Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 41. Kesialan Menjadi Satu


__ADS_3

Jika kali ini melibatkan keluarga Hendra, maka takutnya Ivonne akan menjadi objek kebencian keluarga.


Perlahan Ivonne duduk, Peter berdiri di seberangnya, menatapnya dengan melipat kedua tangannya di depan dada, itu adalah tatapan yang benar-benar lekat.


Ivonne mendongak dan bertanya pada Peter, “Bisakah kamu memberitahuku, sebenarnya Paduka Kaisar keracunan apa?”


Peter mengatupkan bibirnya, tidak mengatakan apa-apa.


Ivonne tahu sebagai seorang penjaga, mulut mereka harus amat dijaga, jika dia tidak ingin mengatakannya maka bagaimanapun juga tidak akan bisa mendapatkan informasi darinya.


Ivonne tidak meragukan Paduka Kaisar akan diracuni.


Dapat dilihat dari masalah kejadian Lucky, Paduka Kaisar sangat mencolok di mata beberapa orang, ada orang yang menginginkannya mati.


Hanya saja, Istana Pearlhall itu dijaga sangat ketat, hampir tidak mungkin untuk berbuat sesuatu terhadap makanannya.


Sepertinya kemungkinan meracuni dengan obat juga tdak besar, karena obat-obatan yang diresepkan oleh Tabib Istana akan ada orang yang mencobanya, jika meracuni dengan obat, maka orang itu sudah pasti adalah Kasim Artur dan Bibi Vera. Di antara Kasim Artur dan Bibi Vera salah satunya yang mengawasi obat itu dicoba, setelah dicoba baru kemudian dibawa untuk diberikan pada Paduka Kaisar.


3 hari berada di Istana Pearlhall, Ivonne tahu proses ini.


Jika makanan dan obat-obatan tidak bisa diracuni, maka hanya bisa melalui dupa.


Tapi, tidak hanya ada Paduka Kaisar saja di sana, Kasim Artur terus menemani di sebelahnya. Jika Paduka Kaisar keracunan maka Kasim Artur juga sudah pasti akan keracunan.


Dan lagi di Istana pasti akan ada kasim lain yang keluar masuk untuk melayani, Ibu Suri, Kaisar Mikael, Raja Ralph juga selalu berkunjung, jika meracuni melalui dupa maka itu adalah tindakan yang sangat bodoh.


Kasim David berkata, Paduka Kaisar tidak sadarkan diri, kalau begitu siapa yang memberitahu Kaisar Mikael bahwa Ivonne yang memberikan pengobatan?


Kasim Artur? Tapi Kasim Artur tidak melihatnya memberikan obat ketika masuk ke dalam bersama dengan Ronald.


Tidak ada yang tahu kecuali Ronald.


Bahkan jika Ronald ingin mengatakannya, dia juga tidak bisa mengatakannya, beberapa hari ini dia bahkan tidak pernah memasuki Istana.


Apa dia pernah memberitahu orang lain? Ronald tidak seperti orang yang tidak tahu situasi, dia tahu jika hal ini diselidiki, maka dia sudah pasti akan terseret dan itu sama sekali tidak ada manfaat baginya.


Kecuali benar-benar adalah orang yang dia percaya, dia tidak mungkin akan mengatakannya.


Jika dia tidak mengatakannya, maka pasti ada seseorang yang menebaknya.


Siapa yang memperhatikan pergerakannya ketika masuk ke dalam?


Ada dua orang, Raja Oscar dan juga Clara.


Raja Oscar adalah orang yang akan memperhatikan siapa saja yang masuk ke dalam, terutama jika Ronald yang masuk, dia pasti akan dengan serius mencuri dengar.


Apa itu Clara? Apa Ronald akan memberitahu Clara?


Ronald seharusnya memiliki kepercayaan mutlak pada Clara, mereka juga pernah bersama di Menara Ivylane.


Anggaplah itu adalah Clara, dia tidak akan mungkin secara langsung memberitahu Kaisar Mikael, dia akan memberitahu Ratu terlebih dulu.

__ADS_1


Setelah memutar otaknya, Ivonne mendongak dan bertanya pada Peter, “Paduka Ratu tidak melihatku memberi obat pada Paduka Kaisar, mengapa Kaisar Mikael bisa begitu percaya pada Ratu?”


Ivonne menatap Peter.


Alis Peter sedikit terangkat, pandangan matanya tampak sedikit terkejut, tapi hanya sesaat kemudian kembali normal, masih tidak mengatakan sepatah kata pun.


Ivonne membutuhkan jawaban Peter, hanya melihat ekspresinya dan Ivonne sudah bisa menebaknya.


Ratu yang memberi tahu Kaisar Mikael, dan pemikiran sang Ratu tidak begitu teliti, jadi kesimpulannya benar, itu adalah Clara.


Sangat bagus Clara!


Raut wajah Ivonne menjadi dingin.


Ini adalah tempat di mana orang saling memangsa dan memakan.


Kediaman Ronald.


Ivonne dibawa masuk ke istana, Yanto segera memberitahu Ronald.


Setelah Ronald mengetahui hal ini, raut wajahnya menjadi tidak enak dilihat, seakan dia mendapat pukulan keras.


Setelah lewat jam 5 sore dan masih tidak ada berita dari Istana, Ronald memerintahkan Yanto untuk menyiapkan tandu, dia ingin memasuki istana.


Yanto menyarankan: “Cedera Yang Mulia terlalu berat, tidak bisa masuk ke istana.”


“Jangan banyak omong kosong.”


