Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 82. Hukuman Kaisar


__ADS_3

Ronald mengertakkan gigi, mengelus bagian dadanya itu, bersumpah dalam hati, setelah semuanya mereda, dia pasti akan menarik Ivonne ke kamar gelap, kemudian membiarkan anjing gila menggigitnya seratus kali untuk membalas dendam hari ini.


Setelah Ivonne melampiaskannya, dia begitu lega, hatinya juga sudah tidak begitu gelisah.


Tapi, ketika melihat raut wajah Ronald yang membiru, tadi gigitannya itu memang agak kejam, Ivonne kemudian dengan tulus mengatakan, “Maaf, aku tidak seharusnya menggigitmu.”


Ronald melihat pandangan matanya yang tulus dan jernih, menampar dirinya sendiri dalam hati seratus kali dengan kejam, dia tidak boleh bersikap lunak, wanita ini tidak benar-benar meminta maaf dengan tulus, dia berpura-pura.


“Hei. aku juga tidak tahu apa yang terjadi pada diriku, berubah menjadi seperti orang gila, aku benar-benar minta maaf.” Ivonne terus meminta maaf. Penampilannya sangat menyedihkan, “Aku tahu kamu seperti ini demi kebaikanku, juga membantuku bermain drama di depan keluargaku, dan masih ingat ketika mabuk aku berkata bahwa aku ingin pulang, kamu sebenarnya sangat baik, aku yang tidak tahu sebenarnya ada apa dengan diriku, selalu ingin melawanmu. ”


Wajah Ronald dingin, “Sudahlah, aku malas mempermasalahkannya denganmu.”


Ivonne berkata dengan penuh rasa terima kasih, “Aku tahu bahwa kamu adalah orang yang murah hati, kalau begitu di hadapan Ibu Suri, kumohon Yang Mulia membantuku berkata hal yang baik.”


“Yang kujanjikan padamu, pasti tidak akan ku ingkari.” Ronad melambaikan tangannya.


Ivonne menunjukkan senyum yang cerah, “Terima kasih Yang Mulia.”


Pria sebenarnya sangat mudah untuk dibujuk, hanya dengan dipuji maka sudah beres.


Ronald sebenarnya diam-diam merasa bahwa dia sudah dijebak, tapi, lupakan saja, dia tidak mempermasalahkan dengan wanita, terlebih dengan wanita jelek.


Setelah bertengkar tadi, merasa bahwa suasana hatinya dalam perjalanan menuju Istana sudah tidak terlalu berat.


Sejak menikah dengan Ivonne satu tahun yang lalu, Ronald selalu berada dalam suasana hati yang buruk setiap kali dia memasuki Istana, pandangan mata orang-orang yang dia pedulikan di Istana mengungkapkan raut kekecewaan.


Seiring waktu, ketika Ronald menginjakkan kaki di jalan ini, suasana hatinya akan menjadi lebih buruk.


Satu tahun menderita, itu dikarenakan Ivonne dan juga berakhir karena Ivonne.


Hal di dunia ini benar-benar tidak bisa dijelaskan.


Setelah memasuki istana, mereka langsung pergi langsung ke Istana Pearlhall untuk memberi salam.


Sikap Ivonne ketika mengaku bersalah sangat baik, setelah masuk dia mengalihkan pandangan dan langsung berlutut di lantai kemudian berkata, “Paduka Kaisar, aku salah, aku tidak seharusnya mabuk dan hilang kendali pada hari itu, membuat Paduka Kaisar terkejut, membuat penyakitmu kambuh, tolong Paduka Kaisar memaafkanku kali ini.”

__ADS_1


“Mabuk dan hilang kendali?” di sebelahnya, terdengar suara yang familiar dan tegas.


Ivonne perlahan mendongak, dia sangat terkejut hingga wajahnya pucat, mengapa Kaisar ada di sini?


“Ka … Kaisar, kamu juga ada di sini!” Ivonne berkata dengan tergagap.


Paduka Kaisar dan Ronald memandang Ivonne bersamaan, wanita ini suatu saat akan mati dengan mengenaskan dikarenakan kebodohannya sendiri.


“Mabuk dan hilang kendali hingga membuat penyakit Paduka Kaisar kambuh? Permaisuri coba kamu ceritakan apa yang terjadi.” Nada suara Kaisar Mikael sangat datar.


Kepala Ivonne dengan cepat ditundukkan ke bawah, suaranya begitu kecil berkata, “Aku hari itu banyak minum, seketika hilang kendali dan mengejutkan Paduka Kaisar, tolong Kaisar memaafkanku.”


“Kurang ajar!” Kaisar Mikael menggebrak sandaran tangan di kursi, orang-orang di dalam Istana seketika berlutut, bahkan Kasim David yang begitu senior pun berlutut, “Kaisar jangan marah!”


Kaisar Mikael dengan marah berkata, “Sebagai Permaisuri, tindakanmu itu harusnya bermartabat, minum alkohol tanpa alasan saja itu sudah salah, dan lagi berbuat hal di luar kendali di hadapan Paduka Kaisar, menyebabkan penyakitnya kambuh, dan juga malah menghilang, setelah lewat 3 hari baru datang ke Istana untuk mengaku dosa, apa kamu masih memiliki aturan kerajaan di matamu? Apa kamu mengingat identitasmu? Jika aku tidak menghukummu hari ini, takutnya kamu hanya akan terus melakukan kesalahan ceroboh seperti ini.”


“Aku menerima hukuman.” Ivonne begitu tidak berdaya dalam hatinya, apa matanya ada di belakang? Mengapa dia tidak menyadari Kaisar ada di sini. Ivonne kemudian menatap Paduka Kaisar untuk meminta bantuan, berharap dia bisa berkata sesuatu untuknya, agar hukumannya bisa sedikit lebih ringan.


