Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 144. Mungkin Ada Mata-Mata


__ADS_3

Setelah mendapatkan pil itu, Ronald bergegas menghaluskannya dan memberikannya pada Ivonne.


Pil Golden purple ini benar-benar efektif, memakannya tidak lama, Ivonne sudah berhenti gemetar dan rasa sakitnya perlahan memudar.


Tapi setelah rasa sakit tadi, Ivonne masih sangat lelah, Ivonne tidak bisa mengangkat kelopak matanya, kemudian Ivonne tertidur pulas sebentar. Dalam mimpi, Ivonne melihat panah tajam itu melesat dengan cepat ke arahnya, itu membuat Ivonne terkejut kemudian bangun.


Ronald terus berada di sisi Ivonne, sedari tadi sangat cemas. Luka itu sudah Ronald lihat dengan matanya sendiri, setelah panah itu ditarik, darah Ivonne memercik, dan juga sepotong daging Ivonne tercabik, luka itu begitu dalam hingga bisa melihat tulangnya.


Teringat adegan itu, hati Ronald masih melompat dengan begitu gilanya, dia sangat panik.


“Mengapa tidak tidur? Apa masih sakit?” Melihat Ivonne membuka matanya, Ronald bergegas membungkuk dan bertanya dengan lembut.


Ivonne menatap Ronald, mengulurkan tangannya yang tidak terluka kemudian dengan lembut menyentuh dahi Ronald, “Aku baik-baik saja, sudah tidak sakit, jangan khawatir, pergilah dan lakukan apa yang harus kamu lakukan.”


Ketika Ronald mendengar Ivonne mengatakan dirinya sudah tidak merasa sakit, Ronald sedikit merasa lega, menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak ada yang harus aku lakukan, aku ingin menjagamu.”


Ivonne menatap ke arah luar dengan kesulitan, “Jam berapa sekarang?”


Ronald juga tidak tahu, menoleh ke arah Yanto, kemudian Yanto bergegas berkata, “Sudah hampir sore.”


Ivonne menahan tangan Ronald kemudian berusaha untuk bangun, “Aku harus pergi ke tempat Indra.”


“Tidak, jangan pergi hari ini.” Ronald berkata dengan tegas, “Pergi ketika kamu sudah merasa lebih baik, hanya boleh mengirimkan obat untuknya saja.”


Ivonne berkata, “Tidak bisa, hari ini dan besok, masih harus menyuntikkan obat untuk Indra, hanya tersisa dua hari terakhir, di kemudian hari hanya perlu meminum obat jadi aku harus pergi.”


“Kamu yang seperti ini bagaimana bisa pergi? Tidak masalah bukan jika tidak pergi selama dua hari?” Kata Ronald.


Ivonne mencoba untuk menggerakkan bahunya, menyadari rasa sakitnya sudah sedikit berkurang karena pil golden purple itu, pil itu memang efektif.


Ivonne menatapnya dan berkata dengan pelan, “Aku tidak sakit sekarang, mumpung efek dari pil golden purple ini masih ada maka aku harus pergi, ini adalah dua hari yang sangat penting, jika ada kesalahan, maka nyawa Indra tidak bisa diselamatkan.”


Ronald menggelengkan kepalanya, benar-benar tidak bisa pergi, luka Ivonne terlalu berat.


Ivonne panik, “Jika kamu tidak membiarkanku pergi, aku juga tidak tenang berbaring di sini.”


Yanto maju dan berkata, “Yang Mulia, jika Permaisuri ingin pergi maka itu juga tidak masalah, luka Permaisuri ada di bagian bahu dan kaki, bisa menggunakan tandu untuk mengantarnya ke sana, dengan begitu maka tidak akan mengenai lukanya, setelah selesai menyuntik maka akan segera pulang kemari. Jika dipikir efek pil ini bisa bertahan sampai malam ini atau besok pagi.”

__ADS_1


Sampai besok, rasa sakit luka ini juga secara bertahap akan melemah.


Ivonne merangkul lengan Ronald, matanya begitu polos kemudian dia berkata, “Aku berjanji akan mematuhi perkataanmu, aku akan segera pulang jika kamu menyuruhku pulang.”


Ronald melihat Ivonne yang begitu prihatin akan penyakit Indra, apa lagi yang bisa dia katakan? Dan lagi Ronald juga takut jika terjadi sesuatu pada Indra dikarenakan perawatannya berkurang dua hari ini, karena itu Ronald memerintahkan Yanto untuk mempersiapkan tandu.


Ivonne mengulas senyum pucat, pandangan matanya berbinar, “Terima kasih karena telah menolerir keegoisanku.”


Ronald membelas rambut Ivonne, pandangna matanya penuh kasih kemudian dia berkata, “Kamu telah membuatku takut kali ini, apa kamu tahu?”


“Aku tahu!” Ivonne tertawa.


“Masih tertawa!” Ronald perlahan membantu memapah Ivonne, “Jika kamu merasa tidak nyaman maka harus segera memberitahuku, tidak boleh bersikap keras kepala.”


“Aku tahu!” Ivonne duduk di tepi ranjang kemudian berkata, “Tunggu sebentar, aku harus meminum obat.”


Ivonne mengeluarkan kotak obat dari balik lengan pakaiannya, membukanya kemudian meminum dua butir pil anti-inflamasi, lalu mengeluarkan desinfektan dan kain kasa, kotak obat ini mengetahui bahwa Ivonne terkena panah, jadi di dalamnya terdapat banyak obat anti-inflamasi dan juga obat untuk luka luar.


“Aku harus merawat lukaku lagi dari awal, kamu bantu aku.”


