
Kasim Artur tertawa dan berkata, “Permaisuri, cepatlah bawa pergi, batu giok ini benar-benar sangat jarang ditemukan. Biasanya tidak menemukan yang sebagus ini, batu giok ini baru diberikan pada Paduka Kaisar dua hari yang lalu, Paduka Kaisar sangat menyukainya tapi dia tidak menyimpannya untuk dirinya sendiri.”
Ivonne begitu tersentuh, ketika ingin menolaknya kemudian Paduka Kaisar berteriak marah, “Mau atau tidak? Jika tidak mau segera keluar!”
Ivonne meraih kotak itu dengan satu tangannya kemudian memberi hormat dan berkata, “Baik, aku undur diri lebih dulu.”
Pada akhirnya Ivonne tidak bisa menolak niat baik orang tua itu.
Ivonne meninggalkan Istana Pearlhall dan membawa kotak itu untuk menemui Kaisar Mikael.
Kaisar Mikael melirik sekilas kotak yang dibawa Ivonne kemudian berkata dengan linglung, “Bukankah itu adalah batu giok yang diberikan untuk Paduka Kaisar? Kenapa? Apa diberikan untukmu?”
“Ya.” Ivonne melirik sekilas kemudian bergegas menyerahkannya, “Apa Kaisar menyukainya? Kalau begitu aku akan mempersembahkannya untukmu.”
Kaisar Mikael melambaikan tangannya, “Kamu harus menyimpan apa yang diberikan Paduka Kaisar untukmu, aku tidak tertarik pada batu itu hanya saja sepertinya Paduka Kaisar sangat menghargaimu.”
Paduka Kaisar sangat menyukai batu giok, beberapa batu giok ini Mikael pernah melihatnya sekali, Paduka Kaisar bahkan langsung meminta Kasim Artur untuk menyembunyikannya. Tapi sekarang diberikan pada Ivonne?
Sepertinya Paduka Kaisar benar-benar sangat menyukai Ivonne.
Maksud Paduka Kaisar …
Ivonne melihat Kaisar Mikael sedang merenung jadi dia menarik kembali tangannya.
Kaisar Mikael kembali fokus dan berkata, “Bagaimana keadaan Indra? Coba ceritakan.”
Ivonne menjelaskan proses pengobatan dan kondisi penyakit, meskipun Kaisar Mikael selalu memerintahkan orang untuk menanyakan kondis Indra tapi ketika mendengar Ivonne mengatakannya secara langsung dirinya jauh merasa lebih lega.
“Jadi apa aku sudah bisa pergi menemuinya?”
“Ya, sekarang kondisi Indra sudah tidak menular, Kaisar sudah bisa menemuinya.” Kata Ivonne.
Kaisar Mikael meminta Ivonne untuk duduk, kemudian dirinya juga turun dan duduk di kursi di sampingnya.
Ivonne datang berkali-kali ke ruang kerja kerajaan, tapi Ivonne belum pernah diperlakukan seperti ini, ragu-ragu sejenak kemudian Ivonne duduk.
“Bagaiman hubunganmu dengan Ronald akhir-akhir ini?” Kaisar Mikael bertanya.
Ketika Ivonne terluka, Ronald begitu cemas, sepertinya hubungan di antara mereka sudah stabil.
__ADS_1
Ivonne tidak tahu niat Kaisar menanyakan pertanyaan ini, Ivonne menjawabnya dengan jujur, “Menjawab pertanyaan Kaisar, Ronald sangat baik padaku.”
Kaisar Mikael mengangguk dan berkata, “Kamu mengerti cara pengobatan, bisakah kamu menjaga kondisi dirimu sendiri?”
“Menjawab Kaisar, tubuhku sudah tidak masalah lagi.” Ivonne tidak menyangka Kaisar masih memikirkan mengenai lukanya, Ivonne sedikit terharu.
Kaisar Mikael terbatuk dengan sedikit tidak wajar, “Ya, jaga kondisimu, ini berhubungan dengan… hmm, berhubungan dengan keturunan di kemudian hari, kamu harus menjaga badanmu.”
Kata-kata ini tidak seharusnya diucapkan Mikael, tapi hanya dia yang bisa mengatakannya, kalau tidak siapa pun yang mengatakannya pasti akan berspekulasi, terutama pihak Ratu, sang Ratu paling tidak boleh mengatakan perkataan ini.
Mengenai Selir Prilly, lupakan saja!
Ivonne tercengang, seketika memahaminya dan begitu malu hingga wajahnya panas.
Begitu Kaisar Mikael mengatakannya, kata-katanya menjadi lancar, yang pasti sudah tidak begitu tidak wajar lagi, “Jika kamu tidak bisa menjaga tubuhmu sendiri maka aku akan meminta Tabib Istana untuk meresepkan obat, jika meminumnya selama dua atau tiga bulan berturut-turut maka pasti akan ada kabar baik.”
Jika hanya satu kalimat, Ivonne tidak akan berpikir terlalu jauh.
