Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 178. Kehamilan Palsu


__ADS_3

Clara perlahan berjalan mendekat dan duduk di sebelah Oscar, memegang tangan Oscar kemudian diletakkan di perutnya kemudian berkata, “Ini adalah anak kita, merupakan putra mahkota kita.”


Oscar terkejut kemudian menarik kembali tangannya dan menatap Clara.


Clara menatap Oscar dan bertanya dengan tenang: “Apa yang kamu takutkan?”


Oscar benar-benar terkejut, dia tidak pernah tahu bahwa Clara memiliki pemikiran ini.


Oscar sekarang adalah Pangeran, bahkan walaupun Clara mengandung seorang putra, paling-paling juga hanya akan menjadi seorang pangeran juga.


“Clara, jangan sembarangan bicara!” Oscar menarik tangannya yang seolah terbakar, berbaring miring dan mengabaikan cedera di lengannya yang tertimpa.


Clara benar-benar sangat ingin menamparnya.


Clara terpaku, dirinya benar-benar tidak bisa percaya bahwa dia telah memilih seorang pengecut seperti itu.


Sekian lama akhirnya Clara mengulas sebuah senyum, “Kakek mengatakan padaku bahwa aku harus menjadikanmu sebagai Pangeran Mahkota, Kakekku memintaku untuk menguji pemikiranmu dan tadi aku sedang mengujimu.”


Oscar perlahan-lahan berbalik, “Mengujiku?”


“Ya, Kakek ingin melihat apa kamu memiliki pemikiran ini, apa kamu memiliki keberanian ini, apa kamu sanggup menanggung tanggung jawab seperti itu.” Kata Clara pelan.


Oscar terdiam untuk sesaat, “Kakek terlalu banyak berpikir lebih, Ayah memiliki pemikiran sendiri dan lagi Ayah masih muda, tidak perlu terburu-buru untuk memilih penerusnya.”


Clara mencibir dalam hati, tidak terburu-buru? Sekarang semua orang sudah mengincar posisi Pangeran mahkota itu, bahkan pejabat sipil dan militer pun sudah mencari Pangeran yang tepat untuk didekati perlahan-lahan.


Bahkan Stanley pun sekarang sudah mulai merencanakan.


Oscar berkata tidak terburu-buru? Benar-benar sangat ceroboh.


Hati Clara benar-benar menjadi dingin.


Clara bangkit dan berkata pelan: “Kamu istirahat lebih dulu, aku pergi sebentar.”


Clara keluar dengan perlahan tapi Oscar malah berteriak panik, “Clara!”


Clara berbalik dan menatap ke arahnya.


Oscar merasa dirinya sulit bernafas, dengan kesulitan berkata, “Pakaianu…tamu bulananmu datang.”


Clara dengan tenang berkata: “Benarkah? Kalau begitu aku akan mengganti pakaian.”


Setelah selesai berbicara, Clara berjalan ke lemari dan mengambil pakaiannya lalu menggantinya di balik tirai.


Clara tidak terlihat panik atau terkejut sama sekali.

__ADS_1


Oscar benar-benar sangat tercengang, “Kamu memerintahkan seseorang untuk melapor ke Istana hari ini, tapi kamu tidak hamil sekarang, bagaimana kamu akan menjelaskan hal ini?”


“Tidak perlu dijelaskan, siapa yang tahu tamu bulananku datang? Pihak Istana tidak mungkin akan melepas celanaku bukan?” Kata Clara dengan dingin.


Oscar tidak bisa percaya kalimat ini diucapkan dari mulut Clara, matanya melotot dengan begitu lebar.


Clara tidak tinggal di sana tapi langsung berbalik dan pergi.


Oscar terbaring lemas di ranjang, tangan dan kakinya dingin.


Kenapa Clara tiba-tiba berubah?


Clara keluar, pandangan matanya menggelap kemudian pergi ke aula samping.


“Bersiaplah, aku ingin pulang ke rumah keluargaku.” Clara memerintahkan pelayan yang ada di sebelahnya.


“Baik!” Pelayan itu keluar dan memerintahkan seseorang untuk menyiapkan kereta kuda.


Clara tahu tidak seharusnya dia melakukan itu tadi tapi dia sudah benar-benar muak.


Clara tidak mau membujuk dan membimbing Oscar seperti itu terus, jika itu berhasil maka tidak masalah.


Tapi Oscar benar-benar tidak berguna.


Clara benar-benar menyesal mengapa dia memilih Oscar.


Kak Ronald sekarang begitu dipandang oleh Kaisar, penyakit Paduka Kaisar juga sudah sembuh, kesempatan Ronald adalah yang paling besar.


Kembali ke rumah keluarganya, Clara pergi untuk menemani neneknya, sejak Neneknya kehilangan suaranya dia terus menerus terbaring sakit.


Clara terus menunggu sampai Kakeknya pulang di malam hari.


Melihat Clara, Gilang berkata dengan dingin, “Permaisuri silakan pergi ke ruang kerja bersamaku.”


Clara menjawab, “Baik!”


Setelah memasuki ruangan, Gilang menanggalkan mantelnya kemudian menggantungnya di rak, mengenakan pakaian berwarna hitam yang membuat orang merasa tampak begitu berwibawa dan serius.