Paduka Kaisar hanya memutar bola matanya pada Ivonne, dia tidak mau ikut campur, Ivonne sendiri yang melakukan hal bodoh, apa hubungannya dengannya?


Mata Ronald melebar, apa hubungannya ini dengannya?


“Kenapa? Apa kamu keberatan?” Kaisar Mikael berteriak.


“Aku tidak keberatan!” Ronald bergegas berkata.


Kaisar Mikael mendengus sekilas, “Melihat kalian berdua yang tidak berguna ini, aku benar-benar marah, sepertinya kalian terlalu santai, Ronald, jika lukamu sudah lebih baik, maka kamu bisa pergi ke Jingzhaofu untuk mengambil alih tugas, jika tidak memberimu sesuatu untuk dilakukan, kamu benar-benar hanya berbuat hal yang tidak berguna.”


Setelah Kaisar Mikael selesai berbicara, dia bangkit dan berkata pada Paduka Kaisar, “Ayah kamu istirahatlah, jangan pedulikan mereka, kamu tidak boleh terlalu lembut dan kasihan pada orang-orang seperti ini, nantinya dengan menggunakan rasa sayangmu, tidak tahu hal gila apa lagi yang akan dilakukannya, aku undur diri terlebih dahulu.”


“Pergilah!” Paduka Kaisar mendongak, terlihat sedikit bahagia.


Kaisar Mikael pergi dengan begitu berwibawa dengan membawa Kasim David.


Setelah keluar, bibir Kaisar Mikael terangkat, akhirnya dia bisa melampiaskannya, apa masalah Ivonne yang mabuk dan berbuat hal gila bisa disembunyikan darinya? Mengapa Ivonne mabuk? Bukankah itu dikarenakan membuatnya menjadi kambing hitam ketika berada di Ruang Kerja Kerajaan, Ivonne tidak senang padanya, jadi dia mengambil kesempatan untuk mabuk dan berbuat hal di luar batas.

__ADS_1


Paduka Kaisar yang melindunginya, Mikael tidak dapat menemukan kesempatan untuk menegur Ivonne, tidak disangka hari ini Ivonne yang datang sendiri, ini benar-benar sangat memuaskan.


Ronald masih terpaku untuk beberapa saat, bahkan berpikir bahwa dirinya salah dengar, Ayahnya mengirimnya pergi ke Jingzhaofu? Bekerja di JingZhaofu ini merupakan hal yang sangat penting, apa sang Ayah begitu mempercayainya?


“Untuk apa masih berlutut? Sana pergi untuk membersihkan ruangan!” Paduka Kaisar berteriak dengan begitu keras.


Mereka saling membantu untuk bangun, di sisi lain, Kasim Artur telah memerintahkan orang untuk menyiapkan sapu dan diletakkan di samping pintu.


Mereka saling menghela nafas, saling menatap benci sekilas, kemudian masing-masing mengambil sapu dan keluar.


Di musim gugur ini, dedaunan berjatuhan, di halaman, di koridor, semuanya adalah dedaunan kuning yang tersebar di mana-mana.


“Ini semua karena mu, apa matamu ada di bawah kakimu? Tidakkah kamu melihat Ayah ada di sana?” Ronald benar-benar marah, dia yang merupakan seorang Raja malah sekarang menjadi seorang tukang sapu, ini semua dikarenakan Ivonne.


Ivonne meringis, “Jika kamu melihatnya mengapa kamu tidak berlutut dan memberi salam pada Ayah? Jika kamu memberi salam maka aku akan mengetahuinya.”


“Ada Kakek, aku harus memberi salam pada Kakek terlebih dulu, kamu bahkan masih belum memberi salam dan langsung mengatakan pada intinya, apa kamu punya otak?” Ronald berkata dengan marah.


“Sudah terlambat untuk mengatakan apapun, untungnya hanya menyapu lantai, jika dihukum dipukul dengan papan maka itu yang gawat, sapu lah.” Ivonne sangat optimis, sebenarnya Ivonne sudah bersiap diri jika dipukul dengan papan.


“Aku lebih rela dipukul dengan papan, tanganku ini digunakan untuk memegang pisau dan pedang, bukannya sapu.” Kata Ronald dengan wajah muram, jika Raja lainnya melihatnya, bukankah Ronald tidak memiliki wajah lagi?


“Berisik, kamu pergi menyapu Ruang Kerja Kerajaan, aku menyapu di sini, bekerja membagi tugas.” Ivonne benar-benar sudah tidak mau mendengarkan celotehan Ronald.


“Cepat pergi!” Ronald marah.


Ivonne mengambil sapu dan pergi, ketika dia berjalan keluar, para orang di Istana diam-diam menutup mulutnya dan terkekeh.


Ketika datang ke ruang kerja kerajaan, Peter sudah berdiri di luar dan menatapnya sekilas dengan datar, “Kaisar memerintahkanku untuk mengawasi pekerjaan.”


Ivonne menatapnya dengan tatapan tak berdaya, sepertinya dia belum pernah melakukan tugas serupa sebelumnya.


“Apa hanya menyapu saja?” Tanya Ivonne.


“Tidak, masih harus masuk dan membersihkan debu.” kata Peter.

__ADS_1


Memasuki ruang kerja kerajaan? Ivonne sakit kepala, ruang kerja kerajaan ini ada begitu banyak orang yang keluar masuk jika melihat seorang Permaisuri sedang mengelap debu, seberapa malunya itu.


__ADS_2