Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 183. Masalah Muncul Dari Perkataan Yang Diucapkan


__ADS_3

Setelah berpikir lama, Ivonne kemudian berkata: “Aku tidak berani saat itu.”


“Tidak berani? Ini benar-benar bukan alasan yang bagus.” kata Bibi Vera.


Ivonne tersenyum: “Ya, ini memang bukan sebuah alasan yang bagus.”


Tapi Ivonne memang berpikiran seperti itu, pada waktu itu Ivonne juga terpaksa.


“Jadi?” Tanya Bibi Vera.


Ivonne menghela nafas, “Aku tidak tahu, takdir di antara orang-orang itu sangat aneh. Saat aku memasuki Istana waktu itu, sekujur tubuhku terluka, Bibi Vera adalah orang satu-satunya yang baik padaku, aku mengingat kebaikan ini selamanya.”


Perkataan ini setelah mengalami pengkhianatan dari Bibi Vera memang tidak diucapkan dengan tulus.


Tapi Bibi Vera malah terharu, sepertinya air matanya menetes.


“Selamanya.” gumam Bibi Vera dengan senyum dingin, “Dulu sekali ada seseorang yang berkata padaku akan bersikap baik padaku selamanya.”


“Dia tidak melakukannya?” Tanya Ivonne, mungkin orang itu adalah Gilang? Benar juga, bagaimana mungkin Gilang akan menyukai seorang pelayan?


“Aku tidak percaya!” Kata Bibi Vera, pandangannya tampak kosong, “Siapa yang percaya? Siapa dia? Aku ini siapa? Aku tidak percaya, aku saja tidak tahu apa itu benar atau tidak, seperti ini juga bagus.”


Tidak percaya, tidak mencoba, selalu hanya ada dua jawaban.


Ivonne menghela nafas.


“Kehidupan ini telah berlalu begitu saja.” kata Bibi Vera dengan tenang.


“Kisah yang indah tapi menyedihkan.” kata Ivonne.


Bibi Vera tersenyum, “Benarkah?”


Tidak indah, hanya pihak-pihak terkait yang tahu bahwa itu tidak indah sama sekali, karena saat-saat sulit dan juga penyiksaan yang panjang itu dilewatinya dengan perlahan.


Dirinya pernah menyesal, tapi tidak berani membiarkan penyesalan itu menyebar.


Karena begitu menyebar akan membuatmu memiliki banyak ilusi, jika begitu maka kamu tidak akan dapat menjalani hidup.


Sekarang meskipun dilalui begitu saja tapi Bibi Vera sudah melewati sebagian besar hidupnya dengan damai dan juga stagnan.


Ivonne merasakan suasana yang tiba-tiba menjadi sedikit sedih kemudian Ivonne berkata: “Oh iya, Ronald berkata hari ini adalah pemilihan selir untuk Oscar, apa menurut Bibi selir ini kemungkinan adalah putri dari keluarga Chu?”

__ADS_1


“Belum tentu!” Kata Bibi Vera.


“Belum tentu?” Ivonne terpaku, “Clara sepertinya akan segera ditinggalkan oleh Gilang, lagipula sekarang Clara ternoda, posiis istri sah dari Oscar ini mungkin tidak akan bisa lama dia duduki, apa mungkin Gilang tidak akan memilih gadis dari keluarga Chu untuk mengambil tempat?”


Bibi Vera berkata dengan pelan: “Tuan Gilang belum tentu memilih Raja Oscar sebagai pangeran mahkota, dan lagi bahkan jika Raja Oscar terpilih, jika ada wanita yang lebih baik maka dia juga akan memilih yang lebih baik.”


Kalimat ini mengejutkan Ivonne.


“Jika dia tidak memilih Oscar lalu siapa yang dia pilih? Oscar adalah cucunya bukan? Dan lagi Bibi mengatakan bahkan jika Oscar terpilih, jika ada wanita yang lebih baik maka dia akan memilih yang lebih baik, apa maksud dan tujuannya?”


Bibi Vera terdiam beberapa saat kemudian berkata, “Sebenarnya Permaisuri tidak harus memikirkannya dengan begitu rumit, di dalam hatinya negara itu lebih penting dibanding segalanya.”


Ivonne tidak percaya akan hal ini.


Seseorang yang memegang kekuatan besar dan secara langsung mengancam kekuatan kekaisaran, Bibi Vera mengatakan bahwa orang itu hanya memikirkan negaranya? Mungkin benar tapi harus melihat negara siapa itu.


Ambisi seseorang secara bertahap akan berkembang, Ivonne paham betul akan hal ini.


Namun Gilang tampaknya adalah orang yang dicintai Bibi Vera jadi jangan terlalu banyak bicara.


Jamuan untuk menikmati menonton bunga itu diadakan di Taman Istana yang terang benderang.


Ketika Ivonne tiba, Permaisuri Stanley sudah tiba, dia melangkah maju untuk menyapa Ivonne, di bawah cahaya Ivonne berbagai gadis cantik yang datang, dari kejauhan Ivonne juga melihat Steffie dan juga Rebecca yang sudah tiba.


“Malam ini begitu ramai!” Kata Ivonne.


Istri Stanley tersenyum: “Tentu saja ramai, siapa yang berani tidak datang di undangan jamuan yang diadakan sang Ratu?”


“Bukankah lebih baik diadakan di siang hari?” Kata Ivonne.


