
Ronald sangat terkejut, awalnya dia pikir Ivonne akan berkata sinis satu atau dua kalimat, tapi Ivonne malah langsung beralih ke masalah inti.
Itu artinya Oscar benar-benar tidak memiliki beberapa nyawa untuk dapat tetap menduduki posisi pangeran makhota itu.
Ini mungkin alasan mengapa Gilang masih tetap diam, sekarang jelas bukan waktunya.
Ronald juga sangat penasaran, apa Ivonne benar-benar tidak tertarik sama sekali pada posisi putri mahkota? Menjadi seorang putri mahkota maka itu artinya Ivonne akan menjadi Ratu di kemudian hari, tentu saja dengan syarat Ronald masih dapat terus hidup sampai hari ketika dirinya naik takhta.
“Apa kamu benar-benar tidak ingin aku bersaing untuk mendapatkan posisi sebagai Pangeran mahkota?” Tanya Ronald.
Ivonne menatap Ronald sekilas dengan aneh, “Kenapa malah bertanya padaku berharap atau tidak? Bukan aku yang menjadi pangeran.”
“Jika aku adalah pangeran mahkota maka kamu akan menjadi putri mahkota.”
Ivonne tersenyum, “Apa perbedaan antara putri mahkota dan permaisuri?”
“Mengapa tidak ada perbedaan? Jangan pura-pura bodoh denganku, apa kamu tidak ingin menjadi seorang ratu?” Ronald menatap Ivonne.
Ivonne memindahkan cangkir di atas meja kemudian berkata dengan pelan, “Memikirkannya mudah tapi jalannya itu berbahaya, sama sekali tidak sepadan.”
Masih ucapan yang sama, pengorbanannya terlalu besar, tidak sepadan.
“Tapi,” Ronald menatap Ivonne dan makin membahas masalah yang mendalam, “Jika Oscar bisa menduduki kursi Pangeran mahkota dengan aman itu tidak masalah, jika tidak maka orang yang menduduki posisi Pangeran makhota itu tidak akan pernah melepaskan kita, jadi pada akhirnya, memperebutkannya atau tidak tetap akan diincar untuk dibunuh.”
Pandangan mata Ivonne sedikit berkedip, “Kamu menginginkannya?”
Ronald menggelengkan kepalanya dengan pelan, “Tidak, itu hanya skenario terburuk.”
Jika Ronald benar-benar harus berbuat demikian, maka dirinya juga tidak akan melarikan diri.
Ivonne mengangkat bahunya, “Sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir menganai hal ini saat ini, Ayah masih sangat muda, sekarang pikirkan dulu cara untuk mengatasi masalah Roy, masalah di depan mata ini lebih mendesak.”
Ronald menenangkan suasana hatinya kemudian berkata pada Ivonne, “Yang kamu katakan benar, karena kamu setuju dengan rencana ini maka mari kita pergi ke istana sekarang.”
__ADS_1
Ada cahaya aneh di mata Ronald, “Saat ini biasanya Ayah sedang bertemu dengan para menteri di ruang kerja kekaisaran.”
“Aku akan pergi sendiri, kamu anggap saja tidak tahu apa-apa.” Kata Ivonne.
“Aku mengerti!” Ronald benar-benar tidak boleh tahu tentang hal ini, atau Ayahnya akan lebih marah.
Kaisar Mikael dan para Menteri Kabinet sedang membahas politik di dalam, Ivonne pergi ke luar Aula Istana Kerajaan dan langsung berlutut, itu mengejutkan Kasim David.
“Haiya, Permaisuri, apa yang kamu lakukan? Cepat bangun!” Kasim David melangkah maju untuk membantu memapah Ivonne.
Ivonne tampak sedih, “Tidak, Kasim David, biarkan aku berlutut, aku benar-benar tidak bisa lepas dari kesalahan dan datang untuk mengaku bersalah pada Ayah.”
Kasim David tidak berani membiarkan Ivonne berlutut di sini, dia bergegas masuk untuk melaporkannya pada Kaisar Mikael.
Ketika Kaisar Mikael mendengar hal ini, dia mengerutkan kening dan berkata, “Antar dia pulang lebih dulu, apa kamu tidak melihat aku sedang sibuk?”
“Kaisar, aku hanya takut sulit untuk membujuknya!” Kata Kasim David.
Kaisar Mikael sedikit terkejut kemudian berdiri dan berkata, “Minta dia datang ke aula samping untuk bertemu denganku.”
Aula samping dan aula utama istana kerajaan tidak jauh, Kaisar Mikael masuk dan Ivonne dibawa masuk dari pintu samping yang lain.
Ivonne berlutut, sebelum berbicara Kaisar Mikael sudah berkata dengan dingin: “Bangun, aku tahu ide apa yang kamu miliki, cepat segera keluar dari istana.”
Ivonne tahu cara itu pasti akan ketahuan oleh Ayah mertuanya ini, tapi drama ini masih harus dilakukan, Ivonne berkata dengan sungguh-sungguh: “Ayah, masalah di gerbang kota, menantumu ini akan bertanggung jawab sepenuhnya.”
“Apa hubungannya denganmu? Masalah apa yang ingin kamu buat?” Kaisar Mikael sedikit kehilangan kesabaran, Ronald serta menantunya ini makin lama menjadi semakin tidak masuk akal.
