Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 132. Apa Itu Kekuasaan?


__ADS_3

Sekelompok orang bergegas untuk memapahnya, ada yang memijat pelipis dan mengipasinya, tidak berapa lama Selir Renata tersadar, dia berjuang untuk bangun dan menunjuk ke arah Permaisuri Juno dengan pandangan marah, “Mengapa kamu berbicara seperti itu padanya? Dia hanya memiliki sedikit harapan, apa kamu baru puas jika sudah membunuhnya? Sebenarnya apa yang Indra lakukan padamu? Indra hanyalah seorang pasien, keluargaku tidak memiliki kekuasaan, tidak akan bisa menghalangi kalian!”


Perkataan Selir Renata ini merobek kemunafikan di wajah semua orang.


Semua orang tahu bahwa Permaisuri Juno sangat ingin mendapatkan posisi pangeran mahkota, orang seperti Selir Renata hanya akan berpura-pura tidak tahu, para Putri lainnya juga tidak perlu berperilaku sangat pintar untuk merobek penyamaran dan kemunafikan yang lainnya.


Semua orang berpikir Permaisuri Juno akan merasa malu.


Tapi Permaisuri Juno tidak merasa seperti itu, dia hanya menatap dengan tenang, menatap ke arah Selir Renata, menghela nafas perlahan, “Selir Renata, sejak dulu perkataan baik memang sulit untuk diterima, tidak masalah jika niat baikku Selir Renata tidak menerimanya, beberapa hari ini bekerja keras di kediaman ini, anggap saja itu hanya sikapku yang terlalu ikut campur.”


Setelah Permasuri Juno selesai berbicara, dia memberi hormat pada Selir Renata, pandangannya dengan datar menatap wajah Ivonne, “Aku pergi dulu, rawat Indra baik-baik.”


Permaisuri Juno perlahan-lahan berbalik, menegakkan punggungnya, ketika dia bergerak, gaunnya sama sekali tidak bergerak, seolah-olah ada ribuan pelayan istana di belakangnya, begitu memiliki kharisma.


Ini baru merupakan Permaisuri Juno yang sebenarnya.


Ivonne akhirnya mendapatkan pengajaran.


Setelah kepergian Permaisuri Juno, semua orang menghibur Selir Renata.


Setelah Selir Renata tenang, raut wajahnya tampak pucat menatap Ivonne, “Permaisuri Ivonne, kamu hanya perlu menyembuhkan dan memberi Indra obat, jika Indra tidak mau memakannya maka paksa dia meminumnya, berapa banyak orang yang menantikan kematiannya? Aku tidak mengizinkannya, aku akan berjuang mempertaruhkan nyawaku untuk melindunginya.”


Selir Renata biasanya tidak akan pernah dengan mudah menyinggung orang lain, meskipun dirinya tampak kejam, tapi dia takut menyinggung orang semacam Permaisuri Juno dan juga Permaisuri Clara, dirinya dipaksa hingga tahap seperti ini, jika dirinya masih menahannya maka dirinya tidak punya wajah lagi untuk terus hidup.


Permaisuri Juno datang ke kediaman Indra itu hanya untuk diperlihatkan pada Kaisar, Renata tahu dalam hatinya, tapi dia tidak menghalanginya, selama tidak menyakiti Indra maka itu tidak masalah.


Hari ini ketika Renata mendengar bahwa Permaisuri Juno berkata seperti itu pada Indra, membujuk Indra untuk menghentikan perawatan, Renata sudah tidak bisa menahannya.


Karena itu, perkataannya pada Ivonne ini benar-benar sudah bertekad.


Ivonne maju dan menggandeng tangan Selir Renata kemudian berjalan ke arah samping, menekan suaranya berkata, “Selir Renata, karena kamu sudah berkata seperti itu, maka aku akan memberimu jaminan, semua makanan dan apapun yang digunakan oleh Indra harus diperhatikan, tidak boleh disentuh oleh siapa pun, aku memiliki keyakinan 80% bisa menyembuhkannya.”


Renata balik menggenggam tangan Ivonne, menahannya dan menatapnya lekat, “Maksudmu?”


Ivonne menghela nafas, “Selir Renata, ada begitu banyak pangeran di sini, posisi pangeran mahkota hanya ada satu.”


“Tapi jujur saja, Indra tidak memiliki kualifikasi untuk bersaing.”


“Dia tidak memiliki kemungkinan untuk menjadi pangeran mahkota, tapi Indra dapat mendukung orang yang ingin didukungnya, Kaisar mengasihi Indra karena telah sakit selama bertahun-tahun, tentu saja Kaisar akan lebih peduli pada Indra, jika Indra mengatakan sesuatu untuk orang yang didukungnya… Selir Renata pikirkan baik-baik.” Ivonne berkata mengingatkan.


Renata bagai tersadar dari mimpinya, terpaku untuk sesaat, air matanya mengalir, “Aku hanya ingin Indra hidup dengan baik, itu semua tidak ada hubungannya dengan Indra.”

__ADS_1


“Apa Permaisuri Juno benar-benar datang untuk membantu dengan begitu rajinnya? Ya, jika Indra pergi, maka Permaisuri Juno akan memiliki reputasi yang baik, tapi jika Indra masih hidup, maka hal seperti itu tidak akan ada, akankah Selir Renata dan Indra berterima kasih padanya? Apa akan bersedia melakukan yang terbaik untuk mengatakan hal yang baik mengenai Yang Mulia Juno dan juga Permaisuri Juno di hadapan Kaisar?”


Ketika Renata mendengarkan perkataan Ivonne, dia berpikir dengan dalam, raut wajahnya berubah dan tiba-tiba menatap ke arah Ivonne, “Lalu kamu…”


Ya, karena Permaisuri Juno memiliki pemikiran seperti ini, lalu bagaimana dengan Clara dan Ivonne?


