Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 148. Mengetahui Kesulitannya


__ADS_3

Ronald memandang sekilas ke arah Juno, raut wajahnya itu begitu bangga.


Gilang memiliki reaksi seperti hari ini, Ronald tidak terkejut sama sekali.


Gilang sebagai sekretaris pemerintahan sangat memandang penting urusan negara. Kasus ini memang menimbulkan kepanikan bagi para rakyat, Gilang mengusulkan untuk menyelesaikan kasus sesegera mungkin itu sudah ada dalam perhitungan Ronald.


Tapi petunjuk saat ini, hanya ada satu orang bodoh dan seekor anjing, apa bisa menemukan petunjuk penting dari orang bodoh dan seekor anjing?


Sudah jelas itu tidak mungkin.


Setelah pertemuan itu selesai, Ronald pertama-tama kembali ke kediamannya terlebih dulu, menemukan bahwa Ivonne memerintahkan para bawahannya untuk membawanya ke tempat Indra. Ronald menggelengkan kepalanya, Ivonne ternyata memang benar-benar tidak bisa beristirahat baik-baik.


Kembali ke tempat kerjanya, Ronald menyampaikan perintah Kaisar yaitu dalam 7 hari kasus ini sudah harus dipecahkan.


Para bawahannya seketika menjadi ricuh.


Ronald menggebrak meja dan dengan marah berkata, “Masih tidak pergi mencari petunjuk? Pergi dan tanyakan lagi pada orang yang ada di dekat tempat kejadian, atau pergi ke daerah sekitarnya untuk menemukan senjata pembunuhan itu.”


Sang Yang Mulia sudah mengamuk, tidak ada yang berani berbicara, semua orang bergegas untuk pergi.


Dalam beberapa hari berikutnya, Ronald selalu pergi pagi dan pulang larut malam.


Ketika Ivonne belum bangun, Ronald sudah keluar, dan ketika Ivonne sudah tertidur, Ronald baru pulang.


Ivonne tahu Ronald sedang sibuk dengan kasus ini, dirinya juga tidak bisa membantu jadi Ivonne tidak boleh menambah masalah untuk Ronald lagi.


Luka Ivonne juga sudah berangsur pulih.


Sudah bisa berjalan, hanya saja gerakannya masih tidak nyaman.


Ivonne juga masih meluangkan waktu untuk pulang ke rumah keluarganya, Ivonne pulang diam-diam, tidak membuat keributan besar, hanya pulang untuk menjenguk Neneknya dan memberikan obat untuknya, tidak ada orang yang keburu untuk mencari masalah dengannya, Ivonne sudah langsung pergi.


Kediaman Indra akhir-akhir ini juga sangat damai, setelah Selir Renata melakukan penyelidikan, sudah jelas itu membuat beberapa orang terkejut, di kediaman itu juga terjadi pertukaran orang secara besar-besaran, jika ada yang dicurigai, maka Selir Renata tidak ragu untuk mengeluarkannya.


Wendy juga sudah kembali ke Istana, jika sudah kembali ke Istana maka akan sulit baginya untuk keluar lagi, itu karena dia masih belum menikah.


Putri Lilian datang keesokan harinya, dia sudah akrab dengan Ivonne, kesinisannya sebelumnya sudah tidak ada.


Setelah memeriksa Indra, Ivonne duduk di aula dan mengobrol bersama Putri Lilian.


Putri Lilian bertanya dengan perhatian, “Oh iya, apa sudah ada kemajuan mengenai kasus itu? Hari ini sudah hari kelima.”


“Apanya yang hari kelima?” Ivonne tercengang dan kemudian bertanya.


Putri Lilian bertanya dengan aneh, “Apa kamu tidak tahu? Ayah memerintahkan Ronald untuk menyelesaikan kasus ini dalam tujuh hari, hari ini sudah hari kelima.”

__ADS_1


“Aku tidak tahu, Ronald tidak mengatakannya.” Ivonne meletakkan cangkirnya, “Dia sangat sibuk akhir-akhir ini, meskipun tinggal seatap tapi aku sudah tidak berbicara dengannya selama beberapa hari.”


