Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 76. Apa Kamu Yang Melakukannya


__ADS_3

Ivonne tentu saja tidak tahu pemikiran dalam hati Ronald, hanya berpikir bahwa Ronald tidak begitu jahatnya, hanya melihat ke depan, jika Ronald menikah dengan Steffie maka tidak ada kerugian untuknya, tapi Ronald tidak ingin menghancurkan seumur hidup Steffie, jadi dia lebih rela melepaskan keuntungan sebesar itu.


Ini tidak bisa dianggap pria brengsek, jika dipaksakan bisa dibilang pria yang melakukan kekerasan rumah tangga.


“Berdamai, oke?” Ronald berkata sambil menatap Ivonne.


Nada suara Ronald begitu baik, tidak menunjukkan kesombongan dan superior. Ivonne menatapnya, pandangan matanya tulus.


Ivonne sekarang memiliki banyak musuh, benar-benar tidak perlu berkelahi dengan Ronald, Ivonne memegang kepalanya, mencoba membuatnya dirinya dapat melihat Ronald dengan jelas, dengan serius berkata, “Berdamai boleh saja, tapi aku punya syarat.”


“Katakan!” Ronald begitu lugas.


“Pertama, masih merupakan kalimat itu, tidak boleh memukulku.”


“Baik!”


“Kedua, tidak boleh memakaiku lagi sebagai perisai untuk menolak masalah dirimu yang ingin mengambil selir jika masalah itu harus ditinjau kembali.”


Ronald memikirkannya sejenak. “Baik!”


“Ketiga, tidak boleh terlalu mengganggu kebebasanku.”


“Tentu saja.” Ronald tidak ingin mengganggunya, bahkan dulu dia tidak mau mempedulikannya.


“Keempat, jika ada kesempatan, lebih baik kamu ceraikan aku, mari kita hidup bahagia melalui jalan masing-masing ketika berpisah.” Ivonne berkata dengan tulus.


Ronald perlahan-lahan mengangguk, “Kamu tenang saja, ini juga yang kupikirkan.”


“Kelima …”


Ronald mengerutkan kening, “Apa masih belum selesai? Atau tidak usah berdamai saja.”


“Yang terakhir.” Ivonne bergegas berkata, “Ini mengenai masalah kotak obatku, kamu tidak boleh mengungkitnya pada siapa pun.”


Ronald mendekat, “Jika ingin aku menjaga rahasia, maka itu sama saja memintaku untuk mengambil risiko demi dirimu, jika begitu, kamu harus memberitahuku, sumber kotak obat ini, penggunaannya, dan juga mengapa benda itu bisa membesar dan mengecil. ”

__ADS_1


Ivonne tadi sudah memgarang cerita di dalam otaknya, mendengar Ronald berkata seperti itu, Ivonne kemudian berkata, “Aku juga bingung mengenai kotak obat ini, apa kamu ingat masalah aku dipukuli karena masalah Denis? Saat itu aku pingsan dan bermimpi, ada seorang pria yang mengaku dirinya sebagai tabib hantu dalam mimpiku, mengajariku keterampilan medis, saat itu aku juga merasa konyol, tapi ketika aku bangun, di sampingku ternyata terdapat kotak obat ini, aku mengulurkan tangan untuk mengangkatnya, kotak obat itu kemudian menjadi kecil, sampai sekarang aku bahkan masih sedang bermimpi. ”


Di zaman kuno ini, Ivonne juga sudah mencari tahu, tabib yang paling terkenal di seluruh daratan ini adalah tabib hantu yang legendaris, tidak hanya orang Dinasti Tang Utara, ini sudah telah terdengar sejak lama, kisah tabib hantu ini juga beredar di lima negara lainnya.


Benar saja, begitu Ronald mendengar Ivonne berkata seperti itu, dia sedikit mempercayainya, karena Ronald pernah mendengar tentang tabib hantu, juga tahu bahwa tabib hantu pandai dalam menggunakan jarum, dan juga yang digunakan adalah jarum yang unik, seharusnya seperti jenis jarum dalam kotak obat Ivonne.


Ronald percaya juga didasarkan pada fakta, karena sudah menyelidiki bahwa Ivonne memang tidak mengerti akan keterampilan medis, Ivonne juga tidak keluar dalam beberapa hari ini, perubahannya adalah setelah masalah Denis.


Ditambah lagi, Ivonne bisa membuat banyak kebohongan, mengatakan mengenai tabib hantu ini, kedengarannya memang absurd, jika dipikirkan tidak bisa meyakinkan siapa pun, Ivonne tidak perlu berbuat demikian.


Sepertinya itu adalah fakta.


Ronald berkata, “Kotak obat itu kosong, apa kamu sudah menghabiskan obat yang ada di dalam?”


Ivonne terkejut, “Kosong?”


Ivonne segera mengeluarkan kotak obat dan membukanya, di dalam terdapat berbagai macam obat, “Tidak.”


Dua bola mata Ronald sudah hampir jatuh, dia melihat dengan mata kepalanya sendiri tadi, kotak obat itu kosong.


Untuk sekian lama, Ronald mengangkat wajahnya yang terkejut “Ivonne, apa kamu hantu?”


Kematian Ivonne di zaman modern dikarenakan dirinya menyuntikkan obat yang mengembangkan otaknya sendiri.


