Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 58. Apa Aku Salah Dengar?


__ADS_3

Tapi, Kaisar Mikael yang masih berada di bawah amarah, malah meminta Kasim David untuk mengatakan pada Ivonne dirinya ingin menemuinya.


Stanley memandang Ivonne dengan iba, benar-benar malu Ivonne yang menggantikannya menghadapi kemarahan sang Ayah. Dia mendengar bahwa Ronald sedang merawat lukanya di Istana, jadi lebih baik dia memberitahu Ronald, agar Ronald memikirkan cara untuk membawa Ivonne kembali.


Ivonne memasuki Istana, Kaisar Mikael sama sekali tidak mengangkat kepalanya, hanya dengan datar berkata, “Berlutut!”


Ivonne berlutut, “Aku memberi salam pada Kaisar!”


Di Istana, keadaan kacau, Kasim David sedang membersihkan barang yang berserakan di lantai. Sepertinya sebelumnya Kaisar marah besar lalu melemparkan barang ke arah Yang Mulia Stanley.


Dan di lantai, terdapat seutas Mutiara Selatan yang tergeletak dengan tenang, tepat tidak jauh dari tempat Ivonne berlutut.


Kaisar Mikael dengan tenang bertanya, “Tadi David datang melapor, mengatakan bahwa Mutiara Selatan yang kuberikan padamu hilang 1, hilang di mana?”


“Menjawab pertanyaan Kaisar, hilang di Istana Pearlhall.” Kata Ivonne.


“Kalau begitu lihatlah. Kalung yang ada di lantai itu, apakah itu Mutiara Selatan yang kamu hilangkan di Istana Pearlhall?” Tanya Kaisar Mikael.


Ivonne melirik sekilas, kemudian berkata, “Ya.”


” Mutiara Selatan ini diantarkan oleh orang di sekitar Ratu padaku, kamu mengatakan bahwa orang pihak Ratu yang mencuri Mutiara Selatanmu?” Suara Kaisar Mikael sudah sedikit marah.


Tapi, sepertinya Kaisar Mikael masih memberinya kesempatan.


Ivonne perlahan menggelengkan kepalanya, “Tidak, aku tahu siapa yang mengambilnya.”


“Oh?” Kaisar Mikael mencibir, “Kamu tahu siapa yang mencurinya?”


“Ya, aku melihat siapa yang mengambilnya.” Ivonne bersikeras menggunakan kata mengambil.


“Siapa?” Kaisar Mikael marah.


Ivonne terdiam sesaat kemudian berkata, “Bibi Vera!”


Kaisar Mikael menggebrak meja, “Jangan sembarangan bicara!”


Kasim David bergegas berkata, “Permaisuri, kamu tidak boleh sembarangan bicara, kamu harus tahu bahwa Bibi Vera adalah orang di sekitar Paduka Kaisar.”


Ivonne kemudian berkata, “Aku tahu …” Kata-katanya terhenti, ada seamcam maksud dia karena tahu identitas Bibi Vera maka dia tidak berani bertanya.


Kaisar Mikael menatapnya dengan dingin, perkataan itu benar-benar konyol, diucapkan pun tidak akan ada yang percaya.


Tetapi karena kekonyolan ini, membuat Kaisar Mikael memiliki persaaan bahwa kemungkinan itu mungkin.


Ivonne tidak cukup bodoh hingga memfitnah orang dari Paduka Kaisar.


Kaisar Mikael malah menjadi tenang.


Bibi Bertha berkata, Mutiara Selatan diantar oleh Bibi Vera, dengan kata lain, kata-kata itu juga disampaikan oleh Bibi Vera, jika yang diinginkan Ivonne adalah masa depan Ronald, maka untuk apa meminjam tangan orang lain?

__ADS_1


Ivonne harusnya mengantarkannya secara langsung untuk mengungkapkan ketulusannya.


Ivonne terus berlutut, raut wajahnya sangat tenang.


Masalah sulit, Ivonne melemparkannya pada Kaisar Mikael.


Apa harus memanggil orang Paduka Kaisar kemari untuk ditanya, itu adalah urusan Kaisar Mikael.


Kaisar Mikael memikirkan berulang kali, kemudian memerintahkan, “Perintahkan, undang Ratu dan Bibi Vera datang ke Ruang kerja Kekaisaran.”


Orang Istana pergi dengan membawa perintah.


Sebelum Bibi Vera dan Ratu datang, Selir Prilly malah datang.


Selir Prilly tidak bisa duduk diam lagi, mengetahui Ivonne memberikan Mutiara Selatan pada Ratu, dia tahu situasinya perlahan berubah, dia tidak bisa tinggal diam di Istana Monnlight hanya merawat penyakitnya.


Merawat sakitnya begitu lama, bahkan menantu tercela itu sudah berani tidak memandangnya.


Selir Prilly keluar, bukan demi masalah Mutiara Selatan, tapi hanya untuk menggerakkan tubuhnya, setidaknya membuat orang lain tahu bahwa dia masih belum mati.


Selir Prilly mengantarkan the gingseng, setelah memasuki aula Istana, dia melihat Ivonne sedang berlutut di depan, ada seutas Mutiara Selatan di dekatnya, kemudian melihat raut wajah Kaisar yang marah, dan juga Kasim David yang tidak mengatakan sepatah kata pun di samping, hati Selir Prilly sedikit berat.


Dia tahu bahwa Kaisar mungkin marah karena Ivonne memberikan Mutiara Selatan pada Ratu, meskipun dia tahu bahwa hal ini akan berdampak pada putranya, tapi melihat Ivonne dihukum, hatinya masih sedikit bahagia.


