
Ronald mencium bau amis darah dari tubuh Daniel, hatinya sedikit mencelos.
Daniel itu ahli bela diri, seharusnya dia tidak terluka, kalau begitu, itu bau amis darah milik siapa?
Wanita jelek itu, mungkinkah sudah berakhir dengan begitu menyedihkan?
Memikirkan hal itu, hati Ronald seketika panik, kemudian berkata, “Aku hari ini menggerakkan tentara berkuda dari Jingzhaofu untuk menyelidiki kasus hilangnya Permaisurim mohon Tuan Daniel untuk bekerja sama.”
Daniel perlahan menarik pandangan matanya yang tajam, kemudian mendengus sekilas. “Yang Mulia adalah seorang pejabat besar, karena datang untuk menyelidiki kasus ini, maka aku tidak punya alasan untuk tidak bekerja sama, tapi jika kamu tidak dapat menemukannya di kediamanku ini, maka aku akan melaporkanmu ke hadapan Kaisar.”
Di antara perkataannya itu, terdapat ancaman. Dan ancaman ini mana mungkin sesederhana itu?
Ronald kemudian memberikan dua perintah, “Kenny, Yanto, kalian bawa orang masuk ke dalam kediaman untuk melakukan pemeriksaan, ingat, harus melihat apakah ada ruang dan jalur tersembunyi, tidak boleh melepaskan sudut manapun.”
“Rendi, kamu bawa orang untuk mencari ke bagian pintu depan dan belakang, sebelum penyelidikan selesai, tidak ada yang diizinkan untuk meninggalkan kediaman ini.”
“Baik!”
Para tentara bertindak cepat, sudah menyebar dan melakukan pencarian.
Daniel dan Ronald masih berdiri di tempat yang sama, tapi hati Ronald sudah merasa tidak tenang, tidak seyakin ketika dia datang kemari.
Ronald datang dengan membawa tentara dari Jingzhaofu, dan Daniel pada akhirnya bekerja sama, tapi, tidak mungkin dia akan begitu bekerja sama, kecuali, Ivonne telah ditangani?
Daniel melihat Ronald menunjukkan raut kegelisahan, tersenyum dengna dingin, raut wajahnya begitu licik, pandangan matanya suram, “Yang Mulia, jika kamu tidak bisa menemukannya, kamu lihat saja nanti.”
Ronald tidak berbicara, pandangan matanya sangat suram.
Dari pandangan mata Daniel, Ronald bisa merasakan adanya konspirasi.
Antara Rendi tertipu, sebenarnya Daniel tidak membawa pergi Ivonne.
Atau, Daniel membawa pergi Ivonne, tapi tidak membawanya kembali ke kediamannya.
Tidak peduli yang mana, hari ini dia sudah membuat kesalahan fatal.
Menggunakan perasaan dalam melakukan sesuatu, tidak menyelidiki dengan jelas.
Tapi dia tidak punya waktu untuk menyelidiki, jika wanita jelek itu benar-benar jatuh ke tangannya, maka konsekuensinya tidak terbayangkan.
Ronald hanya bisa bertaruh untuk yang satu ini, anggap untuk membalas budi pada Ivonne, meskipun Ronald enggan untuk mengakuinya.
“Apa kamu tahu kenapa aku terus mengincarmu?” Daniel terus melakukan yang terbaik untuk bersikap sinis, menarik sudut bibirnya, menutupi kekejaman yang ada di dalam pandangan matanya.
__ADS_1
Ronald sedikit kesal, “Aku selalu ingin tahu, tolong minta pencerahan dari Tuan Daniel.”
Daniel menegakkan ujung jarinya, dengan sinis berkata, “Karena aku memandang rendah dirimu, selain seni bela dirimu yang sedikit lebih baik, pemikiranmu dan perencanaanmu itu tidak baik, keras kepala dan sombong, tidak mendengarkan perintah, tidak menghormati seniormu, Kaisar memiliki niat untuk membuatkan jalan bagimu, kamu menggunakan kesempatan ini untuk mendukungmu naik ke posisi atas, jika Ayahmu bukan seorang Kaisar, apa mungkin kamu bisa berdiri di sini dan berbicara denganku hari ini?”
Ronald tersenyum, “Salahkan nasibmu yang tidak baik, tidak memiliki Ayah yang merupakan seorang Kaisar.”
Daniel tertawa kemudian berkata, “Benarkah? Sepertinya memiliki Ayah yang merupakan seorang kaisar juga tidak selalu berguna, hari ini kamu jatuh ke tanganku, aku akan membuatmu benar-benar hancur hingga tidak akan bisa membalikkan keadaan.”
Raut wajah Daniel tampak sangat bangga, ada kebencian yang menggila di pandangan matanya, dia menatap Ronald, hampir membakar Ronald sepenuhnya.
Pandangan Ronald tampak tenang, tapi hatinya sangat gelisah.
Takut tidak dapat menemukan Ivonne di kediaman Daniel ini, dan juga takut menemukannya, karena jika menemukan Ivonne, takut dia…
Ronald memiliki rasa takut yang tidak berani dia bayangkan.
Para prajurit kediaman kembali satu per satu dan melaporkan, “Yang Mulia, ruang utama sudah dicari, tidak menemukan apa-apa.”
“Yang Mulia, halaman belakang sudah dicari, tidak menemukan apapun.”
“Yang Mulia, seluruh kediaman sudah dicari, menemukan ruangan tersembunyi, tapi tidak menemukan Permaisuri.”
