Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 164. Bencana


__ADS_3

Seketika suara jeritan mulai bergemuruh.


Penjaga berteriak dan berlari kencang ke arah sana, “Cepat, cepat pergi untuk membantu.”


Tenda itu runtuh, jika hanya tertimpa itu tidak masalah tapi di dalamnya ada beberapa pot besar bubur yang panas, dan juga api di dalam tidak sepenuhnya padam.


Ivonne berlari menghampiri tanpa berpikir, memasukkan tangannya ke balik lengan bajunya dan mengeluarkan kotak obatnya.


Berlari ke depan tenda dan membuka kotak obat, isi di dalam kotak itu kebanyakan adalah kasa untuk menghentikan pendarahan dan desinfektan, dan juga ada beberapa persediaan obat-obatan P3K lainnya.


Hanya ada satu penjaga yang berjaga di gerbang, semuanya pergi untuk menyelamatkan orang.


Di dalam tenda itu setidaknya terdapat lebih dari 50 orang, mereka yang ingin masuk tapi tidak bisa masuk itu setelah terkejut selama beberapa saat mereka bergegas berpartisipasi dalam penyelamatan.


Yang pertama kali diselamatkan ternyata adalah Clara.


Karena ketika keributan sudah terjadi, Clara tanpa sadar sudah berjalan pergi, ketika tenda itu runtuh, Clara sudah berada di ambang samping, jika dia berjalan dua langkah lebih cepat maka dia bisa melarikan diri sepenuhnya.


Cedera Clara tidak menjadi masalah, hanya saja luka di rahangnya lumayan besar, Clara begitu terkejut.


Ivonne melangkah maju untuk menghentikan pendarahannya, membersihkan lukanya kemudian membalutnya. Seluruh gerakan Ivonne begitu lugas, selesai dalam waktu dua menit, Clara masih belum terdasar sudah melihat Ivonne sedang menangani korban yang kedua.


Sebagian besar yang diselamatkan adalah korban dengan luka ringan, para prajurit juga sudah pergi untuk mengundang Tabib, dan juga memberi tahu pihak Jingzhaofu dan juga para pengawal kekaisaran yang sedang berpatroli.


Ivonne baru saja selesai menangani orang yang terluka, kemudian melihat penjaga gerbang dan tentara lainnya membawa keluar seorang gadis muda, sekujur tubuh gadis itu berdarah, kepala dan tangannya lemas, gadis itu sudah sekarat.


Cecil meliriknya sekilas dan berteriak kaget, “Ahh, itu adalah Putri Karen, apa dia sudah meninggal?”


Ivonne buru-buru melepas pakaian luarnya dan meletakkannya di tanah, kemudian berkata pada para penjaga, “Cepat letakkan di sini.”


Tangan dan kaki pengawal itu sedikit gemetar, Putri Karen ini adalah cucu perempuan kesayangan dari Tuan Joshua.


Ketika menemukan Putri Karen, dia hanya membelalakkan matanya dengan lebar dan wajahnya sudah sepucat kertas.


Pengawal itu tidak tahu siapa Ivonne, hanya melihat Ivonne bergegas menyelamatkan orang, di pakaian dan wajahnya sudah terdapat noda darah, diperintahkan seperti itu jadi pengawal itu segera meletakkan Putri Karen.


Nafas Karen sudah sesak, wajahnya pucat, denyut nadinya sangat cepat, seharusnya mengalami pneyumbatan di paru-paru.

__ADS_1


Karen juga memiliki trauma lain, lengan dan bagian kakinya juga mengalami luka serius.


Ivonne meminta Letty dan juga Cecil untuk melepas pakaian luar mereka kemudian mereka mengelilingi Karen, Ivonne membuka kotak obat, memberikan infus, memberikan obat untuk mencegah pendarahan kemudian membuka pakaian Karen, menyuntikkan jarum untuk menghentikan pendarahan, Ivonne berpikir bicarakan lagi setelah pendarahan ini dihentikan.


Ini bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dalam beberapa menit, tapi masih banyak orang yang harus diselamatkan di luar saja, suara jeritan terdengar di mana-mana.


Nyonya Valen bergegas keluar, tangannya terluka dan berdarah.


“Karen, Karen!” Nyonya Valen menangis ketika dia melihat putri kesayangannya terluka parah, dia berlutut dan membelai wajah putrinya.


Ivonne menyesuaikan kecepatan infus kemudian berkata pada Nyonya Valen, “Selama pendarahannya berhenti, maka tidak akan ada masalah untuk sementara waktu, Nyonya awasi di sini.”


Nyonya Valen memperhatikan Ivonne yang berjalan keluar dengan membawa sebuah kotak, sosok itu berlalu dengan cepat.


Pihak Jingzhaofu menerima berita ini, Ronald secara pribadi membawa orang untuk menghampiri.


Tenda itu rubuh dan mengakibatkan puluhan orang luka dan juga ada yang meninggal, masalah ini terlalu besar, tidak hanya Ronald yang datang, tapi dia juga memerintahkan setengah dari Tabib yang ada di Departemen pengobatan Huimin untuk datang membantu.


Ronald tidak tahu Ivonne berada di sini.