Selir Prilly mengangkat senyumnya, “Kaisar, aku tahu kamu sibuk dengan urusan politik akhir-akhir ini, dan juga lelah karena masalah penyakit Paduka Kaisar, jadi aku telah memasak teh gingseng untuk diberikan padamu.”


Kaisar Mikael dengan datar berkata, “Letakkan saja.”


Kaisar Mikael berkata, “Karena kamu sudah datang, masalah ini ada hubungannya dengan putramu, jadi duduklah.”


Mendengar ada hubungannya dengan Ronald, Selir Prilly sangat ingin menelan Ivonne hidup-hidup.


Dia menahan amarahnya dan tersenyum di sudut bibirnya, “Baik!”


Selir Prilly melangkah ke sana dan duduk, pikirannya berputar dengan cepat, Kaisar berpikir bahwa Ivonne mencari muka pada Ratu adalah keinginan Ronald, tapi Ronald tidak mungkin melakukan hal seperti itu, ini adalah kesempatan baik untuk melindungi dirinya sendiri, mengapa Ronald tidak berbuat demikian?


Ronald menikahi Istri yang tidak baik.


Jika Ronald kembali diasingkan oleh Kaisar, Prilly tidak akan melepaskan Ivonne.


Mengapa Ronald bisa mendapatkan wanita seperti itu? Jika saat itu Ronald berhasil menikah dengan Clara, bagaimana mungkin akan ada situasi seperti hari ini?


Semakin Prilly memikirkannya, dia semakin jengkel, hatinya sudah sangat amat membenci Ivonne.


Ivonne masih berlutut dengan tegak, sama sekali tidak merasakan pandangan mata penuh dengan aura ingin membunuh milik Selir Prilly, bahkan jika bukan dikarenakan hal ini, Selir Prilly juga tidak akan menyukainya.


“Ratu tiba!” Di luar aula Istana, ada kasim yang mengabarkan.


Kaisar Mikael mengangkat tangannya untuk memberi isyarat, Kasim David bergegas keluar, melihat Ratu datang dengan membawa Bibi Bertha bersamanya, dan Bibi Vera juga baru saja tiba, dia membungkuk hormat, “Ratu, Kaisar mempersilahkanmu!”

__ADS_1


Dia kemudian memandangi Bibi Vera, raut wajah Bibi Vera tampak tenang, ekspresinya tanpa ada rasa takut.


Kasim David berkata, “Bibi Vera, silahkan masuk!”


Ratu dan Bibi Bertha berjalan di depan, Bibi Vera mengikuti di belakang, ketiganya memasuki ruang kerja kerajaan bersama-sama.


Selir Prilly melihat Ratu datang, bergegas bangkit dan memberi salam, “Aku memberi salam pada Baginda Ratu.”


Sang Ratu memandang sekilas Selir Prilly dengan tatapan datar, “Selir Prilly juga ada di sini.”


Ratu berjalan ke depan, pandangan matanya dengan datar melirik sekilas pada Ivonne, dengan dingin melaluinya, memberi hormat pada Kaisar Mikael, “Kaisar, aku sudah datang.”


“Duduklah!” Kaisar Mikael mengangkat tangannya.


Bibi Vera juga maju ke depan, membungkuk hormat dan berkata, “Budak tua datang untuk menemui Kaisar!”


Kaisar Mikael masih sangat menghormati Bibi Vera, Bibi Vera melihatnya tumbuh dewasa, dulunya Bibi Vera sering berkata membelanya di hadapan Ayahnya, jika masalah hari ini benar-benar murni Ivonne melakukan fitnah, maka dia tidak akan melepaskan kesalahan Ivonne.


“Tidak perlu memberi hormat!” Nada suara Kaisar Mikael sangat hangat dan ramah.


Bibi Vera melangkah mundur ke samping, pandangan matanya menatap lurus, sama sekali tidak menatap Ivonne sekalipun.


Kaisar Mikael mulai bertanya, “Bibi Vera, apa Mutiara Selatan ini kamu yang mengantarnya ke Istana milik Ratu?”


Bibi Vera sama sekali tidak ragu mengatakan, “Menjawab Kaisar, budak tua yang mengantarnya.”


“Apa Permaisuri Ivonne yang memintamu untuk mengantarnya?” Kaisar Mikael bertanya lagi.


Bibi Vera mengangguk, “Ya!”


Pandangan mata Kaisar Mikael menyapu wajah Ivonne dengan dingin, kemudian kembali bertanya, “Permaisuri Ivonne memintamu mengantarkannya, apa yang dia minta kamu katakan?”


Wajah Bibi Vera seketika berubah di tempat.


Bibi Vera berkata, “Permaisuri mengatakan dia memiliki dua untai Mutiara Selatan, tapi Ratu tidak punya, jadi dia memberikan 1 untai pada Ratu sebagai bentuk kebaktian.”


“Selain itu?”


Bibi Vera menggelengkan kepalanya, “Tidak ada yang lain.”


Mendengar perkataan ini, Kasim David berkata, “Bibi Vera pikirkan dengan teliti, apa dia meminta tolong menyampaikan kalimat kepada Ratu, meminta Ratu agar berkata mengenai hal baik akan Yang Mulia Ronald di hadapan Kaisar?”


Bibi Vera menggelengkan kepalanya, “Dia tidak pernah mengatakannya.”


Pandangan mata Kaisar Mikael tampak dingin, “Ratu?”


Baginda Ratu terpaku, kemudian berkata, “Tidak mengatakan ingin agar aku berbicara untuk Ronald!”


Kaisar Mikael tersenyum dengan dingin, “Benarkah? Kalau begitu harusnya aku salah dengar, benarkah Bertha?”

__ADS_1


Bibi Bertha seketika berlutut, wajahnya pucat, berkata dengan tergagap, “Menjawab Kaisar, budak … mungkin budak yang salah dengar.”


__ADS_2