Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 205. Siapa Yang Memandang Kita?


__ADS_3

Ivonne menatap Ronald, “Apa maksudnya mendapat pelajaran?”


Ronald lalu menceritakan masalah ketika dirinya pergi ke rumah Juno hari itu, termasuk menghukum dengan berat Bibi Gina yang merupakan orang kepercayaan Permaisuri Juno, tapi Ronald menyembunyikan apa yang Permaisuri Juno katakan padanya, memikirkannya saja Ronald masih tidak tenang kemudian berkata mengingatkan: “Permaisuri Juno atau siapa pun, jika mengatakan perkataan yang ingin memprovokasi hubungan kita maka kamu jangan pernah percaya.”


Ivonne tersenyum: “Aku bukan orang bodoh, apa mungkin aku tidak tahu bagaimana membedakan yang benar dan yang salah?”


Ronald pada akhirnya merasa sedikit khawatir.


Ronald dan Ivonne berbaikan setelah Ivonne menyembuhkan Paduka Kaisar, apa Ivonne pernah memikirkan dalam hatinya sendiri sebelumnya apa Ronald benar-benar memiliki maksud lain?


Karena kekhawatiran ini, suasana hati Ronald seketika menjadi buruk.


Ronald ingin mendengar perkataan jujur Ivonne, tapi dirinya takut itu akan memberinya semacam perasaan ingin menutupi.


Sup manis yang dikirim oleh Kakeknya itu membuat Ivonne melewati kehidupan normal layaknya di surga dalam dua hari ini.


Tidak muntah, juga bisa memakan sedikit makanan, terkadang mual tapi dibandingkan sebelumnya, itu tidak layak disebutkan.


Selain itu, di bawah pemeriksaan Tabib, Ivonne sudah bisa bangun dari ranjang dan berjalan-jalan di halaman setiap harinya.


Hanya saja jika dirinya tidak diikuti oleh sekelompok orang maka akan lebih nyaman.


Ronald sangat cemas, sebelum pergi, dia mengingatkan terutama pada Rendi dan Tabib Darien, selama Ivonne turun dari ranjang maka mereka berdua harus meenjaga Ivonne dengan baik.


Dua hari kemudian Cecil datang berkemas dan berkata dengan gembira: “Kali ini Ayah yang memintaku untuk datang kemari menemanimu.”


“Memintamu? ” Ivonne tersenyum, merasa lucu mendengar kata yang digunakan Cecil.


Cecil mengangkat alisnya, “Meskipun ini juga sebuah perintah tapi nadanya jauh lebih baik.”


Cecil membawa berita di kediaman Hendra.


Nenek makan banyak akhir-akhir ini dan juga mengambil inisiatif untuk minum obat, Nenek juga berjalan-jalan di halaman setiap hari.


Kakaknya, Lundy sudah dipindahkan ke Divisi Keuangan.


Nenek Viona hari itu memberi pelajaran pada pengurus rumah, Nenek ternyata menyela dan membantu pengurus rumah.


Cecil tersenyum dan berkata, “Kakak tidak melihatnya, betapa tidak enak dilihat raut Nenek Viona saat itu, matanya dibuka sangat lebar, dia sangat terkejut.”


“Apa yang membuatnya terkejut?” Tanya Ivonne sambil memakan buah plum.

__ADS_1


“Tentu saja terkejut karena Nenek ikut mengurus urusan yang ada di rumah, kemudian Nenek melihat Nenek Viona yang melamun, Nenek kemudian menyuruhnya untuk mengambil rekapan catatan untuk melakukan pencocokan keuangan, ini membuat Nenek Viona terkejut hingga terpaku dengan bodohnya.”


Ivonne terpaku, “Benarkah?”


Masalah mengenai pencocokan keuanga awalnya dilakukan oleh Ibu dan juga orang yang bertugas, apa Nenek ingin kembali mengurus rumah?


Dalam beberapa tahun terakhir Nenek Viona mungkin telah banyak mengambil uang secara pribadi, jadi jika ingin melakukan pencocokan keuangan maka Nenek Viona pasti turun dari posisinya.


Nenek sangat cerdas, jika Nenek benar-benar ingin mengendalikan maka Nenek Viona sudah tidak dapat menyembunyikannya lagi.


Ivonne sangat senang, jika Nenek seperti ini maka bisa dilihat Nenek akan bertahan.


“Oh iya, aku datang dengan membawa banyak barang, Ayah dan Ibu memberimu hadiah, dari Kak Lundy juga ada.” Cecil meminta pelayan untuk membuka kotak lalu mengeluarkan benda itu satu per satu.


Hendra dan Nelly memberikan Babi emas.


Tahun depan adalah tahun babi, jika anak ini dilahirkan dengan lancar maka akan lahir pada tahun babi, jadi jika memberikan babi emas ini bisa dianggap mereka mengeluarkan cukup banyak uang.


Kak Lundy memberikan sebuah mainan drum kecil.


“Kakak yang membuatnya sendiri.” Cecil menyerahkannya pada Ivonne, mainan itu dibuat dengan menggunakan kulit sapi, dua bola kecil di samping terbuat dari kayu, Ivonne menggoyangkannya dan terdengar suara, terdengar sedikit seperti suara detak jantung.