Ketika obat itu baru dikembangkan, obat itu pernah disuntikkan ke seekor monyet, mendapati bahwa monyet itu ternyata dapat memahami bahasa manusia, dalam penelitian lebih lanjut, monyet itu berlari keluar dan tertabrak mobil dikarenakan mabuk setelah mencuri minum alkohol yang diberikan oleh Presdir.


Ivonne dengan berani berasumsi bahwa otaknya ini sudah dikembangkan, mengenai apakah otaknya membentuk penyeberangan jiwa atau pelarian pikiran, ini masih harus diteliti lebih lanjut.


Tentu saja, saat ini Ivonne tidak bisa menelitinya, bahkan tidak memiliki waktu untuk memikirkannya, lagipula situasi di depan matanya ini jauh lebih rumit, berkaitan dengan masalah hidup dan mati.


Dikarenakan kotak obat ini membuat kontroversi kedua orang ini untuk sementara berhenti.


Bagaimanapun, kediaman Ronald ini akhirnya memiliki kedamaian yang tidak pernah terjadi sebelumnya, mereka berdua makan bersama pertama kali di malam itu.


Suasana di kediaman Ronald begitu menyenangkan, sedangkan di kediaman Cui terdapat sedikit aroma pertengkaran.

__ADS_1


Hari ini, Clara pulang ke rumah keluarganya, Raja Oscara harus pergi dikarenakan mendapat tugas dan tidak bisa menemani, Gilang sudah pulang sejak tadi, memerintahkan orang memanggil Clara yang sedang berbicara dengan Neneknya untuk pergi ke ruang kerja.


Ketika Clara memasuki ruang kerja, Gilang bertanya dengan suara tegas, “Masalah Paduka Kaisar yang diracuni, sebenarnya apa yang terjadi?”


Clara tercengang, “Kakek, bagaimana mungkin aku bisa tahu?”


“Kamu tidak tahu?” Pandangan mata Gilang sangat tajam.


Clara berpikir sejenak, “Apa itu Raja Juno?”


“Raja Juno bukan orang bodoh, apa dia perlu bertindak pada Paduka Kaisar pada saat penting seperti ini?” Gilang menatap Clara, “Apa kamu melakukan sesuatu yang kamu sembunyikan di belakangku?”


Clara menggelengkan kepalanya dengan polos, “Semua yang kulakukan, sesuai dengan instruksi yang Kakek perintahkan, tidak ada yang disembunyikan dari Kakek.”


Suara Gilang sangat dingin, “Lalu bagaimana dengan Bibi Vera? Mengapa dia harus mendengarkan perintahmu untuk mengantarkan mutiara selatan itu pada Ratu?”


Clara sudah dimarahi sekali oleh Ratu dikarenakan hal ini, berpikir kali ini pasti Ratu yang mengaku, jadi, dia sudah mempersiapkan perkataannya dan berkata, “Ini dikarenakan kurangnya pertimbanganku, berpikir ingin membuat perselisihan antara Selir Prilly dan Ivonne, tapi tidak disangka malah membuat Bibi juga ikut terseret oleh Kaisar. ”


“Aku bertanya padamu, mengapa kamu membuat Bibi Vera yang bertindak?” Gilang menatapnya, raut wajahnya sangat dingin.


Clara menyambut tatapan mata yang seperti kilat ini, dalam lubuk hatinya dia takut, tapi masih dengan lancar menjawabnya, “Ketika di istana, Bibi Vera banyak membantuku, kali ini aku menjalankan rencana ini, bisa dibilang direncanakan oleh Bibi Vera, tapi Kakek tenang saja, Kaisar tidak menyalahkan, Bibi juga sudah melindungiku, mengatakan bahwa aku berniat baik inign membuat hubungan antara Ivonne dan Ratu menjadi lebih baik.


“Kemarin aku datang ke Istana, Kaisar mengatakan padaku agar aku mendisiplinkanmu dengan baik, kamu mengira Bibimu itu yang mengadu padaku?” Terdapat amarah di suara Gilang.


Jantung Clara mencelos, “Kaisar marah?”


“Bibi Vera bukannya membantumu, tapi karena kamu yang memaksanya, benar atau tidak?”


Clara menggelengkan kepalanya, “Benar-benar bukan, bagaimana mungkin aku berani memaksa orang-orang di Istana Pearlhall? Bagaimanapun gegabahnya diriku, aku juga tidak mungkin akan membuat kesalahan seperti itu.”


Gilang tertawa dingin, “Kamu bukan gegabah, kamu tahu hubungan antara Bibi Vera dan diriku, kamu tahu bahwa dia akan membantumu kali ini, bahkan, racun yang terdapat di Istana Pearlhall pun juga kamu yang memintanya untuk melakukannya.”


Clara terkejut dan wajahnya pucat, “Tidak, bagaimana mungkin? Mengapa aku harus melakukan hal itu?”


Gilang menatap Clara tajam, “Sebaiknya kamu jujur, posisi Permaisuri Raja Oscar ini, aku bisa membuatmu mendudukinya, aku juga bisa menarikmu turun, lebih baik kamu tidak menantang kesabaranku.”

__ADS_1


Clara masih bersikap tenang, “Kakek, dengarkan aku …”


“Katakan!” Gilang berteriak marah, benar-benar membuat Clara terkejut hingga seketika dia bergegas berlutut.


__ADS_2