Ivonne berkata dengan suara keras: “Ada hubungannya, aku sebagai seorang Permaisuri, mendapatkan kasih dari Kaisar dan juga didukung oleh rakyat, pada saat kejadian itu terjadi meskipun aku ada di tempat tapi aku tidak dapat mencegahnya dan juga tidak dapat melakukan penyelamatan dengan baik, itu menimbulkan luka para korban bertambah parah, tempat kejadian itu sangat kacau, semua ini harus menyalahkanku karena tidak bisa menghentikan insiden ini lebih awal. Pada saat itu aku berada di atas menara kota, ketika melihat orang-orang yang mengantri sudah cemas aku sudah berpikir bahwa sesuatu akan terjadi, tapi aku malah berpikir itu akan baik-baik saja dan tidak tepat waktu memerintah orang untuk pergi memberitahu pihak Jingzhaofu, sekarang orang-orang mengkritik dan menuduh Permaisuri Clara munafik dan berpura-pura baik, ingin menggunakan semangkuk bubur untuk memenangkan nama kehormatan, aku sebagai Permaisuri juga merasa tidak nyaman, para rakyat menuduh dan menyalahkan Permaisuri Clara tapi kenapa tidak menyalahkanku? Aku gelisah semalaman, hatiku tidak tenang, aku harus datang ke Istana dan mengaku dosa pada Ayah, tolong Ayah memberikan perintah dan menghukumku untuk meyakinkan orang-orang di Negara ini.”
Ivonne merasa perkataan Timothy yang diajarkan pada Ronald itu mengandung maksud tidak boleh menjadikan Clara pelakunya, karena Ivonne akan menjadi kambing hitam, maka sudah pasti Ivonne tidak akan melepaskan Clara, Ivonne harus menyeret Clara bersama dengan begitu baru adil.
Mengenai hal ini merupakan berkat dari ajaran Paduka Kaisar, jika ingin melakukannya maka lakukan dengan kejam.
__ADS_1
Kaisar Mikael benar-benar sangat marah.
Namun perkataan Ivonne begitu tulus, matanya berkaca-kaca, seolah-olah Ivonne benar-benar melakukan hal berdosa, yang paling penting adalah ada sekelompok menteri di luar yang sedang mendengarkan, Kaisar Mikael sudah pasti akan marah.
“Keluar dari istana!” Kaisar Mikael hanya bisa mengucapkan tiga kata ini kemudian merendahkan suaranya dengan marah: “Jangan berpikir aku tidak berani menghukummu, jika kamu terus menerus melakukan hal yang keterlaluan maka suatu hari kamu harus membayar atas semua keegoisanmu.”
Raut wajah Kaisar Mikael benar-benar sangat marah, bahkan Kasim David yang menonton di sebelahnya begitu ketakutan hingga tidak berani berbicara.
Ivonne juga sangat terkejut, berlutut di lantai dan merangkak dengan perlahan, tangannya merogoh saku di lengannya, gemetar untuk sesaat dan tidak banyak pergerakan.
Ketika Kaisar Mikael sudah akan mengamuk, dia malah melihat Ivonne dengan gemetar mengeluarkan sesuatu dan menyodorkannya di depannya, menatapnya dengan pandangan menyedihkan.
Kaisar Mikael hanya merasa otaknya seketika meledak, bersamaan dengan jantung serta paru-parunya, dadanya terasa sedikit sakit.
“Ayah, talenta yang baik mudah didapatkan tapi orang-orang yang setia itu sulit ditemukan. Jika seseorang yang berjasa malah dihukum padahal tidak bersalah, berapa banyak rasa kecewa dan putus asa yang akan muncul?” Ivonne memohon dan berkata dengan tulus, wajahya yang menyedihkan tadi juga sudah disembunyikan, pandangan matanya yang sekarang sedang berlutut di lantai itu begitu tenang.
Kemarahan Kaisar Mikael seketika ditekan, menatap Ivonne dengan dalam dan berkata, “Bangunlah, aku memiliki pemikiran sendiri mengenai masalah ini.”
Ivonne tidak bangun, mendongak menatap ke arah Ayah mertuanya itu, “Ayah, kamu adalah Kaisar yang bijak di hatiku.”
Kaisar Mikael berkata dengan nada tidak baik: “Apa jika aku menghukum Roy maka aku bukanlah Kaisar yang bijak lagi? Benar-benar anak yang tidak memihak keluarga tapi malah memihak orang lain!”
Ivonne melihat Ayahnya ini sudah tidak begitu marah, kemudian Ivonne dengan serius berkata: “Ayah tidak akan benar-benar menghukum Roy, bahkan walaupun hanya dihukum untuk sementara, dia juga akan dipromosikan di kemudian hari, aku tidak khawatir akan Roy, aku hanya khawatir, orang yang bersalah itu akan merasa dirinya beruntung, dia akan selalu terobsesi dan terus melakukan hal-hal yang gegabah, nantinya takutnya tidak hanya melukai beberapa rakyat saja tapi akan membuat pihak kerajaan kehilangan kepercayaan dari rakyat, Ayah, orang itu bukan pertama kali melakukan kesalahan, jika Ayah benar-benar memikirkan Raja Oscar maka seharusnya tidak menolerirnya seperti ini.”
Kaisar Mikael mendengus dingin, “Kamu benar-benar tidak takut merusak hubungan baik.”
“Kami tidak pernah memiliki hubungan baik.” Ivonne berkata dengan tegas.
Kaisar Mikael berkata dengan dingin: “Lalu kamu tidak takut orang luar berpikir kamu cemburu padanya? Atau mengatakan kamu mengiginkan hal lain?”
Ivonne menyeringai, “Tidak takut, pasti akan ada orang dengan pikiran jernih yang dapat melihat semuanya dengan jelas.”
Kaisar Mikael kembali dengan dingin berkata, “Apa kamu tidak takut keluarga Chu akan membalasmu?”
__ADS_1
Senyum Ivonne perlahan-lahan menghilang, dengan gemetar berkata: “Takut!”
Melihat ekspresi Ivonne, Kaisar Mikael baru dengan puas berkata: “Bawa tongkat kerajaanmu dan segera pergi!”