Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 60. Tidak Bisa Melihat Dengan Jelas


__ADS_3

Bibi Vera tersenyum pahit, “Hutang budi pada orang lain harus dibayar. Budak tua tahun lalu mengidap penyakit serius, Permaisuri Clara lah yang memberikan pengobatan yang baik, sekarang membantu sekali, bisa dikatakan melunasi hutang budi ini, budak tua tahu bahwa Permaisuri Ivonne tidak akan dihukum, Paduka Kaisar masih membutuhkannya, paling-paling hanya dimarahi beberapa kata, budak tua tidak ingin menyakiti siapa pun.”


Ketika Bibi Vera selesai berbicara, dia membenturkan kepalanya sekali ke lantai, ketika kembali mendongak, pandangan matanya sudah tenang, “Budak tua sudah tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan lagi, mohon Kaisar berikan budak tua ini racun!”


Hutang budi dalam kehidupan ini, dia sudah melunasinya.


Dalam perjalanan ke alam baka, dia sudah tidak berutang budi lagi padanya.


Wajah Kaisar Mikael sangat suram, “Jika kamu mengatakan siapa orang di belakangmu, aku akan menganggap tidak terjadi apa pun.”


Bibi Vera diam, seolah-olah sudah memutuskan hidup dan matinya.


Kaisar Mikael benci dan juga sedih, dia tentu saja tidak bisa membunuh Bibi Vera, bahkan tidak bisa menceritakan masalah ini pada Paduka Kaisar. Paduka Kaisar sekarang menderita penyakit jantung, bagaimana mungkin dia bisa menerima bahwa orang yang menemaninya selama beberapa dekade itu adalah orang yang meracuni dan mencelakainya?


Terdiam beberapa saat, Mikael berkata dengan datar, “Karena kamu mengatakan bahwa kamu tidak memiliki niat untuk mencelakai Paduka Kaisar, aku percaya padamu, aku tidak akan mempermasalahkannya, hanya saja Bibi Vera sudah tua, sudah tidak cocok untuk melayani Paduka Kaisar, karena Permaisuri Ivonne dan Bibi Vera berjodoh, maka aku akan meminta pada Paduka Kaisar untuk membiarkan Bibi Vera menemani dan melayani Ivonne di kediaman Ronald.”


Pada akhirnya, Kaisar Mikael tidak tega bertindak sendiri, Bibi Vera pernah mencelakai Ivonne, mengirimnya ke sisi Ivonne, membiarkan Ivonne sendiri yang membereskannya.


Ivonne tertegun!


“Bibi Vera kamu pergilah dulu.” Kaisar Mikael sudah meredakan amarahnya, berkata dengan datar.


Bibi Vera memandang Ivonne sekilas dengan pandangan rumit, membungkuk hormat dan mengundurkan diri.


Kaisar Mikael memandang Kasim David, “Kamu awasi Bibi Vera, yang terbaik adalah memberinya beberapa kata, jangan biarkan dia memiliki pemikiran pendek di istana.”


Sudah ada niat untuk mati di pandangan mata Bibi Vera, takutnya dia memiliki pemikiran pendek itu di dalam Istana dan diketahui oleh Paduka Kaisar.


“Baik!” Kasim David bergegar keluar setelah menerima perintah.


Ivonne dan Kaisar Mikael Yuan saling memandang.


“Apa kamu tidak bisa memberitahuku terlebih dulu?” Kaisar Mikael berkata dengan nada tidak baik.


Ivonne tahu bahwa dia mengatasi masalah ini dengan agak sembrono, tidak memikirkan apakah Kaisar bersedia mengekspos Bibi Vera atau tidak.


Nadine mengaku bersalah, “Aku tahu diriku salah.”


Kaisar Mikael memandangnya, “Kamu sudah tahu dari awal bahwa Bibi Vera mengantarkan Mutiara Selatan itu ke tempat Ratu?”

__ADS_1


“Dia berkata akan mengantarkannya ke tempat Ibu Prilly.”


