
Permaisuri Juno memang terkena penyakit paru-paru.
Tabib Istana sudah memeriksanya, Raja Juno menghabiskan banyak uang untuk meminta Tabib Istana menjaga rahasia.
Tapi sebelumnya sudah ada Tabib yang memeriksa, berita ini sudah tidak dapat ditekan.
Hari kedua setelah Permaisuri Juno tertangkap oleh Ivonne di kediaman Indra, dia sudah mulai batuk.
Awalnya berpikir itu hanya flu, memanggil Tabib untuk meresepkan obat, tapi tidak disangka batuknya malah makin menjadi.
Penyakit ini membururk dengan sangat cepat dan juga sangat berbahaya.
Pada hari kelima, Permaisuri Juno mulai demam tinggi, batuknya tidak berhenti, dan kemudian meminta Tabib datang di tengah malam.
Mengidap penyakit paru-paru berarti kata kematian sudah tertulis di atas kepala.
Namun, Permaisuri Juno tidak putus asa, karena Ivonne dapat menyembuhkan Indra maka pasti ada Tabib yang bisa menyembuhkannya.
Tidak mungkin kemampuan medis Ivonne tidak ada yang bisa mengalahkannya.
Tapi yang tidak diketahui Permaisuri Juno adalah Ivonne bukannya memiliki kemampuan medis yanng baik, Ivonne hanya memiliki obat untuk menyembuhkan penyakitnya saja.
Penyakit paru-paru itu bisa diderita selama bertahun-tahun, tapi jika yang parah bisa juga meninggal dengan sangat cepat.
Permaisuri Juno tergolong dalam kategori penyakit paru-paru yang ganas.
Obat yang diresepkan oleh Tabib Istana untuk sementara dapat menekan, tapi tidak mungkin bisa menyembuhkan.
Meskipun Raja Juno merasa pusing dikarenakan penyakit Istrinya, tapi suasana hatinya masih cukup baik.
Hari ini sudah hari keenam.
Dua hari terakhir dari batas hari kasusnya harus dipecahkan.
Permaisuri Juno sedang sakit tapi masih memainkan peran sebagai Permaisuri yang baik yang menyiapkan rencana untuk Raja Juno.
Pelayannya membantu Permaisuri Juno bangkit, Raja Juno bergegas menghampiri dan memegang tangannya, “Berbaring saja.”
“Tidak masalah!” Mata Permaisuri Juno sangat cekung, mengenakan masker penutup di wajahnya yang dibuat oleh pelayan, terbuat dari kain katun tebal, jika Permaisuri Juno memakainya maka Raja Juno tidak perlu memakainya.
Setelah pelayannya undur diri, Permaisuri Juno memandang Raja Juno dan berkata, “Sekarang kasus ini sudah memasuki batas waktu akhir, hanya tinggal menunggu Ronald dituduh dan diberhentikan dari posisinya maka Yang Mulia sudah bisa mengajukan diri untuk menyelesaikan kasus itu dalam tiga hari, nantinya Ayah akan memandang tinggi padamu, mengenai si pembunuh, mereka sudah diberi uang yang cukup jadinya mereka akan bekerja sama dengan Yang Mulia.”
Raja Juno menatap Permaisuri Juno dengan dalam, “Aku memiliki Istri sepertimu, benar-benar tidak perlu merasa khawatir.”
__ADS_1
Permaisuri Juno tersenyum lembut, “Ini sudah seharusnya kulakukan, tapi aku sekarang mengidap penyakit dan tidak bisa membantu terlalu banyak untuk saat ini, Yang mulia bisa mengandalkan Diana, dia sudah dilatih sejak dulu, kamu bisa mengandalkannya.”
Raja Juno dengan lembut berkata, “Kamu tidak perlu terlalu khawatir mengenai penyakitmu, aku sudah mencari Tabib terkenal, dia pasti bisa menyembuhkanmu.”
Permaisuri Juno dengan lembut bersandar di pelukan Raja Juno, “Aku percaya padamu.”
Raja Juno dengan pelan mengelus punggung Permaisuri Juno dengan tangannya, dengan lembut menghibur, “Tunggu aku mendapatkan tahta, aku tidak akan melupakan jasamu.”
Putri Juno tersenyum lembut tapi pandangan matanya dingin.
“Sudahlah, kamu istirahatlah, sudah waktunya aku pergi ke kamp militer.” Raja Juno berkata sambil melepaskan Permaisuri Juno.
Permaisuri Juno bangun dan memberi hormat, “Selamat jalan Yang Mulia!”
Raja Juno berbalik bagan dan keluar, bergegas kembali ke kamarnya kemudian menanggalkan pakaiannya dan dengan dingin berkata, “Bakar pakaian itu.”
“Baik!” Pelayan buru-buru membawa pakaian itu keluar.
Raja Juno duduk kemudian memainkan cincin giok yang ada di jarinya.
Sekarang, semuanya berjalan lancar sesuai dengan arah yang dia tetapkan, orang yang tidak dibutuhkan sudah boleh mati.
Jika bukan karena demi akhir yang besar, bagaimana mungkin Juno bisa menoleransi wanita itu begitu lama?
Kasus ini berkembang pesat.
Tapi setelah memiliki petunjuk, semuanya mudah untuk ditangani.
Namun sulit untuk memecahkan kasus dalam batas waktu tertentu.
Karena meskipun sudah ada kecurigaan pada orang tertentu itupun perlu waktu untuk mengkonfirmasi, dan lagi setelah dikonfirmasi, masih perlu menemukan keberadaan orang itu dan melakukan penangkapan.
