada cara mengatasi hal ini, sebisa mungkin makan yang bisa dimakan.
Ronald melihat wajah Ivonne yang begitu pucat dikarenakan terus menerus muntah, dirinya begitu tidak tega pada Ivonne dan juga dirinya tidak mau pergi bekerja.
Sekujur tubuh Ivonne tidak memiliki kekuatan, menyandarkan kepalanya di pangkuan Ronald, rambut berantakan Ivonne menutupi wajahnya dan berkata dengan lemah, “Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, kehamilan ini juga tidak hanya satu atau dua hari, aku tidak muntah sebelumnya tapi mengapa tiba-tiba muntah dengan begitu hebatnya.”
Ronald merapikan rambut Ivonne dan berkata dengan tidak tega: “Apa kamu sudah melihat obat di dalam kotak obat? Apa ada yang bisa untuk menghentikan mual dan muntah?”
“Aku sudah memakan apa yang perlu dimakan.” Ivonne menghela nafas.
__ADS_1
“Aku benar-benar berharap bisa menggantikanmu merasakan ketidaknyamanan itu.” Hati Ronald merasa sakit.
Ivonne tersenyum pahit, “Ini mungkin masih belum apa-apa, akan benar-benar sangat menyakitkan ketika melahirkan.”
Dengan ilmu pengobatan di jaman ini, melahirkan anak sama saja dengan melangkahkan kaki ke gerbang kematian.
Jika menyadari posisi janin yang tidak normal dan mengalami pendarahan dan sejenisnya, benar-benar tidak ada cara untuk menyelamatkan.
Ivonne benar-benar merasa nyawanya ini hanya tersisa setengah.
Hati Ronald merasa sangat tidak nyaman, kehamilan adalah hal yang sangat membahagiakan, tapi memikirkan tekanan di istana, tekanan dari luar, penderitaan semasa kehamilan, rasa sakit melahirkan anak, semua itu harus dialami oleh Ivonne, Ronald benar-benar sedikit membenci anak ini.
Bayi keci ini bahkan sebelum dilahirkan sudah membuat Ibumu begitu menderita.
“Apa kata Ayah?” Ivonne menormalkan nafasnya dan bertanya.
“Ayah sangat bahagia, Nenek dan juga Ibu sangat senang.” Ronald sekarang merasa dirinya tidak bahagia sama sekali.
Ivonne berkata: “Baguslah jika bahagia, tapi akan selalu ada orang yang tidak bahagia.”
“Yanto sudah menyebarkan kabar yang mengatakan bahwa janinmu itu tidak stabil, dan lagi masih ada satu kabar baik, Kak Juno dipindahkan keluar dari Ibukota, dia tidak akan muncul dalam beberapa bulan ke depan, kamu tenang saja, aku akan melakukan yang terbaik untuk melindungimu, melakukan segalanya.”
Ivonne memegang tangan Ronald, mendekatkan kepalanya memasuki pelukan Ronald, mencoba mencari posisi yang nyaman dan cara untuk memeluk Ronald, “Kamu sudah bekerja keras.”
“Kamu yang bekerja keras.” Ronald membelai wajah Ivonne.
Setelah sukacita, sekarang adalah awal dari masalah tanpa akhir.
Sebagai orangtua, sepertinya itu sama sekali tidak mudah.
Keesokan harinya, Ronald bangun pagi-pagi sekali dan menyuruh orang untuk menyiapkan bubur dan acar terlebih dulu, Ivonne sekarang memuntahkan semua yang dimakannya, bubur dan acar setidaknya masih bisa dimakan.
Setelah selesai mempersiapkan dan kembali, Ronald melihat Ivonne muntah sambil memegang baskon, Letty berdiri di samping dengan cemas.
Ronald sudah bertanya pada Tabib dan Tabib mengatakan bahwa di pagi hari sangat mudah untuk muntah, itu disebut sebagai gejala mual.
__ADS_1
Ronald melangkah maju memapah Ivonne, dengan lembut mengusap punggungnya dan memerintahkan Letty untuk membawakan air garam dan dengan perlahan memberikannya pada Ivonne untuk berkumur.