Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 70. Dia Adalah Tameng


__ADS_3

Ivonne berpikir, masalah selir itu sudah terjadi selama beberapa hari, dan lagi desas-desus di luar mengatakan bahwa dia tidak bisa melahirkan, kali ini dia dipanggil untuk datang ke Istana, seharusnya dikarenakan hal ini.


Ivonne bertanya pada Bibi Linda, apa ada orang-orang dari istana yang datang hari ini atau semalam.


Bibi Linda berkata, “Kasim David secara pribadi datang.”


Kalau begitu benar, seharusnya Kaisar sedang menanyakan pendapat Ronald, menikahi putri keluarga Cui adalah keinginannya, bagaimana mungkin Ronald tidak bahagia?


Hati Ivonne sangat tenang, karena keluarga kerajaan yang akan menceraikannya, sudah pasti akan memberikan kompensasi yang cukup hingga dia tidak perlu khawatir akan kehidupannya di masa depan. Dan lagi jika terpaksa, dia masih memiliki surat hutang, Ivonne percaya dengan surat hutang ini dia dapat menukarnya dengan sebuah rumah kecil.


Dengan membawa perasaan yang akhirnya terbebas, Ivonne menginjakkan kaki menaiki kereta kuda.


Di gerbang istana, Ivonne membuka tirai gerbong dan memandangi pemandangan keemasan yang tak ada habisnya, hatinya berpikir, ini mungkin adalah kali terakhirnya dirinya memasuki Istana.


Dalam hatinya, ada sukacita dan kebebasan yang tidak bisa Ivonne ungkapkan.


Dengan membawa suasana hati ini, ketika Ivonne turun dari kereta kuda dan pergi ke ruang kerja kerajaan, dia juga menikmati pemandangan di istana dengan suasana hati yang baik.


Istana Kerajaan Dinasti Tang Utara memang sangat indah, bukan semacam keanggunan dari Paviliun Sungai Yangtze, Istana Dinasti Tang Utara memiliki keindahan yang luar biasa. Menara itu berdiri tinggi, bangunannya dibangun dengan begitu luar biasa, pilarnya dilapisi dengan cat emas, kekuatan kekuasaan kekaisaran ada di mana-mana.


Ketika datang ke pintu masuk ruang kerja Kekaisaran, melihat ada seseorang yang keluar dari dalam.


Orang ini mengenakan kostum Konfusianisme berwarna biru, topi resminya disulam dengan batu delima, berusia sekitar 60-70 tahun, rambutnya berwarna putih, pipinya tirus, terlihat kurus kering, tapi cahaya di pandangan matanya sangat tajam, ketika dia keluar, dia melirik sekilas dan jatuh ke wajah Ivonne, seperti ada lampu laser yang ditembakkan ke arahnya, Ivonne terkejut.


Orang ini dia mengenalnya, dia adalah Gilang, orang yang memegang setengah dari Dinasti Tang Utara, orang yang berada di atas puluhan ribu orang.


Pandangan mata Gilang terpaku di wajah Ivonne sekitar satu detik, kemudian dia mengalihkannya, dia tidak menyapa, tapi langsung berjalan dari beranda di sebelah kiri.


Hanya saja detik ketika dia memandang wajah Ivonne, itu seperti air salju yang mengalir menuruni gunung, benar-benar sangat dingin.


Ivonne belum pernah melihat pandangan mata seseorang yang begitu menyeramkan, ketika dia memandang sekilas, bagai ribuan pasukan berkuda yang menyerang.


Tidak mengherankan Hendra rela mengorbankan putrinya dan ingin mencari muka pada Gilang, tetapi siapa yang akan memberinya keberanian saat itu hingga Ivonne yang asli merampas Ronlad yang menyita perhatiannya?


Hendra memiliki ambisi seperti itu, tapi sayangnya, Hendra tidak memiliki kekuatan ini.

__ADS_1


Setelah gagal, dia hanya bisa menjadi anjing yang mengibaskan ekor demi menyenangkan majikannya.


Ketika sedang berpikir, Kasim David keluar, wajahnya sedikit pucat, tidak usah dipikir juga tahu, kejadian di dalam tadi sepertinya tidak begitu menyenangkan.


“Permaisuri sudah datang? Masuklah, Kaisar menunggumu.” Kata Kasim David.


Ivonne membungkuk hormat kemudian masuk.


Kaisar Mikael duduk di kursi naga-nya, memegang dua mutiara giok bundar di tangannya, ketika melihat Ivonne masuk, dia perlahan-lahan meletakkannya, tubuhnya jelas terlihat lebih rileks, Ivonne melihat gerakannya ini, menduga tadi Kaisar sedang merada dalam kondisi tegang.


“Aku memberi salam pada Kaisar!” Ivonne maju dan berlutut untuk memberi salam.


“Bangun!” Suara Kaisar Mikael begitu lemah tidak bertenaga.


“Terima kasih Kaisar!” Ivonne berdiri.


Kaisar Mikael menatapnya, “Aku ingat aku bertanya padamu pada hari itu, kamu tidak memiliki pendapat jika Ronald mengambil selir, benar bukan?


Ivonne berkata, “Ya, aku dengan bahagia menyetujuinya.”


“Bahagia menyetujuinya?” Suara Kaisar Mikael menjadi makin tegas, “Aku memerintahkan David keluar istana untuk bertanya pada Ronald, tapi Ronald malah mengatakan bahwa kamu sangat tidak menyetujuinya, dia peduli dengan perasaanmu, tidak ingin hubungan kalian kehilangan kedamaian dan menjadi lelucon untuk semua orang.”


