Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 180. Raja Stanley Yang Gagal


__ADS_3

Ivonne juga merasa dirinya seakan menelan seekor lalat malam ini.


Karena kata Ronald dia tidak tahu harus memanggil Ivonne apa.


Jika langsung menyebut nama sepertinya itu terlalu biasa.


Permaisuri, itu terlalu dingin dan terlalu formal.


Vonvon… ketika dipanggil seperti itu membuat Ivonne merinding.


Pada akhirnya, Ronald memutuskan tetap memanggilnya Yuan yang diambil dari nama belakang Ivonne.


Kepala Ivonne tiba-tiba terlintas sebuah adegan.


Seorang pemimpin sedang memegang tangan seorang pria tua dengan rambut memutih, dengan bersyukur berkata: “Komandan Yuan, kamu telah bekerja keras selama 40 tahun di pos milikmu, hari ini kamu dapat pensiun dengan gemilang!”


Ivonne sudah hampir muntah membayangkannya.


Yuan, memakai nama belakangnya untuk memanggilnya itu benar-benar sangat kuno, Ivonne hanya seorang gadis yang berusia 17 tahun.


Ivonne bertanya dengan nada tidak baik: “Kalau begitu aku memanggilmu apa?”


Ronald dengan seenaknya berkata: “Panggil aku Yang Mulia!”


Ivonne terlalu malas untuk mempedulikannya, berbalik dan membelakanginya.


Ronald menarik lengan Ivonne, “Marah? Kalau begitu kamu ingin memanggilku apa?”


“Ronald!”


“Lalu aku memanggilmu apa?”


“Aku tidak mengubah namaku, panggil aku Ivonne!”


Ronald meletakkan tangannya di belakang kepalanya, “Itu terlalu membosankan.”


Ronald berpikir memanggilnya Yuan akan lebih baik, terus memanggil Ivonne seperti itu hingga tua.


Pada saat itu ketika mereka sudah tua dan dikelilingi oleh anak serta cucu mereka, itu adalah kehidupan yang benar-benar bahagia.


Yang Ivonne pikirkan adalah bagaimana cara Kaisar akan menghukum Clara.


Ronald menekannya, “Apa yang kamu pikirkan?”


Ivonne melihat nyala gairah di mata Ronald yang familiar, kemudian bergegas memejamkan matanya, “Aku tidak memikirkan apa-apa, aku sangat mengantuk.”


“Baik, kalau begitu kita akan melakukannya dengan cepat, tidak boleh mengganggu waktu tidur!” Ronald kemudian dengan cepat membuka pakaiannya dan langsung memasuki tubuh Ivonne.


Ivonne menghela nafas pelan, orang muda memang memiliki banyak energi!


Usia Ivonne sudah tua, dia benar-benar tidak sanggup menerimanya.


Tubuhnya memang berusia 17 tahun, tapi jiwanya itu sudah berusia 23 tahun.


Lebih baik jangan mengungkitnya!

__ADS_1


Ivonne tiba-tiba menyadari akhir-akhir ini dirinya jarang merindukan keluarganya.


Awalnya dirinya selalu merasa mengambang di udara, tapi sekarang Ivonne sudah memiliki perasaan semacam sudah mendarat.


“Fokuslah, tidak boleh hilang fokus!” Ronald menggigit bibir Ivonne.


Ivonne bekerja sama, perlahan-lahan pikirannya terbawa oleh kenikmatan yang dirasakan tubuhnya.


Setelah pertempuran tubuh itu, Ronald merasa Ivonne tidak bekerja sama mengenai urusan ranjang akhir-akhir ini.


Ivonne malah merasa Ronald sedang menguras energi di tubuhnya, meskipun Ivonne masih muda tapi juga tidak bisa seperti ini terus.


Argumen mereka tidak selesai kemudian mereka tidur!


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Ronald sudah dipanggil ke istana.


Ivonne tahu akan ada keputusan hari ini, jadi setelah kembali dari kediaman Indra, Ivonne menunggu dengan gelisah.


Ketika siang hari, Ronald memasuki gerbang pintu rumah.


Ivonne menghampirinya dan buru-buru bertanya, “Bagaimana? Roy tidak disalahkan bukan?”


Ivonne berharap Clara terkena sial, tapi sebenarnya Ivonne benar-benar khawatir akan Roy.


Ronald menggemggam tangan Ivonne kemudian masuk ke dalam dan berkata: “Roy mendapat penghargaan dan diberikan hadiah 100 perak.”


Hati Ivonne akhirnya merasa lega, “Kalau begitu usahaku tidak sia-sia.”


“Tidak hanya itu.” Ronald menarik Ivonne duduk, menatapnya dan berkata: “Clara hari ini memasuki istana hari untuk mengaku bersalah dan bertanggung jawab atas masalah di gerbang kota, Clara tidak hamil tapi Tabib salah memeriksanya.”


“Tidak menghukumnya, hanya menegurnya beberapa kata dan memerintahkan Clara untuk menggunakan uangnya sendiri dan memberikan kompensasi pada para korban yang terluka.”


Ivonne tidak berani meminta terlalu banyak, itu sudah membuatnya sangat puas, lagipula Clara bisa lolos dari masalah itu.


Ivonne berkata, “Oscar pasti menemani Istrinya itu kan?”


Ronald menggelengkan kepalanya, “Tidak, Oscar tidak menemaninya, Clara pergi sendiri.”


