Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 196. Memasuki Istana Untuk Melapor


__ADS_3

Ivonne tertawa kemudian memikirkan masalah serius, “Oh iya, apa besok kamu akan melapor ke Istana?”


“Ya, ingin melapor.” Kata Ronald.


“Bukankah jika belum 3 bulan maka tidak harus melaporkannya?”


Ronald berkata: “Malam ini begitu heboh, meskipun hanya orang-orang sendiri tapi sudah mengundang Tabib dari Istana larut malam, sudah pasti akan menarik perhatian orang lain, percaya atau tidak, besok Tabib itu akan dipanggil ke Istana untuk ditanyai? Karena tidak mungkin disembunyikan jadi mengapa tidak aku sendiri saja yang melapor?”


“Jadi kita ini sudah diawasi?” Ivonne merasa tidak nyaman.


Ronald memeluk Ivonne, dengan hati-hati menghindari bagian perutnya agar tidak tertekan, “Aku masih adalah seorang Pangeran yang gagal itu, masih ada beberapa orang yang merasa aku mengganggu dan ingin membunuhku. Belum lagi aku sekarang menduduki jabatan di Jingzhaofu, dan lagi kamu juga sudah menyembuhkan Indra dan mendapatkan perhatian dari Kakek, kita berdua benar-benar merupakan duri di mata mereka, paku di dalam daging.”


Ivonne mendengar perkataan ini dan menatap lekat pada Ronald, “Jadi anak-anak kita jika dilahirkan akan benar-benar berbahaya.”


Atau lebih baik jangan melahirkan anak ini untuk menerima penderitaan… perkataan ini Ivonne hanya mempertimbangkannya dan tidak berani mengatakannya secara langsung.


Ronald memeluk Ivonne dengan erat dan berkata: “Melindungi istri dan anak-anak adalah tugas pria, kamu tidak perlu khawatir, aku pasti tidak akan membiarkan kalian menderita.”


Dada pria yang begitu kuat, perkataan yang lembut, dan juga jaminan yang begitu pasti bisa membuat wanita terharu dengan tidak jelas.


Ivonne juga terharu, sebenarnya setelah mereka berdua bersama Ivonne bisa merasakan perubahan Ronald.


Ronald sudah tidak seenaknya dan dingin seperti sebelumnya, sekarang terkadang begitu lembut, terkadang begitu hangat dan mengerti bersikap perhatian pada orang lain.


Terutama sekarang, Ivonne merasa Ronald makin bisa dipercaya, dulu Ronald memang bisa dipercaya tapi sekarang Ivonne merasa makin lebih bisa dipercaya.


Pria ini sebenarnya benar-benar layak untuk dipercayakan seumur hidup.


Di jaman ini, setiap pria dari keluarga berada sudah pasti memiliki 3 sampai 4 istri, tapi Ronald tidak.


Meskipun Ronald memiliki cinta lama tapi setelah bersama Ivonne, Ronald dengan tegas memutuskan hubungan dengan cinta lamanya dengan begitu bersih, meskipun bagi mantannya sikap itu terlalu kejam tapi Ronald tahu bahwa dirinya tidak perlu bertanggung jawab pada mantannya dan hanya perlu bertanggung jawab pada pasangannya sekarang.


Ronald bersikap sepenuh hati dan setia padanya, tidak memperlihatkan sikap layaknya seorang Pangeran, mendiskusikan segala hal dengan Ivonne dan lagi sangat bersedia mendengarkan pendapat Ivonne.


Ronald mencintai Ivonne, Ronald tidak menyukai Becky tapi sampai sekarang masih bermain dengan Becky, Ronald tidak menyukai keluarga Ivonne tapi sampai sekarang masih memikirkan masalah pernikahan adiknya.


Ivonne berkata pada dirinya sendiri: Ivonne, pria ini sudah sangat baik, di jaman ini kamu mungkin tidak akan dapat menemukan orang lain seperti dia yang memperlakukanmu seperti ini, kamu layak untuk melahirkan anak untuknya.

__ADS_1


Jaman yang ditinggali Ivonne merupakan jaman para pria brengsek jadi mesikupun itu adalah jaman modern tapi belum tentu Ivonne bisa menemukan seseorang yang begitu baik padanya.


Kamu harusnya cukup puas Ivonne!


“Apa yang sedang tanganmu lakukan?” Ivonne meraih tangan Ivonne yang tadinya sedang membelai perutnya dan terus mengarah ke bawah celananya, apa maksudnya?


Jika satu-satunya keuntungan yang diberikan oleh anak ini pada Ivonne mungkin adalah Ivonne bisa senggang di malam hari.


Ronald dengan tidak rela menarik tangannya dan menghela napas, jika ingin dikatakan satu hal yang membuat Ronald merasa tidak nyaman akan kedatangan anak ini adalah dirinya akan menganggur setiap malam.


“Kenapa? Kamu tidak bisa menahannya? Lalu bagaimana 11 bulan ke depan?” Tanya Ivonne.


Ronald menenangkan hatinya dan berkata dengan tenang, “Apa artinya 11 bulan? Bukankah 20 tahunan ini aku melewatinya seperti itu? Aku memiliki caraku sendiri.”


“Cara apa?” Ivonne tertawa.


Ronald menatap Ivonne dengan dalam, “Tanganmu menganggur bukan?”


Ivonne menamparnya dan berkata, “Menganggur, ingin dipukul di mana?”


