Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 109. Clara Pingsan


__ADS_3

Ivonne sebenarnya tidak benar-benar ingin keluar untuk makan, dia juga memiliki banyak alasan, dia dapat mengatakan bahwa luka-lukanya sakit, atau dikarenakan kondisi tubuhnya maka dia hanya dapat memakan makanan untuk orang sakit, tapi memikirkan kata-kata Bibi Vera, dia benar-benar ingin mengamati Permaisuri Juno, ingin melihat apakah dia benar-benar adalah orang yang bermuka dua atau bermuka banyak.


Ronald melihat Ivonne datang, raut wajah Ivonne tampaknya lebih buruk dari kemarin, tanpa sadar mengerutkan keningnya, “Apakah obatnya sudah diminum?”


“Sudah diminum.” Ivonne menjawab sekilas, tapi, yang dimakannya adalah obatnya sendiri, obat yang diresepkan oleh Tabib, dia hanya menyesapnya sesuap, kemudian mencari tempat untuk membuangnya.


“Baguslah jika benar-benar diminum, jika nanti aku menemukan kamu secara diam-diam membuangnya, maka kamu akan menerima hukumannya.” Ronald berkata mengancam dengan merendahkan suaranya.


Ivonne mengerutkan lehernya. “Tidak berani.”


Ronald benar-benar sedang mengancam, Ivonne juga benar-benar merasa bersalah, tapi, perkataan ini ketika terdengar di telinga Clara itu seperti sedang bersikap mesra.


Setelah duduk di kursi, Ronald berada di sisi kiri Ivonne, Clara berada di sisi kanan Ivonne, diikuti oleh Oscar, kemudian Juno dan istrinya lalu Stanley.


Bawahannya datang untuk melayani ketika makan, Stanley malah mengusirnya, “Hari ini kami bersaudara berkumpul, tidak perlu melayani, semuanya keluar saja.”


Jika membiarkan pelayan untuk melayani, itu terlalu lambat, dan juga tidak bisa menebak apa yang diinginkan, lebih baik diri sendiri yang mengambil makanan yang ingin dimakan sendiri.


Di zaman modern, Ivonne adalah orang yang berpendidikan tinggi, tahu sopan santun di atas meja makan, tidak akan seperti Stanley yang seenaknya, tentu saja Ivonne berpikir dirinya akan makan dengan sangat santun.


Tapi, ketika dia melihat Clara dan Permaisuri Juno yang sedang makan, Ivonne baru menyadari seberapa kasarnya dia.


Hanya melihat mulut Clara yang sedikit terbuka, memperlihatkan gigi depannya, sumpit itu hanya mengambil sekitar… Ivonne menghitungnya sekilas, sekitar lima butir nasi, hanya makan dengan membuka mulut sekecil itu, mengunyah beberapa kali, kemudian dengan perlahan-lahan menelannya, gerakan ini sangat indah, terutama ketika butiran nasi itu meluncur turun ke tenggorokan, leher itu sedikit terjulur, melihat pergerakan itu, sangat anggun dan indah.


Mengenai lauk, Clara pada dasarnya tidak memakan daging, hanya memakan tumis lotus dan jamur, sepotong lotus diambil, dengan pelan menggigitnya… Ivonne memperkirakan, seharusnya itu sekitar 1 cm, gerakan menggigitnya itu juga sangat indah, di tiap gigitan itu hampir tidak bersuara, masih mengunyah dengan bibir tertutup.


Permaisuri Juno juga demikian.


Ivonne memandangi sepotong daging di mangkuknya dengan suasana hati yang rumit.


Itu sebenarnya hanya sepotong daging, penuh lemak, dan lagi Ivonne tidak berpikir bahwa jika hanya menggigit 1 cm daging akan dapat merasakan elastisitas dan juga keharuman daging itu, harus memasukkan keseluruhan daging ke dalam mulut, membuat minyak meledak di dalam mulutnya, meninggalkan aroma di mulutnya, itu baru merupakan kenikmatan tertinggi saat makan.


Ivonne tidak dengan serius mempelajari gaya makan wanita di era ini, benar-benar tidak baik.


Berada di jaman ini dia harus beradaptasi, Ivonne hanya bisa dengan enggan meletakkan daging itu ke dalam mangkuk Ronald, “Terlalu berlemak, aku tidak bisa memakannya, aku akan memakan sayuran saja.”


Ronald bahkan tidak berpikir, langsung memasukkannya ke dalam mulutnya, kemudian memilihkan yang sedikit lebih tipis dan berkata, “Ini lumayan.”

__ADS_1


Meskipun beberapa hari ini sedikit kacau, tapi, mereka menjadi terbiasa dengan keberadaan satu sama lain, dan juga memiliki pemahaman tertentu, jadi bagi kedua orang ini tindakan seperti ini adalah tindakan biasa.


Tapi yang terlihat di mata Clara, itu adalah adegan yang sangat mengejutkan.


Walaupun dirinya dan Oscar di luar tampak seperti pasangan yang penuh cinta, tapi Oscar tidak akan pernah memakan makanan yang dia makan.


Bukankah Kak Ronald membenci Ivonne? Sejak kapan mereka begitu dekat?


Tidak, tidak, dia sudah berkata akan membantunya.


Clara begitu sedih dan marah, darah di jantungnya langsung mengalir deras ke otak, memikirkan pun tidak dia langsung menekan dadanya dan terjatuh.


Oscar memeluknya, dengan terkejut berkata, “Clara, Clara, kamu kenapa?”