“Tujuh hari untuk memecahkan kasus pembunuhan, dan lagi ini adalah kasus pembunuhan satu keluarga, mana mungkin bisa begitu mudah? Sekretaris negara Gilang dan Kak Juno benar-benar sengaja menyulitkan Ronald.” Suami Putri Lilian adalah orang bagian kriminal, mengenai hal ini Putri Lilian sudah tahu sejak lama.


Ivonne bertanya, “Apa hubungan antara masalah ini dengan Yang Mulia Juno? Bukankah ini perintah Kaisar?”


Putri Lilian ragu-ragu sejenak, kemudian berkata dengan suara rendah, “Gilang sangat memandang penting kasus ini, dia mengungkit kasus ini di pertemuan pagi itu, ingin Ronald menyelesaikan kasus itu dalam 3 sampai 5 hari, tapi perkataan Gilang ini, semua orang juga tahu bahwa itu hanya tekanan, tapi kemudian Kak Juno memohon untuk memberikan waktu 7 hari bagi Ronald untuk menyelesaikan kasus itu, dia saja sudah seperti ini, apa lagi yang bisa dikatakan Ayah?”


Ivonne yang mendengarnya merasa marah, “Mengapa orang ini begitu menyebalkan?”


Putri Lilian tersenyum pahit, “Jika hanya menyebalkan maka tidak masalah, tapi takutnya masih memiliki motif lain, aku tidak akan membicarakannya lagi, kasus ini tidak seharusnya dibicarakan oleh kita para wanita.”


Ivonne tahu bahwa Lilian itu begitu rasional, Lilian berpikir lebih baik mengurangi masalah dibanding menambah masalah.


Terutama dalam hal menyinggung orang lain atau memprovokasi, Lilian biasanya tidak akan membicarakannya, hari ini, dia bisa berbicara seperti itu, bisa dilihat bahwa Lilian sudah tidak tahan melihat tindakan Juno.


Selir Renata tidak tertarik pada kasus ini, tapi dia sangat tertarik pada hal yang berhubungan dengan Juno dan istrinya.


Renata memegang cangkir teh dan berkata, “Permaisuri Juno itu benar-benar sakit, apa kalian tahu hal itu? Kudengar kemarin malam bawahan di kediaman Juno pergi ke Istana untuk meminta pertolongan dari Tabib.”


Putri Lilian berkata, “Aku tahu, hanya saja tidak tahu dia sakit apa.”


Renata dengan dingin berkata, “Bisa pergi ke istana untuk meminta pertolongan Tabib di malam hari, takutnya itu bukan penyakit biasa.”


Ivonne benar-benar merasa sangat sebal pada Permaisuri Juno, karena itu saat ini Ivonne tidak menempatkan dirinya sebagai seorang Dokter, Ivonne hanya dengan datar berkata, “Masalah ini tidak ada hubungannya denganku juga jadi aku tidak mau mengurusnya!”


Ivonne tersenyum, “Dia tidak akan memohon padaku.”


“Sulit dikatakan, orang ini tidak punya batasan.” Kata Renata.


Putri Lilian juga memandang Ivonne dengan rasa ingin tahu, “Bagaimana jika benar-benar memohon?”


Ivonne berpikir sejenak, “Hatiku sudah pasti tidak rela melakukannya.”


Juno pernah bertindak pada Ronald, dan pembunuhan kali itu hampir membuat Ronald kehilangan nyawanya.


Permaisuri Juno juga bukan orang yang tidak bersalah, dia bahkan lebih kejam dari Yang Mulia Juno, jika tidak, maka dia tidak akan dengan sengaja berkata seperti itu pada Indra dan membuat Indra menyerah akan perawatan penyakitnya.


Jika tidak ada pasangan seperti ini, maka hari-hari akan jauh lebih baik.


Ivonne kembali ke kediamannya sekitar jam 6, terus menunggu Ronald pulang.