Ivonne makin terkejut, “Hal sebesar itu, Oscar yang begitu gila menjaga Istrinya itu ternyata tidak menemani? Apa dia sudah berubah?”


“Aku juga merasa sangat aneh, sedang berpikir apa harus pergi ke kediaman Oscar untuk bertanya padanya?” Tatapan mata Ronald tertuju lurus pada wajah Ivonne, ingin melihat apa Ivonne menolak atau tidak.


Ivonne kemudian berkata: “Pergilah.”


Begitu mudahnya, pasti ada jebakan, “Sudahlah, tidak perlu pergi juga.”


Ivonne berkata: “Pergilah!”


Ivonne tidak memikirkan apa yang dipikirkan Ronald dirinya hanya penasaran mengapa Clara mengakui kejahatannya sendiri, dan juga lebih bertanya-tanya mengapa Oscar tidak menemani Clara pergi, Ivonne tidak bisa mengendalikan jiwa ingin tahunnya.


Ronald berbalik, “Aku tidak pergi!”


Ronald sudah mengatakan tidak pergi tapi masih disuruh pergi, terlalu memandang rendah dirinya.


Keesokan harinya Ronald kembali ke birokrat, Ivonne pergi ke kediaman Indra lebih dulu kemudian beru pergi ke kediaman Stanley.

__ADS_1


Sejak Stanley terluka, dia tidak pernah datang lagi ke kediaman Ronald.


Ivonne merasa dirinya tidak sopan jika tidak pergi mengunjungi Stanley.


Tidak tahu bagaimana kabarnya urusan Stanley yang mengambil selir.


Pergi ke kediaman Stanley, Istri Stanley yang menyambutnya, Ivonne kemudian bertanya: “Di mana Kak Stanley?”


Permaisuri Stanley tersenyum dan berkata: “Sedang berlari di taman.”


Ivonne terkejut, “Sedang menurunkan berat badan?”


“Ya, sejak insiden terakhir kali, dia selalu mengatakan bahwa itu dikarenakan dirinya gemuk, tidak bisa kabur di saat kritis, merasa itu benar-benar memalukan jadi dia akhirnya bersemangat menurunkan berat badan.” Kata istri Stanley sambil tersenyum.


“Kalau begitu masalah penyerangan itu bisa dibilang adalah hal yang baik.” Kata Ivonne sambil tertawa.


Istri Stanley tidak begitu optimis, “Lihatlah bisa bertahan selama berapa hari.”


Lagipula tekad untuk termotivasi dan bersumpah untuk menurunkan berat badan ini tidak hanya terjadi sekali dua kali saja, tapi sudah lebih dari sepuluh kali.


Setiap tahun, Stanley selalu bersumpah dengan penuh tekad tapi itu tidak bisa bertahan selama setengah bulan dan pada akhirnya Stanley menyerah.


“Kak Stanley baru saja pulih dari cederanya, tidak boleh berolahraga berlebihan.” Kata Ivonne.


Istri Stanley berdiri, “Berlebihan? Ayo kita pergi dan melihat bersama.”


Ivonne melihat raut wajah Istri Stanley tampak sedikit aneh, ingin tertawa dan juga marah, Ivonne kemudian berkata, “Baik, ayo kita pergi melihatnya.”


Keduanya pergi ke halaman, duduk di bangku batu di gazebo, melihat Stanley sedang berlari menghampiri dari ujung lain.


Ivonne melihat sekilas, sebenarnya itu bisa dianggap berlari.


Tapi tidak tahu mengapa, pelayan yang menemani di sampingnya itu berjalan dengan pelahan-lahan, tapi mengapa pelayan itu malah bisa berada di depan Stanley?


Nafas Stanley terengah-engah, berkeringat, tampak kekurangan oksigen, matanya sesekali berputar dan lidahnya terjulur keluar.


Ketika berlari, daging di wajahnya bergetar, begitupula dengan daging di tubuhnya, seperti ombak yang bergelombang.


Ivonne merasa tidak tega melihatnya, “Anjingku ketika berlari juga akan menjulurkan lidah, apa dia tidak bisa berlari lebih cepat?”


Istri Stanley tersenyum dan berkata: “Bisa!”


Istri Stanley berteriak, “Cepatlah sedikit, jika seperti itu tidak akan ada hasilnya.”


Ketika Stanley mendengar perkataan itu, dia meregangkan lehernya dan kedua tangannya terulur ke belakang.


Istri Stanley menutup matanya.


Ivonne merasa aneh, kemudian dia melihat Stanley tersandung dan langsung menimpa pelayan yang ada di depannya itu, jeritan kesakitan pelayan itu masih terdengar di kediaman Stanley.


Ivonne tertawa, tapi akhirnya dia mengerti, Stanley tidak memiliki keseimbangan di tangan dan kakinya, dia tidak bisa bergerak dengan cepat, hatiya ingin bergerak dengan cepat, tapi tangan dan kakinya tidak bisa mengimbangi, nafasnya juga tidak bisa mengimbangi.


Orang semacam ini sulit untuk menurunkan berat badan dengan berolahraga.


Ivonne kemudian berkata: “Sudahlah, biarkan Kak Stanley berhenti berlari dan melakukan renang saja, berenang pagi dan malam, di saat bersamaan juga memberinya menu makanan untuk menurunkan berat badan.”

__ADS_1


__ADS_2