Setelah duduk di balik mejanya, Gilang memandang sekilas pada Clara dengan matanya yang dalam, “Oscar diserang, sebenarnya apa yang terjadi?”


Clara tentu saja tidak berani menyembunyikannya jadi dia mengatakan: “Aku yang melakukannya.”


Gilang berkata dengan dingin: “Sekarang kamu makin memiliki pemikiran sendiri ketika melakukan sesuatu.”


“Aku juga tidak berdaya, memikirkan hanya dengan cara ini baru dapat mengalihkan masalah dan membuat orang berpikir bahwa hal-hal yang terjadi di luar gerbang kota itu sudah direncanakan sebelumnya, ada orang yang ingin mencelakai orang-orang dari kediaman Oscar.” Clara berkata dengan mengeluh.

__ADS_1


“Lalu apa strategimu berhasil? Apa kamu bisa menyembunyikannya dari Ronald?” Kata Gilang dengan dingin.


Ada rasa sakit yang terlintas di mata Clara, napasnya sesak, “Dia … aku tidak menyangka dia akan begitu tega.”


Gilang mencibir, “Apa kamu pikir Ronald itu benar-benar bodoh? Setelah masing-masing dari kalian menikah, dia harusnya sudah melihat dengan jelas, di antara para pangeran yang paling cerdas adalah Ronald, apa kamu pikir trik sekecil itu bisa mengelabuinya? Benar-benar bodoh!”


Clara berlutut dan berkata dengan sedih: “Kakek, aku menyesal, aku seharusnya tidak memilih Oscar dari awal, kumohon Kakek membantuku.”


Gilang perlahan-lahan mengambil pipa cerutu miliknya di atas meja, mengisinya dengan serpihan tembakau kemudian berkata dengan suara yang suram: “Hari ini ketika aku berada di ruang kerja kekaisaran, Kaisar memberitakan hal baik padaku.”


Clara menunduk dan tidak berkata apa-apa.


“Apa kamu benar-benar hamil?” Gilang menyalakan tembakaunya, menyesap kemudian menghembuskannya perlahan-lahan, asapnya membumbung dan membuat wajahnya terlihat lebih dalam.


Clara menggelengkan kepalanya dan berkata dengan pelan: “Tidak.”


“Jadi apa rencanamu!” Gilang seolah-olah sudah tahu dari awal, tidak ada kemarahan yang terdengar dari suaranya.


Ada kekejaman yang terlintas di mata Clara, dia kemudian berkata: “Aku sudah memikirkannya, menunggu beberapa hari aku berencana mengadakan pesta jamuan di kediaman dan mengundang beberapa orang yang ternama dan juga aku akan mengundang Ivonne, nanti aku punya cara untuk membuatnya menanggung kejahatan keguguranku ini.”


Gilang tertawa, “Bagus sekali, bahkan kamu sudah memikirkan caranya.”


“Aku tidak akan menyusahkan Kakek akan hal kecil ini.” Kata Clara.


Gilang mengangguk, “Baiklah, setelah beberapa hari Ibu Suri akan mengirim Tabib kerajaan untuk memeriksa denyut nadimu, apa kamu sudah memikirkan caranya?”


Clara dengan pelan berkata, “Paling-paling hanya akan memberikan uang saja nanti.”


Mata Gilang bersinar, “Jadi apa kamu berpikir masalah mengenai keturunan kerajaan ini bisa diselesaikan dengan uang?”


Clara membeku, “Tabib yang ada di istana pendapatannya tidak tinggi, siapa yang tidak suka pada uang?”


“Ya, semua orang menyukai uang, tapi tidak ada yang ingin nyawanya sendiri melayang, karena Permaisuri berpikir bisa menyelesaikan masalah ini sendiri maka selesaikan saja sesuai dengan metodemu.” Gilang jelas tidak berencana untuk berbicara dengannya.


Clara bergegas mendongak, “Kakek, apa lagi yang bisa kita lakukan mengenai hal ini? Aku ceroboh dan juga bodoh, aku meminta nasihat dari Kakek.”


“Tidak, tidak, kamu sangat pintar, kamu bisa melakukan semuanya atas kehendakmu sendiri, kamu bahkan mencari orang untuk melakukan pembunuhan terhadap suamimu sendiri, kamu benar-benar sangat hebat.”


Clara bingung, “Kakek, apa kamu marah? Aku salah, aku tahu aku salah, aku akan melakukan apa pun yang Kakek katakan di kemudian hari.”


Gilang kemudian dengan perlahan berkata: “Baik, kalau begitu besok pergilah ke istana untuk mengaku salah, menyalahkan dirimu sendiri atas kejadian di gerbang kota, dan juga memberitahu masalah kesalahpahaman akan kehamilanmu itu.”


Clara terkejut, “Kakek, bagaimana bisa? Kakek ini sedang mencelakaiku.”


Gilang berkata: “Selama Oscar memiliki jalan untuk hidup maka kamu juga akan memiliki jalan hidup, masalah ini sudah sampai seperti ini aku juga harus memberitahumu bahwa Kaisar bermaksud untuk menghukummu, jika kamu pergi ke istana untuk mengakui kesalahanmu maka masih bisa lolos dengan hukuman ringan, jika tidak maka tidak tahu apa posisi Permaisurimu itu masih bisa diduduki atau tidak.”

__ADS_1


__ADS_2