Tempat kejadian begitu kacau, setelah Ronald tiba, dia bergegas membawa orang untuk datang membantu menyelamatkan, dan Ivonne masih melakukan perawatan darurat untuk para korban yang mengalami luka parah.


Di akhir, Ronald menggendong seseorang dan berjalan keluar dari dalam, orang itu mengenakan pakaian berwarna kuning, pakaiannya sudah kotor, rambutnya berantakan, rambutnya menutupi keseluruhan wajahnya.


Ronald menggendongnya keluar dan berpikir untuk meletakkannya.


Namun Nyonya Nita kemudian berteriak terkejut, “Yang Mulia, kamu menggendongnya seperti itu akan merusak reputasinya, cepat letakkan dia.”


Nyonya Nita tidak terluka, bisa dibilang dia adalah satu-satunya orang yang beruntung, orang yang tertimpa tenda di dalamnya sebagian besar terluka, dan ada beberapa yang mengalami luka serius, hanya Nyonya Nita saja yang tidak terluka.


Jika Nyonya Nita hanya berteriak biasa maka tidak banyak orang yang mendengarnya, karena semua orang sedang sibuk.


Tapi mungkin dikarenakan dia berteriak terlalu kencang jadi menarik perhatian semua orang dan semua orang melihat ke arah mereka.


Ivonne juga melihat ke sana.


Ronald terpaku, kejadian setahun yang lalu di kediaman sang putri entah mengapa terlintas di benaknya.

__ADS_1


Ronald mengendurkan kedua tangannya, Steffie langsung terjatuh dari tangannya.


Steffie bagai orang yang sudah mati, diam tak bergerak, tapi rambut panjangnya itu tertiup angin dan menampakkan wajahnya yang indah dan pucat.


Ronald melihat Ivonne, sekujur tubuh, tangan dan wajahnya berlumuran darah.


Ronald melangkah maju, tidak mempedulikan apa yang dipegang Ivonne, Ronald langsung menggendong Ivonne, “Mana yang terluka? Apa itu parah?”


Gendang telinga Ivonne sudah hampir tuli.


“Aku sedang merawat orang yang terluka, cepat turunkan aku!” Ivonne berteriak keras.


Baru pada saat itulah Ronald menyadari bahwa darah di tubuh Ivonne itu adalah darah orang lain, hati Ronald baru merasa lega kemudian dia berkata, “Oh, kalau begitu lanjutkna pekerjaanmu, aku akan mengurusi urusan lain, berhati-hatilah, mengerti?”


Nyonya Nita datang dan menghentikan Ronald, “Yang Mulia, tolong cari Tabib untuk mengobati putriku, dia pingsan.”


Kebetulan Tabib dari Departemen pengobatan Huimin baru tiba, Ronald kemudian menarik tangan salah seorang Tabib dan berkata, “Pergi dan obati luka Nona Steffie dari keluarga Chu.”


Setelah selesai berbicara, Ronald berbalik dan pergi.


Steffie perlahan membuka matanya, tidak tahu sejak kapan Clara sudah duduk di sebelahnya, pandangan matanya menatap Steffie dengan rumit.


“Kak, aku pasti akan mendapatkan Ronald!” Steffie bangkit duduk, ada noda darah di sudut bibirnya, Steffie mengulurkan tangan dan menyeka darahnya, tampilannya itu begitu cantik tapi juga kejam.


“Dia tidak menyukaimu.” Clara melihat Steffie baik-baik saja kemudian berkata dengan datar.


“Memang kenapa jika dia menyukai atau tidak menyukaiku?” Steffie mengulurkan tangannya dan merapikan rambutnya, menatap Ivonne yang sedang setengah berlutut di tanah untuk merawat korban yang terluka, memicingkan matanya dan mulai tertawa.


Clara merasa senyum adiknya ini begitu jahat dan beracun, Clara tidak terlalu memperhatikan, mengenai bencana hari ini, dia adalah biang keladinya, ingin mendapatkan reputasi yang baik malah menjadi seperti ini, .


Melihat kekacauan ini, Clara sangat ingin bersembunyi, mengapa akhir-akhir ini seperti ini? Tidak ada yang lancar, segala sesuatu yang dia perbuat tidak memuaskan.


Oscar juga tiba, dia melihat Clara terluka dan dirinya begitu tidak tega, bertanya pada Clara apa yang terjadi kemudian melihat Ivonne hanya menangani luka Clara dengan sederhana, Oscar kemudian berjalan ke arah Ivonne dan berkata, “Kamu balut luka Clara lebih dulu.”


Ivonne hanya menganggap tidak melihatnya, tidak mendengarnya, dan terus membersihkan luka para pengemis.


Pengemis itu terluka di bagian kaki, Ivonne pernah melihat pengemis ini, pengemis ini dipukuli karena segigit roti, setelah dipukuli pengemis ini juga sangat senang.

__ADS_1


Kakinya hanya tinggal 1, jika kaki ini juga hancur maka pengemis ini sudah tidak akan bisa berdiri lagi.


“Kak Ivonne, kamu kemarilah lebih dulu, ada yang ingin kubicarakan denganmu.” Oscar berteriak terus menerus, dia khawatir akan Clara, karena Tabib mengatakan Clara kemungkinan sudah hamil.


__ADS_2