Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 50. Membahas Masalah Anak


__ADS_3

Kaisar Mikael mendongak, dengan suara lembut berkata, “Jika seperti yang dikatakan Ratu, maka bagaimana cara menghukum Permaisuri Ronald?”


Ketika Ratu mendengar nada bicara Kaisar tidak memiliki nada ke tidak senangan, dia kemudian berkata: “Aku merasa kondisi tubuh Paduka Kaisar jauh lebih penting dari apapun, Permaisuri Ivonne merasa pintar, dia berpikir dirinya adalah orang yang mengerti ilmu pengobatan, mengobati Paduka Kaisar dengan obatnya sendiri, mengabaikan keselamatan Paduka Kaisar, ini benar-benar sangat keterlaluan, tapi untungnya tidak menyebabkan konsekuensi serius. Jadi aku merasa dia harus diusir, diturunkan pangkatnya dan jika tidak ada ijin maka tidak diperbolehkan masuk ke Istana.”


Kaisar Mikael tersenyum, “Apa yang Ratu katakan masuk akal, tidak dihukum ketika berbuat salah, tidak diberi penghargaan ketika berbuat jasa, ini memang bukan yang kulakukan, kalau begitu lakukan seperti yang Ratu katakan.”


Ratu tahu bahwa Kaisar akan menyetujuinya, hukuman ini tidak bisa dibilang berat. Diturunkan pangkatnya itu hanyalah nama saja, lagipula Permaisuri Ivonne sudah masuk ke dalam silsilah kerajaan, pangkatnya masih dapat diangkat kembali lagi di kemudian hari.


Tentu saja dia juga tidak ingin memiliki konflik dengan Raja Ronald, yang paling penting adalah, Ivonne tidak bisa masuk ke dalam Istana, tidak bisa berada di sekitar Paduka Kaisar, itu sudah cukup.


Clara juga sedikit lebih lega, sepertinya, makan malam itu tidak mengubah Pandangan Kaisar terhadap Ivonne.


Tapi, Kaisar Mikael memutar topik dan berkata: “Jika ada salah harus dihukum, tapi jika berjasa juga harus diberi penghargaan, Ivonne memiliki jasa karena menyelamatkan Paduka Kaisar, itu adalah jasa besar, jasa dan juga kesalahannya itu berimbang, setelah aku menurunkan pangkatnya maka aku akan kembali mengangkatnya dan juga tetap akan memberikannya pangkat Permaisuri Ronald, kemudian memberikannya hadiah dua kalung mutiara dari selatan, bagaimana?”


Clara benar-benar tidak dapat mempercayai apa yang didengarnya, jasa dan kesalahannya berimbang dan juga Ivonne akan mendapatkan hadiah? Kaisar sama sekali tidak berniat untuk menghukumnya.


“Dua kalung mutiara dari selatan?” Mata Ratu membelalak, wajahnya seketika meredup, “Kaisar, mutiara dari selatan itu yang ada di Istana totalnya berjumlah 3 buah.”


Mutiara dari selatan itu merupakan mutiara bulat besar, dan juga adalah harta langka, tahun lalu mutiara dari selatan ini hanya ada 1 buah, Kaisar memberikannya pada Ibu Suri, tahun ini sangat jarang bisa mendapatkan 3 buah, sang Ratu berpikir dia bisa mendapatkan 1 buah, sekarang, Kaisar ingin memberikan 2 buah pada Ivonne, kalau begitu sisanya harus diberikan pada Ibu Suri, dan sang Ratu tidak mendapatkannya.


“Ya, ternyata ada 3 buah tahun ini, produk mutiara itu tahun ini begitu kaya.” Kaisar Mikael tersenyum.


Sang Ratu dengan tidak rela berkata: “Kaisar, bagaimana bisa Permaisri Ivonne dikatakan berjasa menyelamatkan Paduka Kaisar? Apa penyakit Paduka Kaisar disembuhkan olehnya?”