Ivonne menyerahkan desinfektan pada Ronald, “Aku tahu, tapi aku harus membersihkan lukanya lagi, ini digunakan untuk disinfeksi, jika didesinfeksi secara total baru bisa mencegah infeksi, setelah disinfeksi baru kemudian diberi obat dan dibalut dengan kain kasa.”


Ronald mengambil alih kemudian memandang sekilas pada Ivonne, “Terkadang aku benar-benar ragu bahwa kamu bukan Ivonne.”


Ivonne tersenyum menatap Ronald, “Kamu bisa memanggilku Permaisuri Ronald.”


Perkataan ini sangat berguna, Ronald mencium hidung Ivonne sekilas, pergi untuk menutup pintu kemudian mulai membuka pakaian Ivonne untuk mengobati lukanya.


Di posisi pundak dan dada Ivonne terdapat bekas yang ditinggalkan Ronald tadi malam, berwarna kemerahan di kulitnya yang seputih salju, terlihat dengan sangat jelas.


Setelah dibersihkan, meskipun Ivonne sudah meminum pil Golden purple tapi Ivonne masih bisa merasakan rasa sakit, Ivonne mengerutkan kening dan menahannya, setelah Ronald selesai membersihkannya, Ronald membalutnya dengan hati-hati menggunakan kain kasa, gerakan Ronald begitu terampil.


Kemudian di bagian kaki, luka di bagian kaki masih lebih baik, tidak mengenai tulang, hanya melewati bagian daging di kakinya.


Selama tidak terinfeksi, hampir tidak ada masalah.


Dibandingkan dengan cedera Stanley, luka Ivonne masih bisa dikatakan lebih ringan.

__ADS_1


Stanley cukup beruntung karena memiliki daging yang begitu tebal, jadi tidak melukai bagian paru-parunya, ketika Ivonne mendengarnya dari Ronald, Ivonne tidak bisa menahan tawa kemudian berkata, “Orang gemuk benar-benar memiliki berkah yang besar.”


“Ya, tapi Kak Stanley sangat takut sakit, sangat takut berdarah, kali ini dia benar-benar sangat terkejut.” Ronald sangat berterima kasih pada Stanley, jika bukan karena Stanley, mungkin Ivonne sudah tidak ada, ketika mendengarnya dari Bibi Vera, Ronald benar-benar ingin pergi untuk berlutut dan berterima kasih pada Kak Stanley.


Ivonne teringat pada saat berbahaya itu, untungnya Stanley menyelamatkannya, jika terjadi sesuatu pada Stanley, bahkan jika Ivonne hidup, dia juga tidak akan bisa hidup dengan tenang.


Saat Stanley terjatuh, yang dia sesalkan adalah dia tidak memakan habis daging gulung itu. Ivonne memutuskan, setelah Stanley sembuh, Ivonne akan membuat rencana penurunan berat badan untuk Stanley dan masih bisa membiarkannya makan dengan cukup kenyang.


Renata benar-benar tidak mengira bahwa Ivonne akan datang dengan membawa suntikan ke kediaman Indra walaupun Ivonne cedera.


Ini membuat Renata tiba-tiba merasa malu.


Terutama ketika Renata melihat bahwa Ivonne bahkan tidak memiliki kekuatan sama sekali untuk mengangkat tangannya, sekujur tubuhnya dengan lemas duduk di kursi, Renata menghela nafas berkata, “Permaisuri Ivonne benar-benar tidak perlu datang hari ini.”


Setelah Ivonne selesai menyuntik Indra, dia memandang ke arah Renata dan berkata, “Yang paling penting adalah dua hari terakhir ini, sama sekali tidak boleh tertunda, Selir Renata, kamu benar-benar harus dengan serius memeriksa orang-orang di dalam kediaman ini.”


Renata terpaku, “Apa maksud perkataan ini?”


Ronald membantu menjelaskan, ketika mereka datang, mereka sudah membahas masalah ini.


“Ibu Renata pikirkan dengan seksama, dulu selalu ada Peter atau aku yang akan mengantar dan menjemput Ivonne, Ivonne tidak pernah sendirian, tapi kemarin aku tidak datang, Peter juga tidak datang, Ivonne kemudian mengalami kecelakaan, bagaimana mungkin pihak lain itu bisa begitu kebetulan tahu Ivonne sendirian?”


Ketika Renata mendengar kata-kata itu, dia begitu terkejut, “Ronald, maksudmu ada mata-mata di kediaman Indra ini?”


“Pembunuh itu tidak banyak, bisa dilihat bahwa itu diatur secara tiba-tiba.” Kata Ivonne.


Renata memandang ke arah Indra, dan Indra juga sedikit mengubah raut wajahnya, “Ibu, masalah keracunan kemarin, itu juga masih belum ketahuan, belum tentu diracuni saat membeli bahan-bahan makanan di luar.”


“Tapi orang-orang yang mengawasi makananmu dalam dua hari ini adalah orang-orang dekat yang melayanimu dan aku.” Kata Renata.


Wajah Renata seketika berubah menjadi pucat.


Memangnya kenapa kalau dekat? Pada akhirnya, itu hanyalah hubungan antara pelayan dan majikan, masalah majikan yang dikhianati juga bukannya tidak pernah terjadi.


Ronald kemudian berkata, “Ibu Renata lebih baik memikirkannya dengan teliti, orang itu menyakiti Ivonne semalam, sulit untuk menjamin dia tidak akan bertindak pada Indra lagi.”


Ada kebencian di mata Renata, dia berteriak memerintahkan, “Segera kumpulkan semua orang yang ada di sini, aku ingin tahu siapa keluar dari kediaman ini sebelum Permaisuri Ivonne pergi kemarin.”

__ADS_1


__ADS_2