Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan

Kelahiran Kembali Doctor Ivvone Yuan
Bab 206. Dunia Apa Ini


__ADS_3

Cecil tahu mengenai kondisi canggung keluarganya saat ini.


Dalam beberapa tahun ini, tidak ada orang yang memiliki kemampuan di keluarga Hendra, posisi resmi Ayahnya itu menghabiskan begitu banyak uang, setiap kali penilaian departemen resmi maka harus meminta bantuan melalui pintu belakang jika tidak maka sudah diturunkan dari jabatan itu sejak dulu.


Awal tahun ini Kaisar sudah mengkritik beberapa departemen, mengatakan bahwa beberapa pejabat yang tidak bekerja dengan baik dan menunggu untuk mati, penilaian tahun ini adalah untuk membereskan orang-orang ini.


Hendra tentu saja tahu bahwa dia adalah salah satu dari orang yang seperti itu.


Ambisinya lebih tinggi dari langit tapi kemampuannya tidak sepadan, selalu menghela nafas dan tidak bisa melakukan apa-apa, sebenarnya hati Hendra tahu dengan jelas.


Hendra tahu bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan.


Bahkan kemampuan untuk menjalankan tugas saja tidak ada, Hendra hanya bisa mencoba mengamankan posisinya itu dengan menikahi seorang wanita.


Hendra selalu mengatakan dia ingin meminta posisi yang lebih tinggi tapi dalam hatinya dia tahu bahwa bisa menjaga posisinya saat ini saja sudah tidak buruk.


Hendra tahu dengan jelas, semua orang yang ada di rumah itu juga tahu dengan jelas, bahkan Cecil juga mengetahui hal itu dengan jelas.


Itu sebabnya Cecil berkata bahwa dia tidak sepadan dengan Peter, bukannya dia sombong tapi Cecil tahu diri.


Hati Ivonne rapuh, ketika mendengar perkataan ini dia hanya bisa menghela nafas dan berkata, “Sudahlah, bicarakan hal ini nanti saja.”


“Kakak tidak perlu khawatir padaku, aku sudah mempersiapkan diriku.” Cecil tersenyum, “Sebenarnya ini tidak seburuk itu, seperti Lanny saja, bahkan ada banyak orang yang iri padanya, dengan latar belakang keluarganya dia bisa menikah dengan seorang sarjana, itu benar-benar sangat beruntung.”


Kalimat terakhir Cecil itu benar-benar sangat ironi.


Ivonne merasa dirinya kembali merasa mual, mengerutkan kening kemudian bergegas pergi ke depan sebuah baskom dan muntah.


Cecil terkejut, bergegas membuka pintu dan memanggil orang untuk masuk, dirinya kemudian berlari ke belakang Ivonne untuk mengelus punggung Ivonne.


“Tidak apa-apa, muntah itu hal biasa.” Ivonne sudah selesai muntah dan berkata menenangkan dengan wajahnya yang pucat.


Bibi Vera sebenarnya mendengar pembicaraan mereka di luar, jadi dia kemudian diam-diam menarik Cecil ke samping dan berkata, “Jika Lanny datang lebih baik jangan biarkan Permaisuri melihatnya.”


Cecil mengangguk, “Aku mengerti, aku akan membawanya keluar untuk berbicara lalu memintanya pergi.”


Cecil teringat dirinya benar-benar sedikit gegabah, bagaimana bisa dia meminta Lanny kemari?


Kak Ivonne mengenal Lanny, temperamen Lanny itu bagaimana mungkin menjadi Nyonya dari sekelompok pejabat pengadilan? Lanny bahkan tidak sebaik dirinya.


Setelah Ivonne selesai muntah, dia kemudian tidur sebentar.


Setelah bangun, Letty masuk untuk melayani.


“Mana Cecil?” Tanya Ivonne, dirinya tidak bangun dan masih berbaring di ranjang, merasa rasa tidak nyamannya kembali muncul.

__ADS_1


“Nona Cecil sedang mengobrol dengan orang lain di halaman depan.” Kata Letty.


Ivonne teringat Cecil mengundang Lanny untuk datang, mungkin Lanny sudah datang kemari.


Ivonne duduk perlahan, “Pergi dan undang Nona Cecil dan temannya untuk masuk.”


Letty terpaku untuk sesaat, kemudian baru teringat pesan Bibi Vera sebelumnya untuk tidak memberitahu Permaisuri ada orang yang datang kemari.


“Pergilah!” Kata Ivonne.


Letty hanya bisa pergi keluar.


Keluar dari pintu, Bibi Vera masuk dengan membawa sup plum dan bertanya, “Sudah bangun?”


Letty merasa bersalah dan berkata: “Sudah bangun, Permaisuri berkata ingin bertemu dengan Nona Cecil dan Nona Lanny.”


Bibi Vera memelototinya, “Benar-benar banyak bicara!”


Letty menundukkan kepalanya, “Aku tahu aku salah.”


Bibi Vera berkata, “Karena Permaisuri ingin bertemu maka pergilah dan panggil mereka.”


Letty menjawab sekilas kemudian pergi.


Bibi Vera membawa sup plum dan masuk ke dalam, Ivonne kebetulan sedang haus dan langsung meminum setengah mangkuk, rasa asam plum langsung membuat perutnya terasa nyaman.


Bibi Vera juga tersenyum, “Jika suka asam maka itu adalah anak laki-laki, jika suka pedas maka itu adalah anak perempuan, anak ini pasti seorang putra.”


Ivonne tersenyum, “Putra dan putri tidak masalah, yang lebih penting dia sehat dan aman.”