Hati Ronald perlahan mencelos, dia mendongak menatap sekilas pada Daniel, Daniel dengan bangga tersenyum.
Ronald mengangkat tangannya, kemudian melihat beberapa tentara datang dengan membawa beberapa alat penyiksaan itu, diletakkan di hadapan Ronald.
Ronald melihat alat-alat penyiksaan itu kebanyakan sudah berlumuran darah.
Daniel dengan dingin berkata, “Kenapa? Apa kamar penyiksaanku juga ingin digeledah?”
“Tidak tahu untuk apa Tuan Daniel memiliki ruangan penyiksaan?” Ronald bertanya dengan perlahan.
“Untuk menghukum bawahanku yang tidak taat, Yang Mulia juga dapat berpartisipasi untuk melihatnya, kemudian mengatakan bahwa aku mendirikan ruang penyiksaan dan bersikap kejam pada bawahanku.” kata Daniel sambil mendengus.
Yanto terlihat sangat cemas, hari ini semua tempat pada dasarnya sudah diperiksa, benar-benar tidak menemukan jejak Permaisuri.
Rendi, anak ini sebenarnya melihat dengan jelas atau tidak? Jika ini adalah kesalahan, ini benar-benar adalah bencana yang besar.
Kenny juga kembali dan berkata, “Yang Mulia, kecuali rumah yang dikunci tempat untuk mengurung anjing-anjing yang ganas, sisanya semuanya sudah diperiksa.”
“Anjing ganas?” Pandangan mata Ronald menyala.
Daniel dengan malas berkata, “Semua orang tahu bahwa aku memelihara lebih dari 20 ekor anjing ganas untuk mengawasi kediaman ini, jika Yang Mulia berpikir aku akan menyembunyikan Permaisuri di dalamnya, maka silakan masuk dan carilah, hanya saja anjing-anjing itu sangat ganas, jika terjadi sesuatu, maka jangan salahkan aku karena tidak mengingatkanmu sebelumnya.”
__ADS_1
“Yang Mulia, hanya rumah ini saja yang belum digeledah.” Yanto berkata, “Atau tidak biarkan bawahan untuk masuk dan melihatnya.”
Ronald terdiam sesaat, kemudian berkata, “Aku yang akan pergi sendiri.”
Seni bela diri Yanto masih lumayan, tapi tidak sepandai Ronald, jika anjing ganas itu mengejar dan menggigitnya, maka dia tidak akan bisa melarikan diri.
Yanto cemas, “Yang Mulia, itu berbahaya.”
“Tidak masalah,” Ronald berkata sambil memandang Daniel sekilas dengan tatapan datar, “Jika terjadi apa-apa padaku di kediaman Tuan Daniel ini, maka Tuan Daniel juga akan merasa tidak enak hati.”
Walaupun Daniel tidak memandangnya, setidaknya Ronald adalah seorang pangeran.
Daniel hanya tersenyum dingin, cahaya matahari menembus melalui pepohonan dan terpapar di wajahnya, berbintik-bintik dan suram.
“Aku sudah memperingatkan sebelumnya, jika Yang Mulia kehilangan salah satu lengan dikarenakan hal ini, maka jangan menyalahkanku.”
“Tidak masalah!” Ronald memandangnya dengan kejam, “Setidaknya nyawaku ini tidak hilang, selama masih memiliki nafas, aku pasti akan mengingat kebaikan Tuan Daniel.”
“Yang Mulia, aku akan menemanimu masuk.” Kata Yanto.
“Aku juga akan menemani Yang Mulia untuk masuk.” Kenny juga maju dan berkata demikian.
Ronald menahannya, “Kalian ikut ke sana, tapi tidak harus ikut masuk ke dalam.”
Dia memandang Daniel, “Silakan pimpin jalan.”
“Dengan senang hati!” Daniel berkata dengan membungkuk hormat.
Orang kepercayaan Daniel melihat hal ini, kemudian mengeluarkan senyum beracun.
Anjing-anjing ganas ini, akan dibunuh cepat atau lambat, jika mereka menyakiti Raja Ronald hari ini, membunuh anjing-anjing ini kemudian mengaku bersalah pada Kaisar, maka Kaisar juga tidak akan dapat marah terhadap hewan-hewan itu, dan bisa dianggap kediaman Tuan Daniel ini sudah cukup bertanggung jawab.
Dan anjing-anjing ganas ini menggigit majikan mereka, setelah ditangkap kembali mereka dipukuli dengan kejam, dipukul hingga mereka mengingatnya, jadi ketika mereka melihat musuh, hanya perlu satu gerakan saja, mereka akan dapat langsung menyerang.
Sekelompok orang itu pergi ke tempat di mana para anjing itu berada.
Dari kejauhan, sudah terdengar gonggongan anjing-anjing gila itu, suaranya membuat orang bergidik, suara itu makin lama makin keras, makin memekakkan telinga.
Pintu utamanya tertutup, tapi suara anjing-ajing gila itu seakan sudah akan meledak keluar dari dalam.
Ronald mengeraskan kulit kepalanya, dia pernah menyelamatkan nyawanya dari mulut anjing, sejak saat itu dia memiliki trauma ketakutan dengan anjing, hari ini jika bukan karena tidak berdaya, Ronald tidak akan pernah masuk ke dalam.
Ivonne, kamu lebih baik masih hidup.
__ADS_1
Aku ingin membunuhmu dengan tanganku sendiri.