“Huh.” Kaisar Mikael mendengus, “Bukankah kamu mengatakan dia mengambilnya secara pribadi?”


Ivonne berkata, “Aku tidak tahu apa dia akan mengakuinya atau tidak, jika dia mengaku, aku tentu saja juga akan mengakuinya, jika dia tidak mengakuinya, aku akan bersikeras berkata bahwa dia yang mengambilnya secara pribadi, tidak bisa memintaku untuk menerima fitnah ini.”


Sedikit pintar.


Kaisar Mikael tidak mempermasalahkannya, tapi dia penasaran, “Dia memberitahumu akan mengantarkannya pada Selir Prilly, bagaimana kamu tahu dia akhirnya akan memberikannya kepada Ratu?”


“Jika dia cukup baik hati ingin menjaga hubungan baik antara menantu dan mertua, maka dia akan menasihatiku untuk memberikannya secara pribadi, bukannya dia yang mengantarkannya, dan lagi, Mutiara Selatan ini Ratu bahkan tidak pernah mendapatkannya, dia menyarankan untuk memberikannya pada Ibu Prilly, itu benar-benar tidak pantas, Bibi Vera tidak akan melakukan kesalahan ini kecuali dia memang memiliki niat untuk mencelakaiku. ”


Hatinya sangat jernih, bahkan sudah seperti ini, otaknya masih bisa begitu jernih.


Kaisar Mikael dengan datar berkata, “Sekarang, aku menyerahkan Bibi Vera ke sampingmu, bagaimana kamu ingin menghukumnya itu semua terserah padamu, hanya saja, jangan sampai diketahui oleh Paduka Kaisar.”


Ivonne sangat tak berdaya berkata, “Kaisar, sebenarnya sangat tidak pantas untuk menyerahkannya padaku, aku juga tidak bisa menghukumnya.” Meminjam tangannya untuk membereskan Bibi Vera, maka dia akan menyinggung Paduka Kaisar, Ivonne tidak ingin menghancurkan dukungannya satu-satunya.


“Yang pasti orang itu sudah diberikan padamu, terserah padamu bagaimana ingin menghukumnya, aku tidak peduli.”


Ivonne diam-diam memaki kelicikan Kaisar Mikael, tapi Ivonne juga tidak punya pilihan, dia adalah seorang Kaisar.


Ivonne sangat tak berdaya, apakah ini adalah ujian secara terang-terangan?


“Aku tidak akan membuat Ayahku ikut campur.” kata Ivonne.


Jawaban ini, Kaisar Mikael sangat puas, memandang Ivonne untuk sesaat, tiba-tiba kembali berkata, “Tadi Bibi Vera mengatakan bahwa Clara sangat membencimu jadi ingin mencelakaimu, kamu yang berbuat terlebih dulu, tidak boleh membalas dendam secara pribadi, mengerti?”


“Bagaimana kalau dia datang untuk memprovokasi terlebih dahulu??" Ivonne balik bertanya, dia tidak bisa menerima ditindas begitu saja oleh orang lain.


“Dia tidak akan berani lagi, keluarganya juga tidak akan membiarkannya berbuat sembarangan, masih ada satu hal lagi,” Kaisar Mikael terdiam untuk sesaat, menatapnya dan berkata, “Selir Prilly pernah mengungkit padaku, Ronald dan Clara adalah teman baik dari kecil dan tumbuh bersama, pada akhirnya tidak memiliki jodoh untuk menikah, itu sangat disayangkan, Clara memiliki seorang adik perempuan yang terlihat sangat mirip dengannya, aku bermaksud untuk memberikannya pada Ronald, mengambil putri kedua dari keluarga Chu sebagai selir Ronald, apa ada yang ingin kamu katakan?”


Ivonne menggelengkan kepalanya, “Tidak ada!”


Kaisar Mikael sedikit terkejut, begitu murah hatinya?