Ronald berkata, “Biksu ini, jika tidak memakan daging maka tidak masalah, begitu memakan daging takutnya ingin memakannya terus menerus, aku telah menjadi biksu selama lebih dari 20 tahun, setelah memakan daging dan belum puas memakannya dan dilarang untuk memakannya itu benar-benar terlalu kejam.”


Ronald bergegas bangkit dan menutup mulut Ivonne, “Kamu jangan bicara sembarangan, anak yang belum terbentuk ini bisa mengingatnya dengan baik dan nantinya dia akan terus berselisih denganmu.”


Melihat tampilan Ronald yang gugup, Ivonne melepaskan tangannya kemudian bertanya dengan serius: “Tapi janinku ini tidak stabil, jika… bagaimana jika aku benar-benar tidak bisa menjaganya? Apa itu akan membuatmu kecewa dan sedih?”


“Aku tidak akan kecewa.” Ronald meraih tangan Ivonne dan menciumnya kemudian dengan lembut membelai dahi Ivonne, tatapan matanya begitu lembut, “Aku hanya tidak tega padamu karena kamu sudah pasti akan lebih sedih dibandingkan diriku.”


Ivonne berkedip, matanya dipenuhi air mata.


Tidak bisa mengatakannya lagi, jika terus dilanjutkan maka Ivonne benar-benar tidak akan bisa menahan tangisnya.


Bergelung di dalam pelukan Ronald, mendengarkan detak jantungnya, Ivonne perlahan-lahan menejamkan matanya.


Masalah mengenai Ronald yang mengumpulkan orang lalu minum, berjudi dan berkelahi menyebabkan dirinya dipanggil oleh pengawas di Istana dan lagi Peter juga ikut terlibat.


Keduanya dipanggil di luar aula ruang kerja kekaisaran dan berlutut di luar, Kaisar Mikael memerintahkan mereka untuk mengintrospeksi diri.

__ADS_1


Menteri yang keluar masuk ruang kerja kekaisaran hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat mereka, mereka berpikir bahwa Raja Ronald itu tenang tapi tidak menyangka dirinya akan melakukan kekacauan seperti itu.


Raja Juno juga datang ke ruang kerja kekaisaran, melihat Ronald berlutut di luar, dirinya juga menyindir dan berkata: “Ronald, apa-apaan yang kamu lakukan itu? Jelas-jelas merupakan seseorang yang memimpin di Jingzhaofu tapi malah minum dan berjudi, mengumpulkan orang dan berkelahi, apa-apaan itu? Kali ini aku tidak akan membantumu, jadi kamu berlututlah baik-baik.”


Ronald tidak mempedulikannya.


Seseorang yang baru saja kehilangan Selirnya yang meninggal adalah orang yang tidak baik.


Setelah Raja Juno masuk ke dalam, Peter kemudian berkata: “Pasti dia yang mengadu pada pengawas Istana, pengawas itu pasti adalah orangnya.”


Ronald benar-benar mengintrospeksi kesalahannya sendiri, sebenarnya tadi malam itu benar-benar tidak perlu.


Mengapa Ronald bisa begitu gila kemarin? Para tuan muda itu jika benar-benar berbuat curang maka Ronald memiliki cara untuk mengatasinya, saat itu dirinya terlalu marah, tadinya berpikir ingin mencari calon suami untuk adik iparnya, tentu saja hati Ronald sangat kecewa dan karena kecewa dirinya menjadi impulsif.


Dan lagi meminum alkohol benar-benar membuat kekacauan.


“Aku tidak akan menyentuh alkohol lagi di kemudian hari!” Ronald bersumpah.


Peter menatap ke arah Ronald, apa-apaan?


“Itu tidak ada hubungannya, aku sedang mengatakan bahwa masalah tadi malam sudah pasti Raja Juno yang mengadu.”


“Peter, menjadi orang harus berhati lapang, maafkanlah orang-orang rendah itu, kumpulkan kebaikan demi anak-anakmu, untuk apa kamu perhitungan pada orang yang tidak akan mungkin memiliki keturunan itu?” Ronald berkata dengan sungguh-sungguh.


Peter membeku, “Mulutmu itu benar-benar beracun.”


“Racun? Memang kenapa jika aku berkata demikian? Dia bahkan ingin aku mati.” Kata Ronald dengan dingin.


“Kalau begitu kamu maafkanlah dia, dia tidak bisa memiliki keturunan dan kamu adalah calon Ayah.” Kaisar Mikael memutuskan untuk bersikap baik.


“Bukankah Selirnya baru saja meninggal? Dan lagi meninggal ketika hamil, mengapa kulihat dia sama sekali tidak merasa sedih?” Tiba-tiba Peter bertanya.


Ronald berkata dengan datar, “Segala sesuatunya perlu membayar harga, jika dia ingin mendapatkannya maka dia harus berkorban, dia mengetahui hal ini dengan sangat jelas jadi tentu saja dia dapat menanggung semuanya kehilangan.”


Sebenarnya Permaisuri Juno adalah orang yang sangat pencemburu tapi dirinya harus bersikap murah hati, dalam 10 tahun ini, ada 2 selir yang memasuki Kediaman Juno dan akhirnya kedua Selir itu semuanya meninggal.


Sedangkan wanita lainnya yang ada di sana, tidak ada yang bisa melahirkan keturunan, itu menunjukkan betapa ketatnya pengekangan Permaisuri Juno.

__ADS_1


Ketika sedang berpikir mereka kemudian mendengar suara Kasim David berkata: “Yang Mulia Ronald diminta masuk ke dalam!”


__ADS_2