Ivonne meletakkan sumpit, bergegas melangkah dan memerintahkan, “Cepat gendong dia ke dalam ruangan, biarkan dia berbaring, apa dia memiliki penyakit sebelumnya? Obat apa yang dia minum akhir-akhir ini?”


Ini murni adalah naluri seorang dokter.


Oscar menggendongnya, dia panik, “Tidak sakit, dia baik-baik saja, dia juga tidak minum obat, obat … Oh ya, ada, dia meminum ramuan untuk memiliki anak yang diresepkan oleh Tabib.”


Ketika Permaisuri Juno mendengar perkataan itu, dia sulit untuk menyembunyikan senyum di matanya, “Apa itu karena tubuhnya terlalu lemah hingga tidak tahan?”


Dia memandang ke arah Ivonne, “Kalau begitu, Kak Ivonne masuk dan bantulah.”


Ronald meraih lengan Ivonne dan berkata, “Pertama-tama antar dulu ke kamar, ada Tabib di sini, aku akan memerintahkan Tabib ke sana.”


“Baik!” Oscar keluar dengan menggendong Clara, Bibi Linda memimpin jalan di depan.


Semua orang kembali duduk, tapi tidak memiliki nafsu makan, kecuali Stanley.


Permaisuri Juno dengan raut geli berkata, “Tidak disangka mereka baru menikah kurang dari satu tahun tapi begitu tidak sabar.”


Stanley sambil makan sambil berkata, “Bagaimana mungkin mereka tidak sabar? Sekarang kami saja tidak ada yang memiliki anak.”


Permaisuri Juno tersenyum, “Kalau begitu kamu juga harus bekerja lebih keras.”


“Aku akan, Kak Juno juga harus bekerja keras.” Stanley makan sambil melihat sekilas ke arah Juno, “Bukankah Kakak panik?”

__ADS_1


Juno baru saja mengangkat sumpit, ketika mendengarkan perkataan ini, dia perlahan meletakkannya dan berkata dengan tegas, “Jika kamu memiliki pendapat padaku maka katakan saja secara langsung, kamu tidak perlu menargetkanku seperti itu, aku ingat aku tidak pernah menyinggungmu.”


“Tidak ada.” Stanley mengangkat kepalanya dengan terkejut, “Aku selalu berbicara seperti ini, sejak kapan menargetkanmu? Bukankah melahirkan anak itu yang diinginkan semua orang? Aku juga cemas, hanya membicarakannya secara asal, mengapa Kakak begitu emosional?”


Juno mendengus sekilas, menarik Istrinya dan berkata, “Jangan berspekulasi, ayo pergi!”


Permaisuri Juno meminta maaf pada Ivonne dan berkata, “Kalau begitu kami akan pergi dulu.”


Ivonne membungkuk hormat, “Hati-hati di jalan.”


Makan malam antar saudara ini selesai dengan tidak bahagia, tapi Ivonne malah sangat senang, setidaknya makannya sekarang akan sedikit lebih menyenangkan.


Ivonne kembali duduk, berkata pada Stanley, “Mereka tidak makan, kalau begitu kita makan lebih banyak, jangan disia-siakan, ini semua adalah sayuran dan daging segar.”


“Aku sebenarnya sudah kenyang, tapi begitu banyak hidangan, dan juga terbuat dari bahan berkualitas, dimasak oleh koki kerajaan, jika tidak dimakan memang sangat disayangkan, aku akan makan lebih banyak.”


Ronald malah tidak makan lagi, hanya duduk dan berpikir dengan serius.


Ivonne tahu Ronald khawatir akan Clara, kemudian berkata, “Dia tidak kenapa-kenapa.”


Clara pura-pura pingsan, ketika Ivonne berdiri dan bertanya, dia melihatnya sekilas, bulu mata Clara bergetar, nafasnya lancar, wajahnya merona merah dan bukannya pucat atau merasa sengsara, dapat dilihat Clara hanya marah pada saat itu.


Tapi tidak mengerti juga mengapa Clara begitu marah pada saat itu, semuanya sedang makan saat itu, apa yang membuatnya marah?


Ronald melirik Ivonne sekilas dengan datar, “Sok pintar.”


Ronald tidak memikirkan Clara, Ronald tahu bahwa Clara pura-pura pingsan.


Dia hanya merasa aneh, tadi Kak Stanley hanya berkata seperti itu, mengapa Kak Juno bisa begitu dan marah? Dan lagi, pandangan mata Istri Juno juga tampak tidak wajar untuk sesaat.


Kak Stanley biasanya selalu berbicara dengan ada maksud, bahkan dulu ada yang lebih serius lagi, mengapa bisa begitu marah hari ini?


Jika karena masalah belum melahirkan seorang putra, dari sekian banyak pangeran, semuanya juga tidak memiliki putra, jadi Kak Juno tidak sendirian.


Namun, jika dibicarakan, Ronald ingat bahwa Kak Juno memiliki satu selir, tadinya ada dua selir yang dimiliki Kak Juno, salah satunya meninggal karena sakit, kemudian dia tidak ladi mengangkat selir, bahkan semua wanita cantik di kediamannya pun diusir pergi.


Kak Juno sekarang hanya memiliki dua anak perempuan, sudah hampir berusia 10 tahun.

__ADS_1


Permaisuri Juno dan juga selir itu tidak hamil lagi, dan Kak Juno juga tidak mengambil selir lagi.


__ADS_2