
“Takut?” Daniel tertawa jahat, “Aku kagum padamu, demi membantu Ronald malah datang sendiri padaku, kamu benar-benar tidak mempedulikan nyawamu.”
Karena amarahnya, diri Ivonne malah menjadi tenang.
Dia menatap Daniel, berjalan perlahan ke sana, “Yang dikatakan Tuan Daniel salah, aku bukan datang demi dirinya.”
“Benarkah? Lalu demi siapa? Apa demi agar diriku dapat menikmati tubuh indahmu?” Daniel mencibir, tapi pandangan matanya masih terpaku pada tubuh Ivonne, pada akhirnya menatap lekat pada dada Ivonne, mengeluarkan gerakan menelan ludah, pandangan matanya haus darah dan penuh kegilaan.
Ivonne tersenyum, kedua tangannya tersembunyi di balik lengan bajunya, memegang botol obat anestesi.
“Para wanita menyukai para Jendral yang perkasa.” Ivonne menatapnya, melangkah lebih dekat, ada kekhawatiran di pandangan matanya, “Sayangnya, aku keliru melihat Ronald, dia tidak menyukaiku ya sudah, tapi dia juga merupakan orang lemah.”
“Benarkah?” Daniel membuang lilin, merangkul pinggang Ivonne, menekannya di depan tubuhnya, menundukkan kepalanya ke bawah dan menyeringai berkata, “Jika menyesal sekarang, masih keburu, Ronald dari awal memang orang lemah, dia bukan apa-apa.”
Tangan Ivonne naik ke punggungnya, masih menatapnya dengan terpesona, “Ya, aku sebenarnya membencinya …”
Kuku Ivonne menancap di dagingnya, membuat pandangan mata Daniel menggelap, dirinya gemetar pelan, menikmati sensasi sedikit rasa sakit ini.
Ivonne meletakkan kepalanya di dadanya, makin di saat seperti ini, Ivonne semakin tenang, jarum sudah disuntikkan pada posisi ketika kukunya melintas, kemudian tangan yang lainnya memegang otot-otot kulit di sebelahnya.
Tangan besi itu memegang lehernya, satu tangannya lagi menjangkau ke belakang dan meraih tangan Ivonne kemudian mengambil jarum itu, matanya memerah, penuh dengan amarah, memberikan sebuah tamparan di wajah Ivonne, “Ingin menggunakan senjata tersembunyi?”
Ivonne merasa bagai kepalanya sudah tidak ada, dia merasakan sakit yang membakar seakan mati rasa, pandangannya menggelap, rasa pusing menghantamnya, ada rasa amis manis di mulutnya.
Ivonne berusaha berdiri, melihat sekilas pada jarum suntik, jantungnya seketika tenang, obat anestesi telah disuntikkan.
Ivonne menyeringai, darah segar mengalir dari sudut bibirnya, “Aku benci dia saat itu bersikap lembek dan tidak membunuhmu saat itu.”
Ivonne tidak tahu bahwa senyumnya itu hampir bisa dibilang mendekati kejam, kekejaman ini memprovikasi Daniel, ada keinginan membunuh di mata Daniel, menariknya dengan satu tangan, membuka pakaiannya, memperlihatkan setengah bahunya.
Daniel membungkuk dan menggigit bahu Ivonne.
“… tiga, dua, satu!” Ivonne tidak bisa menghindar, hanya bisa menghitung dalan diam.
Daniel kemudian terjatuh ke lantai.
Obat anestesi itu akhirnya bereaksi.
Ivonne tadinya ingin melangkahkan kaki kemudian pergi, tapi karena dia telah dibius dan jatuh ke tangan Ivonne, tentu saja Ivonne tidak akan membiarkannya melewati hidup dengan baik.
__ADS_1
Ivonne melakukan hal yang menurutnya paling berani dalam hidupnya.
Mengangkat sebuah kursi, kemudian dengan kejam menghantam bagian penting tubuh Daniel dengan kursi.
Ayam terbang telur pecah!
Ini adalah cara yang sangat berbahaya, karena dosis obat anestesi itu tidak besar, dan juga seni bela diri Daniel tinggi, mungkin saja dia dapat terbangun oleh rasa sakit yang begitu hebat, tapi jika ditinggalkan begitu saja, dia akan membahayakan wanita lain di masa depan.
Ivonne berpikir untuk membunuhnya, tapi Ivonne tidak pernah menyakiti nyawa orang, dia tidak bisa melakukannya.
Untungnya, Daniel tidak tersadar.
Dia melihat ada gunting berdarah di lantai, mengambilnya dan menyembunyikannya di balik lengan bajunya, bergegas mundur ke pintu, ada seseorang di luar, Ivonne menghela nafas dan berkata dengan nada tinggi, “Maaf, Tuan Daniel, aku benar-benar salah makan hari ini, aku akan kembali setelah pergi ke kamar kecil, sangat cepat, kamu tunggu aku.”
Ivonne berbalik, membuka pintu kemudian dengan cepat menutupnya, di luar berdiri dua pelayan wanita yang tadi.
Mereka juga mendengar perkataan Ivonne, kemudian berkata, “Nona ingin pergi ke kamar kecil? Aku akan mengantarmu ke sana.”
Ivonne memegang perutnya dan berkata, “Baik, terima kasih!”
Ivonne berkata sambil melihat sekeliling, selain dua orang ini, sama sekali tidak ada orang yang berjaga.
Mengikuti pelayan itu keluar, tepat keluar dari ruangan, sudah mendengar suara salah seorang pelayan wanita lainnya berkata di belakang, “Dia menyakiti Tuan, cepat tangkap dia.”