Dengan kata lain, hampir tidak mungkin menangkap si pembunuh dalam waktu sekitar setengah bulan.
Namun, Ronald dan orang-orang yang ada di Jingzhaofu merasa lega karena sekarang si pembunuh sudah ketahuan yaitu Genta, sang pembunuh keji.
Genta, yang dijuluki pembunuh keji itu merupakan seoarng ahli senjata tersembunyi dan juga jarum racun, dia melakukan segalanya untuk uang.
Selama si pembunuh sudah terkunci, bahkan jika si pembunuh tidak ditangkap dalam batas waktu, Kaisar dan juga Gilang tidak bisa mengatakan apa-apa.
Tidak tahu apakah langit sedang memihak pada Ronald.
Hari ini Ronald mendapat laporan rahasia yang mengatakan bahwa Genta akan muncul di kuil yang hancur di pinggiran Beijing pada malam hari.
__ADS_1
Tidak peduli berita itu benar atau tidak, Ronald pertama-tama memimpin bawahannya untuk mengintai, hasilnya, dia benar-benar menangkap Genta.
Setelah ditangkap dan diinterogasi, Genta mengakui semuanya, semua detail itu cocok.
Semua orang yang ada di Jingzhaofu tentu saja sangat bahagia, tapi Ronald malah memikirkan siapa orang yang melaporkan keberadaan Genta?
Dan yang paling penting adalah Genta bahkan tidak menyangkal dan mengakui semuanya, ketika menanyakan padanya mengapa dia menunjukkan belas kasihan pada bayi-bayi itu, jawabannya sangat masuk akal, Genta berkata dia tidak tega karena dia memiliki sepasang anak, laki-laki dan perempuan.
Ronald bergegas memerintahkan untuk melakukan penyelidikan ke Jalan Ronella, mendapati bahwa keluarga Genta sudah pergi entah ke mana.
Bertanya pada orang-orang yang tinggal di Jalan Ronella, mereka berkata Genta memang memiliki sepasang anak kembar yang baru berusia lebih dari satu tahun.
Semuanya itu tidak ada yang cacat, Genta juga bisa menjelaskan proses pembunuhan, bahkan kapak untuk membunuh pun bisa diserahkannya, setelah melakukan pemeriksaan, kapak itu memang adalah senjata pembunuhan.
Mengenai bambu tempat meletakkan jarum beracun pun bisa diserahkannya.
Ronald merasa semuanya berjalan terlalu lancar, terlalu lancar seakan seperti Genta sengaja menyerahkan diri setelah melakukan pembunuhan, terutama ketenangan yang ada di wajahnya, sama sekali tidak ada rasa takut, itu yang makin membuat curiga.
Namun, semua petunjuk mengarah pada Genta, dia juga mengakuinya, jadi penyelidikan ini sudah tidak ada yang perlu dilanjutkan.
Ronald kemudian menyerahkan dokumen ke Departemen Kriminal kemudian memasuki Istana untuk melapor secara pribadi pada Kaisar Mikael.
Kebetulan Raja Juno juga sedang bertugas di Ruang kerja kekaisaran.
Juno melihat Ronald datang, berpikir hari ini adalah batas waktunya, Ronald begitu pintar karena tahu harus mengakui dosa terlebih dulu.
“Kamu tidak bekerja menyelesaikan kasus, untuk apa datang ke Istana?” Kaisar Mikael sedang berlatih kaligrafi, dari begitu banyak putranya, yang memiliki tulisan paling bagus adalah Juno, jadi ketika berlatih kaligrafi Kaisar Mikael lebih menyukai Juno yang menemaninya.
Ronald berlutut kemudian berkata, “Menjawab pertanyaan Ayah, kasusnya sudah diselesaikan, si pembunuh juga sudah ditangkap, setelah melakukan interogasi si pembunuh sudah mengakui semuanya!”
Juno terkejut, mengangkat kepalanya dan berkata, “Tidak mungkin!”
Ronald memandang ke arah Juno dan berkata, “Apa maksud Kakak?”
Juno tahu dia salah bicara, dia bergegas berkata, “Tidak, maksudku kamu telah menyelesaikan tugas yang tidak mungkin ini, benar-benar sangat membuatku terkejut.”
Ronald berkata sambil tersenyum, “Kakak merasa ini adalah tugas yang tidak mungkin? Tapi bukankah batas waktunya itu ditentukan oleh Kakak waktu itu?”
Raut wajah Juno sedikit berubah, “Waktu itu aku tidak tahu bahwa kasusnya begitu rumit.”
Kaisar Mikael melirik sekilas pada Juno dengan datar kemudian menatap Ronald dengan gembira dan berkata, “Bagus, apa kasus ini sudah mencapai akhir?”
“Menjawab Ayah, kasus ini sudah diserahkan ke Departemen Kriminal.”
__ADS_1
Jingzhaofu bisa menangani kasus besar sendiri, tidak perlu diserahkan pada Departemen Kriminal tapi karena kasus ini telah menarik perhatian semua pihak dan diberikan batas waktu untuk diselesaikan maka Ronald menyerahkan kasus itu pada Departemen Kriminal kemudian ke Departemen Kehakiman untuk dieksekusi.
Kaisar Mikael sangat terkejut, pandangan matanya melembut, “Ya, yang kamu lakukan sangat bagus, aku sangat senang karena kasus ini sudah selesai.”