Beberapa malam sebelumnya Ivonne terlalu lelah, menunggu sampai tertidur, tapi malam ini bagaimanapun caranya dia harus menunggu sampai Ronald pulang.


Ronald tidak pulang malam ini.

__ADS_1


Masih belum ada kemajuan sama sekali, sudah diselidiki begitu lama, bahkan pembunuhnya itu berapa orang saja masih tidak diketahui.


Mengenai senjata pembunuhan pun itu masih tidak diketahui.


Ronald bahkan membuat pengumuman, jika ada yang menemukan senjata seperti kapak atau benda sejenis, maka harus dikirimkan ke tempatnya dan akan mendapatkan hadiah uang.


Dalam dua hari, ada banyak pisau dapur yang ditemukan tapi ini tidak sesuai dengan luka yang ada di tubuh korban, orang yang membawa pisau-pisau itu hanya ingin mendapatkan hadiah uang yang akan diberikan.


Hati Ronald sangat kesal, tidak ingin pulang, dirinya takut tidak akan bisa menahan emosi dan melampiaskannya di rumah.


Ivonne terus menunggu sampai tengah malam, tapi tidak melihat Ronald pulang.


Ivonne bangkit dan menyeret kakinya yang masih sedikit sakit.


Letty berjaga di luar malam itu, ketika melihat Ivonne keluar, dia berlari mendekat dan bertanya, “Permaisuri, kenapa kamu masih belum tidur?”


Ivonne berkata, “Apa Yang Mulia masih belum kembali?”


Letty berkata, “Tadi Rendi kembali dan berkata Yang Mulia hari ini tidak pulang, kupikir Permaisuri sudah tidur jadi tidak masuk dan tidak memberitahu Permaisuri.”


Ivonne menghela nafas pelan, “Dia tidak tidur dengan nyenyak dalam beberapa hari ini, malam ini sepertinya dia tidak akan bisa tidur di sana.”


“Yang Mulia sibuk dengan urusan resmi, itu juga tidak berdaya, lebih baik Permaisuri segera tidur.” Saran Letty.


Ivonne perlahan berjalan kembali ke kamar, Ivonne juga tidak bisa tidur.


Hari kelima, setelah fajar ini terbit maka sudah hari keenam, masih tersisa dua hari, apa Ronald dapat menyelesaikan kasus ini?


Ivonne berpikir sejenak, dengan suara keras memanggil Letty, “Cepat siapkan kereta kuda, aku ingin pergi ke tempat Yang Mulia.”


“Untuk apa Permaisuri pergi ke sana?” Letty berkata setelah tercengang untuk beberapa saat.


“Aku tidak tahu, aku hanya ingin menemaninya.” Ivonne berganti pakaian, malam sangat dinign jadi Ivonne juga mengenakan jubah.


Letty masih berusaha membujuk, “Permaisuri, cederamu masih belum sembuh total…”


Ivonne memimpin dan berjalan keluar, “Jangan banyak omong, cepat siapkan kereta kuda.”


Letty hanya bisa berlari keluar dan membangunkan orang yang akan mengendarai kereta kuda, memintanya menyiapkan kereta kuda di depan pintu dan menunggu Permaisuri.


Orang-orang di Jingzhaofu benar-benar sudah tidak berdaya.


Bahkan Yanto juga datang dan berpartisipasi dalam analisis kasus ini, tapi sekarang yang diketahui itu terlalu sedikit, tidak tahu bagaimana cara untuk memulai.


Jika kasus tidak dapat diselesaikan maka tidak masalah karena tidak ada petunjuk sama sekali. Tapi setelah tujuh hari, bagaimana caranya melaporkan pada Kaisar? Mengatakan bahwa setelah melakukan penyelidikan sekian lama tapi tidak menemukan petunjuk apapun?

__ADS_1


Ronald sudah tidak mengamuk lagi, kasus ini memang sangat sulit, bawahannya benar-benar sudah berusaha yang terbaik.


__ADS_2