Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 147. Batas Hari Memecahkan Kasus


__ADS_3

Dalam dua kasus itu yang menjadi korban adalah orang-orang biasa, tidak memiliki latar belakang yang menonjol. Tidak memiliki permasalahan dengan orang lain, benar-benar orang yang sangat biasa.


Jika ada orang yang ingin membunuh satu keluarga tanpa mengganggu para tetangga, maka perlu membuat mereka mati lemas atau tidak dapat mengeluarkan suara.


Tapi hasil pemeriksaan mayat menunjukkan bahwa mereka dipotong dengan menggunakan pisau, dan lain di setiap tubuh mayat tidak hanya memiliki satu luka saja, itu sama sekali bukan luka yang disebabkan oleh benda tajam.


Ini berarti dari tebasan pisau pertama sampai korban meninggal, memiliki cukup waktu untuk mengeluarkan suara.


Tapi tidak ada, jika para tetangga tinggal begitu berjauhan maka tidak masalah, tapi rumah-rumah di desa itu semuanya berdekatan, bahkan begitu takut akan kehilangan satu inci tanah untuk orang lain.


Dan lagi tempat tinggalnya itu tidak besar, terjadi kasus pembunuhan satu keluarga dan tidak ada suara teriakan sama sekali, itu memang sangat aneh.


Si bodoh itu mengatakan orang itu menggunakan pedang, tapi korban yang meninggal itu tidak terbunuh oleh luka pedang, sepertinya si bodoh itu benar-benar tidak membantu.


Tanpa sadar, Ronald menghela nafas.


Tangan Ivonne naik ke leher Ronald, kemudian naik ke atas untuk mendatarkan kerutan di alis Ronald, dengan bingung bertanya, “Kamu menghela nafas? Apa yang terjadi?”


Ronald bergegas memeluk Ivonne, “Tidak ada apa-apa, aku hanya berharap kamu cepat sembuh.”


“Bohong!” Suara Ivonne parau dengan membawa rasa kantuk karena hampir tertidur, Ivonne menggerakkan tubuhnya dan meletakkan kedua kakinya di atas kaki Ronald, mencari posisi yang nyaman dan juga yang tidak akan mengenai lukanya, “Kamu memiliki masalah, apa mengenai kasus itu?”


Ronald mengulurkan tangannya, dengan berhati-hati memindahkan kaki Ivonne yang terluka agar mendapatkan posisi yang lebih baik, “Mengapa kamu begitu pintar? Kamu bahkan tahu apa yang sedang kupikirkan dalam hati.”


“Ya, kamu jangan berpikir untuk menyembunyikannya dariku.” Ivonne membuka matanya dan menatap Ronald lekat, “Katakan padaku, mungkin aku bisa membantumu.”


Ronald mencium bibir Ivonne sekilas kemudian berkata, “Tidak ada petunjuk yang ditinggalkan dalam dua kasus ini, bahkan senjata apa yang digunakan si pembunuh juga tidak tahu, seakan dia menemukan sebuah kapak kemudian dengan asal masuk untuk menebas orang.”


“Apa orang gila yang melakukannya?” Tanya Ivonne.


“Seperti orang gila yang melakukannya, tapi itu tidak mungkin, karena sama sekali tidak meninggalkan petunjuk, senjata, saksi mata … sudahlah, jangan saksi mata, bahkan suara teriakan pun tidak terdengar, jika orang gila maka mana mungkin dapat merencanakannya dengan begitu sempurna.”


Ivonne merasa sangat aneh, “Apa tempat tinggal saling berjauhan? Jika membunuh satu keluarga maka tidak mungkin tidak mengeluarkan suara.”


“Di sinilah keanehannya, rumah-rumah para warga sangat berdekatan, dan juga waktu untuk menebas orang itu tidak pendek, para korban sama sekali tidak berteriak.”


“Kecuali, mereka diberi obat dan pingsan.” Kata Ivonne.