“Ya, sehat dan aman itu sudah cukup.” Kata Bibi Vera.


Setelah beberapa saat, Ivonne melihat Cecil memimpin seorang gadis kecil yang lucu dengan wajah bulat masuk ke dalam.


Gadis itu mengikuti di belakang Cecil dengan takut-takut, matanya melirik sekilas kemudian bergegas menunduk, seperti seekor kelinci kecil.


“Aku memberi salam untuk Permaisuri!” Lanny dengan takut-takut melangkah maju untuk memberi hormat.


Ivonne tersenyum, “Lanny, kenapa kamu begitu segan padaku? Duduklah!”


Terhadap gadis ini, Ivonne masih memiliki banyak kenangan dan perasaan padanya, bisa dilihat bahwa pemilik asli tubuh ini juga menyukai gadis ini.


Lanny melihat ke arah wajah lembut Ivonne, seketika dia tersenyum dan menunjukkan dua gigi gingsulnya, benar-benar sangat imut.


“Kak Ivonne!” Panggil Lanny.

__ADS_1


Ivonne seketika menyukai gadis ini.


Bukan keakraban dari pemilik asli tubuh ini, tapi gadis dalam sekali lihat sudah dapat diketahui bahwa dirinya begitu polos.


Hanya saja melihatnya yang begitu polos tapi akan menikah dengan pria tua yang buruk, hati Ivonne merasa tidak nyaman, setelah berbicara beberapa kalimat dengan Lanny, Ivonne kemudian meminta Cecil membawanya pergi.


Tapi ketika Lanny baru saja keluar dia kemudian menoleh dan bertanya pada Ivonne, “Kak Ivonne, bisakah aku tinggal di sini selama satu hari? Hanya 1 hari saja, aku tidak akan sembarangan pergi, aku hanya menemani Kak Cecil.”


Cecil berkata, “Tidak bisa, Kakak iparku tidak mengizinkan orang luar datang, tunggu aku pulang maka kamu datang ke rumahku untuk tinggal.”


Lanny menjawab sekilas tapi jelas terlihat bahwa dirinya sedikit kecewa.


Ketika Ivonne melihatnya, dia kemudian berkata, “Kalau begitu biarkan dia tinggal selama 1 hari, menemanimu mengobrol itu juga baik.”


Lanny tiba-tiba begitu gembira, “Terima kasih Kak Ivonne.”


Ivonne menginstruksikan Letty untuk mengatur tempat bagi Lanny, tapi sebenarnya tidak perlu juga mengaturnya, cukup tinggal bersama Cecil saja.


Setelah Letty kembali dia kemudian berkata pada Bibi Vera, “Nona Lanny ini meminta pelayan untuk membawa pakaiannya, apa dia tahu bahwa dia diperbolehkan tinggal di sini?”


Bibi Vera berkata: “Seharusnya Nona Cecil sudah menjanjikannya sebelumnya, tinggal selama sehari itu tidak akan menjadi masalah, hanya saja jangan biarkan dia terus berada di depan Permaisuri saja.”


Seorang gadis polos, latar keluarganya juga tidak rumit, seharusnya itu tidak jadi masalah.


Ronald pulang di malam harinya, Ivonne mengatakan padanya bahwa dirinya mengijinkan seorang adik perempuan untuk tinggal di rumah selama satu hari.


Ronald berkata: “Jika kamu suka maka tidak masalah, tapi dia tidak boleh menganggumu beristirahat.”


“Tidak akan, dia bermain dengan Cecil, oh iya, Ayahnya bekerja di Jingzhaofu dan dia akan segera menikah dengan seorang sarjana yang bernama Tuan Johan.” Kata Ivonne.


Ronald mengerutkan kening, “Sarjana Johan? Bukankah sudah hampir berumur 80 tahun?”


“Katanya 62 tahun.” Raut Ivonne memucat, “Apa sudah setua seperti berumur 80 tahun?”


“Siapa yang tahu berapa usianya, sekilas dilihat memang merupakan pria tua, di umur seperti itu masih menikah dengan seorang gadis kecil? Bukankah itu berarti menikah lalu membiarkan gadis itu hidup menjanda dan kesepian?” Ronald selesai berbicara kemudian melirik bibir dan dada Ivonne, diirnya benar-benar sangat paham rasa itu.


Ivonne memaki sambil tertawa: “Apa yang kamu lihat?”


“Memang tidak boleh jika melihat?” Ronald tidak senang, tidak boleh disentuh lalu melihat pun tidak boleh?


Ivonne yang tidak boleh disentuh dan hanya bisa bersikap galak terlihat… Ronald melihat wajah Ivonne yang kurus yang terlihat sedikit menyedihkan, Ivone masih terlihat sangat imut hingga membuatnya merasa tidak tega.


Ronald mengulurkan tangan dan mengelus wajah Ivonne, “Kamu harus makan lebih banyak, mana bisa jika sekurus ini? Angin kencang bahkan bisa menerbangkanmu.”


“Sedang membicarakan pria tua itu kenapa jadinya membicarakan masalah aku makan banyak atau tidak? Mengungkit mengenai makan hatiku juga kesal, aku ingin makan tapi benar-benar tidak bisa memakannya.” Monster kecil di dalam hati Ivonne sudah mulai dilepaskan lagi.

__ADS_1


“Aku akan pergi ke Istana dan meminta sup itu pada Kakek, sebelumnya ketika kamu meminumnya, kamu merasa nyaman selama beberapa hari.” Kata Ronald.


__ADS_2