Adik Clara adalah putri keluarga terhormat, begitu masuk, maka posisi Ivonne sebagai istri sah akan terancam, apa Ivonne benar-benar tidak peduli?


Ataukah, Ivonne tidak tahu kekuatan keluarga Chu?

__ADS_1


Jelas Ivonne bukan orang yang bodoh, harusnya dia mengerti akan hal ini.


“Pergilah.” Kaisar Mikael berkata dengan datar.


Ivonne mengundurkan diri dan keluar.


Keluar dari pintu, Ivonne menarik napas panjang, mengambil selir? Bagus, apanya yang tidak bagus? Dengan mengambil selir, maka akan mengikuti keinginan Ronald, kemudian mereka mereka akan saling mencintai dan tidak akan lagi mencari masalah pada Ivonne.


Kembali ke aula, Ivonne melihat Bibi Vera berdiri di bawah pohon beringin, kedua tangannya terkulai ke bawah, menatapnya dalam diam.


Pandangan matanya tampaknya tidak memiliki emosi, seolah-olah tidak ada yang terjadi di antara mereka, begitu tenang hingga membuat orang merasa takut.


Ivonne berjalan mendekat dan bertatapan dengan Bibi Vera.


Bibi Vera menundukkan kepala, membungkukkan badan, “Permaisuri!”


“Apa Bibi Vera menungguku?”


Bibi Vera menatapnya, “Jika Permaisuri sudah mengetahuinya sejak awal, mengapa tidak mengekspos budak tua ini?”


“Aku memiliki harapan, berpikir Bibi Vera pada akhirnya tidak akan memberikan Mutiara Selatan itu pada Ratu.”


Pandangan mata Bibi Vera menjadi suram, kemudian berkata, “Apa Permaisuri sangat kecewa? Budak tua tidak menghargai kesempatan yang kamu berikan, dan juga mengirimkan Mutiara Selatan itu ke tangan Ratu.”


“Ya, sangat mengecewakan.” Pandangna mata Ivonne tidak berubah, tetapi nada suaranya terdengar sangat lelah, “Kupikir masih ada orang yang baik terhadapku di istana ini, sepertinya aku berpikir terlalu jauh.”


Ivonne melihat pintu aula, mendengar tawa Stanley, jika masuk maka Ivonne akan melihat Ronald, Ivonne tidak ingin melihatnya, seketika Ivonne merasa bahwa dunia begitu besar tapi dia tidak punya tempat untuk pergi.


Ivonne pergi ke Istana Pearlhall.


Meskipun pria tua ini memiliki temperamen buruk, dan juga sering memakinya, tapi dia mengerti bagaimana cara menghiburnya setelah memakinya.


Dalam perjalanan ke sana, Ivonne masih merenungkan siapa orang yang menghasut di belakang, sebenarnya siapa yang bisa membuat Bibi Vera mengkhianati Paduka kaisar, dan lagi lebih memilih mati dibandingkan mengatakan siapa orang ini?


Tidak mungkin itu adalah Clara, Bibi Vera tidak akan mencelakai nyawa Paduka Kaisar demi Clara.


Bibi Vera mengatakan bahwa dia tidak tahu bahwa itu racun, dia tidak memiliki niat untuk mencelakai Paduka Kaisar, tapi dia berada di istana selama bertahun-tahun, mungkinkah dia akan dengan polos berpikir bahwa orang itu memintanya untuk menggantikan obat Paduka Kaisar dengan dua permen?


Sikap Kaisar juga sangat aneh, bahkan jika peduli dengan kondisi tubuh Kaisar, juga tidak mungkin untuk tidak menyelidikinya bukan? Ini adalah rencana pembunuhan Paduka Kaisar, kejahatannya sangat berat, dan lagi jika pembunuhnya tidak dicari tahu, maka Paduka Kaisar masih terancam bahaya.

__ADS_1


Ivonne merasa bahwa dia makin tidak bisa melihat dengan jelas masalah yang ada di dalam Istana.


__ADS_2