
Memikirkan ini, Oscar malah balik menghiburnya, “Kak Ronald, kalau begitu sudahlah, kamu juga jangan perhitungan padanya, wanita itu tidak masuk akal, tidak setiap wanita itu paham akan situasi seperti Clara.”
Ronald berkata, “Ya, Clara memang paham akan situasi, kamu katakan padanya, masalah ini sampai di sini saja. Jika benar-benar membuat Ivonne marah, mungkin saja tongkat itu akan digunakan, dia baru saja jatuh ke dalam danau, tidak mau terkena pukul oleh tongkat lagi bukan? Itu tidak sepadan, tidak layak untuk marah dengan wanita seperti itu!”
Ronald berkata, tanpa sadar matanya bersinar cerah.
Oscar tercengang sesaat, “Kak Ronald, mengapa aku merasa kamu sepertinya menikmatinya?”
Ronald menarik kembali pandangan matanya, memutar bola matanya pada Oscar, “Apa aku harus menangis? Ada begitu banyak orang, tidak bisa membiarkan orang lain tahu bahwa aku dipukuli oleh istriku bukan.”
Masuk akal!
“Masalah ini, berakhir begini saja?”
“Melihat pada tongkat kerajaan, maka harus bersabar!” Ronald selesai berbicara, kemudian kembali mencari Ivonne.
Akhir-akhir ini, benar-benar tidak bisa membiarkan wanita ini hilang dari pandangannya, sedikit-sedikit wanita ini akan bertengkar dengan orang lain.
Semakin bertambah banyak.
Mana Ivonne?
Ronald melihat sekeliling, tidak melihat Ivonne, dia hanya pergi sebentar, Ivonne sudah hilang?
Ivonne dibawa pergi oleh Putri Wendy dan Putri Penny.
Kedua kakak beradik itu benar-benar prihatin dengan kondisi Indra, jadi setelah Oscar membawa pergi Ronald, keduanya bergegas menarik Ivonne pergi ke halaman luar dan menanyakan kondisi Indra.
Ivonne menjelaskan, Putri Penny menghela nafas, “Kuharap dia bisa melewati ini, aku sudah tidak tidur dengan baik selama beberapa hari ini.”
Ivonne melihat kantung matanya yang hitam, wajahnya kering, dia memang tidak bisa tidur nyenyak, jadi Ivonne berkata menghiburnya.
Ketika berbicara dengan para putri, sudut mata Ivonne melihat Clara yang berjalan mendekat.
Wendy dengan jijik berkata, “Dia datang lagi? Kenapa kamu tidak menenggelamkannya terakhir kali? Benar-benar iblis.”
Ivonne merasa Wendy benar-benar sangat jujur, perkataannya baik dan juga sopan, Ivonne menyukainya.
Tapi Putri Penny malah mengerutkan keningnya, “Wendy, jangan sembarangan bicara, Permaisuri Clara juga merupakan orang yang baik.”
__ADS_1
Dia memandang ke arah Ivonne, “Masalah terakhir kali, kamu minta maaf padanya, aku yang akan menjadi penengah, masalah ini berlalu saja seperti ini, oke?”
Ivonne tersenyum, “Aku minta maaf, apa dia bisa menerimanya? Tidak takut disambar petir? Bagaimana terjatuh ke dalam danau, dia tahu sendiri dengan jelas.”
Perkataan ini, Ivonne sengaja mengucapkannya ketika menunggu Clara berjalan mendekat.
Ivonne tidak peduli dengan membersihkan nama, hal yang tidak pernah dia lakukan, dia tidak akan mengakuinya.
Juga tidak ingin melihat Clara yang bersikap dirinya begitu menyedihkan dan tidak bersalah.
Putri Penny memandang Clara dengan aneh, Clara menghentikan langkahnya, menundukkan kepala, menghela nafas dengan pelan kemudian berbalik dan pergi.
Tidak menyangkal, tidak mengiyakan, membuat tampilan yang begitu polos tidak bersalah dan begitu menyedihkan.
Wendy berkata secara langsung, “Jika benar-benar tidak bersalah, mengapa tidak membantah kata-kata Kak Ivonne?”
Putri Penny paling tidak menyukai pertengkaran antara sesama wanita ini, melihat ada keanehan pada masalah ini, dia juga tidak mempedulikannya lagi, berbalik badan kemudian pergi.
Wendy malah menahan Ivonne, dengan sangat bersemangat berkata, “Kak, kamu sangat hebat tadi, berani melakukan hal itu padanya.”
“Kenapa tidak berani? Bukankah kamu juga mengatainya?” Ivonne berkata merasa lucu.
Ivonne sangat inign tahu dari mana Wendy mengetahui ada yang aneh dengan karakter Clara.
Tapi, Wendy malah berkata, “Kak Ivonne sibuk dengan urusan Kak Indra bukan? Kalau begitu aku tidak akan mengganggumu.”
Ivonne meraih lengannya, “Tidak sibuk, mari kita berdiskusi mengenai karakter Clara.”
Keduanya mencari sebuah tempat yang sunyi, Ivonne mengetahui seluruh proses bagaimana Wendy dan Clara bisa membenci.
Masalah ini terjadi dua tahun lalu.
