Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 103. Semua Demi Dirimu


__ADS_3

Ivonne juga terlalu malas untuk bergerak, jika membangunkan Ronald maka dia akan terus bertanya, Ivonne tidak ingin menjelaskan.


Ivonne menutup matanya, teringat kembali semua yang ada dalam mimpinya, bahkan hanya sebuah hiasan kecil dalam mimpinya pun membuatnya begitu menghargainya.


Mengapa dia harus bangun?


Data mengenai penelitian terhadap monyet itu, sebelumnya dia sudah melihatnya berkali-kali, memang benar ada efek dari obat, tapi tidak melihat peta gelombang otak. Melihat dari tindakan monyet itu dalam kesehariannya, tahu bahwa monyet itu jauh lebih pintar, kalau tidak monyet itu tidak akan bisa menyelinap keluar dan terbunuh karena tertabrak mobil.


Tiba-tiba Ivonne memikirkan pemikiran aneh, setelah monyet itu terbunuh karena tertabrak mobil, apa memiliki kemungkinan juga mengalami perpindahan jiwa dan kebetulan berada di sini?


Huh, ini benar-benar pemikiran yang aneh.


Kepala seseorang benar-benar sangat berat.


Ivonne menoleh dan menatapnya dengan teliti, hanya ketika dia tertidur saja Ivonne baru bisa menatap dan menilainya, bukannya Ivonne yang melebihkan, tapi Ronald benar-benar adalah orang yang narsis, jika melihatnya sedikit lebih lama saja, dia akan berpikir bahwa kamu jatuh cinta padanya.


Bisa dibilang, tampangnya memang sangat lumayan.


Fitur wajahnya bisa dibilang hampir sempurna, jika ingin mencari kesalahan, hanya bisa mengatakan garis wajahnya terlalu keras dan terlalu dingin, orang seperti ini bahkan jika dia tertawa, tetap akan membuat orang merasa dingin.


Terutama ketika tiba-tiba membuka matanya, kedinginan di bawah matanya itu tidak perlu dibuat-buat. Bisa langsung menyambar seperti petir, sama seperti sekarang …


Ivonne terkejut dan bergidik. “Kamu … sejak kapan kamu bangun?”


Pandangan mata Ronald datar, “Tepat ketika kamu melihatku dengan begitu seenaknya.”


“Bangun, kamu menekan lenganku, sudah mati rasa.” Ivonne menepuk kepalanya dengan rasa bersalah.


Ronald mengangkat kepalanya dan membiarkan Ivonne menarik tangannya, hanya ada satu bantal di ranjang ini, dimonopoli oleh Ivonne, jadi Ronald hanya bisa tidur di lengannya.


Hanya tidur di lengannya saja, perlukah Ivonne begitu pelit?


“Apa yang baru saja kamu lihat?” Ronald bertanya.


“Hanya melihat bagaimana kesembuhan lukamu, jangan salah paham.” Ivonne bergegas menjelaskan.


Ronald tidak salah paham, setelah bangun dia melihat Ivonne menatap dirinya, itu sudah pasti adalah tatapan menilai, dan bukan tatapan mata yang penuh cinta.


“Salah paham apa? Kamu tergila-gila padaku, semua orang di negara ini tahu, untuk apa kamu menyangkal?”


Ivonne menghela nafas, ini benar-benar adalah dosa pemilik tubuh asli.


“Bagaimana Daniel akan ditangani?” Ivonne bertanya.

__ADS_1


Ronald juga memikirkan masalah ini tadi, ketika dia melihat wajah Ivonne yang tertidur, Ronald memiliki beberapa perubahan dalam pemikirannya.


“Aku bermaksud memberitahu Kaisar bahwa Daniel secara pribadi menculik seorang sarjana.”


Ivonne terpaku, “Mengapa berkata demikian? Para prajurit dan yang lainnya tahu bahwa yang diculiknya adalah aku, Permaisuri Ivonne.”


Menculik seorang sarjana, bukankah itu berarti memberi Daniel kesempatan untuk melarikan diri dari kesalahannya? Menculik dan mencoba untuk melakukan hal buruk pada Permaisuri di jaman ini adalah dosa besar.


Menculik seorang sarjana, dia dapat berkelit bahwa dirinya memiliki dendam pribadi, hanya ingin memberi sedikit pelajaran pada sarjana itu, Kaisar juga paling-paling hanya menegur beberapa kata.


Ronald memandang ke arah Ivonne, “Aku bisa memerintahkan orang-orang Jingzhaofu untuk merahasiakannya, mengenai orang-orang Daniel, dia tidak akan membeberakannya kecuali kalau dia gila.”


“Tidak bisa, kita sudah bekerja keras, aku hampir di??.bunuh olehnya, bagaimana bisa dengan mudah melepaskannya?” Ivonne berkata dengan marah, adegan ketika berada di kediaman Daniel, jika Ivonne mengingatnya dia masih memiliki rasa takut, bagaimana mungkin orang sejahat ini dapat dengan mudah dilepaskan? Selain itu, ini adalah kesempatan langka, jika ingin menahannya lagi di kemudian hari maka akan sulit.


Ronald bangkit, sosok banyangan tubuhnya yang tinggi itu terpapar di lantai, “Aku sudah memutuskan, tidak perlu dibicarakan lagi.”


“Aku keberatan!” Ivonne dengan marah melompat bangun dan meraih lengan Ronald, “Aku hampir kehilangan nyawaku, kamu ternyata ingin melepaskannya? Aku tidak setuju, jika kamu tidak melaporkan kejadian yang sebenarnya, aku akan pergi ke Istana dan melaporkan pada Ayah Kaisar.”