__ADS_1


Ronald menggelengkan kepalanya, “Tidak, karena di dua kasus ini ada bayi yang tidak meninggal, bayi ini dalam keadaan sadar, tidak menghirup obat sama sekali.”


“Kalau begitu itu aneh.” Ivonne berpikir sejenak, “Apa pembunuh itu membunuh dengan satu tebasan pisau? Tapi ada begitu banyak orang, bahkan jika dibunuh dengan sekali tebasan pun mustahil untuk membunuh beberapa orang dalam sekejap.”


“Ada banyak luka di tubuh para korban, bukan dibunuh dengan sekali tebasan.” Ronald tidak ingin membicarakan hal yang begitu kejam dengan Ivonne di malam hari, jadi Ronald mengulurkan tangan dan dengan lembut menyentuh mata Ivonne, “Sudah, jangan bicarakan lagi, cepat tidur.”


“Oh.” Ivonne perlahan menutup matanya, tiba-tiba dia bertanya, “Kalau begitu apa kamu sudah melihat mayatnya?”


“Aku belum melihatnya, tapi kesimpulan dari para penyelidik mayat dan juga Tabib itu sama.”


Ivonne tidak mengerti bagaimana cara menyelidiki kasus, karena tahu dirinya tidak bisa banyak membantu, jadi Ivonne tidak bertanya lagi, jangan sampai membuat Ronald tambah tidak bsia tidur.


Pria yang bekerja memang yang paling heroik.


Tidak peduli seberapa hangat ranjang, seberapa lembut wanita yang ada di dalam selimut, di pagi-pagi sekali sudah harus bangun untuk bersiap.


Ronald semalam sudah memerintahkan orang untuk membawa pakaiannya ke kamar sebelah, setelah Ronald bangun, dia pergi ke kamar sebelah untuk membersihkan diri, berganti pakaian dan sebagainya, agar tidak membangunkan Ivonne.


Karena Ivonne meminum obat, jadi dia tertidur dengan begitu pulas, Ivonne bahwa tidak tahu kapan Ronald bangun dan pergi.


Sebelum Ronald pergi, dia memerintahkan Ria dan berkata, “Kamu perintahkan pihak dapur untuk membuat sarang burung terlebih dahulu, ketika Permaisuri bangun maka langsung berikan padanya untuk dimakan, ingat, susu kambing yang digunakan untuk merebus sarang burung itu harus segar, Permaisuri tidak suka makanan manis, jadi sebisa mungkin menaruh gula sedikit saja.”


Mengapa Ria tidak tahu bahwa Yang Mulia begitu perhatian sebelumnya?


Alis Ronald terangkat naik, jika Ronalad tidak perhatian itu juga tidak bisa, Ria kelihatan mengerti akan segalanya, tapi sebenarnya dia sangat ceroboh, jika Ronald tidak mengingatkannya maka Ria pasti tidak akan sadar.


Setelah mengalami rasa sakit hampir kehilangan Ivonne, Ronald tahu apa arti kata menghargai.


Pada saat rapat pengadilan, para pejabat sipil dan militer dipisahkan.


Kaisar Mikael naik ke kursi kerajaannya dan duduk dengan perlahan, setelah semuanya memberi hormat, dia melirik sekilas kemudian berkata, “Semuanya bangunlah, katakan ada masalah apa saja!”


Gilang maju terlebih dulu kemudian berkata, “Kaisar, mengenai dua kasus tragedi yang terjadi akhir-akhir ini, itu semua telah menyebabkan para rakyat membicarakannya. Jika pembunuh ini tidak segera ditangkap maka para rakyat tidak akan merasa tenang, jika semakin diulur lama maka akan membuat orang-orang merasa khawatir!”


Perkataan Gilang ini seketika mendapat dukungan dari sekelompok orang.


Hati Ronald menjadi berat, benar saja kasus ini langsung diungkit.

__ADS_1


Kaisar Mikael memandang ke arah Ronald, “Bagaimana kemajuan kasus ini sekarang?”