Istri Stanley berkata: “Kudengar hujan akan turun dalam beberapa hari ke depan, para gadis bangsawan ini akan terlihat menyedihkan jika mereka terkena hujan dan basah, ditambah sang Ratu juga terburu-buru jadinya diadakan di malam hari.”


Ternyata begitu.


Permaisuri Stanley dan Ivonne mengobrol sambil berjalan maju, para putri sepertinya sudah hampir tiba semuanya.


Wendy sangat senang ketika melihat Ivonne, merangkul lengannya dan berkata, “Ayo kita memberi salam dulu pada Ibu Ratu kemudian baru pergi memberi salam pada Ibu.”


“Apa Ibu Suri sudah datang? Apa sebaiknya kita memberi salam pada Ibu Suri terlebih dulu?” Tanya Ivonne.


“Nenek masih belum datang, kita tidak usah pergi untuk mengejutkannya.” kata Wendy.

__ADS_1


Ratu dan beberapa selir sedang duduk dan mengobrol di gazebo di taman, Wendy membawa Ivonne untuk memberi salam, Permaisuri Stanley sudah memberi salam tadi jadi dia tidak mengikuti mereka.


Ratu, Selir Monita, Selir Prilly, Selir Kartika, Selir Yunita semuanya ada di sana, Ivonne memberi salam satu per satu.


Ivonne akhir-akhir ini menjadi populer, seorang gadis biasa yang menjadi seorang Permaisuri, dan juga mendapatkan perhatian tinggi dari sang Kaisar dan juga Paduka Kaisar, dan juga hubungan Ivonne dengan Ronald juga begitu harmonis, tentu saja itu menarik perhatian khusus bagi orang lain.


Kecuali Selir Prilly.


Selir Prilly menatap Ivonne dengan tidak senang.


Kelahirannya itu adalah masalah, sekarang ketika melihat gerakan Ivonne juga itu benar-benar sangat memalukan.


Lihatlah postur tubuh Ivonne ketika memberi hormat, lihatlah nada bicaranya ketika berbicara, lihatlah riasan wajahnya, lihatlah kedua matanya yang tidak tahu sedang melihat ke mana, benar-benar terlihat menyebalkan.


Bagaimana mungkin Ivonne tidak tahu Selir Prilly menatapnya dengan pandangan mata tidak suka?


Ketika kamu membenci seseorang, bahkan orang itu bernafas saja pun terasa salah.


Jadi Ivonne berusaha untuk tidak melakukan kontak mata dengan Selir Prilly, jika pandangan mata saling tidak suka itu saling bertemu maka itu benar-benar sangat canggung.


Ivonne menganggap rasa saling tidak suka ini sebagai rasa perselisihan dari sang ibu mertua.


Sang Ratu menatap Ivonne dan berkata, “Kudengar Permaisuri Ivonne sudah menyembuhkan penyakit Indra, aku sangat senang ketika mendengarnya, karena sibuk dengan urusan istana jadi aku tidak punya waktu untuk memberimu hadiah …”


Sambil berkata, sang Ratu melepaskan gelang batu giok di pergelangan tangannya kemudian menyerahkannya pada Ivonne, “Gelang ini sudah mengikutiku selama lebih dari 20 tahun, diberikan oleh Kakekku ketika aku masih tinggal di kediaman, bagiku gelang ini memiliki makna yang sangat berharga, sekarang aku akan menghadiahkannya untukmu, dapat dianggap sebagai rasa terima kasih karena telah menyelamatkan putraku.”


Ivonne memandangi gelang itu, gelang itu benar-benar kasar.


Ivonne pernah melihat Letty memakai sebuah gelang, bahkan itu lebih bagus dibandingkan gelang ini.


Tapi Ivonne tidak boleh memprotes, karena sang Ratu mengatakan gelang itu diberikan oleh Kakeknya dan sudah dipakainya selama lebih dari 2 dekade, maknanya sangat berharga, bahkan sang Ratu memberikan gelang yang diberikan oleh kakeknya untuk Ivonne, di hadapan semua orang itu benar-benar adalah sebuah rahmat yang sangat besar.


Ivonne bergegas menerimanya dan juga menunjukkan ekpresi tersanjung, “Terima kasih Ibu Ratu atas hadiahmu!”


Selir Prilly mendengus, bukankah itu hanya gelang kasar yang dengan asal diberikan oleh sang Ratu? Perlukan bersikap dan berekpsresi begitu bahagia dan ingin mencari muka pada sang Ratu?


Benar-benar memalukan!


Wendy sangat polos, ketika melihat gelang itu dia perlahan mengerutkan kening, tapi dia tidak berani mengatakan apa-apa, ketika menunggu Ivonne mundur baru dengan suara pelan berkata: “Aku belum pernah melihat Ibu Ratu memakai gelang ini sebelumnya, dan lagi gelang ini bukanlah benda berharga, aku berpikir keluarga Chu tidak mungkin akan memberikan benda yang begitu kasar pada cucu perempuan mereka, Kak Ivonne, benda ini tidak perlu dianggap sebagai harta.”


Ivonne memandang ke arah Wendy, merangkul bahunya kemudian berjalan pergi keluar, “Tuan Putri, kamu tidak perlu mengatakan hal ini, kita cukup tahu saja, masalah muncul dari perkataan yang diucapkan.”

__ADS_1


__ADS_2