
Ronald memunggunginya, menyembunyikan amarah, dengan datar berkata, “3 sampai 5 mungkin.”
Ivonne terkejut, dia berpikir sepertinya satu atau dua sudah bisa dibilang cukup banyak, tidak menyangka ternyata ada 3 sampai 5.
Sebagai orang modern, dia benar-benar tidak dapat memahami alasan mengapa pria mencari selir pelayan, dan juga tidak dapat memahami mengapa mereka ingin memiliki begitu banyak anak.
Ivonne juga membalikkan punggungnya, merasa sangat marah di dalam hatinya, marah untuk gadis-gadis itu.
Mengambil Letty sebagai contoh, dia bahkan tidak rela menjadi selir pelayan, siapa yang mau menjadi alat untuk melahirkan bagi seorang pria? Di bawah pemaksaan kekuasaan, mereka hanya bisa menyerah, status sosial mereka rendah.
Apakah gadis-gadis miskin yang menyedihkan itu akan ditindas begitu saja oleh orang-orang brengsek seperti Ronald dan lainnya?
Tapi jika sekarang mereka dikirim ke luar kediaman, dalam masyarakat feodal ini., apa mereka masih bisa menemukan calon yang baik untuk dinikahi?
Ivonne sangat marah, Ronald juga sangat marah.
Apa maksud perkataan Ivonne ini? Dia anggap dirinya ini apa? Selir pelayan, bahkan Ronald tidak memiliki selir sah, hanya memiliki Ivonne sebagai Istri sah, itu juga tipe yang menyebalkan dan tidak mau disentuh.
Keduanya sangat marah, hasilnya tidak ada yang tertidur.
Dengan mata terpejam, saling mengutuk satu sama lain, langit kemudian berangsur cerah.
Ronald yang pertama kali bangun, pergi keluar dan memerintahkan beberapa perintah pada Yanto, ingin agar dia pergi ke Jingzhaofu, hari ini Ronald akan pergi ke sana setelah siang hari.
Ivonne juga bangun, dia tidak meminta Letty melayaninya berganti pakaian, Ivonne mengambil pakaian sendiri kemudian berganti di balik tirai pemisah.
Bibi Linda membawa pakaian ganti Ronald, membukanya satu per satu, kemudian memakaikannya satu per satu, setelah selesai, Ivonne duduk di depan meja rias dan menatapnya, kemudian berkata, “Tanganmu juga tidak cacat, mengapa tidak bisa memakai pakaian sendiri?”
Jika biasanya, Ivonne tidak akan mengucapkan kalimat seperti ini, dia tahu bahwa para pangeran ini bahkan jika bisa akan ada orang yang menyuapi ketika makan.
Tapi kemarahannya semalam itu, benar-benar sangat ingin dilampiaskannya.
Ronald tidak apa-apa, tapi Bibi Linda yang tercengang, “Permaisuri, ini sudah seharusnya dilakukan olehku.”
“Panggil selir pelayannya untuk melayaninya.” Ivonne akhirnya mengucapkannya, setelah itu dia menyesalinya, gadis-gadis itu tidak bersalah, Ivonne bahkan merasa kasihan pada mereka semalaman, tapi hari ini malah berkata seperti itu pada mereka.
Bibi Linda tertawa, “Lihatlah Permaisuri, Yang Mulia mana memiliki selir pelayan?”
Letty datang untuk menyisir rambut Ivonne, kemudian berbisik, “Aku kemarin menanyakannya pada Bibi, dan Bibi berkata Yang Mulia tidak memiliki selir pelayan.”
Ronald bertanya dengan dingin, “Mengapa kamu begitu peduli apa aku memiliki selir pelayan atau tidak?”
__ADS_1
Ivonne tidak bisa membalas.
Tapi batu berat yang ada dalam hatinya selama seharian, seketika terlepas.
Ivonne menyadari bahwa dia peduli pada Ronald.
“Penasaran!” Ivonne berkata dengan datar.
“Penasaran?” Ronald menghampiri setelah berpakaian rapi, di dalam cermin perunggu terdapat pantulan diri Ronald, bekas cakaran di kiri dan kanan wajahnya terlihat lucu dan merusak penampilannya.
Ronald juga menyadarinya, berkata dengan marah, “Lihatlah, apa yang harus dilakukan pada wajahku?”
“Bilang saja dicakar kucing.” Ivonner berkata dengan merasa bersalah.
“Apa kamu kira aku begitu tidak tahu malu?”
Ivonne bergegas bangkit, menekan Ronald untuk duduk, “Tidak masalah, aku akan membantumu memakaikan sedikit bedak untuk menutupinya.”
“Aku tidak mau memakai bedak!” Ronald makin marah, ini masalah martabatnya, wanita beracun ini, bernar-benar tidak melepaskan wajahnya.
“Ini salahku, aku tidak seharusnya minum alkohol, tidak seharusnya berbuat gila setelah mabuk, tidak akan ada lain kali, Yang Mulia, kamu bersabarlah selama dua hari, luka ini ringan, sepertinya besok juga tidak akan terlihat jejaknya, bedakku ini sangat bagus, warna kulit alami, orang tidak akan tahu jika memakainya, lihatlah aku… ” Ivonne mengambil tangan Ronald dan disentuhkan ke wajahnya sendiri, “Bukankah tidak ketahuan bahwa aku memakai bedak?”
Wajahnya halus, putih dan kenyal, sangat elastis, ketika disentuh, benar-benar nyaman.
Memakai bedak atau keluar dengan bekas luka cakaran kucing, Ronald lebih memilih yang pertama.
Tapi, dia salah percaya pada Ivonne.
Bedaknya tidak bagus, wajahnya terlihat pecah, sepotong demi sepotong, seperti terkena penyakit kusta.