“Apa Ratu tidak tahu?” Kaisar Mikael sedikit terkejut, “Ratu tahu akan segala hal, orang di sekitarmu juga memiliki kemampuan, apa mungkin bisa tidak tahu bahwa Permaisuri Ivonne berjasa?”


Sang Ratu melihat wajah Kaisar Mikael yang masih lembut walaupun sedang berkata sinis, seketika menyadari bahwa Kaisar sedang marah di dalam hatinya, sepertinya Kaisar dari awal sudah tahu pemikirannya dan juga Clara.


“Kaisar sedang bercanda.” Sang Ratu perlahan bersikap melunak.


“Aku tentu saja sedang bercanda, jika tidak sejak awal aku akan mempermasalahkan mulut Ratu yang tidak bisa terkunci rapat.” Senyum di wajah Kaisar Mikael ditarik, dia bangkit berdiri, “Ratu, karena kondisi tubuhmu tidak baik maka istirahatlah, aku pergi dulu.”


“Selamat jalan Kaisar!” Clara bergegas membungkuk memberi hormat.

__ADS_1


Kaisar Mikael melirik sekilas pada Clara, “Kudengar Oscar akhir-akhir ini suka menulis puisi, Permaisuri Clara juga pandai dalam hal puisi, jika punya waktu, kalian berdua bisa menulis puisi, membaca buku, itu juga hal yang menyenangkan, jangan selalu bolak balik ke Istana.”


Raut wajah Clara pucat, dengan cemas berkata: “Baik, aku mengerti.”


Kaisar Mikael melangkah pergi keluar.


Clara duduk perlahan di samping ranjang, jari-jarinya mengepal menusuk ke dalam daging, “Tidak tahu apa yang dikatakan Ivonne pada Kaisar, Ratu pingsan tapi Kaisar baru datang sekarang, setelah datang dia juga tidak menanyakan kondisi Ratu, perkataannya semuanya menyalahkan, Ratu, takutnya kita harus menekan Selir Prilly.”


Setelah sang Ratu mendengar perkataan Clara, dia merasa dadanya sesak, dia tiba-tiba marah dan sedih, kemudian mengatakan: “Apa ada gunanya mengatakannya pada Selir Prilly? Selir Prilly memiliki dukungan dari Ibu Suri, bahkan dia takut bertemu denganku.”


Selir Prilly adalah keponakan Ibu Suri, masuk Istana selama bertahun-tahun, memiliki seorang putra dan seorang putri, memenangkan rasa sayang dari Kaisar, meskipun dikarenakan Ronald dia sempat kehilangan rasa sayang dari Kaisar selama beberapa bulan, tapi pada akhirnya Kaisar tetap sering pergi ke tempatnya.


Hati Clara cemas, dengan susah payah merencanakan mengusir Ivonne dari sini, tapi sekarang Ivonne malah mendapatkan perhatian Kaisar, jika ada Kaisar yang memandangnya, maka Clara tidak bisa berbuat apa-apa.


Ada begitu banyak hal yang terjadi di kediaman Ronald akhir-akhir ini, jika kembali bertindak, maka itu akan menguntungkan Ronald.


Setelah Ivonne makan malam dengan Kaisar dan kembali ke aula, Ronald sudah menunggu dengan tidak sabar.


Gadis jelek itu tidak bisa lagi membuat kesalahan karena membuat marah sang Kaisar.


Melihat Ivonne yang kembali dengan linglung, tanpa sadar dia menyandarkan dirinya, Ivonne melihat dengan mata tajamnya, berjalan cepat ke arahnya kemudian menahan Ronald, “Kamu tidak boleh sembarangan bergerak.”


“Singkirkan tangan kotormu.” Ronald menyadari ternyata dia benar-benar memiliki sedikit perasaan perhatian pada Ivonne, dirinya menjadi sangat tidak nyaman, jadi dia berkata kejam seperti itu pada Ivonne.