Ivonne tersenyum, “Aku tidak tahu harus berkata apa, tapi setidaknya saat ini aku hanya seorang Tabib yang jika tidak bisa menyembuhkan Indra maka akan mendapat hukuman dari Kaisar, aku juga tidak memiliki hati yang begitu besar, menggunakan nyawa sendiri untuk mendukung karir seseorang.”


“Siapa yang tidak bisa berbicara? Hati orang lain tidak ada yang tahu.” Renata merasa tidak tenang.


Ivonne berkata, “Ya, mungkin aku juga memiliki pemikiran seperti Permaisuri Juno, tapi Selir Renata tidak punya pilihan lain selain percaya padaku.”


Terkadang penjelasan itu tidak berguna, Selir Renata juga tidak akan mempercayainya.


Tidak memiliki maksud apapun, itu malah akan membuat orang merasa tenang.


Renata terpaku selama beberapa saat, kemudian berkata, “Baiklah, kamu sembuhkan Indra, jika menyembuhkannya, kami berhutang budi padamu.”


Ivonne berkata, “Aku bisa menyembuhkan Indra, tapi Selir Renata perlu untuk mengubah pemikiran Indra.”


Renata mengangkat tangannya, meminta pelayan wanita datang untuk membantu memapahnya masuk ke dalam.


Putri Lilian dan Wendy berjalan mendekat, menatap Ivonne.


Wendy berkata, “Benar-benar bagus.” Dia memang sudah tidak suka melihat Permaisuri Juno.


Putri Lilian menggelengkan kepalanya, menghela nafas berkata, “Benar-benar nekat, Permaisuri Juno ini bukanlah orang yang baik, menyinggungnya hari ini maka tidak tahu bagaimana dia akan berurusan dengan Ronald nantinya.”


Dalam hati Ivonne berpikir, bahkan jika tidak ada masalah ini, Yang Mulia Juno dan pasangannya itu juga tidak berniat untuk melepaskan Ronald.


Kejadian Ronald yang ingin dibunuh sebelumnya itu juga merupakan perbuatan Yang Mulia Juno.


Namun perkataan ini tidak bisa diucapkan, Ivonne hanya berkata pada Putri Lilian, “Sekarang aku sudah menyinggungnya, penyakit Indra jauh lebih penting, aku akan menyembuhkan Indra terlebih dulu.”


Putri Lilian mengangguk, “Masuk akal, kalau begitu lakukan saja, tapi jika terjadi sesuatu, aku juga tidak bisa membantumu.”


“Aku akan membantumu!” Wendy berkata dengan penuh semangat.


Putri Lilian dengan kejam menjitak kepala Wendy dan berkata, “Kamu ini, perhatikan perkataanmu, jangan sampai nantinya mendapat masalah pun dirimu sendiri tidak tahu.”


Ivonne merasa bahwa Putri Lilian benar-benar sangat rasional.

__ADS_1


Lilian adalah orang yang tahu batasnya, memiliki kesabarannya, dan juga tidak pernah ingin maju dengan paksa.


Lilian benar-benar sangat mengerti nasib sebagai seorang Putri.


Jika Permaisuri Juno pada akhirnya menduduki posisi, jika Lilian pernah menyinggung Permaisuri Juno, maka hidupnya di kemudian hari juga tidak akan baik.


Wendy masih tidak mengerti karena masih terlalu muda.


Namun, mungkin memang beberapa orang dilahirkan dengan sifat seperti itu, membedakan dengan jelas yang benar dan salah.


Ivonne percaya Wendy adalah orang yang seperti itu.


Tidak tahu apa yang dikatakan Selir Renata pada Indra, singkatnya, ketika Ivonne masuk sikap Indra telah berubah.


Namun, Ivonne dapat melihat bahwa Indra seperti itu hanya untuk menghibur Selir Renata.


Hati Indra masih merasa putus asa dan ingin menyerah.


Untuk sementara tidak boleh terburu-buru, Ivonne menghibur dirinya sendiri seperti itu.


Penyakit itu beragam, pasien juga sama, yang menjadi Dokter juga sama, tidak memiliki hak untuk memiliki pasien.


Demi mengawasi Indra meminum obat, Ivonne menunggu sampai malam baru dirinya pulang.


Ivonne berdiri di depan pintu dan melihat sekilas, Ronald masih belum datang menjemputnya, tidak tahu mengapa hatinya merasa kecewa.


Peter yang mengantarnya, kereta kuda berjalan di atas jalan bebatuan, hati Ivonne merasa tidak tenang, dirinya tidak bisa duduk diam, Ivonne membuka tirai kemudian berkata, “Berhenti!”


Kereta kuda berhenti, Peter berbalik dan bertanya, “Permaisuri, ada apa?”


Ivonne turun dari kereta kuda dan berkata, “Aku ingin jalan-jalan, hatiku kacau.”


Peter turun dan memegang kudanya berkata, “Baiklah, aku akan menemani Permaisuri.”


Suasana hati Ivonne terasa berat, kejadian hari ini membuatnya mengerti bahwa tidak peduli dirinya rela atau tidak, pada akhirnya dia akan terlibat dalam pusaran air ini.


Bagaimana mungkin Ivonne tidak tahu bahwa Permaisuri Juno tidak boleh disinggung?


Ivonne telah menyinggung perasaannya hari ini, di kemudian hari dirinya harus berhati-hati.


Serangan diam-diam, bahkan walaupun Ivonne memiliki Paduka Kaisar sebagai pelindung, dirinya juga tidak bisa selalu menghindari jebakan yang ada.

__ADS_1


“Peter, apa itu kekuasaan?” Ivonne menghela nafas panjang dan bertanya.


__ADS_2