KEMILAU Cintaku KAMELIA Di Ujung Senja

KEMILAU Cintaku KAMELIA Di Ujung Senja
MENYIAPKAN KEJUTAN


__ADS_3

Sudah tiga hari setelah kepulangan Kamelia ke rumah mertuanya. Bahkan kemarin, Kamelia sempat melepas kepergian Asraf bersama istrinya, Caca.


Ya, Asraf telah menyelesaikan risetnya di perkebunan milik mendiang kakek Adipati yang dikelola oleh Idris bersama Kemil saat itu.


Selama dua hari sebelumnya, Kamelia mendapatkan kejutan akan kehadiran Caca istri Asraf dan bayi mungil mereka. Kamelia dan Caca menghabiskan waktu mereka dengan berbagai kegiatan bersama selama suami-suami mereka meninggalkan mereka di rumah pada siang harinya.


"Sayang... Aku merindukan cakrawala senja." Bisik Kamelia sambil bergelayut manja di lengan suaminya yang kekar.


"Sekarang kan masih pagi..." Kemil menyahuti keinginan istrinya itu dengan nada ketus.


**Tahun kemarin dia tidak lupa akan ulang tahunku, tapi kenapa sekarang dia begitu acuh dengan hari spesial ku ini.?


Dari semalam aku berusaha mengodenya, namun dia tidak peka sama sekali...


Ahhh, menyebalkan**....


Meski Kemil telah rapi dengan stelan kerjanya, tetapi raut wajahnya masih saja terlihat kusut. Dia merengut semenjak terbangun subuh tadi.


Kemil mendekat ke arah tempat tidur Milka, dia mengecup sedikit pipi tembem gadis mungil itu dan segera meninggalkan kamarnya.


Kamelia tetap mengekori Kemil untuk mengantarkan suaminya itu sampai ke depan pintu ruang utama.


**Kamelia benar-benar melupakan hari ulang tahunku...


Ahh... Kenapa jadi kesal ya?


Hmmm lebih baik aku beritahu saja, daripada mengganggu pikiranku seharian**...~ Bathin Kemil menatap istrinya yang tengah merunduk menciumi punggung tangannya.


"Oh ya sayang..." Kemil mencoba mengutarakan perasaannya.


"Hm... Iya sayang, kenapa? Apa ada yang kelupaan?" Kamelia memasang wajah kebingungan.


"Umm, tidak kok sayang... Aku cuma mau beritahu kamu, mungkin kamu lupa kalau hari ini adalah hari..."


"Aduh.. Sayang... Sepertinya Milka terbangun deh. Kamu kerja saja dulu, nanti kamu chat ke aku kalau ada apa-apanya. Oh iya sayang... Kamu jangan lupa ya, nanti sore kita ke pantai." Kamelia bergegas masuk ke dalam rumah meninggalkan Suaminya yang terlihat kebingungan.

__ADS_1


"Perasaan, aku tidak mendengar suara Milka..." Sungut Kemil sambil berlalu masuk ke dalam mobilnya.


Di dalam rumah, Kamelia mengintip Kemil dari balik tirai jendela sambil tersenyum-senyum kecil melihat tingkah suaminya.


"Ckck... Kekanak-kanakan sekali..." Gumamnya.


Maaf ya sayang... Semalam itu aku terbangun kok. Aku juga sama sekali tidak lupa dengan hari ini...


Kamelia kembali teringat dengan kejadian semalam yang sangat menggelikan perutnya.


*****


Flashback On.


00.00 dini hari


Kamelia terbangun dari tidurnya, mata bulatnya memandang lekat wajah Kemil yang terlelap di sampingnya.


"Barakallah sayang... Semoga apa-apa yang kita harapkan diijabah olehnya." Bisik Kamelia dan kemudian mengecup lembut kening datar Kemil yang menghadap ke arahnya.


Beberapa menit kemudian, alarm di ponsel Kemil berbunyi. Kamelia gelagapan dan segera memejamkan kembali matanya.


Sudah sekeras ini bunyi alarmnya, kok Kamel tidak terbangun juga sih... ~ Kemil sengaja meletakkan ponselnya yang masih berdering di samping kepala Kamelia, berharap istrinya itu terbangun.


Namun yang diharapkannya itu tidak benar-benar menjadi kenyataan. Kamelia hanya menggeliat kecil seraya menguap, kemudian membalikkan tubuhnya dan memunggungi suaminya itu.


Kemil yang merasa dicueki segera mematikan alarm ponselnya dan meletakkan kembali ke atas nakas samping tempat tidurnya.


Dengan kesal dan wajah yang merengut, Kemil ikut memunggungi Kamelia.


Maafin aku ya sayang... Bukannya aku tidak peka, aku hanya sedang menyiapkan kejutan untukmu. Aku harap kamu bahagia dengan kejutan dariku nanti.~ Kamelia sedikit merasa bersalah akan sifatnya.


Dan entah berapa lama setelah itu, mereka kembali tertidur menemui mimpi mereka masing-masing.


***

__ADS_1


Flashback Off.


" Hayooo... Kamu lagi ngapain?" Rahmah datang mengejutkan Kamelia yang masih tersenyum-senyum kecil.


"Eh mama..., ini ma... Kamel tadi habis nganterin Kemil ke depan." Sahutnya gugup.


"Ya teruuus, kenapa pakai ngintip-ngintip segala?" Tanya Rahmah lagi dengan raut masih kebingungan.


"Hehehe... Nggak pa-pa kok ma... Hari inikan Kemil ulang tahun ma, jadi Kamel lagi menyiapkan kejutan untuknya." Kamelia mengungkapkan rencananya kepada Rahmah.


"Iya, mama tau itu. Bukannya kita mengundang keluargamu dan Toni ya hari ini? Dan Kemil kan juga sudah tau itu?" Rahmah semakin bingung dengan rencana menantunya.


"Iya ma... Tapi Kamel punya kejutan lain untuk Kemil." Ujar Kamel lagi.


"Apa mama juga tidak boleh mengetahuinya?" Rahmah seakan penasaran.


"Boleh kok ma... Tapi nanti malam ya ma." Saut Kamelia seraya tersenyum penuh teka-teki.


"Loh... Yang ulang tahun kan cuma Kemil? Kenapa mama juga tidak boleh tau sekarang?" Rahmah semakin penasaran.


"Iya sih ma... Tapi biar jadi kejutan juga buat mama. Mudah-mudahan mama senang." Tutur Kamelia.


"Ibu..." Suara Milka sayup-sayup terdengar dari arah kamarnya.


"Kamel... Milka sepertinya bangun nak." Rahmah yang mendengar seruan Milka segera memberitahu menantunya itu.


"Oh iya ma... Kamel masuk dulu ya ma..." Pamit Kamelia dan kemudian disahuti anggukan kecil kepala Rahmah.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2