Akhirnya, Tabib memberi ramuan untuk dioleskan ke lukanya, tanda merahnya sudah menghilang, tapi wajahnya menjadi kuning pucat, seakan mengidap penyakit serius.
Tapi, ini sudah merupakan hasil yang terbaik.
Memakan sarapan dengan asal, kemudian kereta kuda segera berangkat, mereka berdua tiba di kediaman Indra.
Kereta kuda harus berhenti di jalur yang agak jauh, karena pintu utama dan pintu belakang sudah penuh dengan kereta kuda.
Kereta kuda Istana saja sudah ada beberapa, Selir Renata sudah tiba tadi malam.
Putri tertua, Penny sudah tinggal di sini selama beberapa hari, dan ada Wendy yang kemarin sudah menyapa Ivonne.
__ADS_1
Beberapa pangeran juga bergantian berjaga di sini, takut terjadi sesuatu pada Indra di malam hari, dan tidak ada orang di sisinya, di antara mereka, pasangan Raja Juno yang paling rajin, sebelum Selir Renata datang, hampir semuanya dilakukan oleh mereka.
Bibi di dalam kediaman dan juga penjaga masih berada di sana, karena kemarin ada perintah, hari ini setelah kedatangan Permaisuri semua Tabib harus pergi, tapi Selir Renata memerintahkan Tabib untuk membuka resep selama beberapa hari baru membiarkannya pergi.
Hari ini adalah hari pertama Ivonne datang ke kediaman Indra, dia sangat gugup.
Kaisar Mikael memerintahkan Peter membawa orang untuk melindungi Ivonne, harus memastikan Ivonne benar-benar aman selama perjalanan pergi dan pulang.
Peter tentu saja tahu bahwa itu adalah masalah yang sangat penting, memerintahkan 2 penjaga yang memiliki seni bela diri tinggi untuk bersama pergi keluar dari Istana.
Ketika Ivonne datang ke kediaman Indra, Peter juga kebetulan sampai dengan membawa orang, memahami maksud dari Kaisar, jadi mereka masuk bersama.
Yang diidap Indra adalah penyakit menular, tempat yang ditinggalinya umumnya tidak membiarkan orang untuk keluar masuk. Bahkan jika datang untuk berkunjung, itu juga hanya untuk sesaat, dan juga menggunakan tangan untuk menutupi mulut dan hidungnya, kemudian mencuci tangan dan berganti pakaian setelah keluar.
Orang yang melayani di dalam adalah pelayan dekat Indra.
Namun, 2 hari terakhir, Permaisuri Juno juga masuk ke dalam untuk merawatnya, dan juga mengenai masalah Indra, dia harus melakukannya sendiri, mendapat reputasi sebagai Kakak ipar yang bijak, Kaisar juga sangat menghargainya.
Ivonne datang untuk mengobati penyakit hari ini, karena sebelumnya sudah ada perintah Kaisar, karena itu, di gerbang sudah banyak orang kerajaan yang sedang menunggu.
Pasangan Raja Juno berada di sisi kiri dan kanan Selir Renata, Permaisuri Juno memakai pakaian yang sederhana, rambutnya digelung menjadi gelungan yang rapi, wajahnya menatap Ivonne sambil tersenyum, “Kudengar kamu datang, hatiku seketika tenang.”
Ivonne sedikit mengerti ilmu pengobatan, secara tidak sengaja menyembuhkan Paduka Kaisar, setidaknya orang luar mengira demikian, tapi kata-kata Permaisuri Juno ini menunjukkan kemampuan pengobatannya begitu hebat, Indra sudah pasti bisa disembuhkan.
Mengangkatnya begitu tinggi di depan begitu banyak orang, benar-benar licik.
Ivonne juga tidak rendah hati, bersama dengan Ronald maju untuk memberi hormat pada Selir Renata.
Selir Renata tidak memandang Ivonne, hanya menatap Ronald dan berkata, “Aku percaya padamu, kamu awasi Istrimu dan jangan biarkan dia bertindak sembarangan, aku tidak tahu mengapa Kaisar memintanya datang, perintah Kaisar ini tidak bisa dibantah, tapi, jika karena ilmu pengobatannya yang tidak baik dan sembarangan meresepkan obat dan membahayakan Indra, aku katakan terlebih dahulu, aku tidak akan melepaskannya.”
Ronald memberi hormat, “Ibu Renata tenang saja, Ivonne akan melakukan yang terbaik.”
Selir Renata tidak tahu proses bagaimana Indra terkena penyakit, karena itu dia tidak membenci Ronald, dia juga tahu bahwa Ronald dan Selir Prilly tidak bisa disinggung, tapi ini terkait dengan nyawa anaknya, mau tidak mau dia harus lebih waspada.
“Aku akan masuk dan melihat Raja Indra.” Ivonne dipandangi oleh semua orang, benar-benar merasa sangat tidak nyaman.
Permaisuri Juno berkata, “Ivonne, aku akan menemanimu masuk.”
Ivonne sudah menyiapkan masker penutup sejak awal, diletakkan di saku lengan bajunya, mengeluarkan beberapa dan membagikannya pada Ronald dan Permaisuri Juno.
Ivonne sendiri juga memakainya.
__ADS_1
Siapa tahu, begitu memakainya malah membuat Selir Renata begitu marah hingga tubuhnya bergetar.
Dia menunjuk Ivonne dan berkata dengan marah, “Jika kamu tidak suka pada Indra, maka tidak usah datang, dia sudah berada dalam suasana hati buruk karena sakit, sekarang akan melihat kalian masuk sambil memakai benda ini, melihat kalian yang begitu jijik padanya, betapa sedihnya dia.”