Hadiah ini diberikan dengan penuh hati, ketika bayi berada di dalam tubuh seorang Ibu maka musik terbaik adalah detak jantung sang ibu, dan suara drum kecil ini akan membuat sang bayi terbiasa dan merasa nyaman.


“Aku tahu.” Ivonne memberikan mainan itu pada Bibi Vera, “Simpan dengan baik.”


Cecil kemudian mengeluarkan dua potong pakaian kecil, dengan pola awan biru muda, tanpa sulaman, begitu lembut dan nyaman, dengan wajah tersipu berkata: “Ini dibuat olehku.”


Ivonne mengambilnya, mengelusnya dengan tangannya dan tersenyum, “Kamu yang membuatnya? Bagus sekali.”


Bibi Linda tersenyum: “Nona Cecil benar-benar perhatian, pakaian ini dibuat dengan begitu baik membuat orang yang melihatnya begitu menyukainya.”


Cecil kemudian berkata berkata: “Aku sebagai Bibinya juga tidak memiliki apa pun yang bisa diberikan untuknya, jadi aku membuat dua pakaian kecil, tunggu ketika dia lahir aku harus membuatkan untuknya lagi.”


Cecil selalu bersikap sembrono, Ivonne tidak menyangka bahwa keterampilan menjahitnya begitu baik, jika Peter bisa menikah dengan Cecil maka dia benar-benar sangat beruntung.


Membicarakan Peter, Ivonne kemudian mengusir orang-orang dan menyisakan Cecil dan dirinya untuk mengobrol.


“Bagaimana dengan masalah pernikahanmu, apa ada pergerakan lagi?” Tanya Ivonne.


Cecil marah, “Bisakah tidak membicarakan hal ini? Merusak suasana hatiku.”

__ADS_1


“Aku sudah meminta kakak iparmu untuk membantumu.” Kata Ivonne.


Cecil tercengang kemudian tertawa, “Sudahlah, Kakak ipar mana mungkin mengurus hal ini? Kakak tidak perlu menghiburku, lagipula selama bisa mempertahankan nyawa, selama orang itu tidak begitu tua atau penampilannya tidak jelek maka aku akan pasrah.”


“Mengapa kamu berpikir demikian? Kamu terlalu pesimis.” Ivonne selalu merasa Cecil masih muda tapi terlalu pesimis, selalu berpikir kemungkinan yang terburuk.


Cecil berkata dengan lemah, “Bukan pesimis, apa Kakak masih mengingat Lanny? Dia sudah akan menikah dan menikah dengan Tuan Johan yang merupakan seorang sarjana berusia 62 tahun, Lanny itu berumur tidak sampai 16 tahun.”


Lanny?


Wajah bulat naif dan kekanak-kanakan muncul di kepala Ivonne.


Gadis itu tertawa dan memiliki dua lesung pipit yang sangat cantik.


Lanny suka bermain menendang bola, mengejar kupu-kupu, dan juga keterampilan menjahitnya sangat baik.


Ayah Lanny tampaknya bekerja di Jingzhaofu.


Ivonne memikirkan gadis kecil yang lucu itu akan menikahi seorang pria tua, dirinya benar-benar mual.


Ivonne tiba-tiba merasa dirinya tidak nyaman.


Dunia macam apa ini?


“Kapan akan menikah?” Ivonne berkata sambil memegang dadanya.


“Baru saja bertukar undangan dan tinggal menunggu hari.” Cecil juga tampaknya marah kemudian berkata: “Sebelum aku kemari, Lanny datang mencariku dan berkata ingin mengobrol denganku, aku terburu-buru kemari jadi aku memintanya untuk datang kemari mencariku nanti.”


Ivonne menatap Cecil, “Hmm?”


Cecil tersenyum pahit, “Jangan menatapku seperti itu, aku butuh seseorang yang bernasib sama untuk mengobrol denganku, memberiku keberanian, Kakak tenang saja, aku bisa bicara di luar tanpa perlu membawanya masuk.”


Ivonne berkata, “Tidak masalah jika Lanny datang, aku juga bukannya tidak mengenalnya.”


“Ya.” Cecil mengemas barang-barangnya, “Kakak istirahatlah, aku pergi dulu.”


Ivonne menarik Cecil duduk, “Aku tanya padamu, apa kamu ingat pada Peter?”


“Peter? Aku tahu dia, wakil kepala penjaga istana.” Kata Cecil.


“Jika dia ingin menikah denganmu, apa kamu mau?” Tanya Ivonne.

__ADS_1


Cecil terpaku sejenak kemudian tiba-tiba tertawa.


Sambil tertawa Cecil menyeka air mata di sudut matanya, “Benar-benar lucu, air mataku sampai mengalir keluar, Kak, meskipun kamu adalah seorang Permaisuri tapi kamu juga tidak bisa mengendalikan keluarganya, apa kamu tahu seberapa besar pengaruh keluarganya di kota ini? Bahkan jika dia ingin menikahi seorang Putri, itu sama sekali bukan masalah. Aku? Aku hanya putri dari keluarga Hendra yang sudah hancur, terus terang saja, bahkan Tuan Johan saja tidak memandang keluarga kita, posisi Ayah kita itu dipertahankan dengan menggunakan uang, jika bukan karena mendapat posisi itu turun-temurun, maka keluarga kita sudah pasti hancur dengan sangat menyedihkan, siapa yang memandang kita?"


__ADS_2