KEMILAU Cintaku KAMELIA Di Ujung Senja

KEMILAU Cintaku KAMELIA Di Ujung Senja
BERTEMU


__ADS_3

Setelah berdebat cukup panjang dengan papanya, Kemil memutuskan keluar rumah untuk menenangkan pikirannya.


Dia mengendarai mobil pribadinya yang masih atas pemberian papanya itu. Dia melajukan mobil yang dikendarainya dengan kecepatan tinggi di jalanan lengang yang tidak terlalu lebar dan sedikit bebatuan yang berserakan di tengah jalan.


Sesaat kemudian, dia merogoh kantong celananya dan mengeluarkan benda pipih yang tak lain ponselnya. Dia terlihat menghubungi seseorang. Kemil seperti memohon saat bicara dengan orang yang ditelponnya itu.


Seusai bicara dengan sesorang yang dihubunginya, Kemil melajukan mobilnya ke sebuah arah yang cukup ramai dan terkesan mewah di desa itu.


Seperti Caffe-Caffe, namun terdapat tempat lesehan yang sangat unik dan menarik disana. Meski interiornya terlihat masih klasik dan terkesan kuno, tetapi itulah yang membuat tempat itu begitu istimewa. Dan juga letaknya yang cukup strategis, sehingga membuat tempat itu hanya akan dikunjungi oleh orang-orang berduit di desanya.


Kemil turun dari mobilnya dan menyapu pandangannya ke segala arah. Matanya berhenti kepada seorang gadis cantik yang tak lain kekasihnya yang bernama Misya Putri.


Kemil mendekati gadis itu dengan sedikit tersenyum.


"Maafin aku ya, sayang, sudah memaksa kamu bertemu denganku lagi..." Ucap Kemil penuh penyesalan.


Ya, orang yang ditelpon Kemil adalah Misya, kekasihnya. Kemil begitu tergila-gila kepada Misya yang merupakan bunga desa disana.


Wajah Misya sangat ayu, rambutnya dibuat bergelombang dan kulitnya juga putih. Dia juga anak yang tergolong berduit disana.


Tetapi jika dia satu desa dengan Kamelia, mungkin dia tidak akan ada apa-apanya dibandingkan Kamelia yang cantik luar dalam.

__ADS_1


"Iya, tidak apa-apa kok." Sahut gadis itu datar. "Kata kamu tadi ada yang ingin kamu bicarakan. Bicaralah... Aku saat ini tidak punya banyak waktu..." Ujarnya ketus. Terlihat sekali dia seperti terpaksa untuk menerima permintaan Kemil agar mau bertemu dengannya.


"Aku dijodohin papa, sayang..." Ujar Kemil memulai pembicaraannya.


"Lalu...?" Tanya Misya pura-pura terkejut. Padahal dalam hatinya, dia sangat senang sekali. Dia hanya tidak ingin rencana Toni gagal saja, Maka dari itu dipasakannya untuk terkejut.


"Sebenarnya aku ingin saja menolak, tapi papaku mengancam akan megusirku dari rumah serta menarik kembali fasilitas yang telah diberikannya kepadaku." Tutur Kemil menggerutu.


"Loh... Janganlah..." Cegat Misya cepat. Dia khawatir usahanya beberapa bulan ini menjadi sia-sia.


"Jadi kamu senang aku menikah dengan perempuan lain?" Tanya Kemil sedikit kesal.


Misya meraih tangan Kemil dan menggenggamnya dengan erat.


Kemil menatap aneh kepada kekasihnya itu.


"Jika aku bisa menunggu, aku malah akan menunggumu, sayang..." Ujarnya yang mengerti tatapan curiga Kemil.


"Benarkah kamu akan menungguku, sayang?" Tanya Kemil berharap.


"Iya... Kalau bisa, aku akan tetap menjadi kekasihmu meski kamu sudah punya istri." tutur Misya dengan raut wajah dibuat-buat.

__ADS_1


"Kalau begitu kamu tunggu aku selama sembilan bulanan, ya... Aku akan menceraikannya demi kamu." ujar Kemil mulai berbinar.


"Kenapa harus menunggu sembilan bulanan, sayang?" Tanya Misya keheranan.


"Sebenarnya perempuan itu sudah hamil duluan." Ujar Kemil hendak menjelaskan.


Misya menautkan kedua alisnya.


"Eitss... Bukan aku yang menghamili." Sergah Kemil seolah mengerti arti tatapan Misya kepadanya. "Mungkin dia melakukan dengan pacarnya, tetapi pacarnya mungkin juga tidak mau bertanggung jawab. Jadi... Karena papa kasihan sama sahabat papa yang ayah dari perempuan itu, makanya papa meminta aku menikahinya." Tutur Kemil menjelaskan kepada Misya dengan mengada-ada.


"Oh begitu... Baguslah... Jadi kamu tidak perlu mencari-cari alasan untuk menceraikannya." Ujar Misya lega. "Tapi kamu cuma butuh waktu sampai dia melahirkan anaknya, kan?" Tanya Misya seolah takut Kemil tidak didapatinya.


"Iya, sayang... Terima kasih sudah mau berjanji untuk menungguku. Kamu memang yang terbaik untukku, sayang." Ujar Kemil sembari mencium tangan Misya yang masih menggenggam tangannya itu sedari tadi.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2