Topik yang memalukan seperti itu, Kaisar malah berulang kali mengatakannya, itu membuat Ivonne harus berpikir secara mendalam.
Tapi Ivonne tidak bisa memikirkannya di tempat seperti ini saat ini, Ivonne hanya bisa dengan malu berkata, “Ya!”
Ivonne memberi hormat dan undur diri, hatinya sangat bingung.
Di malam hari, suami istri itu berada di ranjang dan tidak melakukan hal yang seharusnya dilakukan tapi hanya menganalisis perkataan Kaisar hari ini.
Ivonne berkata, “Ayahmu mengapa begitu memandang penting apa aku memiliki keturunan atau tidak?”
Ronald memeluk Ivonne, jari-jarinya dimainkan di rambut Ivonne, “Bagaimana menurutmu?”
Ivonne dengan berani berspekulasi, “Apa dia ingin mendaftarkanmu sebagai Pangeran Mahkota?”
Ronald menggelengkan kepalanya, “Tidak mungkin, setahunan ini Ayah bersikap sangat dingin dan kecewa padaku.”
“Itu dikarenakan masalah yang kubuat ketika di kediaman Tuan Putri, sekarang kita sudah berdamai, dan lagi sebelum masalah itu Ayah juga sangat menghargaimu bukan?”
Ronald berkata, “Memilih Pangeran Mahkota biasanya memilih yang paling tua atau memilih keturunan langsung.”
“Apa ada kemungkinan memilih yang paling baik?” Tanya Ivonne.
__ADS_1
Ronald tersenyum dan menoleh menatap Ivonne, “Apa di dalam hatimu kamu berpikir aku adalah orang yang baik?”
“Tidak!” Ivonne langsung menyangkal, “Kamu tidak bisa dikatakan baik, tapi jika setia dan berani maka itu lebih dari cukup.”
Ronald meletakkan kedua tangannya di belakang kepalanya, berpikir dalam, apa Ayahnya benar-benar memiliki pemikiran seperti itu?
“Bagaimana pemikiranmu? Apa kamu ingin menjadi Pangeran Mahkota?” Tanya Ivonne.
Ronald tersenyum, “Jika tidak menginginkannya maka itu terlalu munafik, tapi jika menginginkannya… harganya terlalu mahal.”
Ivonne tengkurap, sikunya diletakkan di atas ranjang, “Aku sebenarnya merasa Ayah sedang memikirkan pemikiran Paduka Kaisar, karena Paduka Kaisar memandang penting dirimu dan sekarang aku juga mendapatkan rasa sayang dari Paduka Kaisar …”
Ronald membeku untuk sesaat kemudian memandang ke arah Ivonne, “Apa maksudmu Ayah tidak benar-benar berpikir ingin menjadikanku Pangeran Mahkota tapi itu karena menuruti Paduka Kaisar?”
“Ada kemungkinan seperti itu, tidak peduli apakah Ayah adalah anak Paduka Kaisar atau merupakan Kaisar saat ini, seumur hidupnya dia terbiasa mendengarkan maksud Paduka Kaisar, selama Paduka Kaisar masih hidup maka dia akan menghormati Paduka Kaisar, ini adalah kebiasaan yang sudah terpupuk dari hari ke hari. ”
Ronald merenung sejenak dan berkata, “Apa yang kamu katakan masuk akal.”
Ivonne menopang kepalanya, “Sekarang sepertinya Ayah memiliki gagasan seperti itu, jadi baru bisa bertanya padaku mengenai masalah anak.”
Ronald memandangnya ke arah Ivonne, “Kita memiliki anak karena kita ingin memilikinya bukan karena orang lain.”
Tiba-tiba Ivonne teringat satu masalah, sebelumnya Ivonne lupa meminum obat setelah melakukan hal itu.
Seharusnya dirinya berada dalam masa aman bukan?
Tiba-tiba Ivonne kembali berpikir, dirinya sudah lama berada di sini sepertinya juga tidak pernah datang bulan.
Sudah berapa lama dia datang? Ivonne menghitungnya dengan jari-jarinya, setidaknya sudah ada satu setengah bulan bukan?
Ivonne benar-benar tidak berdaya, apa pemilik asli tubuh ini masih belum datang bulan? Wanita di jaman kuno ini pertumbuhannya lambat, normal jika baru datang bulan pada umur 17 atau 18 tahun.
Tapi bagaimana jika bukan?
Ya Tuhan, berapa umur pemilik asli tubuh ini? Dari tampangnya sepertinya baru 17 tahun bukan? Apa umur 17 tahun sudah akan menjadi Ibu?
Meskipun itu adalah hal normal di jaman ini tapi Ivonne tidak bisa menerimanya.
Kemudian teringat perkataan Paduka Kaisar yang berkata harus melahirkan 3 anak, Ivonne benar-benar berpikiran seakan dirinya ini kehilangan nyawanya di tempat.
__ADS_1
Ivonne berkata dengan sedih, “Mengenai anak, kita tidak terburu-buru, pelan-pelan saja, paling baik adalah melahirkan di kondisi yang terbaik.”