Ivonne mendengarnya berteriak dan tahu bahwa dirinya sudah ketahuan, sebelum pelayan wanita itu bertindak, dia dengan cepat mengeluarkan gunting dan menusuk ke arah telinga pelayan wanita itu.
Seseorang yang memiliki keterampilan bela diri, menusuk di bagian tubuh lain maka dia akan dapat melawan balik dalam waktu singkat, tapi jika langsung menusuk ke arah telinga, itu akan melukai gendang telinga, akan menyebabkan rasa sakit yang hebat, membuatnya menutupnya tanpa sadar, dan tidak bisa melakukan serangan balik.
Pelayan wanita itu berteriak, Ivonne kemudian melarikan diri.
Teriakan pelayan wanita itu menarik perhatian penjaga, kemudian suara langkah kaki terdengar, Ivonne dengan terburu-buru memasuki kediaman di sebelahnya.
Baru saja masuk Ivonne dan melihat, dia begitu ketakutan hingga perut dan kakinya lemas.
Setidaknya ada 20 ekor anjing yang ganas, sedang dengan kejam mengonggong bersamaan, anjing-anjing ini sangat lapar, mata mereka merah, dan sekilas dilihat juga tahu bahwa mereka diberi makan daging mentah.
Anjing yang diberi makan daging mentah itu sangat ganas dan juga sangat patuh, jika pemiliknya mengeluarkan perintah maka mereka akan langsung menggigit musuh.
Ivonne berpegangan pada dinding, perlahan-lahan dia mundur, pasukan yang mengejar sudah mendekat.
__ADS_1
“Melukai Tuan Daniel dan ingin kabur?” Seorang pria berusia 30-an berdiri di hadapan Ivonne dengan kejam.
Ivonne mengenalinya, dia adalah pengawal yang menemani Daniel ke Sensory untuk mendengarkan musik.
Dicegat di depan dan belakang, Ivonne putus asa, benar-benar tidak menyangka rencananya untuk melarikan diri akan gagal begitu cepat.
Dia sudah melukai bagian penting tubuh Daniel, mungkinkah Daniel tidak membunuhnya?
Memikirkan alat penyiksaan yang ada di ruangan itu, Ivonne lebih suka digigit oleh anjing ganas ini sampai mati, berharap untuk digigit langsung di tenggorokannya, jadi dia bisa mati dengan lebih cepat.
Tidak tahu apa Ronald akan sangat bahagia ketika dia tahu bahwa Ivonne sudah mati?
Menjelang kematian, yang dipikirkan Ivonne ternyata adalah pria brengsek ini.
Para penjaga maju selangkah demi selangkah, memegang cambuk di tangannya, raut wajahnya sangat kejam dan haus darah, bahkan lebih mengerikan daripada mata anjing-anjing ganas itu.
Ivonne berbalik dan melihat ke arah lebih dari 20 ekor anjing besar ganas itu, tidak tahu apakah mereka bisa memahami perkataannya, “Kemari, gigit tenggorokanku, gigit dengan kejam, aku tidak akan mau mati di tangan mereka.”
Perkataannya baru saja diucapkan, semua anjing ganas itu tiba-tiba mneghentikan langkahnya untuk maju, berdiri diam di tempat yang sama, warna kemerahan di mata mereka tampak memudar.
Bahkan terdapat sedikit kesedihan.
Ivonne terpaku, ada kebahagiaan di lubuk hatinya, apakah itu sama seperti Lucky, Ivonne bisa berkomunikasi dengan mereka?
Lagipula dia juga terpojok, jadi lebih baik mencobanya. Ivonne melangkah maju, menunjuk ke arah para penjaga dan berkata pada para anjing ganas itu, “Kalian, kita itu sama, kita sejenis, gigit mereka.”
Lebih dari 20 ekor anjing ganas itu kemudian menggonggong pada Ivonne, dan kemudian langsung menerjang ke arahnya.
Wajah Ivonne pucat, Ivonne bisa memahaminya, tapi itu adalah slogan serangan anjing.
Nyawa kecilnya sudah berakhir.
Namun, situasinya dengan cepat berbalik, anjing itu tidak menyerangnya, hanya berlari melewatinya kemudian menyerang ke arah para penjaga.
Para penjaga itu tampaknya tidak menyangka bahwa anjing-anjing itu akan menyerang mereka, seketika marah dan berteriak beberapa kali, dulu ketika mereka memberi perintah ini maka para anjing-anjing itu akan mendengarkan, tapi hari ini anjing-anjing ini bagai anjing gila, melihat orang dan langsung menggigit, para penjangan menjadi kacau, hanya memikirkan melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa, tapi anjing-anjing itu tidak benar-benar menggigit mereka, hanya menggigit celana, atau hanya menggigit hingga berdarah dan bukan jenis menggigit hingga terlihat tulang.
Meski begitu, keadaannya memang sangat kacau.
Ivonne begitu terkejut hingga terpaku dikarenakan pemandangan di depan matanya, mendengar anjing hitam paling besar berekor pendek menggonggong ke arahnya, maksudnya itu menyuruh Ivonne untuk segera melarikan diri, dasar idiot dan semacamnya.
__ADS_1
Ivonne sangat bingung, dia sendiri tidak yakin apa anjing itu menyebut idiot atau tidak, singkatnya dia tidak mempedulikannya, Ivonne berlari bagai orang gila, ada sangkar besi di bawah dinding, jika dia berlari, dia bisa menginjak sangkar besi itu dan melewati dinding.