Pada saat itu, semua orang berpikir bahwa Ronald akan menikah dengan Clara, Wendy juga sangat menyukai calon kakak iparnya ini, setiap kali Clara masuk ke Istana untuk mengunjungi sang Ratu, Clara juga akan pergi ke tempat selir Prilly untuk memberi salam, sekalian membawakan sesuatu untuk Wendy, mendapatkan hati Wendy, dan Wendy selalu berkata memuji Clara di hadapan Ibunya dan juga Ronald.
Pada suatu kesempatan, Clara memakai giok kupu-kupu datang ke Istana, Wendy sangat menyukainya, meminjamnya pada Clara untuk dipakai sesaat, Clara sangat murah hati, langsung memberikannya pada Wendy.
Wendy sangat senang, bergegas kembali ke kamar untuk mencobanya, mencocokkannya dengan pakaiannya kemudian pergi untuk memamerkannya pada saudara-saudaranya.
Hasilnya, Wendy malah mendengar perkataan Clara dan pelayannya di Taman Kerajaan.
__ADS_1
Pelayan itu bertanya kepada Clara mengapa dia memberikan giok yang berharga itu pada sang putri, Clara dengan raut jijik berkata bahwa Wendy tidak pernah puas, jadi anggap saja sedang mengusir pengemis.
Wendy tidak cukup dewasa pada saat itu, langsung bergegas keluar dan bertanya padanya, kemudian bertengkar dikarenakan hal ini, Selir Prilly dan Ronald tahu, Clara kemudian menangis berkata bahwa Wendy memfitnahnya, dia tidak pernah berkata seperti itu, pelayan wanita Clara jguga bersaksi bahwa Wendy berbohong
Karena hal ini Wendy dihukum oleh Selir Prilly, dan juga diomeli habis-habisan oleh Ronald.
Setelah dua tahun, Wendy masih sangat marah, “Jika dia tidak ingin memberikannya padaku, aku juga tidak akan memaksanya, Ayah sangat memanjakanku, apa yang tidak bisa kudapatkan? Apa aku harus meminta barang miliknya? Memberikannya padaku, tapi bersikap seperti itu di belakangku, aku adalah seorang putri kerajaan, tapi di bibirnya malah menjadi pengemis, yang paling menyebalkan adalah dia berani melakukannya tapi tidak berani menanggungnya, menangis di depan Ibu dan Kak Ronald, mengatakan aku memfitnahnya, membuatku dihukum oleh ibuku dan kakakku. Wanita ini, aku benar-benar sudah melihatnya dengan jelas, saat itu aku berpikir, bahkan jika Kak Ronald menikahi seorang pengemis, juga tidak akan membiarkannya menikah dengan wanita itu, ternyata, keinginanku terkabul.”
Ivonne terbatuk, jadi sekarang Ivonne adalah pengemis ini.
Wendy menyadari bahwa dirinya salah, bergegas berkata, “Aku bukan mengatakan Kakak adalah pengemis, aku hanya berkata sekilas, Kakak jangan ambil hati.”
Ivonne bangaimana mungkin kesal pada gadis lucu ini, kemudian dia berkata, “Tidak masalah.”
Wendy menghela nafas, kemudian dengan marah berkata, “Kamu lihatlah, Kak Ronald adalah orang yang begitu pintar, mengapa waktu itu bisa terpesona oleh wanita seperti itu?”
Ivonne berkata menghibur, “Jangan salahkan Kakakmu, dia itu bodoh, yang ada di dalam otaknya itu hanya rumput.”
Ronald baru menghampirir mereka, sudah mendengar Ivonne berkata seperti itu, kemudian dia bertanya dengan serius, “Siapa yang kamu sebut bodoh?”
Ronald tidak mengawasi Ivonne, dia sudah berada di sini mengatai orang lain, benar-benar sangat mengkhawatirkan.
Wendy menjulurkan lidahnya, dengan penuh simpati menatap ke arah Ivonne, “Kak Ronald, Kak Ivonne, aku pergi dulu.”
Selesai, Ivonne sepertinya juga harus kabur.
Ronald menghalangi, sosok tinggi itu menghadang, momentumnya benar-benar sangat ditekan.
Wajah kekuningan itu sedikit memerah, matanya menatap Ivonne lekat, “Kamu, siapa yang kamu sebut bodoh? Siapa yang otaknya hanya berisi rumput?”
Ivonne mengulas senyumnya, “Salah dengar, salah dengar.”
“Telingaku tidak masalah, kamu jangan harap bisa pergi!” Ronald melihat niat Ivonne yang ingin melarikan diri, menghentikan dengan satu tangan, kemudian langsung ditahan di depan sebuah pohon, momentumnya sangat tiba-tiba, hembusan nafas pria itu turun dari atas kepalanya, membuat Ivonne tidak memiliki tempat untuk bersembunyi.
Ivonne mengulurkan tangan dan memegang kedua pipi Ronald, berkata dengan lembut: “Yang Mulia benar-benar salah dengar, aku sedang memujimu, kamu sempurna dalam hatiku, kalau tidak bagaimana mungkin aku melakukan segala cara untuk bisa menikah denganmu.”
“Aku tidak akan termakan oleh trik ini, singkirkan tanganmu.” Ronald berkata dengan dingin.
Benar-benar membuat orang sangat marah hingga hampir gila, hari ini dia adalah orang bodoh, besok dia adalah orang gila, Ronald tidak pernah mendengarkan Ivonne berkata hal baik tentangnya.
__ADS_1
Dulu dia memang bersikap sedikit lebih buruk padanya, sedikit, tapi apa Ronald tidak cukup baik padanya akhir-akhir ini? Benar-benar tamak!