Ivonne berpikir Ronald benar-benar memiliki penyakit mental, mempedulikan dirinya benar-benar hal yang sia-sia. “Mengapa kamu ini begitu tidak tahu diri? Aku ini perhatian padamu.”


“Siapa yang butuh perhatianmu?” Ronald berkata dengan dingin.


“Aku malas memperdulikanmu.” Ivonne berbaring di sisi Ronald, “Minggir sedikit, aku ingin tidur sebentar.”


Ronald tidak bergerak, kedua lengan mereka menempel, tapi dia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ini dikarenakan lukanya jadi dia tidak bisa bergerak, hingga dia membiarkan lengan mereka menempel.


Ivonne menolehkan kepalanya ke arah luar, hanya memperlihatkan belakang kepalanya dengan rambut hitamnya pada Ronald.

__ADS_1


“Hei, apa yang Kaisar katakan padamu?”


“Menanyakan lukamu.” Ivonne menutup mata, kelopak matanya sudah hampir tidak bisa dibuka, dia mengantuk karena kenyang.


“Apa lagi?”


“Menanyakan padaku kapan melahirkan anak.”


Ronald terpaku, “Ayah bertanya seperti ini?”


“Tidak bisa dibilang bertanya, hanya berkata kita telah menikah selama setahun, mengapa sama sekali tidak ada kabar dari perutku, aku hanya berkata bahwa kita sedang berusaha, akan melahirkan untuknya 1 tahun kemudian.” Nafas Ivonne sedikit memberat, tidur seperti ini benar-benar sangat nyaman.


“Melahirkan untuknya? Sebenarnya kamu bisa berbicara atau tidak?” Ronald marah, bukankah Ayahnya akan marah besar ketika mendengarkan jawaban seperti ini?


“Melahirkan cucunya.” Ivonne tidak bisa menerima suara Ronald yang begitu keras, dengan kesal memalingkan wajahnya, Ronald juga kebetulan berpaling, Ivonne mengerjapkan matanya, bulu matanya hampir menyapu di wajah Ronald, Ivonne bergegas menggeser dan menarik jarak.


Jarak mereka tetap saja masih begitu dekat, Ronald bisa melihat bulu halus di wajahnya, kulit putih halusnya, karena kurang tidur dan memar di wajahnya membuat warnanya sangat kontras, matanya terlihat mengantuk dan malas dikarenakan mengantuk, bibirnya cemberut, kepalanya ditarik menjauh hingga membuat dagunya sedikit terangkat, mata hitam itu memiliki cahaya yang jernih.


Ivonne seperti beruang yang tengkurap dengan tanpa rasa bersalah.


Jika berdasarkan paras, Ivonne kalah jauh dibandingkan Clara.


Paras Ivonne sama sekali tidak sempurna, hidungnya tidak bisa dibilang mancung, bibirnya sedikit tebal, matanya tidak bisa dikatakan besar, tapi jika digabungkan bersama, terdapat kelembutan yang tidak bisa diungkapkan yang begitu menyenangkan mata, terutama ketika alisnya sedikit terangkat, dirinya begitu bersinar.


Ayahnya ternyata menanyakan kapan mereka melahirkan anak? Benar-benar membuat orang terkejut.


Bagaimana mungkin dia melahirkan anak dengan Ivonne? Seberapa jelek putra Ivonne nantinya.


Ronald tiba-tiba berkata dengan dingin: “Aku lebih suka melahirkan anak perempuan.”


Ivonne tertawa, matanya memicing, “Di jaman ini, gadis itu menderita, aku enggan untuk melahirkan anak perempuan dan membiarkannya menderita, lebih baik melahirkan anak laki-laki.”


Tapi, bahkan jika Ivonne ingin memiliki anak, juga tidak akan memiliki anak dengan Ronald, mereka ditakdirkan untuk berpisah, tunggu ketika Ivonne memiliki cukup kemampuan, maka dia akan meninggalkan Ronald.

__ADS_1


__ADS_2