“Aku tidak keberatan.” Ivonne buru-buru menjelaskan, “Mengenai masalah ini, Ronald sama sekali tidak pernah menanyakan pendapatku.”


“Maksudmu, Ronald tidak menghormatimu?” Suara Kaisar Mikael bahkan menjadi lebih dalam.


“Tidak, maksudku bukan seperti itu …”


Ini terlalu jauh dari pemikirkannya, Ivonne pikir dia hanya perlu membuat pernyataan bahwa dia tidak punya pendapat, kemudian dia hanya menunggu untuk diceraikan, maka dia sudah bisa mengemasi barangnya dan pergi, lagipula, desas-desus di luar disebarkan agar dia turun dari posisinya.


“Jawaban yang didapat Kasim David adalah kalian baru menikah selama 1 tahun, tidak sepantasnya mengambil selir begitu cepat, aku ingat bahwa kamu juga berjanji padaku bahwa kamu akan segera memberikan keturunan, perkataanmu ini saling bertentangan, sebenarnya apa maksudmu? ”


Ivonne tidak bisa menjelaskan.


Pada saat itu, dia mengatakan bahwa akan segera melahirkan anak, itu karena kondisi saat itu mengharuskan Ivonne mengatakan apa yang harus dia katakan, mana mungkin Ivonne memikirkan tentang tindak lanjutnya?

__ADS_1


“Sebenarnya kamu setuju atau tidak setuju?” Tanya Kaisar Mikael.


Ivonne membuka mulutnya, kalimat dia setuju sudah berada di ujung lidahnya, tapi Kasim David malah berkata, “Permaisuri pertimbangkan baik-baik, jangan sampai kamu bahkan tidak tahu bahwa sudah melakukan kejahatan menipu Kaisar.”


Ivonne tidak berdaya, kejahatan menipu Kaisar?


Tapi, bagaimana dia menjawab agar dia tidak dianggap menipu Kaisar? Setuju atau tidak setuju, dua-duanya sama saja melakukan kejahatan menipu Kaisar.


Kasim David berkata mengingatkan, “Permaisuri saat itu berkata setuju, demi agar Yang Mulia Ronald dapat memiliki keturunan, benar bukan? Tapi jika Permaisuri melahirkan keturunan dalam kurun waktu 1 tahun, maka tidak perlu mengkhawatirkan masalah ini, benar kan?”


“Ini …” Ivonne benar-benar pusing.


Mengatakan bukan, maka bukankah sama saja mengakui bahwa perkataannya pada waktu itu hanyalah bualan saja, masalah ini terkait dengan keturunan kerajaan, ini memang benar-benar kejahatan menipu Kaisar, dan lagi orang ini adalah Kaisar.


Tapi jika mengatakan iya, maka bukankah itu berarti dia mengakui bahwa dia tidak setuju Ronald menikah dengan putri kedua keluarga Cui? Lalu bukankah keluarga Cui akan mengulitinya hidup-hidup? Dan lagi sepertinya Hendra sudah pergi memberitahu Gilang bahwa dia bersedia turun dari posisi, jika begini, maka Hendra akan menjilat ludahnya sendiri, maka rumahnya itu, mungkin Ivonne tidak akan bisa kembali lagi ke sana nanti.


Hati Ivonne tiba-tiba membangkitkan amarah, Ronald, dirinya yang tidak mau menikah, mengapa menjadikan dirinya sebagai tameng? Ronald bersembunyi di belakang seorang wanita, apa itu masuk akal?


“Apa kamu bisu?” Suara Kaisar Mikael terdengar.


Ivonne hanya bisa dengan tergagap berkata, “Tolong Kaisar jangan marah, aku … sebenarnya tidak ingin Ronald begitu cepat mengambil selir.”


Kaisar Mikael mendengus, “Kalau begitu untuk apa kamu berkata dengan begitu murah hati, mengatakan bahwa kamu setuju dengan hal ini?”


“Aku takut akan melakukan kejahatan karena cemburu.” Ivonne berkata dengan malu, dia sudah memaki Ronald ratusan kali dalam hatinya.


“Pemikiran wanita, apa mungkin aku tidak mengerti? Jika tidak setuju, kamu langsung mengatakannya saja, apa aku akan memaksa Ronald untuk mengambil selir?” Tatapan Kaisar Mikael melembut, nada bicaranya juga tidak begitu tajam lagi.


Ivonne memandang sekilas pada Kaisar Mikael, tiba-tiba ada sebuah pemikiran di dalam benaknya, mungkin, Kaisar juga tidak mau membiarkan Ronald mengambil selir dari Keluarga Cui, hanya saja dia dipaksa harus mengungkit hal ini.


Tidak heran hari itu ketika Ivonne mengatakan bahwa dia setuju, Kaisar tidak begitu bahagia.


Dan Ronald menggunakannya sebagai tameng untuk menolak hal ini, Kaisar malah merasa lega.


Ronald mendapatkan reputasi sebagai orang yang baik, bagaimana dengan Ivonne? Cemburu, pelit, berpikiran sempit, tidak bisa mentolerir suami memiliki selir, dan juga menyinggung keluarganya dan juga menyinggung keluarga Cui.

__ADS_1


Tidak heran tadi Gilang menatapnya dengan pandangan mata seperti itu, begitu dingin.


Kemarahan dalam hati Ivonne, benar-benar mencapai kepalanya dan meledak.


__ADS_2