“Pelayan!” Ronald berteriak dengan raut wajah gelap.


Bibi Linda bergegas masuk dari luar, “Silahkan Yang Mulia memerintah.”


“Awasi Permaisuri, dia tidak diizinkan keluar dari sini selangkahpun.” Ronald memerintah dengan dingin.


Bibi Linda ragu-ragu sejenak, “ini …”


Bibi Linda bergegas menundukkan kepalanya, “Tidak berani.”


Bibir Ivonne bergetar, “Ronald, kamu takut dengan Keluarga Cui? Atau apa karena kamu melihat Clara jadi kamu melepaskan anggota keluarga Cui?”


Wajah Ronald menggelap, “Kamu jangan menarik orang yang tidak berkaitan.”


Ivonne memandangnya dengan kecewa, “Kurasa tebakanku benar, karena kamu memandang Clara, tidak ingin ada dendam dengan Keluarga Cui, aku benar-benar salah melihatmu, kukira setidaknya kamu adalah orang yang cerdas, tahu cara menghindari kejahatan, hari ini jika kamu melepaskan Daniel, maka kamu akan menangis di kemudian hari.”


Ronald marah kemudian menghempaskan lengannya, “Tidak masuk akal!” Selesai berbicara, dia pergi dengan dingin.


Ivonne memandang punggung Ronald, hatinya sangat marah, dia hampir saja mempertaruhkan nama baik dan nyawanya baru mendapatkan kesempatan ini, Ronald ternyata membuangnya hanya demi seorang wanita, bukankah itu berarti Ivonne menderita dengan sia-sia?


Bibi Linda menghela nafas pelan, “Permaisuri, kamu jangan marah, Yang Mulia itu berpikir demi dirimu.”


“Demi diriku?” Ivonne mencibir, “Jika demi diriku, dia akan melaporkan dengan jujur.”


Bibi Linda berkata, “Nama baik wanita itu sangatlah penting, Permaisuri jatuh ke tangan Daniel, orang seperti apa Daniel itu, siapa orang di luar sana yang tidak mengetahuinya? Pada saat itu nama baik Permaisuri bisa hancur, harga dirimu akan dihancurkan, ucapan orang-orang itu sangatlah jahat hingga bisa menyakiti hati.”

__ADS_1


Ivonne terpaku, “Aku tidak peduli dengan nama baikku, apa yang dia pedulikan?”


“Dapat dilihat Yang Mulia sangat peduli pada Permaisuri.”


Ivonne tidak pernah memikirkan masalah ini, tapi jika dia peduli dengan nama baiknya, sepertinya Ronald itu peduli dengan nama baiknya sendiri, jika ada orang yang tahu istrinya sendiri?? tidak benar, Ronald selalu tidak suka padanya, mungkin ini sudah saatnya dia bisa menceraikan dirinya, ini tidak terlalu berpengaruh pada nama baik Ronald.


Dan kehilangan sedikit nama baik untuk dapat menyingkirkan 1 orang jahat, Ronald harusnya sangat tahu akan hal itu, Ronald itu sangat licik.


Apa itu benar-benar demi dirinya?


“Jika Yang Mulia tidak peduli pada Permaisuri, bagaimana mungkin dia akan menemani di sisi Permaisuri ketika Permaisuri dalam keadaan pingsan?”


Ivonne terpaku, “Jika begitu, aku salah paham padanya?”


“Permaisuri salah paham pada Yang Mulia.” Bibi Linda berkata dengan pasti.


Ivonne mengulurkan tangan untuk menyentuh dahinya, sepertinya dia selalu mengacau.


Setiap kali memiliki pemikiran, selalu terjadi sesuatu pada dirinya.


Agak malam, Cecil datang, menatap Ivonne yang terluka, pandangan mata Cecil sangat rumit.


Meskipun orang-orang menyembunyikan darinya, tapi dia mencari tahu dari Letty dan mengetahui secara garis besar.


“Kamu benar-benar tidak perlu melakukan ini.” Cecil berkata dengan getir.


“Aku baik-baik saja.” Suasann hati Ivonne sangat berat, menjawab sekilas.


Cecil terdiam untuk beberapa saat dan bertanya, “Apa itu sakit?”


“Sakit!” Tubuhnya sakit, jika bukan sakit di bagian ini, maka sakit di bagian lain.


Cecil menundukkan kepalanya, mulai terisak.


“Untuk apa kamu menangis? Ini hal baik, setidaknya kamu bebas.” Ivonne berkata, bahkan jika masalah ini tersebar, Daniel sepertinya tidak akan mencari masalah pada keluarganya untuk sementara waktu.


Cecil menyeka air matanya, “Bagaimana jika kamu mati?”


Ivonne tersenyum, “Mati ya mati, manusia sudah pasti akan mati, hanya masalah cepat atau lambat saja.”


“Kamu begitu baik padaku, aku tidak tahu bagaimana memperlakukanmu.” Cecil mendongak, wajahnya dipenuhi air mata, tidak bersikap sedingin sebelumnya.


“Bagaimana kamu memperlakukanku sebelumnya, maka kamu bisa memperlakukanku seperti itu sekarang, jangan memiliki beban, aku berbuat demikian bukan sepenuhnya untukmu.”

__ADS_1


Ini adalah kejujuran, Ivonne hanya bersikap sebagai pahlawan dalam sesaat saja.


Ivonne tidak mau menerima rasa terima kasih dari orang lain.


__ADS_2