“Yang Mulia, situasinya tidak bagus, lebih baik melihat situasinya lagi.” Kata Yanto.


“Tidak, tapi setidaknya bisa meredam.” Yanto menghela nafas. “Yang Mulia sekarang tidak bisa menjadi pusat perhatian, dan juga Yang Mulia sedang terluka berat, tidak pergi ke Istana untuk menjelaskan, Kaisar juga akan memakluminya, tapi jika Yang Mulia menyeret tubuh yang luka memasuki Istana, malah akan membuat Kaisar merasa bahwa Yang Mulia sengaja memanfaatkan luka yang diderita untuk melepaskan diri.”


“Rendi, siapkan tandu.” Ronald langsung memerintahkan Rendi.


Rendi memandangi Yanto dengan raut kesulitan, luka Yang Mulia begitu serius, bahkan dia tidak bisa turun dari ranjang, bagaimana caranya dia memasuki istana?


“Yang Mulia, tolong pikirkan ulang baik-baik!” Yanto bekata dengan suara berat.


Ronald berpikir ulang? Dia bahkan sudah memikirkan lebih dari 30 kali.


Sejak Ivonne dibawa pergi oleh Kasim David, pikirannya tidak berhenti memikirkannya.


Memikirkan begitu banyak argumen, tetapi tidak peduli jenis argumen apapun, dia tidak memiliki cara untuk sepenuhnya melepaskan dirinya.


Dan Ronald memikirkan kemungkinan terburuk, yaitu Ivonne demi menyelamatkan diri sendiri akan memfitnah Ronald menjadi dalang utama.


Ivonne memiliki kemungkinan untuk melakukan hal ini, selama 1 tahun lebih terakhir, Ivonne tidak terlalu bahagia di kediamannya, demi bertahan hidup, bukannya tidak mungkin dia menjual Ronald.


Jika itu adalah Ronald, mungkin dia juga akan melakukan hal yang sama.


Lagipula, tidak ada yang namanya perasaan antara pasangan.

__ADS_1


Ketika Ronald bersiap hendak memasuki istana, ada orang yang bergegas melaporkan, “Yang Mulia, Tuan Welly dari kediaman JingZhaofu membawa orang kemari.”


Yanto bergegas mendongak, “Mungkin sudah menangkap pelaku yang melukai Yang Mulia.”


Rendi tampak bahagia, “Baguslah kalau begitu.”


Hati Ronald malah berat.


Ada beberapa firasat buruk di dalam hatinya.


Tuan Welly membawa 6 penyelidik dari Jingzhaofu, mereka berenam berdiri di ambang pintu, Tuan Welly memasuki rumah.


Yanto bertanya: “Tuan Welly, apa Anda sudah menemukan pelaku yang ingin membunuh Yang Mulia?”


Tuan Welly mengangguk, “Ya, memang sudah menemukannya.”


Dia melangkah maju, memberi hormat, “Aku memberi hormat pada Yang Mulia.”


“Tidak usah memberi hormat!” Ronald memandangnya, “Apa pelakunya sudah mengaku?”


Tuan Welly menatap langsung ke Ronald, “Sudah, aku kemari dengan membawa perintah dari Kaisar.”


Wajah Yanto seketika berubah, “Datang dengan membawa perintah dari Kaisar? ”


“Ya, pelakunya sudah mengaku, awalnya si pelaku mengaku bahwa dia dikirim oleh Raja Oscar, tapi setelah mendapat hukuman, si pelaku mengubah pengakuannya, mengatakan bahwa dia dikirim oleh dirimu, Raja Ronald.” kata Tuan Welly.


Rendi langsung berkata: “Konyol. Yang Mulia mengirim orang untuk membunuh dirinya sendiri? Bagaimana mungkin ada hal yang bodoh seperti itu di dunia ini?”


Ronald bertanya dengan tenang: “Pelakunya bunuh diri?”


“Yang ditebak Yang Mulia benar, setelah si pelaku mengaku, dia meminum racun dan bunuh diri.”


Ronald tersenyum tipis.


Tidak tahan mendapat hukuman, setelah mengakui bahwa Ronald adalah perencana di belakang layar baru bunuh diri, ini tidak logis, tapi, tidak ada bukti kematian.


“Kaisar memintaku datang untuk bertanya pada Yang Mulia, apakah yang dikatakan oleh si pelaku itu benar?” Kata Tuan Welly.


Ronald perlahan menggelengkan kepalanya, “Tidak, aku tidak melakukannya.”


Tuan Welly berkata: “Jika begitu, aku akan kembali ke Istana terlebih dulu untuk melaporkan jawaban Yang Mulia, beberapa hari ini lebih baik Yang Mulia tidak meninggalkan tempat ini.”


“Aku ingin pergi ke Istana.” Kata Ronald.


“Kaisar berkata, Raja Ronald jika tidak diperintah maka tidak boleh memasuki Istana.” kata Tuan Welly.


Tubuh Ronald perlahan-lahan tenggelam, “Aku mengerti, antar Tuan Welly.”


Yanto membungkuk dan berkata: “Tuan Welly, hati-hati di jalan.”


Tuan Welly mengangguk, membungkuk dengan hormat pada Ronald, “Aku undur diri terlebih dulu!”

__ADS_1


Tuan Welly melangkah mundur dua langkah, berbalik dan keluar, membawa para penyelidik yang ada di luar.


Yanto terdiam beberapa sesaat kemudian berkata: “Yang Mulia, musuh adalah kegelapan, kita benar-benar tidak boleh bertindak gegabah.”


__ADS_2