Jika ada sedikit kemajuan, maka Ronald masih bisa menjawabnya, tapi benar-benar tidak ada kemajuan sama sekali, karena itu Ronald hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berkata, “Menjawab Kaisar, tidak ada kemajuan dalam kasus ini, senjata, saksi, petunjuk, sama sekali tidak ada.”


Raut wajah Kaisar Mikael menjadi tidak senang.


Anak bodoh ini, mengapa bisa begitu jujur?


Gilang kemudian berkata, “Yang Mulia Ronald mengambil alih posisi kepala di Jingzhaofu sepertinya masih tidak terbiasa menangani kasus, atau serahkan saja kasus itu langsung ke bagian kriminal? Agar bagian kriminal bisa menyelesaikan kasus secepat mungkin untuk menenangkan rasa takut para rakyat.”


Jika kasus ini diserahkan ke bagian kriminal, maka itu artinya menganggap Ronald tidak kompeten dan juga tidak berguna.


Dan lagi itu juga mempermalukan Kaisar Mikael, karena Kaisar Mikael yang memberikan posisi di Jingzhaofu itu pada Ronald.


Kaisar Mikael bahkan menjadi lebih tidak senang, tapi dia masih sangat sopan berkata pada Gilang, “Jangan buru-buru, karena Ronald masih tidak terbiasa, maka harus memberinya waktu agar dia membiasakannya, kasus ini juga kebetulan bisa membuktikan kemampuannya.”


Kaisar Mikael memandang ke arah Ronald, “Aku dan Gilang memiliki harapan besar padamu, kamu tidak boleh membiarkan Gilang kecewa.”


Ronald kemudian berkata, “Aku akan mencoba yang terbaik untuk menyelesaikan kasus ini.”


“Dan juga harus secepat mungkin!” Gilang berbalik menatap ke arah Ronald, “Yang Mulia Ronald, kasus ini memiliki dampak yang sangat besar, jika tidak sesegera mungkin menangkap pembunuhnya, aku khawatir pembunuh itu akan mulai bertindak lagi dan melukai orang yang tidak bersalah, menurut Yang Mulia kasus itu dapat dipecahkan dalam berapa hari? ”


Berapa hari? Ronald mencibir di dalam lubuk hatinya, bahwa berapa bulan saja masih tidak tentu.


“Tiga hari?” Tanya Gilang.


Juno maju kemudian berkata, “Ayah, Tuan Gilang, kasus ini terlalu rumit, takutnya dalam 3 atau 5 hari saja juga tidak tahu dapat dipecahkan atau tidak, atai berikan waktu 10 hari untuk Ronald?”


Menteri dari bagian kriminal berkata, “Jika kasus ini diulur selama 10 hari, takutnya si pembunuh akan kembali beraksi, Kaisar, aku menyarankan waktu 7 hari sudah sangat tepat, jika Jingzhaofu membutuhkan bantuan, maka bagian kriminal dapat memberikan bantuan kapan saja.


Ketika Ronald mendengarkan perkataan mereka yang saling berbalas, hatinya diam-diam merenung.


Sekarang sama sekali tidak ada petunjuk, jangankan 10 hari, bahkan jika ditambah 10 hari lagi juga sama saja.


Namun, karena sudah seperti ini, mau tidak mau Ronald juga harus membuat janji.


Memikirkan hal ini, Ronald maju dan berkata, “Kaisar, kalau begitu 7 hari saja!”

__ADS_1


Kaisar Mikael mengangguk dan berkata, “Baiklah, kalau begitu dalam 7 hari kamu harus menyelidiki dan memecahkan kasus ini.”


Kaisar Mikael tidak mengatakan jika tidak memecahkan kasus ini maka posisi Ronald akan hilang, tapi hal itu juga tidak perlu diucapkan, jika Ronald tidak dapat memecahkan kasus ini, maka dia akan kehilangan kepercayaan dari para rakyat dan juga dari para menteri pemerintahan.


__ADS_2