Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 140. Diracuni


__ADS_3

Setelah Ivonne keluar, dia berbicara beberapa patah kata dengan Selir Renata.


“Sekarang kondisi Indra telah membaik, penting untuk memperhatikan makanannya, jangan sampai ada orang lain melakukan sesuatu padanya.”


“Apa kamu masih berpikir ada seseorang yang akan melakukan sesuatu padanya?” Tanya Selir Renata.


Ivonne berpikir sejenak kemudian berkata, “Sulit dikatakan, tapi lebih baik berhati-hati.”


Ivonne hari ini mendengar Permaisuri Juno sakit kemarin, tidak tahu mengapa hatinya merasa agak gelisah.


Yang mulia Juno dan istrinya itu memiliki ambisi tertentu dan semua orang tahu akan hal itu.


Sekarang Ronald telah menduduki posisi sebagai pemimpin di Jingzhaofu. Apa mungkin pasangan itu akan membiarkan Ivonne berhasil menyembuhkan Indra?


Jadi, mereka pasti akan mencoba segala cara untuk berbuat sesuatu pada Indra. Yang terbaik adalah membuat Indra meninggal karena keracunan dan langsung menuduh obat yang diberikan Ivonne beracun, maka Ivonne sebagai Tabib Indra ini tidak akan bisa melepaskan diri.


Renata sekarang sangat percaya pada Ivonne dan mendengarkan instruksinya. Renata meminta orang untuk mengawasi semua makanan yang diberikan pada Indra.


Tapi pada siang hari, Indra merasa perutnya sakit, mual, pusing, itu adalah tanda-tanda keracunan makanan.


Untunglah kotak obat itu berguna saat ini, alat-alat untuk membersihkan lambung tersedia semuanya. Setelah membersihkan lambung, Indra sudah tidak memiliki masalah besar, tapi setelah kejadian ini, Indra seakan-akan bagai lolos dari maut.


Selir Renata marah, memerintahkan orang untuk menyelidikinya dengan jelas.


Tapi makanan Indra ini semuanya diawasi oleh orang-orang di sekitar Renata. Dan juga Renata sangat percaya dengan mereka, pada akhirnya pengawas di kediaman Indra berkata, “Ini kemungkinan diracuni dalam makanan, bahan makanan ditetapkan dibeli di luar setiap harinya, jika sudah ditargetkan, maka pasti memiliki kemungkinan untuk bertindak.”


Renata memerintahkan orang untuk memeriksa bahan makanan hari ini, tidak ada masalah dengan bahan makanan itu, tapi ada sepotong daging yang telah berubah aromanya.


Cuacanya saat ini tidak dingin tapi juga tidak panas, menurut logika tidak mungkin akan berubah aromanya begitu cepat.


Memang ada orang yang berbuat sesuatu.


Namun, pengurus rumahnya berkata, “Bahkan jika daging itu sudah berubah aromanya, tidak mungkin akan ada tanda-tanda keracunan bukan?”


Ivonne berkata, “Indra keracunan makanan, daging yang berubah aromanya itu akan menyebabkan keracunan makanan, jika orang lain yang memakannya mungkin tidak akan memiliki masalah, paling-paling hanya sakit perut dan diare, tapi tubuh Indra lemah, jika dia memakannya dia mungkin akan terbunuh.”


Ivonne sebenarnya merasa tidak mungkin hanya seperti ini, tapi karena tidak dapat menemukan apa-apa, jadi dia juga tidak bisa membiarkan Selir Renata bertindak gegabah, jika pada akhirnya tidak bisa diselidiki, mungkin seseorang akan kehilangan kepalanya.


Karena itu Ivonne berkata, “Lebih baik agak diperhatikan lagi di kemudian hari.”


Setelah kejadian ini, Selir Renata menjadi makin waspada, pandangan matanya selalu menatap dengan curiga pada semua orang.


Stanley datang pada malam harinya, dia ingin meneraktir Ivonne untuk makan, dia tidak mengatakan apa-apa sebelumnya, Stanley datang dengan membawa kotak makanan.


Kotak makanan itu memiliki empat bagian, empat hidangan, semuanya adalah daging, hidangna yang terakhir adalah daging gulung, Stanley mengeluarkannya sambil sangat berharap ingin memakannya.


Putri Lilian dan Putri Penny datang untuk melihat, mengolok-olok Stanley berkata bahwa dia mencuri-curi makan.


Stanley dengan tegas berkata, “Aku ini secara khusus mengundang Ivonne untuk makan karena Ivonne berhasil menyembuhkan Indra.”


“Kalau begitu cukup berikan makanan itu untuk Ivonne, untuk apa kamu juga ikut memakannya?” Putri Penny berkata sambil tersenyum.

__ADS_1


“Sejak kapan jika mengundang orang lain makan tapi tidak menemani untuk makan?” Stanley masih berkata dengan penuh percaya diri.


Kedua putri itu tahu bahwa Stanley itu sangat rakus, jadi mereka tidak menertawakan Stanley lagi.


Di dalam yang lainnya sedang makan, mereka semua masuk ke dalam untuk makan, hanya menyisakan Ivonne dan Stanley yang makan di luar, Bibi Vera menemani di samping untuk menghindari adanya desas desus tidak benar.


Ivonne masih memikirkan mengenai kejadian keracunan hari ini.


Yang paling mencurigakan sebenarnya masih merupakan orang-orang dari pihak Juno.


Permaisuri Juno kemungkinan tidak sakit, jika terjadi sesuatu pada Indra, maka Permaisuri Juno akan keluar dan mengatakan dia pernah difitnah oleh Ivonne sebelumnya, menjadi depresi dan sakit, kemungkinan ini bukannya tidak mungkin.


“Apa yang sedang kamu pikirkan?” Stanley menunjuk ke arah makanan, “Makanlah, tidak enak jika sudah dingin.”


Ivonne menggerakkan sumpitnya dan berkata, “Ya, Kakak juga makanlah.”


Stanley tentu saja akan makan, dan lagi makannya cukup banyak, satu suapan dengan sepotong daging, hampir tanpa mengunyahnya, Stanley bahkan makan lebih ganas dibandingkan Becky.


“Kudengar hari ini Indra keracunan.” Stanley bertanya dengan mulutnya yang penuh dengan minyak.


“Kak Stanley juga tahu?”


“Tahu, ketika aku datang, Wendy sudah memberitahuku.” Stanley mendengus, “Orang-orang itu benar-benar semakin tidak menganggap Ayah sama sekali.”


“Kakak tahu itu siapa?” Tanya Ivonne.


“Tahu, bagaimana mungkin tidak tahu? Hanya saja tidak ada bukti.”


Ya, tidak ada bukti.


Jika Kaisar turun tangan, mungkin dia tidak akan berani begitu sombong.


Apa Kaisar benar-benar membiarkan dia bertindak seenaknya?


Tapi jika terus seperti ini, apa pangeran lainnya memiliki kesempatan untuk hidup?


Ivonne mau tidak mau merasa khawatir.


Hati Kaisar benar-benar sulit ditebak.


Ivonne bertanya, “Kak, sebenarnya Ayah tahu di dalam hatinya bukan?”


Stanley terkadang memiliki wawasan yang tak terduga, tidak masalah juga jika mendengarkannya.


Stanley menggelengkan kepalanya, “Tidak tahu, siapa yang bisa menebak pemikiran Ayah? Lagipula bagiku, selama aku tidak dimarahi oleh Ayah saja aku sudah sangat bersyukur.”


Benar juga, sebagai anggota kerajaan yang obesitas dan sangat gemar makan, Stanley memang benar-benar tidak berguna.


Stanley menatap sepotong daging gulung yang merupakan potongan terakhir, Ivonne hanya memakan sedikit, sisanya semuanya dihabiskan oleh Stanley.


“Makanlah, aku tidak ingin makan lagi.” Ivonne tahu bahwa Stanley ingin makan, jadi Ivonne berkata demikian.

__ADS_1


Stanley menatapnya lekat, kemudian dengan perlahan meletakkan sumpitnya, “Tidak makan lagi, sedang mengurangi berat badan.”


“Benar tidak makan lagi?” Ivonne bertanya sambil tersenyum.


Stanley memandanginya sebentar, kemudian menggelengkan kepalanya perlahan, “Aku benar-benar tidak makan lagi, aku harus memiliki sedikit kegigihan.”


Stanley kemudian segera memerintahkan orang untuk membawa makanan itu pergi, jangan sampai dirinya masih melihat makanan itu dan tidak bisa menahan diri.


Stanley ingin mengendalikan nafsu makannya, jika seseorang bisa mengendalikan nafsu makannya maka dia bisa mengendalikan semuanya.


Setelah makan, Ivonne berjalan-jalan di halaman untuk beberapa saat, dia masih tidak melihat Ronald datang menjemputnya.


Peter juga tidak datang, tapi Peter seharusnya tidak datang hari ini karena dia sudah mengatakannya pagi tadi.


Ketika sudah hampir tiba saatnya, Rendi bergegas datang, ketika Rendi melihat Ivonne dia langsung memberi hormat dan berterima kasih pada Ivonne karena sudah mempertahankannya, jadi Rendi baru bisa kembali ke samping Yang Mulia Ronald untuk melayaninya.


Ivonne menyela kata-katanya, “Di mana Yang Mulia?”


“Yang Mulia tidak akan begitu cepat datang, Yang Mulia memintaku datang untuk mengantar Permaisuri pulang.” Kata Rendi.


“Dia begitu sibuk.” Ivonne tidak bisa tidak khawatir, “Apa dia sudah makan?”


“Makan? Mana mungkin bisa makan? Makan siang saja Yang Mulia tidak makan, hari ini ada kasus besar, ada lagi satu keluarga yang dibunuh.” Rendi berkata sambil menghela nafas.


Ivonne mengerutkan kening, satu dikarenakan merasa sedih akan korban yang meninggal, kedua dikarenakan dirinya tidak tega pada Ronald yang belum makan.


“Masih seperti sebelumnya, ada satu anak yang selamat.” Kata Rendi.


Ivonne benar-benar berharap pembunuhnya dapat segera tertangkap, tapi Ivonne tidak dapat membantu akan masalah ini, “Ayo kita pergi.”


Rendi berkata, “Baiklah, kereta kuda ada di luar.”


Ketika Stanley mendengarnya, dia kemudian berkata, “Sekalian mengantarku juga.”


“Apa Yang Mulia tidak membawa kereta kuda?” Tanya Rendi.


Stanley menggelengkan kepalanya, “Aku akhir-akhir ini sedang menurunkan berat badanku, jadi aku berjalan kaki ketika keluar.”


Ini adalah permintaan yang sangat tegas dari Istri Stanley.


Rendi tersenyum dan berkata, “Baiklah.”


Karena Stanley ingin berada di dalam gerbong kereta kuda juga, jadi malam ini tidak bisa membiarkan Bibi Vera tinggal di kediaman Indra, jadi Bibi Vera juga ikut menaiki gerbong kereta kuda bersama.


Ivonne tidak terlalu mempedulikan hal ini, kebetulan Stanley juga seperti itu, karena ada Bibi Vera jadi bisa dibilang menghindari desas desus tidak benar.


Sebelum pergi, Ivonne masih berulang kali mengingatkan agar Selir Renata harus memperhatikan makanan Indra.


Setelah kejadian siang hari ini, mana mungkin Renata berani tidak mengawasi? Tentu saja Renata meminta orang untuk menjaga secara ketat dan mengawasi, bahkan juga memastikan air yang diminum oleh Indra itu bersih.


Kereta kuda meninggalkan kediaman Indra.

__ADS_1


Kediaman Stanley dan Kediaman Ronald itu tidak berjauhan, hanya berbeda tiga blok, karena itu mereka searah.


Sudah lewat jam 9 malam, hampir tidak ada orang yang berjalan di jalan, toko-toko juga sudah tutup, tidak ada lampu jalan di zaman kuno, hanya ada pelayan Stanley dan juga Rendi yang duduk di depan gerbong kereta kuda dan memegang lentera penerangan di tangan mereka.


__ADS_2